Connect with us

Trading Corner

Ketahui Serba-Serbi Risk Reward Ratio untuk Trading Kripto!

Published

on

risk reward ratio

Risk reward ratio merupakan salah satu metrik trading yang paling sederhana dan menonjol secara matematis. Memahami risk reward ratio membantu Anda untuk merencanakan strategi manajemen risiko yang tepat. Dalam trading aset kripto, rasio ini membantu para trader untuk meminimalkan risiko dan memaksimalkan keuntungan dengan menetapkan strategi stop loss dan take profit. Yuk, pahami lebih dalam tentang risk reward ratio!

Baca juga: Mengenal Fear and Greed Index pada Kripto

Pengertian Risk Reward Ratio 

Risk reward ratio atau rasio R/R menghitung berapa banyak risiko yang diambil trader untuk potensi jumlah profit yang akan diperoleh. Rasio ini menunjukkan kira-kira berapa potensi profit yang akan Anda peroleh untuk setiap 1 USD yang Anda korbankan pada suatu investasi. 

Rasio R/R digunakan untuk mengukur potensi naik dan turun dari setiap trading menggunakan entry price, stop loss, dan take profit. Ketika Anda melakukan trading aset kripto, langkah pertama yang Anda harus lakukan adalah menentukan pada harga berapa Anda akan masuk ke pasar aset kripto yang Anda tuju. Titik harga ini disebut dengan entry price. Kemudian, Anda memutuskan di titik mana Anda akan mengambil keuntungan (take profit) dan di titik mana Anda akan mengambil semua uang Anda (stop loss) ketika trading merugi.

Untuk menghitung rasio R/R, Anda bisa membagi potensi risiko dengan potensi keuntungan. Semakin rendah rasionya, semakin besar potensi profit yang Anda peroleh per unit risiko. Trader handal akan menetapkan profit take dan stop-loss sebelum melakukan trading.

Mengapa Risk Reward Ratio Banyak Digunakan?

ilustrasi menentukan risk reward ratio

Rasio R/R memungkinkan Anda untuk melakukan trading yang terukur. Jika Anda menerapkan perhitungan R/R, Anda dapat meminimalkan risiko trading Anda. Ini memungkinkan untuk Anda membuat sistem yang menguntungkan, bahkan dengan tingkat profit yang lebih kecil. 

Sebagai seorang trader dan investor jangka panjang, faktor risiko adalah sesuatu yang perlu diperhitungkan, apalagi kalau Anda melakukan trading di pasar aset kripto yang terkenal dengan tingkat fluktuatif yang tinggi.

Jika tidak membuat perbandingan risiko saat trading, potensi Anda untuk mendapatkan keuntungan sangat kecil. Inilah sebabnya, penting untuk mempelajari cara menghitung atau menggunakan risk reward ratio sebelum trading, apalagi trading aset kripto. 

Bagaimana Cara Menghitung Risk Reward Ratio?

Anda bisa mengambil contoh ini. Saat membeli Bitcoin (BTC) dengan harga 1 koinnya 25 ribu USD (entry price). Kemudian, Anda berencana menjual koin BTC tersebut saat harganya menyentuh 27 ribu USD (take profit), sehingga Anda akan menghasilkan keuntungan atau laba bersih sebesar 2 ribu USD dari seluruh penjualan koin BTC tersebut. Anda lalu menetapkan posisi stop loss di angka 24 ribu USD. Jadi, jika harga 1 koin BTC mengalami penurunan harga di bawah 24 ribu USD, seluruh aset kripto Anda akan otomatis terjual.

Untuk menghitung rasio R/R, Anda bisa menggunakan rumus sebagai berikut:

Rasio R/R = Entry price-Stop lossTake profit-Entry price = (25 ribu dolar – 24 ribu dolar)(27 ribu dolar – 25 ribu dolar) = 12

Dari perhitungan di atas, Anda mengharapkan keuntungan dua kali lipat dari setiap unit yang Anda korbankan. 

