Mengenal Binance Smart Chain

0
3877
Mengenal Binance Smart Chain

Mungkin anda sudah sering mendengar tentang Binance Chain, rumah bagi aset kripto BNB yang dioptimalkan untuk perdagangan yang sangat cepat. Demi mencapai hal tersebut, Binance Chain harus membuat trade-off tertentu, salah satunya adalah bahwa Binance Chain tidak sefleksibel dari sudut pandang programmability seperti blockchain lainnya. 

Kehadiran Binance Smart Chain disini adalah untuk mengubahnya. Blockchain baru dengan lingkungan lengkap untuk mengembangkan aplikasi terdesentralisasi berkinerja tinggi. Ini dibangun untuk mencapai kompatibilitas cross-chain dengan Binance Chain untuk memastikan para user mendapatkan yang terbaik dari keduanya. 

Binance Chain diluncurkan pada April 2019 oleh Binance dengan fokus utama untuk memfasilitasi perdagangan yang cepat dan terdesentralisasi. 

Keterbatasan yang ada pada sistem blockchain, Binance Chain tidak memiliki banyak fleksibilitas. Smart Contract dalam sistem yang dioptimalkan untuk perdagangan cepat dapat membuat jaringan menjadi padat secara signifikan. Ingat CryptoKitties? Pada puncak popularitasnya membuat blockchain Ethereum terhenti. 

Skalabilitas menjadi salah satu rintangan yang paling menantang untuk pengembangan blockchain. Disinilah peran dari Binance Smart Chain. 

Apa itu Binance Smart Chain (BSC)?

Binance Smart Chain (BSC) adalah blockchain yang bergerak secara paralel dengan Binance Chain. Berbeda dengan Binance Chain, BSC menawarkan fungsionalitas kontrak pintar dan kompatibilitas dengan Ethereum Virtual Machine (EVM). Tujuannya adalah untuk membiarkan throughput tinggi dari Binance Chain tetap utuh sambil mengenalkan smart contract dalam ekosistemnya. 

BSC dan Binance Chain beroperasi secara berdampingan. Perlu diingat bahwa BSC adalah blockchain independen yang dapat berjalan jika Binance Chain offline. Meski begitu, kedua blockchain ini memiliki kemiripan yang kuat dari sudut pandang desain. 

Karena BSC kompatibel dengan EVM, BSC diluncurkan dengan dukungan untuk memperkaya Ethereum dan DApps. Secara teori, ini memudahkan developer untuk memindahkan proyek mereka dari Ethereum. Bagi pengguna, ini berarti aplikasi MetaMask dapat dengan mudah dikonfigurasi untuk bekerja dengan BSC. 

Cara Kerja Binance Smart Chain

Konsensus

BSC menggunakan Proof of Staked Authority (PoSA) dimana peserta menggunakan staking BNB untuk menjadi validator. Jika mereka mengusulkan blok yang valid, mereka akan menerima biaya transaksi dari transaksi yang termasuk di dalamnya. 

Tidak seperti protokol lainnya, tidak ada subsidi blok untuk BNB yang baru dicetak karena BNB tidak bersifat inflasi. Sebaliknya, pasokan BNB akan menurun seiring waktu, karena tim Binance secara teratur melakukan pembakaran poin. 

Cross-Chain Compatibility

BSC dibayangkan sebagai sistem yang independen namun saling melengkapi untuk Binance Chain yang ada. Arsitektur dual-chain digunakan dengan gagasan bahwa user dapat mentransfer aset dengan mulus dari satu blockchain ke blockchain lainnya. Dengan cara ini, perdagangan cepat dapat dinikmati di Binance Chain, sementara aplikasi terdesentralisasi yang kuat dapat dibangun di BSC. Dengan interoperabilitas ini, pengguna dihadapkan pada ekosistem yang luas yang dapat memenuhi berbagai kasus penggunaan. 

Token BEP2 dan BEP8 dari Binance Chain dapat ditukar dengan token BEP20, standar baru yang diperkenalkan untuk BSC. 

Decentralized Finance pada Binance Smart Chain

Sejumlah aset digital seperti BTC, ETH, LTC, EOS, XRP sudah ada di Binance Chain sebagai “Peggy Coin”. Ini adalah token yang dipatok ke aset di rantai aslinya. Misalnya, anda memutuskan untuk mengunci 10 BTC untuk menerima 10 BTCB di Binance Chain. Kapanpun anda dapat memperdagangkan 10 BTCB anda untuk 10 BTC, yang artinya harga BTCB harus mengikuti harga BTC asli. Dengan melakukan ini, anda secara efektif memindahkan aset ke Binance Chain. 

Fleksibilitas yang diberikan Binance Smart Chain mengakibatkan aset yang dari sejumlah rantai berbeda dapat digunakan di ruang DeFi yang berkembang. 

Baca Juga: Binance Mendukung Tokocrypto, Proyek DeFi Indonesia Pertama di Binance Smart Chain

Binance Smart Chain sangat memperluas fungsionalitas Binance Chain asli dan menggabungkan berbagai protokol mutakhir yang dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara berbagai blockchain. Walaupun masih dalam tahap awal, namun janji BNB staking disamping kompatibilitasnya dengan EVM menjadikan platform ini mesin yang ideal bagi developer yang membangun aplikasi terdesentralisasi yang kuat.