Connect with us

Market News

Rekomendasi 10 Mata Uang Kripto Yang Diprediksi Naik Akhir Tahun 2021

Published

on

rekomendasi pilihan aset kripto yang akan naik di 2021 ini

Akhir tahun 2021 ini harga aset aset kripto terbesar di dunia, diprediksi memanas pada akhir tahun, walaupun harga bitcoin mencapai titik tertinggi sepanjang masa hampir $69.000 per bitcoin pada bulan November 2021 sebelum jatuh kembali, dan bisa kembali mencetak rekor tertinggi atau all time high (ATH). Sementara itu, mata uang kripto utama lainnya telah menghasilkan keuntungan yang jauh lebih besar daripada bitcoin selama setahun terakhir termasuk ethereum, BNB Binance, solana, cardano, dan XRP Ripple mendorong kapitalisasi pasar kripto gabungan tertinggi sebesar $3 triliun.

Masa Depan Investasi Kripto

Salah satu penyebab faktor investasi di aset kripto menjadi pilihan adalah karena permintaan kripto yang terus meningkat, khususnya bitcoin. Selain itu, aset kripto yang sifatnya terdesentralisasi sehingga tidak terlalu berpengaruh terhadap resesi ekonomi yang terjadi di suatu negara. Jika Indonesia jadi mengalami resesi ekonomi pada masa pandemi Covid-19 ini, aset kripto dapat menjadi pilihan sebagai investasi jangka panjang dikarenakan karakteristiknya yang terdesentralisasi. Nilai Rupiahlah bahkan yang akan lebih dahulu jatuh jika terjadi resesi.

Investasi kripto dinilai memiliki likuiditas yang tinggi, karena saat ini sudah banyak regulasi yang ditetapkan. Regulasi yang dibuat lebih ketat akan membantu meningkatkan aktivitas perdagangan dan harga aset kripto. Selain itu, peraturan yang dibuat juga dapat mengatasi  penipuan kripto yang telah menggagalkan keinginan investasi beberapa investor, sehingga peraturan tersebut membuat semua koin kripto baru dan peluang investasi harus mematuhi kriteria regulasi tertentu. Maka dari itu, peraturan tersebut akan mengamankan kekhawatiran calon investor dan memberikan landasan yang lebih kuat bagi pertumbuhan investasi kripto di masa depan.Nah, apa saja aset kripto yang diprediksi akan naik di akhir tahun 2021? Yuk, simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

10 Investasi Mata Uang Kripto Yang Diprediksi Naik di Akhir Tahun 2021

Berikut 10 mata uang kripto yang akan naik yang dapat dipilh untuk Anda berinvestasi.

1. Bitcoin (BTC)

Bitcoin (BTC) diakui sebagai mata uang digital pertama di dunia (juga dikenal sebagai cryptocurrency). Selama bertahun-tahun, Bitcoin telah menunjukkan pertumbuhan yang stabil namun konsisten. Bitcoin pun masih mendominasi altcoin. Ketika Bitcoin turun, sebagian besar altcoin lainnya akan turun juga.

Bitcoin mencatat rekor tertinggi sepanjang masa tahun ini, bulan November ini ketika melampaui $69.000 untuk pertama kalinya. Dalam hitungan hari, itu telah turun kembali di bawah $ 56.000.

Namun, banyak ahli mengatakan bahwa Bitcoin sedang dalam perjalanan untuk melewati angka $ 100.000, apalagi eksistensi Bitcoin semakin meningkat ketika Tesla Inc. (TSLA) memborong BTC. Ditambah dengan keputusan El Salvador menjadikan BTC sebagai legal tender.

Per hari Rabu (24/11/2021), harga bitcoin sudah mencapai 813 juta rupiah, meskipun sudah tergolong tinggi, namun ini bukan harga tertinggi yang pernah dicapai oleh Bitcoin. Harga tertinggi yang dicetak bitcoin yaitu pada tanggal 13 April, yang di mana saat itu harga btc to idr mencapai 934 juta rupiah! Harga yang fantastis bukan untuk sebuah aset digital?

2. Ethereum

Berikutnya, aset kripto yang akan naik 2021 untuk dibeli pada akhir 2021 dan awal 2022 adalah Ethereum.

