Connect with us

Blockchain

Polkadot Sudah Siap Meluncurkan Parachain Pertamanya

Published

on

Polkadot siap luncurkan parachain

Hampir lima tahun setelah Multichain Heterogen pertama kali diluncurkan di dalam Whitepaper Polkadot, parachains sekarang secara resmi siap diluncurkan di Polkadot. Polkadot secara teknis sudah mampu mendukung parachains pertamanya. Pendiri Polkadot Gavin Wood dan Robert Haberneier Bersama diikuti oleh mosi Dewan Polkadot bahwa mereka akan membuka lelang pertama untuk slot parachains yang diusulkan agar dimulai pada tanggal 11 November 2021. 

Parachains Polkadot merupakan salah satu komponen paling integral dan blockchain beragam  dan khusus yang terhubung ke dalam rantai relay Polkadot serta aspek multichain dari arsitektur polkadot. 

Sangat penting untuk diketahui bahwa parachains sudah berhasil diterapkan dan dijalankan pada jaringan Kusuma sejak Juni 2021. Dalam beberapa bulan Kusama sudah berhasil melelang 11 slot parachains. Sehingga terlihat banyak aktivitas yang besar dan berjalan dengan lancar pada jaringan Kusama. Hal ini menjadi sebuah faktor yang penting mengingat kesiapan Polkadot untuk peluncuran Parachains. 

Pembaruan Sistem Polkadot

Polkadot akhir-akhir ini memperbarui beberapa sistem 

  • Jadwal Lelang Slot Parachain ke 4 Kusama telah disetujui, pada lelang kali ini akan disediakan 8 slot tidak seperti sebelumnya yang hanya 5 slot. 
  • Polkadot siap meluncurkan parachain pada pertengahan November.
  • Zenlink memperkenalkan proyek Tokenomic.
  • Moonbeam & Moonriver mengintegrasikan solusi Mosaic Bridge, memungkinkan transfer WETH & USDC antar blockchain seperti: Arbitrium, Avalanche C-Chain, Polygon dan Ethereum Mainnet.
  • Acala meluncurkan Liquid Crowdloan DOT (lcDOT).

Jadwal dan Skema Lelang Parachain Polkadot

Polkadot juga juga sudah melakukan perencanaan terkait jadwal dan skema lelang Parachain yang akan dimulai dibulan November. Jadwal dan Skema Lelang Parachain Polkadot yang terdiri dari 11 lelang antara lainnya sebagai berikut. 

Lelang Pertama

Lelang pertama ini akan dimulai pada 11 November 2021 dan akan berakhir pada 13 November 2021, serta penawaran berakhir pada tanggal 18 November 2021. Pemenang lelang Parachains akan di ikut sertakan pada 17 Desember 2021 untuk periode 17 Desember 2021 hingga 20 Oktober 2023. 

Lelang Kedua

Untuk lelang kedua dimulai pada tanggal 18 November 2021 dan periode lelang akan berakhir pada tanggal 13 November 2021, serta penawaran akan berakhir pada tanggal 25 November 2021. Pemenang Parachains akan diikutsertakan pada 17 Desember 2021 untuk periode 17 Desember 2021 hingga 20 Oktober 2023. 

Lelang Ketiga

Selanjutnya, lelang ketiga parachains akan dimulai pada tanggal 25 November 2021 yang mana periode lelang akan berakhir pada tanggal 27 November 2021 dan Bidding akan berakhir pada tanggal 2 Desember 2021. Pemenang lelang juga akan diikut sertakan pada perideo 17 Desember 2021 hingga 20 Oktober 2023. 

Lelang Keempat

Lelang selanjutnya yang keempat akan dimulai pada tanggal 2 Desember 2021 dan akan berakhir pada tanggal 4 Desember serta Bidding akan berakhir pada tanggal 9 Desember 2021. Seperti lelang sebelumnya pemenang lelang akan di ikutkan di periode 17 Desember 2021 hingga 20 Oktober 2023. 

