Connect with us

Market News

Rekomendasi 10 Mata Uang Kripto Yang Diprediksi Naik Akhir Tahun 2021

Published

on

rekomendasi pilihan aset kripto yang akan naik di 2021 ini

Akhir tahun 2021 ini harga aset aset kripto terbesar di dunia, diprediksi memanas pada akhir tahun, walaupun harga bitcoin mencapai titik tertinggi sepanjang masa hampir $69.000 per bitcoin pada bulan November 2021 sebelum jatuh kembali, dan bisa kembali mencetak rekor tertinggi atau all time high (ATH). Sementara itu, mata uang kripto utama lainnya telah menghasilkan keuntungan yang jauh lebih besar daripada bitcoin selama setahun terakhir termasuk ethereum, BNB Binance, solana, cardano, dan XRP Ripple mendorong kapitalisasi pasar kripto gabungan tertinggi sebesar $3 triliun.

Masa Depan Investasi Kripto

Salah satu penyebab faktor investasi di aset kripto menjadi pilihan adalah karena permintaan kripto yang terus meningkat, khususnya bitcoin. Selain itu, aset kripto yang sifatnya terdesentralisasi sehingga tidak terlalu berpengaruh terhadap resesi ekonomi yang terjadi di suatu negara. Jika Indonesia jadi mengalami resesi ekonomi pada masa pandemi Covid-19 ini, aset kripto dapat menjadi pilihan sebagai investasi jangka panjang dikarenakan karakteristiknya yang terdesentralisasi. Nilai Rupiahlah bahkan yang akan lebih dahulu jatuh jika terjadi resesi.

Investasi kripto dinilai memiliki likuiditas yang tinggi, karena saat ini sudah banyak regulasi yang ditetapkan. Regulasi yang dibuat lebih ketat akan membantu meningkatkan aktivitas perdagangan dan harga aset kripto. Selain itu, peraturan yang dibuat juga dapat mengatasi  penipuan kripto yang telah menggagalkan keinginan investasi beberapa investor, sehingga peraturan tersebut membuat semua koin kripto baru dan peluang investasi harus mematuhi kriteria regulasi tertentu. Maka dari itu, peraturan tersebut akan mengamankan kekhawatiran calon investor dan memberikan landasan yang lebih kuat bagi pertumbuhan investasi kripto di masa depan.Nah, apa saja aset kripto yang diprediksi akan naik di akhir tahun 2021? Yuk, simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

10 Investasi Mata Uang Kripto Yang Diprediksi Naik di Akhir Tahun 2021

Berikut 10 mata uang kripto yang akan naik yang dapat dipilh untuk Anda berinvestasi.

1. Bitcoin (BTC)

Bitcoin (BTC) diakui sebagai mata uang digital pertama di dunia (juga dikenal sebagai cryptocurrency). Selama bertahun-tahun, Bitcoin telah menunjukkan pertumbuhan yang stabil namun konsisten. Bitcoin pun masih mendominasi altcoin. Ketika Bitcoin turun, sebagian besar altcoin lainnya akan turun juga.

Bitcoin mencatat rekor tertinggi sepanjang masa tahun ini, bulan November ini ketika melampaui $69.000 untuk pertama kalinya. Dalam hitungan hari, itu telah turun kembali di bawah $ 56.000.

Namun, banyak ahli mengatakan bahwa Bitcoin sedang dalam perjalanan untuk melewati angka $ 100.000, apalagi eksistensi Bitcoin semakin meningkat ketika Tesla Inc. (TSLA) memborong BTC. Ditambah dengan keputusan El Salvador menjadikan BTC sebagai legal tender.

Per hari Rabu (24/11/2021), harga bitcoin sudah mencapai 813 juta rupiah, meskipun sudah tergolong tinggi, namun ini bukan harga tertinggi yang pernah dicapai oleh Bitcoin. Harga tertinggi yang dicetak bitcoin yaitu pada tanggal 13 April, yang di mana saat itu harga btc to idr mencapai 934 juta rupiah! Harga yang fantastis bukan untuk sebuah aset digital?