Pertumbuhan Ethereum, cryptocurrency terbesar kedua di dunia setelah Bitcoin, terus menikmati peningkatan. Ethereum mampu bertumbuh cepat di decentralized finance (DeFi) didukung dengan kekuatan jaringannya. Selain itu, aplikasi dan ekosistem yang lebih terdesentralisasi yang mengandalkan jaringan Ethereum, akan menjadi token ETH yang lebih kuat. Sehingga investor tertarik untuk berinvestasi apalagi developer sangat menyukai membangun aplikasi desentralisasi, atau DApps, di Ethereum, yang sebenarnya adalah blockchain yang paling sering digunakan di dunia dan NFT.

3. Binance Coin

Binance coin (BNB) pada awalnya dikenalkan sebagai cara untuk mendandani Binance di masa awal pertumbuhannya. Binance coin diluncurkan melalui Initial Coin Offering (ICO) yang saat itu berlangsung pada tanggal 26 Juni- 3 Juli 2017. BNB dikeluarkan sebagai token ERC20 yang berjalan pada jaringan Ethereum dengan total 200 juta koin.

Pada Rabu (24/11/2021) harga BNB bahkan mencapai Rp 8,4 juta, naik hingga 917.04% dibanding bulan January yang saat itu seharga Rp 830 ribuan. Faktor utama yang menyebabkan naiknya harga BNB adalah faktor fundamental, seperti berkurangnya suplai yang beredar, Burna Binance yang bernilai jutaan dolar serta kinerja sistem yang kuat dari Binance saat masa Bear Market (kondisi harga pasar saham sedang memiliki tren yang melemah). Disamping itu, sentimen tentang prospek akan diluncurkannya bursa desentralik Binance juga menjadi faktor harga BNB yang terus menerus naik dan diprediksi sampai akhir tahun 2021.

4. Solana (SOL)

Di 2021 ini, Solana menjadi menjadi salah satu dari 10 aset kripto teratas berdasarkan kapitalisasi pasar. Mungkin akan menjadi aset crypto kuda hitam yang cukup ganas di tahun 2022 mendatang.

Sepanjang tahun berjalan, Solana melonjak dari US$1,51 menjadi $160. Dan berulang kali meraih rekor harga tertinggi pada akhir Oktober dan awal November 2021. Solana sendiri sama halnya seperti Ethereum, protokol Solana juga dibangun untuk memfasilitasi penciptaan DApps yang mudah, dengan jaringan yang lebih cepat daripada Ethereum, serta memiliki biaya yang jauh lebih rendah.

5. Cardano (ADA)

Aset kripto yang akan naik 2021 adalah Cardano, yang juga masuk dalam enam besar aset crypto berdasarkan coin marketcap. 

Uniknya, ADA diciptakan oleh salah satu pendiri Ethereum. Cardano juga menggunakan protokol proof-of-stake, dengan begini Cardo memberikan intensif kepada pengguna untuk membuat blok baru. 

Tidak seperti pasar saham, Cardano tidak menyediakan rasio laba dan laporan keuangan triwulanan ketika mengevaluasi nilai mata uang digital yang diberikan.

Rincian kualitatif lah yang membuat Charles Hoskinson, salah satu pendiri dari Ethereum, menjadi investor Cardano memberikan koin ini kredibilitas ketika pertama kali diluncurkan pada bulan September 2017.

6. Ripple (XRP)

Berhasil bekerjasama dengan dengan perusahaan keuangan besar di dunia seperti Mastercard, Western Union, MoneyGram dan BMO, membuat harga ripple melonjak dalam dua tahun kebelakang (2018). Teknologi dan jaringan yang kuat dengan cepat membuka peluang baru di bidang perdagangan internasional, perbankan, dan jaringan pembayaran

Dengan bertambahnya Daftar perusahaan yang menggunakan layanan Ripple, prediksinya harga aset kripto ripple akan terus meningkat pada beberapa tahun kedepan. Sepanjang tahun 2021 ini, dari bulan January sampai hari ini (24/11/2021) harga Ripple sudah naik 107,77% ke harga Rp14.636 dari harga Rp7.044.

7. DOGE Coin

Koin yang pertama kali diluncurkan pada tahun 2013 ini memang belum memiliki fundamental yang kuat layaknya bitcoin atau ethereum. Namun siapa sangka, pada Senin (19/04/2021) koin ini mencapai harga tertingginya sepanjang sejarah yaitu di Rp6.850 setelah meningkat lebih dari 600% dari harganya semulanya di kisaran Rp1.000 hanya dalam jangka waktu 1 pekan.

