Connect with us

Crypto

5 Tips Cuan Maksimal Investasi Kripto saat Lebaran

Published

on

Ilustrasi cuan investasi kripto saat lebaran.

Momen lebaran biasanya membawa berkah bagi sisi keuangan karena adanya Tunjangan Hari Raya (THR). Pendapatan yang berlebih tersebut, jangan dihabiskan untuk memenuhi kebutuhan saja, namun alangkah baiknya, jika disisihkan untuk investasi, termasuk aset kripto.

Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, kedatangan bulan Ramadhan akan disambut suka cita. Ada banyak keberkahan yang terjadi bagi umat Muslim, termasuk bagi karyawan yang merayakan Lebaran bisa dapat pendapatan tambahan melalui THR.

Bonus di luar penghasilan bulanan ini menjadi hal paling ditunggu mendekati Hari Raya Idul Fitri. Saat punya dana atau uang berlebih inilah, kamu tetap harus berinvestasi, di samping memenuhi kebutuhan harian atau bayar utang.

Ilustrasi Tunjangan Hari Raya (THR). Foto: Shutterstock.
Ilustrasi Tunjangan Hari Raya (THR). Foto: Shutterstock.

Salah satu instrumen investasi yang bisa membawa keuntungan maksimal adalah aset kripto. Investasi aset kripto sudah legal di Indonesia sejak tahun 2019 di bawah pengawasan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian perdagangan. Kripto pun tergolong aset komoditi, bukan mata uang sebagai alat pembayaran.

Momen lebaran yang mempererat silaturahmi dengan sanak saudara dan dengan adanya dana berlebih dari THR ternyata bisa memaksimalkan keuntungan atau cuan di investasi aset kripto. Bagaimana caranya? Simak tipsnya di bawah ini.

Atur Dana Investasi

Sebagaimana memulai investasi, biasanya dibutuhkan tujuan dan strategi agar pengelolaan keuangan bisa seimbang. Banyak ahli menyarankan alokasi dana yang bersumber dari gaji atau THR, bisa disisikan sedikitnya 10-20%.

Jika THR kamu dapat Rp 5 juta, maka sisihkan Rp 1 juta-Rp 2 juta untuk investasi kripto. Pastikan kamu sudah menyisihkan dana THR untuk kebutuhan Lebaran, bayar utang, sedekah dan lain-lainnya

Kamu bisa sisihkan dana investasi di awal, begitu menerima THR. Bijak dalam mengatur pengeluaran THR bisa menambah peluang kesejahteraan di masa depan.

Pilih Aset Kripto yang Tepat

Dalam investasi aset kripto, yang terpenting adalah meningkatkan skill kita sebagai investor. Dengan skill yang mumpuni, kita bisa mendapat keuntungan yang lebih banyak.

Kamu harus mempelajari fundamental dari aset kripto yang ingin kamu beli. Jangan sembarang memilih karena aset kripto tersebut sedang hype dan atas rekomendasi orang lain.

Kamu bisa jadikan sumber berita dan orang lain di komunitas sebagai referensi, untuk membuat keputusan yang tepat sebelum memulai investasi kripto. Jangan FOMO atau fear of missing out. Ingat, tidak ada yang bisa memprediksi masa depan, dan tak ada saran yang lebih baik daripada melakukan penelitian sendiri.

Ilustrasi market kripto.
Ilustrasi market kripto.

Baca juga: Webinar PPKM: Pelajari Potensi cuan Kripto dengan Maksimal

Salah satu yang bisa dipelajari sebelum membeli aset adalah, pahami dulu utilitas dari kripto tersebut, bagaimana teknologinya, siapa pengembangnya, lihat roadmapnya, semua itu terangkum di whitepaper.

Lakukan Diversifikasi

Saran ini mungkin berlaku di semua instrumen investasi, tidak hanya kripto. Sebagai smart investor, kamu harus selalu melakukan diversifikasi aset dalam investasi.

Diversifikasi ini jadi salah satu strategi untuk meminimalisir risiko dari investasi kita. Tujuannya adalah untuk meminimalisir kerugian dan memaksimalkan keuntungan. Itulah mengapa dalam dunia investasi dikenal dengan istilah don’t put your eggs in one basket.

Gampangnya, kamu bisa investasikan uang kamu di beberapa aset kripto yang berbeda. Misalnya, kamu punya portofolio di salah satu portofolio di aset kripto big cap, stabelcoin hingga altcoin.