2. Ethereum

Berikutnya, aset kripto yang akan naik 2021 untuk dibeli pada akhir 2021 dan awal 2022 adalah Ethereum.

Pertumbuhan Ethereum, cryptocurrency terbesar kedua di dunia setelah Bitcoin, terus menikmati peningkatan. Ethereum mampu bertumbuh cepat di decentralized finance (DeFi) didukung dengan kekuatan jaringannya. Selain itu, aplikasi dan ekosistem yang lebih terdesentralisasi yang mengandalkan jaringan Ethereum, akan menjadi token ETH yang lebih kuat. Sehingga investor tertarik untuk berinvestasi apalagi developer sangat menyukai membangun aplikasi desentralisasi, atau DApps, di Ethereum, yang sebenarnya adalah blockchain yang paling sering digunakan di dunia dan NFT.

3. Binance Coin

Binance coin (BNB) pada awalnya dikenalkan sebagai cara untuk mendandani Binance di masa awal pertumbuhannya. Binance coin diluncurkan melalui Initial Coin Offering (ICO) yang saat itu berlangsung pada tanggal 26 Juni- 3 Juli 2017. BNB dikeluarkan sebagai token ERC20 yang berjalan pada jaringan Ethereum dengan total 200 juta koin.

Pada Rabu (24/11/2021) harga BNB bahkan mencapai Rp 8,4 juta, naik hingga 917.04% dibanding bulan January yang saat itu seharga Rp 830 ribuan. Faktor utama yang menyebabkan naiknya harga BNB adalah faktor fundamental, seperti berkurangnya suplai yang beredar, Burna Binance yang bernilai jutaan dolar serta kinerja sistem yang kuat dari Binance saat masa Bear Market (kondisi harga pasar saham sedang memiliki tren yang melemah). Disamping itu, sentimen tentang prospek akan diluncurkannya bursa desentralik Binance juga menjadi faktor harga BNB yang terus menerus naik dan diprediksi sampai akhir tahun 2021.

4. Solana (SOL)

Di 2021 ini, Solana menjadi menjadi salah satu dari 10 aset kripto teratas berdasarkan kapitalisasi pasar. Mungkin akan menjadi aset crypto kuda hitam yang cukup ganas di tahun 2022 mendatang.

Sepanjang tahun berjalan, Solana melonjak dari US$1,51 menjadi $160. Dan berulang kali meraih rekor harga tertinggi pada akhir Oktober dan awal November 2021. Solana sendiri sama halnya seperti Ethereum, protokol Solana juga dibangun untuk memfasilitasi penciptaan DApps yang mudah, dengan jaringan yang lebih cepat daripada Ethereum, serta memiliki biaya yang jauh lebih rendah.

5. Cardano (ADA)

Aset kripto yang akan naik 2021 adalah Cardano, yang juga masuk dalam enam besar aset crypto berdasarkan coin marketcap. 

Uniknya, ADA diciptakan oleh salah satu pendiri Ethereum. Cardano juga menggunakan protokol proof-of-stake, dengan begini Cardo memberikan intensif kepada pengguna untuk membuat blok baru. 

Tidak seperti pasar saham, Cardano tidak menyediakan rasio laba dan laporan keuangan triwulanan ketika mengevaluasi nilai mata uang digital yang diberikan.

Rincian kualitatif lah yang membuat Charles Hoskinson, salah satu pendiri dari Ethereum, menjadi investor Cardano memberikan koin ini kredibilitas ketika pertama kali diluncurkan pada bulan September 2017.