Kenaikan yang sangat signifikan terhadap harga dogecoin ini diyakini terkait dengan cuitan seorang Miliarder yang juga merupakan CEO dari perusahaan Tesla dan SpaceX yaitu Elon Musk melalui akun Twitter pribadinya. Elon beberapa kali terlihat mencuit tentang kripto dan DOGE di akun Twitter pribadinya.

8. Shiba Inu (SHIB)

Koin Shiba Inu yang dibuat sebagai koin berbasis meme semakin menggila. Dalam satu bulan, koin Shiba Inu melonjak lebih dari 800%, bahkan berhasil melampaui Dogecoin.

Selain itu, koin Shiba Inu juga menjadi koin crypto terpopuler di kalangan netizen tanah air.

Dalam perkembangannya, koin Shiba Inu empat kali lebih populer di media sosial dibandingkan pesaing terdekatnya, yakni Dogecoin.

9. Axie Infinity Shards (AXS)

Axie Infinity Shards merupakan salah satu koin yang dibangun di atas blockchain Ethereum. Berbeda dengan koin lainnya, Axie merupakan game blockchain yang terinspirasi dari game Pokemon. 

AXS sendiri memiliki peran sentral dalam ekosistem game. Axie menghadirkan opsi play-to-earn yang mampu menciptakan penggunaan yang berkelanjutan. Ditambah setiap karakter adalah token non-fungible (NFT) sendiri.

10. Toko Token (TKO)

Toko Token merupakan proyek aset kripto lokal pertama dengan model token hybrid, berfungsi sebagai gabungan dari token CeFi (Centralized Finance) dan token DeFi (Decentralized Finance) yang baru diluncurkan pada awal April 2021. 

TKO masuk ke dalam aset kripto yang akan naik di tahun 2021 karena memiliki fundamental yang kuat. Selain di dukung langsung oleh Binance, Toko Token juga mengalami kenaikan hingga 3000% pada 30 menit pertama saat listing di Tokocrypto.

Kemudahan Investasi Kripto

Selain menggunakan teknologi yang canggih dan mempunyai regulasi yang sudah dibuat secara ketat. Berinvestasi pada aset kripto saat ini sudah bisa di akses dengan mudah dan cepat. Beberapa platform exchange sudah terverifikasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) dan juga mempunyai aplikasi untuk menunjang kebutuhan anda berinvestasi di aset kripto secara mudah.

Selain mudah dan aman, berinvestasi pada aset kripto saat ini bisa anda lakukan mulai dengan nominal yang murah. Dengan menggunakan Tokocrypto sebagai exchange aset digital, anda bisa memulai investasi dengan minimal biaya Rp.500.000 rupiah. Nominal tersebut bisa anda gunakan sebagai modal awal untuk memulai berinvestasi dari aset-aset kripto yang akan naik di 2021, seperti yang sudah dijelaskan di bagian atas.

Dengan deposit awal sebesar Rp. 500.000 anda sudah bisa membeli berbagai jenis aset kripto yang tersedia di Tokocrypto. Selain itu, anda juga bisa menikmati fasilitas yang dimiliki Tokocrypto seperti Aplikasi jual-beli (trading) yang sudah tersedia di android maupun IOS, group telegram yang berisi para trader dan investor berpengalaman, serta fasilitas penunjang keamanan yaitu 2 factor authentication.

Itu dia rekomendasi mata uang kripto yang akan naik 2021 untuk Anda miliki. Tunggu apa lagi, yuk bergabung bersama kami di Tokocyrpto, salam to the moon!

Market

Market Awal Pekan: Reli Market Kripto Mulai Lesu, Nasib BTC?

Published

on

Ilustrasi aset kripto

Pergerakan market aset kripto pada Senin (15/8) pagi mulai berbalik arah. Harga Bitcoin, Ethereum dan aset kripto utama lainnya terpantau melaju lesu. Harga BTC pun menurunkan kecepatan relinya dan belum berani untuk menembus mendekati harga US$ 25.000.

Melansir data CoinMarketCap pukul 09.00 WIB, 7 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar kompak masuk tipis ke zona merah dalam 24 jam terakhir. Hanya saja nilai Bitcoin (BTC) yang naik 1,12% ke US$ 24.853 dalam 24 jam terakhir. Nasib sama terjadi pada Ethereum (ETH) melonjak 0,53% ke US$ 1.998 di waktu yang sama.