Lihat Peluang di Market Kripto

Investasi aset kripto kini sedang menarik perhatian banyak orang. Pertumbuhan jumlah investornya pun meningkat setiap tahunnya.

Tercatat pertumbuhan investasi aset kripto telah mencapai 12,4 juta investor per Februari 2022. Padahal pada akhir tahun 2020, hanya ada sekitar 4 juta investor. Selain itu dari sisi nilai transaksinya tak main-main hingga Februari 2022 lalu, telah mencapai lebih dari sudah mencapai Rp 83,8 triliun.

Ilustrasi investasi aset kripto.
Ilustrasi tips investasi aset kripto agar selalu cuan.

Baca juga: Mendag Lutfi Apresiasi Program Akselerator Startup Blockchain, TSBA

Pasar kripto memunculkan peluang baru untuk investor mencari cuan. Kamu harus pandai melihat peluang baru, pasti memanfaatkannya dengan baik. Seperti situasi market yang sedang bearish bisa dimanfaatkan untuk memulai invstasi, karena harga aset kripto yang cenderung turun.

Untuk melihat peluang yang terjadi di market kripto setiap minggunya, sehingga meraih profit, kamu bisa simak Tokocrypto Market Signal yang terbit di TokoNews. Dalam ulasannya akan dibahas lima koin/token yang berpotensi bullish dan bearish selama satu pekan ke depan.

Ajak Kerabat Investasi Kripto

Lebaran identik dengan pulang kampung dan silaturahmi ke kerabat. Momen ini rupanya bisa membawa untung untuk kamu yang investasi aset kripto. Loh kok bisa? Ya, kamu bisa mengikuti program Rayakan Mudik Lebaran bersama Tokocrypto.

Dalam program ini, kamu bisa ajak orang tua, mertua, kerabat, teman, pacar, gebetan dan lainnya untuk memulai investasi aset kripto. Berikan kode referral akun Tokocrypto kamu dan raih bonus senilai Rp 100.000 untuk setiap nasabah baru yang menggunakan kode dari kamu dan lolos KYC (Know Your Costumer).

Ilustrasi cuan investasi kripto saat lebaran.
Ilustrasi cuan investasi kripto saat lebaran.

Baca juga: Tips Cari Cuan Investasi Aset Kripto di Kala Market Anjlok

Dapatkan ekstra bonus, jika nasabah yang menggunakan kode referral kamu melakukan trading minimal $ 25, maka kamu akan mendapatkan Rp. 50.000 dan yang dia akan mendapatkan Rp. 100.000.

Program ini mulai berjalan dari 1 April 2022 00:00 WIB hingga 10 Mei 2022 23:59 WIB. Dan periode KYC mulai 25 April 2022 15:00 WIB sampai 10 Mei 2022 23:59 WIB. Untuk info selengkapnya bisa kunjungi link ini.

Ayo tunggu apalagi ajak keluarga dan kerabat kamu gabung di Tokocrypto dan raih cuan di hari Lebaran!

Crypto

Segala Hal Penting Masa Depan Ethereum Setelah The Merge

Published

on

Ilustrasi The Merge Ethereum. Sumber: Getty Images.

Ethereum sudah memasuki babak baru setelah The Merge yang selesai pada Kamis (15/9) lalu. Banyak pertanyaan yang muncul dampak dan masa depan dari ETH setelah momen bersejarah ini.

TokoNews coba merangkum dampak dan kemungkinan yang akan terjadi pada ekosistem Ethereum. Satu hal yang pasti dan sudah diumumkan sebelumnya, The Merge tidak akan secara signifikan meningkatkan kecepatan atau gas fees bagi pengguna ETH, tetapi di masa mendatang akan menargetkan peningkatan jaringan secara keseluruhan.

Ethereum Memasuki Era Baru

Seluruh ruang kripto telah diramaikan oleh salah satu peristiwa yang paling dinanti di era blockchain: The Merge. Acara ini mentransisikan blockchain Ethereum dari Proof-of-Work (PoW) ke mekanisme konsensus Proof-of-Stake (PoS).

Meskipun Ethereum dimulai sebagai jaringan PoW, sebagai pendiri, Vitalik Buterin sebenarnya telah membayangkan pada hari-hari awal proyek ETH kemungkinan blockchain-nya untuk bermigrasi ke model Proof-of-Stake.

Pada tanggal 15 September lalu, para pengguna Ethereum yang bersemangat pada peristiwa The Merge. Setelah sukses, Vitalik Buterin men-tweet kalimat dengan penuh kemenangan.