6. Ripple (XRP)

Berhasil bekerjasama dengan dengan perusahaan keuangan besar di dunia seperti Mastercard, Western Union, MoneyGram dan BMO, membuat harga ripple melonjak dalam dua tahun kebelakang (2018). Teknologi dan jaringan yang kuat dengan cepat membuka peluang baru di bidang perdagangan internasional, perbankan, dan jaringan pembayaran

Dengan bertambahnya Daftar perusahaan yang menggunakan layanan Ripple, prediksinya harga aset kripto ripple akan terus meningkat pada beberapa tahun kedepan. Sepanjang tahun 2021 ini, dari bulan January sampai hari ini (24/11/2021) harga Ripple sudah naik 107,77% ke harga Rp14.636 dari harga Rp7.044.

7. DOGE Coin

Koin yang pertama kali diluncurkan pada tahun 2013 ini memang belum memiliki fundamental yang kuat layaknya bitcoin atau ethereum. Namun siapa sangka, pada Senin (19/04/2021) koin ini mencapai harga tertingginya sepanjang sejarah yaitu di Rp6.850 setelah meningkat lebih dari 600% dari harganya semulanya di kisaran Rp1.000 hanya dalam jangka waktu 1 pekan.

Kenaikan yang sangat signifikan terhadap harga dogecoin ini diyakini terkait dengan cuitan seorang Miliarder yang juga merupakan CEO dari perusahaan Tesla dan SpaceX yaitu Elon Musk melalui akun Twitter pribadinya. Elon beberapa kali terlihat mencuit tentang kripto dan DOGE di akun Twitter pribadinya.

8. Shiba Inu (SHIB)

Koin Shiba Inu yang dibuat sebagai koin berbasis meme semakin menggila. Dalam satu bulan, koin Shiba Inu melonjak lebih dari 800%, bahkan berhasil melampaui Dogecoin.

Selain itu, koin Shiba Inu juga menjadi koin crypto terpopuler di kalangan netizen tanah air.

Dalam perkembangannya, koin Shiba Inu empat kali lebih populer di media sosial dibandingkan pesaing terdekatnya, yakni Dogecoin.

9. Axie Infinity Shards (AXS)

Axie Infinity Shards merupakan salah satu koin yang dibangun di atas blockchain Ethereum. Berbeda dengan koin lainnya, Axie merupakan game blockchain yang terinspirasi dari game Pokemon. 

AXS sendiri memiliki peran sentral dalam ekosistem game. Axie menghadirkan opsi play-to-earn yang mampu menciptakan penggunaan yang berkelanjutan. Ditambah setiap karakter adalah token non-fungible (NFT) sendiri.

10. Toko Token (TKO)

Toko Token merupakan proyek aset kripto lokal pertama dengan model token hybrid, berfungsi sebagai gabungan dari token CeFi (Centralized Finance) dan token DeFi (Decentralized Finance) yang baru diluncurkan pada awal April 2021. 

TKO masuk ke dalam aset kripto yang akan naik di tahun 2021 karena memiliki fundamental yang kuat. Selain di dukung langsung oleh Binance, Toko Token juga mengalami kenaikan hingga 3000% pada 30 menit pertama saat listing di Tokocrypto.

Kemudahan Investasi Kripto

Selain menggunakan teknologi yang canggih dan mempunyai regulasi yang sudah dibuat secara ketat. Berinvestasi pada aset kripto saat ini sudah bisa di akses dengan mudah dan cepat. Beberapa platform exchange sudah terverifikasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) dan juga mempunyai aplikasi untuk menunjang kebutuhan anda berinvestasi di aset kripto secara mudah.

Selain mudah dan aman, berinvestasi pada aset kripto saat ini bisa anda lakukan mulai dengan nominal yang murah. Dengan menggunakan Tokocrypto sebagai exchange aset digital, anda bisa memulai investasi dengan minimal biaya Rp.500.000 rupiah. Nominal tersebut bisa anda gunakan sebagai modal awal untuk memulai berinvestasi dari aset-aset kripto yang akan naik di 2021, seperti yang sudah dijelaskan di bagian atas.