Sejumlah altcoin lainnya mulai kehabisan bensin. Misalnya, nilai Binance Coin (BNB) dan Cardano (ADA) dan Solana (SOL) kompak turun dalam 24 jam terakhir di waktu bersamaan. Apa yang terjadi pada pergerakan market pagi ini?

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan pergerakan yang berbalik arah ini, dimulai setelah Bitcoin gagal mempertahankan posisi di atas US$ 25.000 pada akhir pekan lalu. Banyak yang menduga investor sudah siap untuk melakukan aksi ambil untung, jika BTC tembus area harga BTC US$ 25.000.

“Akibatnya, ketika tercapai, investor banyak yang memutuskan untuk tidak lagi melakukan akumulasi. Meski begitu, secara keseluruhan investor masih tetap memiliki selera untuk melakukan akumulasi kembali di market,” kata Afid.

Ilustrasi bear market
Ilustrasi bear market.

Baca juga: Event NFT Bira Siap Digelar, Ajang Kumpul Pegiat Web3 dan Blockchain

Optimis Indikator Ekonomi Lebih Baik

Afid menjelaskan salah satu faktor kuat market kripto bisa bergerak lebih baik, yaitu kepercayaan investor terhadap indikator ekonomi baru-baru ini, yang menunjukkan penurunan inflasi dan kemungkinan resesi yang lebih rendah.

Di samping itu, untuk pertama kali Bitcoin Fear and Greed index berhasil tembus posisi Netral sejak terakhir April 2022. Senin pagi ini, indeks kembali naik ke posisi Fear, tapi masih lebih baik dibanding seminggu terakhir.

Indikator lainnya, market kripto masih berpotensi bergerak lebih baik pekan ini adalah indeks BTC Dominance. Investor tampaknya lebih suka akumulasi altcoin ketimbang Bitcoin. Kini indeks dominasi BTC berada di angka 40,1%, menurun drastis dibanding dua bulan lalu, yakni 48%.

“Penyebabnya kemungkinan besar adalah disebabkan dari lonjakan harga Ethereum yang terjadi akibat rumor The Merger yang ditunggu-tunggu. Ethereum juga telah menyelesaikan penggabungan jaringan testnet terakhir, Goerli Rabu lalu,” jelas Afid.

Ilustrasi Shiba Inu.
Ilustrasi Shiba Inu.

Baca juga: Kenal Fear and Greed Index Crypto dan Cara Kerjanya

Altcoin Juara dan Analisis Gerak BTC

Afid mengatakan ada altcoin yang menarik perhatian di market pada Senin (16/8) pagi ini yaitu Dogecoin (DOGE), Shiba Inu (SHIB) dan Celcius (CEL). Betapa tidak, nilai DOGE naik 9,86%, SHIB melonjak 35,2% dan CEL tumbuh 16,77% dalam sehari terakhir.

Nilai SHIB terbang setelah terjadi SHIB burn sebanyak 292 juta keping pada Sabtu (13/8) lalu. Selain itu, market juga mengantisipasi game Shiba Eternity dari pengembang jaringan Shiba Inu. kemudian, Celcius melonjak akibat rumor desas-desus pengambilalihan pengelolaan token oleh Ripple yang ingin membeli aset Celsius Network.

Dari sisi analisis teknikal, Bitcoin sebenarnya punya potensi menguat sampai ke level US$ 25.568, jika berhasil melewati level resistensinya. Namun, jika BTC gagal menembus tingkat tersebut, maka titik support harian terdekat BTC berada di level US$ 22.530 dan US$ 21.317.

“Sementara, gerak Ethereum masih bisa optimis menembus target bullish selanjutnya berada di level US$ 2.009. Level support ETH di level US$ 1.745 untuk menahan laju penurunan harga ETH apabila terjadi,” pungkas Afid.

Continue Reading

Market

Pasar Sepekan: Reli Market Kripto Sedikit Tertahan, Apa Sebabnya?

Published

on

Bitcoin zona merah

Menjelang akhir pekan, market kripto malah melaju lesu, walaupun Ethereum masih terpantau kuat memasuki zona hijau. Secara keseluruhan investor dibuat bingung oleh sikap market kripto pekan ini. Apa faktornya?