Bagaimana Cara Menemukan Risk Reward Ratio yang Bagus?

Untuk lebih lanjut, terdapat tiga kemungkinan hasil perhitungan risk reward ratio ini, yaitu:

  1. Risk > Reward
  2. Risk < Reward
  3. Risk = Reward

Di antara ketiga jenis rasio R/R di atas, tujuan yang ideal adalah menjaga risiko lebih rendah daripada profit, sehingga setiap kali trading mencapai stop loss, kerugian Anda dapat diminimalkan. Rasio R/R disarankan maksimum 0,5 agar Anda dapat memperoleh peluang profitabilitas yang lebih baik. Risk reward ratio memetakan skenario sederhana saat Anda berinvestasi di aset kripto untuk membuat trading Anda lebih efektif. 

Bagaimana Cara Menghitung Risk Reward Ratio di Excel?

Jika Anda ingin menghitungnya di Excel, Anda bisa mengikuti perhitungan sebagai berikut, berdasarkan perhitungan yang dilakukan oleh Educba.

Contoh kasusnya adalah: seseorang berencana untuk menginvestasikan USD 400.000 yang dimiliki. Ia bersedia mengambil 10-15% risiko pada investasi jangka pendek. Namun, ia masih bingung memilih saham untuk berinvestasi. Pilihannya adalah Microsoft Corporation dengan current price USD 172 per saham atau Apple Inc dengan current price USD 320 per saham. 

Ternyata, terdapat sebuah studi yang menganalisis kedua tren saham dan menyadari bahwa harga saham Microsoft Corp bisa naik menjadi USD 225 per saham, sementara harga saham Apple Inc bisa naik menjadi USD 400 per saham dalam jangka waktu 3 bulan. Karena ini adalah investasi saham, maka risiko harga saham turun, bukan naik. Akhirnya, Ia siap mengambil risiko hingga USD 48000.

  1. Buat tabel perbandingan yang berisi data Current Price, Stop Loss, dan Target
tampilan tabel risk reward ratio di excel

Source: Educba

  1. Hitung Risk
tampilan cara menghitung risk di excel

Source: Educba

  1. Hitung Reward
tampilan cara menghitung ratio di excel

Source: Educba

  1. Hitung Risk/Reward Ratio
cara menghitung risk reward ratio lewat excel

Source: Educba

Sekarang sudah tahu risk reward ratio dan bagaimana cara menghitungnya. Sederhana dan mudah, bukan? Jika Anda memiliki dasar analisis perhitungan pasar yang tepat, Anda tidak perlu takut berinvestasi aset kripto, salah satunya di Tokocrypto.

Tokocrypto merupakan salah satu tempat transaksi kripto terbesar di Indonesia yang telah mendapat izin BAPPEBTI. Selain menjadi market exchange untuk para trader aset kripto, Tokocrypto juga menghadirkan konten edukasi khusus pada platformnya.Untuk mulai berinvestasi aset kripto di Tokocyrpto, kunjungi link ini  dan dapatkan informasi lengkap terkait aset kripto di akun media sosial Instagram, Twitter, serta blog Tokocrypto. Yuk, selesaikan KYC Anda dan gabung bersama komunitas resminya Discord!

Tips & Tricks

5 Strategi Untung Investasi Kripto saat Sideways Market 

Published

on

market kripto bitcoin

Pergerakan market aset kripto memang sulit diprediksi. Walaupun secara keseluruhan market tengah lesu, tapi banyak analis geraknya saat ini lebih mengarah ke sideways atau datar.

Dalam ranah investasi kripto memang terkenal istilah bear market dan bull market yang menunjukkan tren naik dan turun. Namun, ada juga sideways market yang bisa berlangsung lama, seperti kondisi saat ini.

Sideways market sendiri adalah ketika harga aset melayang dalam kisaran kecil, menunjukkan tidak ada tren naik atau turun yang jelas. Kondisi sideways terjadi ketika harga aset yang diperdagangkan di pasar bergerak secara horizontal karena kekuatan permintaan dan penawaran yang sama.