Dengan deposit awal sebesar Rp. 500.000 anda sudah bisa membeli berbagai jenis aset kripto yang tersedia di Tokocrypto. Selain itu, anda juga bisa menikmati fasilitas yang dimiliki Tokocrypto seperti Aplikasi jual-beli (trading) yang sudah tersedia di android maupun IOS, group telegram yang berisi para trader dan investor berpengalaman, serta fasilitas penunjang keamanan yaitu 2 factor authentication.

Itu dia rekomendasi mata uang kripto yang akan naik 2021 untuk Anda miliki. Tunggu apa lagi, yuk bergabung bersama kami di Tokocyrpto, salam to the moon!

Market

Proyeksi Market Kripto Bulan Februari Selepas Rapat FOMC The Fed

Published

on

Ilustrasi market kripto Bitcoin.

Market kripto memasuki tahun baru dengan semangat bullish. Bagaimana tidak? Bitcoin (BTC) yang merupakan kripto dengan market cap terbesar saja mampu memperoleh keuntungan lebih dari 35% dalam bulan pertama 2023.

Kapitalisasi pasar kripto global pun melampaui angka US$ 1 triliun setelah menghabiskan beberapa bulan di bawah US$ 900 miliar. Namun, pasar mulai turun menjelang akhir Januari 2023. Bagaimana dengan proyeksi Februari nanti?

Tim Riset Tokocrypto melihat Februari kemungkinan besar masih menjadi bulan yang baik untuk market kripto.Berdasarkan indeks Bitcoin Monthly Returns dalam dua tahun terakhir, Februari menjadi bulan bullish bagi Bitcoin. Apalagi Januari ini, Bitcoin mampu pecah rekor menjadi bulan dengan keuntungan lebih dari 40% yang terakhir terjadi pada tahun 2013.

“Februari optimis market kripto masih dalam tren bullish. Terlepas dari situasi makroekonomi ke depan, dari indeks Bitcoin Monthly Returns, BTC selalu untung di bulan Februari ini. Namun, investor juga patut waspada dengan efek dari kebijakan moneter The Fed,” jelas dalam analisisnya.

Akankah Market Kripto Terus Turun?

Bitcoin Monthly Returns.
Bitcoin Monthly Returns.

Baca juga: ChatGPT Prediksi Bagaimana Bitcoin Akan Akhiri Dominasi Uang Fiat

Menjelang rapat Federal Open Market Committee (FOMC) di mana jadi salah satu momen penentu pergerakan ekonomi dunia, market kripto terlihat koreksi dan investor cenderung memilih untuk wait and see. Rapat FOMC akan berlangsung pada 31 Januari hingga 1 Februari 2023. Kemungkinan besar The Fed akan kembali menaikkan suku bunga, namun tidak terlalu agresif dengan target kenaikan 25 basis poin (4,5% menjadi 4,75%).

“Penurunan ini juga kemungkinan karena kurangnya semangatnya investor dalam memperoleh keuntungan. Terlihat dari volume perdagangan Bitcoin telah melonjak 38,9%, sementara harganya tampaknya turun, menunjukkan tekanan jual yang lebih tinggi.”

Inflasi di AS mendingin, dan suku bunga juga diperkirakan lebih ringan dari sebelumnya menjadi katalisator yang positif bagi pergerakan market kripto. Oleh karena itu, sentimen investor kemungkinan akan membaik selama beberapa bulan ke depan. Meskipun tidak ada yang dapat dikatakan dengan pasti sampai pertemuan FOMC selesai, banyak yang berharap segalanya menjadi lebih baik.

“Terlepas dari kenaikan suku bunga, investor juga akan fokus pada komentar yang dibuat oleh Ketua The Fed, Jerome Powell tentang ketahanan ekonomi, pasar kerja, pemulihan makro di AS. Jika dia mengisyaratkan langkah-langkah pelunakan ke depan, maka lonjakan harga jangka pendek diharapkan dapat terwujud.”

Analisis Teknikal

Analisis pergerakan aset kripto Bitcoin (BTC). Sumber: Trading View.
Analisis pergerakan aset kripto Bitcoin (BTC). Sumber: Trading View.