Lelang Kelima

Untuk lelang parachains kelima dimulai pada tanggal 9 Desember 2021 dan lelang akan berakhir pada tanggal 11 Desember 2021 serta Bidding terakhir akan berakhir pada tanggal 16 Desember 2021. Pemenang lelang akan di ikutkan pada periode 17 Desember 2021 – 20 Oktober 2023

Lelang Keenam

Lelang Parachains keenam akan dimulai pada tanggal 23 Desember 2021 dan akan berakhir pada tanggal 25 Desember 2021. Dengan bidding akan berakhir pada tanggal 30 Desember 2021. Pemenang lelang parachains akan diikutsertakan di periode 11 Maret 2022 hingga 11 Januari 2024

Lelang Ketujuh

Untuk lelang ketujuh juga akan dimulai tanggal 6 Januari 2022 dengan periode akhir lelang pada tanggal 8 Januari 2022. Bidding terakhir pada tanggal 13 Januari 2022. Pemenang lelang parachains akan diikutsertakan di periode 11 Maret 2022 hingga 12 Januari tahun 2024

Lelang Kedelapan

Lelang yang kedelapan Parachains akan dimulai pada 20 Januari 2022 dan akan berakhir pada tanggal 22 Januari 2022. Penawaran bidding terakhir akan berakhir pada tanggal 27 Januari 2022. Pemenang lelang parachains pada lelang kedelapan akan diikutsertakan di periode 11 Maret 2022 hingga 12 Januari 2024. 

Lelang Kesembilan

Lelang parachains yang kesembilan akan dimulai pada tanggal 3 Februari 2022 dan akan berakhir pada 5 Februari 2022. Penawaran bidding akan berakhir di tanggal 10 Februari. Pemenang lelang parachains kesembilan akan diikutkan di periode 11 Maret 2022 hingga 12 Januari 2024

Lelang Kesepuluh

Lelang parachains yang kesepuluh dimulai tanggal 17 Februari 2022 dan periode lelang akan berakhir pada tanggal 19 Februari 2022. Penawaran bidding akan berakhir pada tanggal 24 Februari 2022. Seperti lelang sebelumnya pemenang lelang akan diikut sertakan ke periode 11 Maret 2022 hingga 12 Januari 2024

Lelang Kesebelas

Lelang terakhir yaitu lelang kesebelas akan dimulai pada tanggal 3 Maret 2022 dan lelang akan berakhir pada tanggal 5 Maret 2022. Penawaran bidding akan berakhir pada tanggal 10 Maret 2022. Pemenang dari lelang ini akan diikut sertakan di periode hari berikutnya yaitu 11 Maret 2022 hingga tanggal 12 Januari 2024.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Blockchain

Aset Kripto Jadi Primadona dalam Agenda Pertemuan Tahunan WEF 2022

Published

on

World Economic Forum

Aset kripto kini telah mengambil peran penting pada pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) 2022 di Davos, Swiss, meskipun dunia keuangan arus utama masih memandang sebelah mata sektor ini. Dalam pertemuan yang digelar 22-26 Mei 2022 itu juga diadakan diskusi serius tentang aset kripto, dengan peserta industri sebagai pemain kunci.

Dilansir Be[in]crypto, Beberapa tokoh penting di dunia kripto seperti perwakilan dari Ripple, Circle Internet Financial, hingga walikota Miami, AS, turut meramaikan gelaran WEF tahun ini. Selain itu, WEF 2022 juga mengadakan panel diskusi guna membahas mata uang digital bank sentral (CBDC).

Blockchain dan digitalisasi serta dampak selanjutnya pada berbagai sektor global juga akan menjadi topik utama selama pertemuan tahunan WEF. Hal itu meliputi diskusi mengenai peran yang muncul dari market keuangan terdesentralisasi (DeFi) hingga bagaimana blockchain dapat diterapkan untuk memberantas kemiskinan dunia.

World Economic Forum
Pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) di Davos, Swiss bahas soal aset kripto. Foto: Getty Images.

Baca juga: Investasi Aset Kripto Sarana Pengembangan Ekonomi Anak Muda

Dorong Adopsi Kripto Lebih Cepat

Berbagai eksekutif dari sektor industri kripto telah menghadiri pertemuan tahunan para pemimpin bisnis dan politisi di resor Alpen, Swiss saat WEF 2022 berlangsung. Mereka berusaha untuk mendorong adopsi aset kripto lebih cepat dari teknologi mereka.

Para eksekutif itu telah berbondong-bondong masuk ke industri kripto dengan harapan pengembalian cepat, meskipun ada peringatan dari regulator bahwa aset yang muncul bisa berisiko tinggi. Contohnya, terjadi pada kasus LUNA, hingga saat ini koin digital terbesar kedelapan dan didukung oleh investor kripto institusional, telah kehilangan hampir semua nilainya.