“Kondisi sideways terjadi ketika pergerakan harga horizontal yang terjadi ketika penawaran dan permintaan hampir sama selama periode waktu tertentu. Ini biasanya terjadi selama periode konsolidasi sebelum harga melanjutkan tren sebelumnya atau berbalik ke tren baru. Kondisi ini sebenarnya bisa dimanfaatkan oleh investor profit taking,” kata VP Marketing Tokocrypto, Adytia Raflein.

VP Marketing Tokocrypto, Adytia Raflein. Foto: Tokocrypto.
VP Marketing Tokocrypto, Adytia Raflein. Foto: Tokocrypto.

Baca juga: Strategi Investor Kripto dalam Hadapi Gejolak Market

Menurut Adytia, melihat kondisi market kripto dalam dua pekan terakhir ini menunjukan gerak sideways. Kondisi ini ternyata bisa dimanfaatkan oleh investor meraup keuntungan tipis, sekaligus untuk menutup kerugian pada saat bear market lalu.

Berikut strategi yang bisa diterapkan investor kripto dalam menghadapi sideways market:

1. Perhatikan Kondisi Aset Kripto

Sebelum mengambil keputusan jual atau beli di kondisi market ini, sebaiknya investor memastikan kondisi aset kripto yang layak untuk disimpan atau tidak. Kondisi pasar ini mulai bisa menjadi menguntungkan, jika dapat memilih aset kripto yang terbaik melalui riset.

“Jika investor benar-benar percaya pada kripto yang dimiliki dan telah melakukan penelitian, mereka tidak perlu khawatir. kesalahan umum yang dilakukan pemula adalah panik menjual hanya untuk membeli kembali dengan harga lebih tinggi,” tutur Adytia.

2. Tahan Ketika Pasar Tidak Beraturan (Choppy)

Investor pemula harus ingat bahwa ketika pasar seperti ini sebaiknya menahan diri sampai ada pergerakan yang jelas atau membentuk pola yang lebih jelas. Dengan harga yang bergerak dalam kisaran kecil, investor pemula mungkin kesulitan menghasilkan keuntungan.

Hal terbaik adalah lebih memilih untuk HODL aset dalam jangka waktu tertentu untuk kondisi market untuk mengukur arah harga di masa depan. Strategi ini sangat penting untuk digunakan, terutama ketika tekanan ekonomi berada dalam siklus fase jangka panjang.

Ilustrasi market kripto
Ilustrasi market kripto.

Baca juga: 6 Tips Tetap Profit saat Bear Market Kripto

3. Pantau Arah Pasar

Investor bisa memantau arah pasar dengan melihat pergerakan harga aset-aset kripto lainnya menuju arah sentimen positif atau negatif. Selain itu, investor juga dapat mempelajari Average True Range (ATR).

ATR adalah indikator yang membantu investor untuk mengukur volatilitas dan dapat membantu menemukan titik yang tepat untuk memaksimalkan keuntungan. Bagian terbaiknya, ini juga merupakan alat manajemen risiko yang baik untuk menilai tempat yang sempurna untuk stop loss.

4. Stop Loss di Bawah Level Support

Cara lain yang bisa kamu gunakan adalah dengan melakukan stop loss di bawah level support. Hal ini akan mencegah kerugian yang meningkat ketika market turun lebih jauh.

Jika stop-loss diposisi terlalu lebar, berisiko kehilangan lebih banyak uang. Di sisi lain, jika stop-loss terlalu ketat, berisiko tersingkir dari perdagangan yang positif sebelum waktunya.

“Tokocrypto memiliki fitur Stop-Limit Order yang sangat berguna sebagai sebuah alat pengatur resiko, dan investor sebaiknya menggunakannya untuk menghindari kehilangan yang signifikan. Stop limit berguna untuk membuat pesanan jual untuk memastikan mengambil untung pada saat target transaksi tercapai,” jelas Adytia.