Baca juga: Adopsi Kripto Tahun 2022: Jumlah Wallet Bitcoin dan ETH Terus Tumbuh

Dengan demikian, aktivitas pasar dapat melonjak setelah diskusi FOMC selesai mengingat hasilnya positif. Namun, jika kenaikan suku bunga lebih tinggi dari yang diantisipasi, mungkin ada aksi jual yang lebih besar.

Dari segi analisis teknikal, jika The Fed memutuskan hasil seperti yang diharapkan, maka kenaikan sesaat yang dipicu oleh hype dapat membantu harga Bitcoin melampaui US$ 25.400 atau sekitar Rp 380 juta (kurs US$ 1 = Rp 14.989). Namun, jika kenaikan tersebut dianggap sebagai perpanjangan hawkish oleh investor, maka penurunan kemungkinan besar terjadi ke sekitar US$ 20.700 atau Rp 310 juta dapat diharapkan dan paling pahit menuju area US$ 18.800 (Rp 281 juta).

“Level US$ 24.000 sebagai zona penting bagi BTC untuk masuk periode bullish lanjutkan. Jika menembus titik itu mengharapkan likuiditas naik untuk dieksploitasi hingga dapat mendorong harga ke kisaran level resistensi di US$ 25.000.”

Di sisi lain dari Fear and Greed Index Crypto menunjukkan bahwa Bitcoin (BTC) telah berada di luar zona “Fear” selama 11 hari berturut-turut. Ini adalah waktu terlama Bitcoin berada di luar zona “Fear” sejak bulan Maret 2022 lalu. Sentimen Bitcoin masih positif per 30 Januari 2023 dengan berada di zona “Greed” dengan skor 61, level tertinggi sejak BTC menyentuh ATH nya pada 16 November 2021, ketika harganya mencapai US$ 69.000.

DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.

Continue Reading

Market

Bitcoin Terus Reli, Investor Kripto Tetap Bertahan Cari Untung

Published

on

Iustrasi aset kripto Bitcoin

Pergerakan kripto Bitcoin (BTC) terus reli kencang hingga menembus level US$ 23.000 pada hari Selasa (24/1) pagi. Secara keseluruhan market kripto terus menunjukan keperkasaannya sejak dua minggu lalu.

Tim riset Tokocrypto menjelaskan di awal pekan ke-4 Januari 2023 ini, harga Bitcoin lainnya masih tergolong bullish, bahkan capai level US$ 23.000, angka ini menjadikan harga tertinggi BTC sejak Agustus 2022.

“Walau ada sedikit mulai terlihat koreksi, tapi tidak signifikan. BTC masih berada di atas level psikologisnya dan momentum untuk bull run masih sangat besar,” tulis analisisnya.

Sentimen Positif

Ada beberapa penyebab harga aset kripto big cap melonjak dan kemungkinan akan bull run. Market tampaknya masih melanjutkan sentimen positif dari data inflasi Amerika Serikat yang turun.

Ilustrasi aset kripto
Ilustrasi aset kripto

Baca juga: 3 Prediksi Teratas Harga Bitcoin untuk Tahun 2023, Bakal Naik?

Hal tersebut tentunya menambah keyakinan investor kripto, bahwa The Fed dapat melakukan kenaikan suku bunga berukuran lebih kecil atau bersikap dovish sepanjang tahun 2023, karena tanda-tanda dari laporan CPI bahwa strategi The Fed telah berhasil menjinakan inflasi.

Disamping itu, indeks dolar AS (DXY) yang terpantau masih berkinerja buruk menjadi salah satu katalis kenaikan harga BTC pada hari Selasa (24/1) pukul 10.33 WIB berada di level 101.93 (-0,21%). Secara historis ketika DXY turun, sentimen untuk aset berisiko seperti Bitcoin meningkat. Pasar saham AS juga masih dalam situasi baik.