“Yang mengejutkan saya adalah seberapa cepat itu benar-benar meledak menjadi tidak ada apa-apa,” kata Jeremy Allaire, CEO dan salah satu pendiri Circle Internet Financial, soal stablecoin USDC-nya dipatok ke dolar AS dan tentang keruntuhan LUNA.

“Untuk melihat sesuatu yang tampak seperti persaingan pertumbuhan tinggi yang nyata benar-benar meledak menjadi nol dalam 72 jam, saya belum pernah melihat yang seperti itu,” katanya kepada Reuters.

Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum.
Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum. Foto: Jaap Arriens | NurPhoto | Getty Images.

Baca juga: Lebih Memahami Ekonomi Kreatif: Pengertian, Pendorong dan Contohnya

Blockchain Jadi Bahasan Utama WEF 2022

Beberapa perusahaan blockchain mendorong agenda aset kripto di pertemuan tahunan WEF 2022. Sesi tahun ini, menurut CEO Securrency, Dan Doney, bertujuan untuk membangun hubungan dan jaringan, serta menyoroti bagaimana menjembatani kesenjangan antara teknologi baru dan keuangan tradisional.

Menurut Stan Stalnacker, Chief Strategy Officer (CSO) Hub Culture, yang juga mengoperasikan mata uang digital, 50% toko di Davos, Swiss telah melirik teknologi berbasis kripto dan blockchain. WEF percaya bahwa dalam hal efek sosial, kripto memiliki argumen yang lebih kuat.

“Aset kripto dapat mempromosikan inklusi keuangan dengan mendorong inovasi dalam layanan keuangan, seperti pembayaran mikro peer-to-peer, yang berpotensi memberikan aksesibilitas kepada siapa saja yang memiliki koneksi internet dan mengurangi biaya dengan mengotomatisasi layanan keuangan dalam skala besar,” kata WEF.

World Economic Forum
Pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) di Davos, Swiss bahas soal aset kripto. Foto: Getty Images.

Tetapi, ada pandangan bahwa kripto dapat membahayakan sistem keuangan karena berbagai alasan, termasuk mendorong aktivitas kriminal dan kurangnya pengetahuan, transparansi, dan regulasi. Ada sentimen risiko terbesar kripto adalah pencucian uang dan penggunaannya untuk mendanai terorisme.

Sementara, argumen itu dapat dibantah keras, buktinya kripto memiliki reputasi baik untuk menyediakan perlindungan untuk pencegahan kegiatan kriminal, karena menampilkan aktivitas transaksi dan transfer data yang transparan dan jejak digital yang jelas.

Baca juga: Mendag Lutfi Apresiasi Program Akselerator Startup Blockchain, TSBA

Continue Reading

Blockchain

Boss Binance: Jika Binance Bangkrut, Investasi Kalian Masih Aman

Published

on

CEO Binance, Changpeng Zhao (CZ), mengatakan bahwa jika pertukaran (Binance) bangkrut, pengguna Binance akan diprioritaskan untuk pengembalian dana sebelum pemegang saham.

Komentar ini dikatakan ketika sesi AMA (Ask Me Anything) yang dilakukan pada 21 Mei. Sayangnya sesi AMA ini sudah dihapus dan tidak ada alasan.

Dalam sesi ini, CZ juga menjelaskan berbagai topik seperti dana pengguna, masa depan Binance Chain.

Changpeng Zhao mengatakan bahwa Binance tidak pernah mencampurkan dana pengguna dengan dana operasi pialang Binance.

Dia menekankan jika ada kebangkrutan atau kejadian yang tidak terduga, maka uang atau investasi akan dikembalikan terlebih dahulu ke pengguna.

Baca juga: Apakah Do Kwon Layak Dipenjara, Atau Keruntuhan Terra Hanya Keteledoran?

Di dalam pertanyaan AMA ini, CZ juga mengatakan tentang masa depan BNB Chain:

“Secara jujur, saya tidak terlibat didalam pengambilan keputusan di BNB chain. Saya mempunyai pemahaman teknologi yang terbatas. Yang saya tahu adalah ada trade off antara jumlah node dengan kinerja (saat ini) untuk evolusi blockchain kami.”

CEO Binance, Changpeng Zhao (CZ)

Ketika ditanya tentang adanya UST dan LUNA lagi di Binance, dia menjawab bahwa ada banyak pertukaran terdesentralisasi di dunia. Jika perdagangan diberhentikan dan harga naik di bursa lain, investor akan mempertanyakan keputusan tersebut.

Walaupun dia mengetahui UST dan LUNA adalah projek gagal, dia tetap memutuskan untuk melanjutkan perdagangan kedua token tersebut.