Sejumlah aset kripto, terutama yang berkapitalisasi besar atau big cap terpantau menurun dan masuk ke zona merah pada perdagangan Jumat (12/8) pukul 13.00 WIB. Misalnya saja, dari pantauan CoinMarketCap, nilai Bitcoin bertengger di harga US$ 23.990 atau turun 2,50% dalam 24 jam terakhir. Altcoin lainnya, Ethereum (ETH) masih kuat naik 1,12% ke US$ 1.901. Binance Coin (BNB), Solana (SOL) dan XRP anjlok lebih dari 1%.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan market kripto mulai kehabisan bensin, walaupun masih dihujani segudang sentimen positif. Sejatinya, sentimen makroekonomi masih bisa menjadi angin segar bagi market kripto, setelah Departemen Ketenagakerjaan AS telah mengumumkan inflasi tahunan AS yang ternyata mengalami penurunan dari 9,1% kini hanya 8,5% pada Juli 2022. 

“Market tampak mulai goyah pada Jumat (12/8) pagi ini. Padahal jika dilihat dari sisi sentimen positif masih banyak yang bisa mendorong laju market ke reli selanjutnya. Terlebih indeks inflasi AS turun, data itu mengindikasikan bahwa siklus inflasi tinggi AS mungkin telah mencapai puncaknya, meski angka 8,5% masih jadi salah satu yang tertinggi,” kata Afid.

Ilustrasi aset kripto
Ilustrasi aset kripto

Baca juga: Jadwal Baru Rilis Ethereum 2.0 dan Gas Fees Lebih Murah

Ethereum Masih Kuat Reli?

Melihat data tersebut, investor bisa optimis bahwa siklus inflasi tinggi AS sudah mencapai puncaknya. Sehingga, berharap bank sentral AS, The Fed, mulai bersikap lunak dalam melakukan kebijakan suku bunganya. Namun, rupanya hal tersebut belum mampu membuat gerak laju market kuat naik.

Sementara dari sisi ekosistem, sentimen positif datang dari Ethereum yang Kamis (11/8) kemarin mengumumkan telah sukses menginstalasi pembaruan di salah satu jaringan uji cobanya bernama Goerli. Uji coba ini merupakan testnet paling akhir, sebelum jaringan utama Ethereum mengalami pembaruan bernama The Merge pada September mendatang.

“Suksesnya Goerli sedikit membantu harga ETH tidak terpengaruh market yang lesu. Walau alami sedikit kenaikan, ETH mampu bertahan dan sentimen positif ke depan bisa mendorong harganya,” ucap Afid.

Sentimen Negatif Bikin Market Lesu Pekan Ini

Afid menganalisa faktor utama yang membuat market lesu menjelang akhir pekan ke-2 Agustus ini adalah trader yang memulai masif melakukan aksi profit taking atau ambil untung, sehingga membuat investor lain menghentikan akumulasinya.

Ilustrasi bear market
Ilustrasi bear market.

Baca juga: Bos Apple: Investasi Kripto adalah Keputusan Masuk Akal dan Menarik

“Sayang banyak sentimen positif gagal menjadi berkah bagi market kripto. Banyak trader yang sepertinya bergerak cepat melakukan aksi profit taking, karena penguatan yang membuat harga aset kripto tinggi kemarin. Kuat diguaan, mereka melakukan aksi itu karena yakin harga aset kripto benar-benar telah mencapai titik bottom-nya,” terangnya.

Di sisi lain, market saham AS juga memiliki kinerja bervariasi, namun cenderung menurun. Hal ini terjadi karena kinerja saham-saham teknologi, seperti Alphabet, Meta Platforms, Apple, dan Microsoft alami penurunan. Ini juga yang membuat investor kurang berselera masuk ke market kripto.

Selain itu, ada sedikit penguatan nilai indeks dolar AS Jumat pagi ini yang menambah hantaman laju nilai aset kripto. Pergerakan nilai dolar AS dan aset kripto memang punya korelasi negatif yang kuat sejak Juli tahun lalu.

Ilustrasi Ethereum.
Ilustrasi Ethereum.

Baca juga: 5 Strategi Untung Investasi Kripto saat Sideways Market

Analisis Gerak Bitcoin dan Ethereum

Dari analisis teknikalnya, gerak level support Bitcoin berada pada resistance sebelumnya di level US$ 23.362 sebagai tahanan jika harga BTC meneruskan penurunannya. Namun, apabila harga Bitcoin pullback dan kembali naik, target kenaikan masih berada di level US$ 25.232.

Sementara, Ethereum masih mampu mempertahankan laju bullish-nya. Pergerakan harga ETH masih mencoba untuk breakout dari area supply yang menjadi kunci dan konfirmasi untuk kenaikan lebih lanjut. Jika harga ETH berhasil breakout, target bullish selanjutnya berada di level US$ 2.009. Level support kuat masih di US$1.745 untuk menahan laju penurunan harga ETH apabila terjadi koreksi.