“Dan kami menyelesaikannya! Selamat bergabung, semuanya. Ini adalah momen besar bagi ekosistem Ethereum. Setiap orang yang membantu mewujudkan penggabungan harus merasa sangat bangga hari ini.”

Founder Ethereum, Vitalik Buterin
Ilustrasi pendiri Ethereum, Vitalik Buterin.
Ilustrasi pendiri Ethereum, Vitalik Buterin.

Baca juga: Pasar Sepekan: The Merge Ethereum Selesai, Kenapa Malah Harga ETH Turun?

Blockchain Ethereum adalah rantai terbesar ke-2 dalam kapitalisasi pasar dan telah menjadi populer berkat dukungannya untuk samrt contract dan aplikasi terdesentralisasi. Apa arti semua hype seputar The Merge? Apakah pengguna akan terpengaruh oleh perubahan tersebut?

Berikut adalah beberapa poin penting yang perlu diperhatikan tentang The Merge Ethereum:

Gas fees sebagian besar tidak terpengaruh

Banyak pengguna berharap bahwa The Merge akan memecahkan masalah berulang dari Ethereum soal gas fees yang tinggi. Tetapi, Ethereum Foundation telah membantah harapan tersebut, dengan mengatakan bahwa pengurangan gas fees murni tergantung pada permintaan dan kapasitas jaringan, yang tidak terpengaruh secara signifikan oleh The Merge.

Blockchain Ethereum sekarang lebih ramah lingkungan

Ethereum sebagai sistem PoW setiap tahun diperkirakan menggunakan listrik sebanyak negara Norwegia, menurut Forbes. Blockchain seperti Bitcoin dan Ethereum yang menggunakan model Proof-of-Work telah menghadapi pengawasan peraturan yang berkelanjutan karena dugaan tuntutan energi yang tinggi dan pencemaran lingkungan.

Konsensus PoS pasca The Merge akan membutuhkan energi sekitar 99,95% lebih sedikit daripada PoW lama. Mudah-mudahan, The Merge akan membuat ETH lebih dapat diterima oleh regulator dan aktivis lingkungan.

Orang terkaya di dunia, seperti Elon Musk memilih mundur dari dukungannya untuk adopsi Bitcoin karena masalah energi. Dia mengatakan dia akan mempertimbangkan untuk berinvestasi dalam aset kripto yang menggunakan kurang dari 1% dari konsumsi energi Bitcoin.

Ilustrasi Ethereum.
Ilustrasi Ethereum.

Baca juga: Game NFT Guild of Guardians Mulai Masuk ke Ranah Esports

Dengan Ethereum memperbaiki masalah energinya, apakah Musk akan mempertimbangkan untuk mengalihkan dukungannya ke ETH?

Tidak ada peningkatan besar kecepatan jaringan

Peralihan dari PoW ke PoS meningkatkan tingkat pembuatan blok ETH sebesar 10%. Ethereum Foundation tidak mengharapkan sedikit peningkatan dalam tingkat blok untuk diterjemahkan ke dalam peningkatan nyata dalam kecepatan transaksi bagi pengguna akhir.

Ada Token Ethereum Baru?

Seperti yang sering terjadi, ketika jaringan blockchain mengalami perubahan atau percabangan yang signifikan, cukup banyak investor mengantisipasi bahwa The Merge akan menghasilkan koin baru.

Posisi resmi Ethereum Foundation adalah bahwa tidak ada koin kripto baru: ETH tetap ETH. Tetapi, Decrypt melaporkan bahwa beberapa penambang PoW Ethereum keberatan untuk pindah dari PoW ke PoS yang dihadapkan dengan dilema peralatan penambangan PoW mereka yang mahal menjadi tidak berguna.

Jadi sementara semua orang beralih ke PoS, para penambang ini akan tetap menggunakan PoW dan terus mengambangkan versi koin Ethereum mereka ETHW. Vitalik Buterin segera mengkritik para penambang.

Ilustrasi Ethereum.
Ilustrasi Ethereum.

Baca juga: Penyebab Terra Luna Classic Anjlok Mendadak Rugikan Investor

Apa Selanjutnya Untuk Ethereum?

Meningkatkan skalabilitas dan kinerja jaringan tetap menjadi tujuan akhir dari pengembang inti blockchain Ethereum. Selama Ethereum Community Conference pada bulan Juli lalu, Buterin menguraikan road map pasca The Merge untuk Ethereum.