Dia menambahkan:

“Tidak ada yang memaksa siapa pun untuk membeli hanya karena pialang menyediakan. Ada pembeli dengan toleransi resiko tinggi yang bersedia melakukan perdagangan. Pasar bersikap netral.”

CEO Binance, Changpeng Zhao (CZ)

Baca juga: Terra LUNA Naik 100% di Tengah Volatilitas yang Gila, Fokus pada Rencana Pemulihan

Karena LUNA, Binance juga rugi sangat banyak. Ketika LUNA di harga tertinggi, Binance mempunyai $ 1,6 miliar dari LUNA. Namun, dia tidak menjual satu token-pun. Pada tanggal 18 May, investasi Binance di Luna hanya senilai $ 2,7 juta, rugi $ 300.000 karena investasi awal kepada LUNA senilai $ 3 juta.

CZ juga mengatakan kepada Do Kwon, pencipta LUNA, untuk mengembalikan uang retail investor terlebih dahulu sebelum mengembalikan uang kepada Binance.

Sumber

Continue Reading

Blockchain

League of Kingdoms, Game NFT yang Bisa Bikin Cuan, Lihat Cara Mainnya di Sini

Published

on

league of kingdoms

Beberapa waktu belakangan, semakin banyak game NFT yang muncul ke permukaan. Tak main-main, beberapa game tersebut muncul dalam berbagai genre, seperti MMO Strategy yang dimiliki oleh game NFT League of Kingdoms. Game satu ini ternyata punya popularitas yang tinggi, lho! Penasaran apa yang membuat game ini banyak dimainkan? Simak selengkapnya!

Apa Itu League of Kingdoms?

League of Kingdoms adalah game NFT dengan MMO Strategy yang menyatukan para pemain untuk memperebutkan kekuasaan satu sama lain. Dalam game ini, pemain bisa membangun kerajaannya sendiri, merancang struktur, hingga memanfaatkan sumber dayanya. Tak hanya membangun kerajaan, game ini juga memungkinkan pemain untuk bergabung dalam League of Kingdoms Arena yang dipakai untuk menentukan nasib permainan berdasarkan hasil voting dengan token NFT LOKA.

Game ini dijalankan di Ethereum dan Polygon. Oleh karenanya, game ini berhasil memperoleh banyak pemain. Selain menguntungkan, game ini juga bisa jadi sarana rekreasi karena dilengkapi dengan berbagai fitur mengasyikkan. Jika Anda berpikir bahwa game ini hanya sekadar membangun kerajaan, anggapan Anda terhadap game yang baru diluncurkan pada Juli 2020 ini kurang tepat. Meski baru dua tahun dirilis, game ini telah berhasil dimainkan oleh lebih dari 400.000 pengguna.

Sebagai salah satu game berbasis blockchain, League of Kingdoms juga berjalan dengan penggunaan token NFT. Token ini nantinya berfungsi untuk memperluas lahan, kerajaan, bahkan membangun pasukan dari sumber daya yang ada. Semua lahan dan bangunan yang ada dalam game ini dapat dimiliki berkat transaksi dengan token NFT League of Kingdoms (LOKA).

Baca juga: Ketahui Serba-Serbi CryptoKitties, Salah Satu Pionir Game NFT

Untuk menghasilkan aset kripto di game League of Kingdoms, Anda harus melawan kerajaan musuh, memperluas lahan, dan menyelesaikan misi yang ada. Semakin luas lahan dan kuatnya kerajaan yang Anda miliki, maka semakin Anda bisa berjaya dalam permainan yang dijalankan dalam sistem blockchain ini.

Serba-serbi token LOKA

loading screen

Source: https://cointelegraph.com/press-releases/league-of-kingdoms-launches-loka-token-following-huge-user-base-growth

Dirilis pertama kali pada 2020, League of Kingdoms berhasil meluncurkan token pertamanya, yakni LOKA, pada Januari 2022 lalu. Perilisan token ini diputuskan setelah melihat pertumbuhan pemain sejak awal peluncuran game. Hingga saat ini, lebih dari 400.000 ribu a yang tersebar di 210 negara telah memainkan game ini. Beragam aktivitas yang bisa dilakukan oleh para pemainnya yang membuat game ini berhasil menjadi salah satu game berbasis blockchain yang paling banyak dimainkan.