Kondisi Cukup Stabil

Kondisi makroekonomi yang cukup stabil menguntungkan market kripto. jika suku bunga AS mereda dan ekonomi tumbuh, Bitcoin dapat terus menguat. Semakin baik iklim makro, semakin baik untuk harga Bitcoin. Hal tersebut juga dapat membuat keseluruhan aset kripto mengalami penguatan harga lebih lanjut.

Arus Keluar Bitcoin Besar-besaran dalam 7 Hari dari Bursa, Sinyal Mega Bullish?
Ilustrasi aset kripto, Bitcoin.

Baca juga: Bappebti: Bursa Kripto Indonesia Hadir Paling Lambat Juni 2023

Sementara dari sisi situasi ekosistem industri kripto yang terpantau memburuk tidak terlalu menyurutkan semangat investor. Kabar bangkrutnya Genesis dan efek domino yang dapat ditimbulkannya, tidak terlalu membuat investor khawatir. Namun, saat kabar itu muncul, BTC sempat terkoreksi sebentar sekitar 2%, tapi dapat kembali reli.

Saat ini, sentimen pasar kripto pun masih terlihat stabil dengan kondisi pasar yang cenderung sideways, setelah mengalami kenaikan harga. Fear and greed index ditutup pada level 52, dengan kategori Neutral dan lepas dari status Fear.

Investor Tetap Bertahan

Harga BTC yang telah melonjak dalam beberapa minggu terakhir, membantu investor jangka pendek dan jangka panjang untuk mendapatkan keuntungan.

Menurut firma analitik Glassnode, pada saat penulisan, persentase pemegang BTC yang mendapat untung jangka pendek meningkat menjadi 97,5%, level tertinggi sejak November. Bitcoin juga menguntungkan bagi pemegang BTC jangka panjang, menurut Glassnode.

Pasokan pemegang Bitcoin untuk jangka panjang dan jangka pendek dalam bagan beranotasi laba. Sumber: Glassnode.
Pasokan pemegang Bitcoin untuk jangka panjang dan jangka pendek dalam bagan beranotasi laba. Sumber: Glassnode.

Baca juga: Kontestan El Savador Pakai Kostum Tema Bitcoin di Miss Universe 2022

Sebagai informasi investor jangka panjang adalah individu yang memegang BTC lebih dari 155 hari, sedangkan investor jangka pendek kurang dari 155 hari.

Dikutip Cointelegraph, laporan Glassnode menunjukkan bahwa pemegang BTC jangka panjang tetap teguh dan tidak keluar dari pasar atau taking profit, ​​bahkan setelah kerugian lebih dari setahun.

Analisis perilaku menunjukkan bahwa pemegang jangka pendek dan penambang telah termotivasi oleh kesempatan untuk melikuidasi sebagian dari kepemilikan mereka. Sebaliknya, pasokan yang dipegang oleh pemegang jangka panjang terus tumbuh, yang dapat dikatakan sebagai sinyal kekuatan dan keyakinan di seluruh kelompok ini.

Continue Reading

Market

Market Kripto Kembali Reli Panjang, Adakah Risiko Bull Trap?

Published

on

Ilustrasi market kripto bullish. Sumber: Shutterstocks.

Mengawali tahun 2023, market kripto nampak bergairah. Terbukti harga Bitcoin (BTC) kembali capai level psikologis di atas US$ 20.000 atau sekitar Rp 300 juta dalam beberapa hari terakhir.

Tim analis Tokocrypto melihat kenaikan market ini didorong oleh indeks dolar AS (DXY) yang mendingin dan data inflasi AS yang positif dalam laporan Consumer Price Index (CPI) terbaru dirilis pekan lalu, menjaga laju kripto yang lebih tinggi.

Data inflasi AS diumumkan turun sesuai dengan prediksi menjadi sebesar 6,5 persen. Laju inflasi yang lebih lambat kemungkinan akan membuka jalan bagi The Fed untuk menurunkan laju kenaikan suku bunga menjadi 25 basis poin dari 50 bps pada bulan Desember 2022.