Dia mengatakan bahwa setelah Penggabungan, jaringan akan melalui sekitar empat fase lagi: Surge, Verge, Purge, dan Splurge – untuk menerapkan teknologi seperti Sharding, Verkle tree, dan kriptografi tingkat yang lebih tinggi.

Integrasi masa depan ini akan meningkatkan skalabilitas Ethereum, meminimalkan kemacetan jaringan, dan menyinkronkan rantai lebih baik dengan Ethereum Virtual Machine (EVM) dan sistem Zero-knowledge.

Buterin memperkirakan The Merge akan mencapai hingga 55% dari keseluruhan pengembangan jaringan Ethereum. Saat pengguna akhir menilai dampak The Merge, harapannya adalah ketika fase yang tersisa pada peta jalannya selesai, Ethereum akan dapat mengatasi masalah jaringan seperti latensi, kemacetan, gas fees tinggi, yang terus-menerus mengganggu jaringan.

Continue Reading

Crypto

Riset: Adopsi Kripto Tumbuh Subur di Indonesia 

Published

on

Ilustrasi market kripto di Indonesia.

Adopsi aset kripto di Indonesia diyakini akan terus tumbuh hingga 10 tahun ke depan. Sebuah riset terbaru dari Chainalysis merilis indeks yang mengukur adopsi kripto global di tahun 2022, hasilnya Indonesia berada di urutan ke-20.

Chainalysis menyebutkan dalam Indeks Adopsi Kripto Global 2022, Indonesia termasuk dalam kategori negara berkembang berpenghasilan menengah ke bawah yang memiliki pertumbuhan adopsi kripto yang tinggi. Meskipun, Indonesia kalah dengan Vietnam yang menduduki nomor satu. 

Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (ASPAKRINDO), Teguh Kurniawan Harmanda, melihat masuknya Indonesia dalam daftar Indeks Adopsi Kripto Global 2022 versi Chainalysis cukup membanggakan. Pasalnya dalam laporan yang sama tahun lalu, Indonesia belum masuk ke posisi 20 negara teratas.

“Laporan ini cukup membuktikan bahwa pertumbuhan aset kripto di Indonesia itu masih terus berjalan dalam hal baik, meski market sedang lesu. Adopsi kripto yang tinggi ini didorong oleh penetrasi teknologi lebih luas dan edukasi investasi yang terus dilakukan, bersamaan regulasi yang aman melindungi konsumen,” kata pria yang akrab disapa manda.

Acara "Web3 Community Meetup 2022" di T-Hub by Tokocrypto Bali pada 26 Agustus 2022. Foto: Tokocrypto.
Acara “Web3 Community Meetup 2022” di T-Hub by Tokocrypto Bali pada 26 Agustus 2022. Foto: Tokocrypto.

Baca juga: Menakar Bisakah Indonesia Jadi Crypto Hub Dunia?

Adopsi Web3 dan Blockchain

Menurut Manda adopsi kripto di Indonesia sudah lebih baik dibandingkan tahun lalu, walaupun dalam masa crypto winter. Aspek nilai transaksi perdagangan aset kripto di Indonesia memang cenderung menurun, khususnya sejak awal tahun 2022. 

Misalnya, pada Juni 2022, nilai transaksi kripto tercatat hanya Rp 20 triliun, turun 65,5% turun dibanding periode Juni 2021 sebesar Rp 58,06 triliun. Penurunan disebabkan oleh kondisi situasi makroekonomi dan inflasi yang yang tinggi di beberapa negara.

Manda menjelaskan mungkin saat ini terlihat investor telah menjauh dari aset kripto yang lebih tradisional seperti Bitcoin mengingat berarish market, mereka mulai beralih ke aset yang dibangun dengan project utilitas yang menarik di dunia Web3, metaverse dan unsur teknologi blockchain lainnya yang membuatnya lebih mudah diakses.

“Adopsi di Indonesia didorong oleh aset kripto yang lebih tradisional yang ditawarkan melalui exchange dan platform teknologi keuangan. Namun, di sisi lain, instrumen kripto tradisional kini kurang diminati, saat ini pertumbuhan yang tinggi ada di project kripto berbasis Web3 yang di mana banyak beralih ke aplikasi, seperti NFT dan game,” jelas Manda.

Web3
Ilustrasi Web3.