Sampai artikel ini ditulis, token LOKA mencatat harga per kepingnya senilai 1.28 USD, lho, dengan volume perdagangan dalam 24 jam terakhir sebanyak 101.293.447 USD, melansir CoinMarketCap. Fantastis, bukan? Hingga saat ini, sudah beredar lebih dari 25 juta token LOKA di pasaran dari maksimal supply sebesar 500 juta keping.

Perdagangan Tanah Hingga Sumber Daya Dalam League of Kingdoms

Sebelum mengetahui apa saja yang bisa diperdagangkan, ini adalah hal-hal yang bisa kita lakukan dalam game, yaitu:

  1. Para pemain League of Kingdoms bisa membangun kerajaan
  2. Membentuk dan meningkatkan kemampuan pasukan 
  3. Melakukan aktivitas bertani dan berburu untuk mengumpulkan amunisi yang dapat memperkuat sistem pertahanan kerajaan Anda.

Lalu, apa saja yang bisa diperdagangkan dalam game NFT ini? 

Ada dua konsep dalam permainan ini. 

Pertama, Anda bisa menghasilkan aset kripto (token NFT) dengan cara sebagai berikut:

  1. Mencetak sumber daya atau pasukan terbaik.
  2. Membeli sumber daya atau tentara terbaik dengan cara membakar token NFT yang sudah Anda miliki sebelumnya. 

Apakah perdagangannya hanya seputar sumber daya? Tentu tidak.

Selanjutnya alias yang kedua, Anda bisa juga memperluas kerajaan Anda dengan cara::

  1. Memperluas aset tanah yang Anda miliki dengan penerapan konsep perdagangan serupa seperti yang telah dijelaskan di atas. 
  2. Setelah membeli lahan, Anda bisa membangun kerajaan
  3. Memperkuat apa yang sudah Anda miliki dengan memperoleh sumber daya terbaik yang bisa terus dikembangkan lewat pelatihan.

Cara Bermain Game League of Kingdoms

gameplay league of kingdoms

Source: https://www.esports.net/crypto/games/league-of-kingdoms/

Sebenarnya, cara bermain game League of Kingdoms cukup mudah. Pemain hanya perlu menerapkan konsep investasi dalam kehidupan sehari-hari ke dunia game metaverse ini. Misalnya, pemain bisa menjadi pemilik tanah atau lahan. Jika dalam kehidupan Anda membeli tanah tersebut dengan uang Rupiah, di sini Anda menggunakan aset kripto berupa token NFT.

Token NFT yang digunakan dalam game ini juga beragam, tak melulu LOKA saja. Anda bisa menggunakan dua pilihan token lainnya, yakni Land dan Drago. Setiap lahan yang Anda miliki akan memberikan keuntungan bagi para pemain. Selaku pemilik tanah, Anda akan memperoleh keuntungan sebesar 5 persen dari sumber daya yang bekerja di tanah Anda.

Apakah League of Kingdoms Gratis?

Jangan khawatir, selayaknya game NFT pada umumnya, League of Kingdoms dapat dimainkan dengan gratis. Jadi, Anda bisa langsung mengunduh game ini, registrasi, dan bermain. Namun, beberapa hal dalam game atau yang biasa disebut dengan ‘in-game asset’ memang tidak bisa diperoleh secara cuma-cuma.

Akan tetapi para pemain harus memiliki lahan yang disebut dengan LAND. LAND ini adalah in-game asset yang berupa NFT, sehingga di setiap kepingnya sudah terpatenkan kode unik dan jika Anda memiliki LAND, maka Anda merupakan pemilik seutuhnya. Setiap LAND yang dimiliki bisa mengalami peningkatan level dengan perolehan reward yang berbeda pula.

harga tanah di league of kingdoms

Source: OpenSea

Berapa Harga LAND League of Kingdoms?

Melansir OpenSea, marketplace NFT di mana LAND dari League of Kingdoms dijual, harga LAND sangatlah beragam. Ada yang kurang dari 1 ETH, hingga yang 44 ETH atau sekitar 89 ribu USD, lho! Tentunya, setiap LAND memiliki ciri khasnya masing-masing yang membuatnya memiliki harga yang variatif.


Nah, setelah membaca penjelasan terkait apa itu League of Kingdoms dan bagaimana cara bermainnya, apakah Anda tertarik untuk mulai memainkan game berbasis blockchain ini? Tak hanya bisa menghibur suasana hati yang sedang suntuk, game ini juga bisa membantu Anda memperoleh cuan dari token-token NFT yang Anda kumpulkan.

Continue Reading

Popular