Continue Reading

Market

Data Baru Inflasi AS Dorong Market Kripto Reli Kencang, Tanda Bull Run?

Published

on

Ilustrasi market kripto bullish. Sumber: Shutterstocks.

Pergerakan market aset kripto pada Kamis (11/8) pagi berhasil membuat investor tersenyum lebar. Akhirnya setelah sempat tertekan, market lepas reli kencang masuk ke zona hijau.

Melansir situs CoinMarketCap pada Kamis (11/8) pukul 09.00 WIB, dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar atau big cap, kompak alami peningkatan yang cukup signifikan dalam 24 jam terakhir. Misalnya, nilai Bitcoin (BTC) naik 6,69% ke US$ 24.336 per keping dalam sehari terakhir.

Sementara, Ethereum (ETH) melonjak lebih dahsyat 12,42% ke US$ 1.878 di waktu yang sama. XRP, Cardano (ADA), Solana (SOL) dan Dogecoin (DOGE) juga bergerak naik masing-masing 5,82%, 7,13%, 9% dan 5,68%.

Trader Tokocrypto, Nathan Alexander, mengatakan harga Bitcoin, Ethereum dan aset kripto utama lainnya melanjutkan reli disebabkan oleh berita data inflasi AS terbaru yang menguntungkan.

Harga Bitcoin Bergerak Agresif
Harga Bitcoin Bergerak Agresif.

Baca juga: Penerbitan CBDC Semakin Dekat, Australia Luncurkan Proyek Pilot

Departemen Ketenagakerjaan AS telah mengumumkan inflasi tahunan AS yang ternyata mengalami penurunan dari 9,1% kini hanya 8,5% pada Juli 2022. Data ini mengindikasikan bahwa siklus inflasi tinggi AS mungkin telah mencapai puncaknya, meski angka 8,5% masih jadi salah satu yang tertinggi.

“Peristiwa tersebut akhirnya memicu investor untuk kembali mengakumulasi aset kripto. Mereka optimis akan adanya pull back dari dampak data inflasi AS yang turun,” kata Nathan.

Optimis The Fed Bergerak Tak Agresif

Nathan melanjutkan data terbaru inflasi AS bisa menimbulkan keyakinan bahwa The Fed tampaknya akan meredam agresivitas kebijakan moneternya. Jika The Fed mengambil sikap devoish, maka daya tarik aset kripto, akan terus berkilau. Selain itu, aksi The Fed yang menahan suku bunga acuannya diharapkan tidak akan menyurutkan likuiditas di pasar kripto.

“Pastinya, mereka bisa beranggapan berhasil dalam upaya menjinakkan inflasi tanpa memasukkan ekonomi ke dalam resesi, dan dapat meningkatkan suku bunga pada tingkat yang lebih moderat pada pertemuan berikutnya di bulan September mendatang,” ucapnya.

Selain sentimen dari inflasi, reli kencang market kripto juga didorong antisipasi investor terhadap pembaruan jaringan Ethereum bernama The Merge yang sedianya meluncur pada September mendatang.

Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum.
Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum. Foto: Pixabay.

Baca juga: Daftar Lengkap 383 Aset Kripto Legal Terdaftar Bappebti di Indonesia

Terlebih, pada pekan bisa jadi momen penting bagi Ethereum, karena akan ada penggabungan testnet ketiga dan terakhir, yang disebut Goerli. Diharapkan penggabungan ini terjadi pada 10-12 Agustus mendatang.

Analisis Gerak Bitcoin dan Ethereum

Dari sisi teknikal, Nathan mengungkap pergerakan harga Bitcoin sejauh ini berhasil breakout resistance pada level US$ 23.362. Jika harga BTC kembali melanjutkan reli, target kenaikan selanjutnya berada pada level US$ 25.232. Posisi US$ 22.930 masih menjadi level support yang solid untuk menahan laju penurunan Bitcoin apabila harga koreksi.

Sementara, nilai Ethereum memiliki target kenaikan terdekat berada pada level US$ 1.916. “Jika berhasil breakout, maka kenaikan selanjutnya berada pada level US$ 2.009. ETH memiliki level support solid di US$ 1.622 untuk menahan laju penurunan ETH jika mengalami koreksi,” pungkas Nathan.

Continue Reading

Popular