Sejak harga Bitcoin naik ke level tertinggi tahunan di level US$ 18.898 pada 12 Januari lalu, banyak investor dan trader yang menyakini bahwa US$ 15.600 merupakan titik bottom BTC yang baru. 

Sentimen Positif

Kenaikan ke titik US$ 20.000 ini merupakan yang pertama kalinya sejak keruntuhan, FTX, yang mulai kolaps pada November lalu. Saat itu, BTC terjun bebas dari US$ 21.300 menjadi US$ 15.600 atau 20% hanya dalam waktu lima hari saja. Meski harga masih belum pulih sepenuhnya, nilai BTC saat ini masih lebih rendah 71% dari all time high (ATH) di US$ 69.000 pada November 2021.

Ilustrasi market kripto Bitcoin.
Ilustrasi market kripto Bitcoin.

Baca juga: Bitcoin Naik di Atas Rp 318 Juta, Top Altcoin Raih Keuntungan Dua Digit

“Kenaikan harga BTC juga memompa kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan hingga hampir menyentuh US$ 1 triliun. Ini juga menjadi menambah kepercayaan diri pelaku pasar kripto, sehingga sentimen market kembali positif,” jelas Tim Analis Tokocrypto.

Ada kenaikan dari Fear and Greed Index yang berhasil menyentuh level 45 pada Senin (16/1) ATAU naik 20 poin dari tujuh hari sebelumnya. Pencapaian market pada pekan lalu, bisa dilabeli sebagai “green weekend”, karena keseluruhan aset kripto mengalami kenaikan yang cukup signifikan, baik Bitcoin maupun altcoin pada penutupan kandil mingguannya.

Ancaman Bull Trap dan Overbought

Dari analisis teknikal, Bitcoin tampaknya sudah masuk dalam zona resistensi yang berada di kisaran angka US$ 21.000. Namun di sisi lain ada ancaman bull trap yang harus diwaspadai investor.

Tekanan beli tinggi menjadi faktor utama naiknya harga Bitcoin, hal tersebut terlihat dari kenaikan Relative Strength Index (RSI) yang berhasil menyentuh level 50. Jika sinyal RSI berada di atas 50, maka tren sedang naik.

Di sisi lain, tim Analis Tokocrypto melihat dari RSI BTC sudah menunjukkan sinyal overbought menuju level di bawah 50. Dengan sinyal tersebut harga BTC diproyeksikan akan kembali terkoreksi. Overbought sudah sering terjadi di market kripto, ketika harga aset sudah mencapai reli panjang, akan mengalami sedikit koreksi dan ada kemungkinan bisa bull run.

Ilustrasi market aset kripto.
Ilustrasi market aset kripto.

Baca juga: Mastercard & Polygon Kolaborasi Bikin Program Bantu Artis Eksis di Web3

Menanti Sikap The Fed

Saat ini, BTC mungkin akan mengalami pola koreksi jika gagal breakout. Level resistensi terdekat berada di US$ 21.321 dan menjadi penghalang terdekat yang harus ditembus untuk bergerak lebih tinggi. Namun, apabila terjadi breakout akan menarik ke level support pada harga US$ 20.879.

Di samping itu, sikap The Fed juga menjadi penentu masa depan market kripto. Jika melihat pergerakan suku bunga pada pertemuan FOMC di Februari mendatang terjadi kenaikan sebesar 50 basis poin, maka masih berada di jalan yang panjang untuk menekan inflasi AS pada tahun ini.

Secara mayoritas, para ahli percaya bahwa kenaikan suku bunga dan kebijakan moneter yang lebih ketat tidak akan memungkinkan Bitcoin untuk pulih secara tajam dalam waktu dekat. Seperti di pasar yang tidak pasti seperti ini, investor tidak akan memilih untuk berinvestasi atau membeli aset berisiko, seperti Bitcoin.

Continue Reading

Popular