Baca juga: Wamendag: Indonesia Bakal Punya Bursa Kripto Pertama di Dunia

Masyarakat Tertarik Web3

Lebih lanjut, Manda mengungkap perkembangan industri blockchain, khususnya Web3 di Indonesia, kini sudah jauh lebih baik dan dikenal lebih luas oleh masyarakat. Web3 sudah menjelma menjadi sebuah lahan baru yang memiliki potensi pengembangan dan keuntungan lebih besar, karena bicara terkait teknologi masa depan dengan konsep yang hampir sama dengan internet.

Terlepas dari peringkat adopsi, laporan Chainalysis juga menunjukkan meskipun adopsi kripto lebih lambat di tengah bear market, tapi masih lebih tinggi dari periode sebelum bull run pada tahun 2020.

“Kami yakin aset kripto, Web3 dan segala hal lainnya di dunia blockchain akan melihat adopsi yang cukup tinggi dan meluas dalam 10 tahun ke depan. Untuk memacu adopsi, pengalaman pengguna harus ditingkatkan. Keamanan juga penting, misalnya pemain kripto harus berlisensi dan bersertifikat. Kemudian, edukasi tentang manfaat dan kegunaan dari teknologi yang dikembangkan untuk meraih tingkat kepercayaan yang tinggi di masyarakat,” pungkas manda.

Continue Reading

Ethereum News

The Merge Ethereum Sukses: NFT Gas Fees Jadi Murah?

Published

on

Ilustrasi NFT CryptoPunks. Sumber: Dia Dipasupil | Getty Images.

The Merge Ethereum akhirnya resmi selesai pada Kamis (15/9) siang lalu. Peristiwa itu membawa Ethereum ke era baru yang bisa memberikan dampak besar bagi market kripto dan NFT, khususnya soal gas fees.

Salah satu hal yang paling ditanyakan dan ditunggu adalah apakah The Merge akan menjadikan minting NFT bisa dapat gas fees yang lebih murah di jaringan blockchain Ethereum?

Ethereum sendiri kini telah pindah ke mekanisme verifikasi Proof-of-Stake (PoS), yang disebut-sebut menggunakan energi setidaknya 99 persen lebih sedikit daripada blockchain yang beroperasi di bawah mekanisme konsensus Proof-of-Work (PoW).

Ilustrasi Ethereum.
Ilustrasi Ethereum.

Baca juga: BREAKING: The Merge Ethereum Sukses, Market Kripto Bangkit?

Apakah Gas Fees Ethereum akan Turun?

Ada bukti kuat dari blockchain yang beroperasi di bawah model PoS, yakni Tezos yang memberikan gas fees yang lebih murah untuk minting NFT. Dengan pergeseran Ethereum ke model PoS yang lebih efisien, beberapa pengguna mengharapkan keuntungan efisiensi blockchain NFT untuk menurunkan gas fees yang harus dibayar seseorang untuk setiap transaksi di jaringan.

Sayangnya, bukan itu masalahnya. The Merge hanya mengubah mekanisme keseluruhan. Peristiwa itu tidak memperluas kapasitas jaringan, sehingga tidak akan ada penurunan gas fees yang signifikan.

Ini adalah salah satu kesalahpahaman paling populer tentang The Merge. Peristiwa migrasi jaringan Ethereum telah mengubah keseluruhan algoritma konsensus dan tidak memperluas kapasitas jaringan.

Namun, ada beberapa solusi penskalaan yang akan diterapkan pada tahap selanjutnya untuk mengatasi tantangan khusus ini.

NFT pertama di Ethereum setelah The Merge. Foto: thetransition.wtf.
NFT pertama di Ethereum setelah The Merge. Foto: thetransition.wtf.

Baca juga: Starbucks NFT Segera Hadir Bisa Kasih Reward Menarik, Apa Itu?

Gas Fees Pertama Setelah The Merge

Untuk membukti seberapa besar gas fees yang dikenakan pasca The Merge, seseorang telah melakukan minting NFT ketika 17 detik setelah peristiwa tersebut.

Dalam kasus khusus ini, seorang pengguna menghabiskan 36 ETH senilai sekitar US$ 60.000 (Rp 895 juta) dengan tarif saat ini untuk mencetak NFT pertama di jaringan Ethereum berbasis PoS.

NFT tersebut menampilkan maskot panda Ethereum dan merupakan bagian dari koleksi 100 buah di pasar NFT OpenSea. Koleksi NFT diberi nama “The Transition.”

Terlepas dari label Edisi, NFT menunjukkan detail tentang The Merge Ethereum, seperti stempel waktu, nomor blok, dan tingkat kesulitan.

Continue Reading

Popular