Ilustrasi aplikasi Tokocrypto. Foto: Bianda Ludwianto
Ilustrasi aplikasi Tokocrypto. Foto: Bianda Ludwianto

Baca juga: Atur Strategi Investasi saat Market Aset Kripto Bearish

5. Lakukan Diversifikasi Aset

Taktik lain yang bisa diterapkan investor adalah diversifikasi. Sebagian besar studi menunjukkan bahwa lebih penting untuk memiliki aset yang dialokasikan secara efektif daripada mencoba dan mengelola kapan waktu yang tepat untuk masuk ke market. Ketika pasar sideways atau bergerak ke samping, penting untuk menjaga keseimbangan alokasi investasi.

Selain itu, sangat penting untuk meninjau grafik harian, terutama yang sudah mempelajarinya bagi investor berpengalaman. “Jika grafik harian mencerminkan hasil yang tidak biasa, investor harus menahan transaksi untuk sementara waktu. Namun, jika grafik menunjukkan pola yang berulang, dapat mengeklaim bahwa sekaranglah saatnya untuk memasuki pasar,” pungkas Adytia.

Continue Reading

Tips & Tricks

Strategi Investor Kripto dalam Hadapi Gejolak Market

Published

on

market kripto bitcoin

Situasi kritis sedang membayangi market kripto dalam beberapa bulan terakhir. Banyak faktor yang menyebabkan sejumlah aset kripto turun harga, mulai dari inflasi tinggi, suku bunga acuan meroket diperburuk isu resesi dan depresi ekonomi yang berpotensi menerjang sejumlah negara, seperti Amerika Serikat.

Kondisi tersebut menjadikan pergerakan market kripto lesu. Beberapa investor terlihat mengambil langkah “main aman” dalam menghadapi situasi terkini. Alhasil volume perdagangan kripto stagnan dan pergerakan market sideways.

VP Marketing Tokocrypto, Adytia Raflein, melihat hal tersebut tentu sangat berpengaruh pada investor retail dan pemula. Sebab dengan pergerakan nilai aset yang tidak terlalu signifikan, tentu pengambilan keputusan investasi di momen saat ini menjadi sangat krusial.

VP Marketing Tokocrypto, Adytia Raflein. Foto: Tokocrypto.

Adytia memberikan beberapa merekomendasikan langkah strategis bagi investor pemula yang baru memasuki dunia investasi agar siap menghadapi gejolak kritis di market kripto yang diperkirakan akan terjadi dalam waktu dekat.

“Bagi investor retail dan pemula, hal utama yang harus dilakukan tentu adalah jangan berinvestasi dalam kripto, jika tidak dapat menerima perubahan pasar yang tajam, yang terkadang bisa naik-turun lebih dari 15% dalam periode 24 jam. Selain itu, investor harus mengambil keputusan berdasarkan apa yang diyakini dengan hasil riset,” katanya.

Baca juga: 6 Tips Tetap Profit saat Bear Market Kripto

Atur Portofolio Investasi

Adytia merekomendasikan untuk berinvestasi tidak lebih dari 5% dari portofolio di kripto. Ia juga menghimbau bagi para investor agar memastikan diri telah memiliki cukup uang tunai. Hal tersebut merujuk pada upaya pemenuhan kebutuhan diri dan rutinitas kehidupan.

Situasi terkini dan beberapa waktu ke depan merupakan momen strategis untuk berinvestasi. Jika investor dapat menerima risikonya, bear market sekarang bisa menjadi saat yang tepat untuk masuk ke pasar kripto, karena harga lebih rendah daripada tahun-tahun sebelumnya. Tidak ada yang namanya waktu yang “sempurna” untuk memasuki pasar, jadi ingatlah bahwa fluktuasi harga akan terus terjadi dan bersiaplah untuk harga kripto yang turun lebih jauh.

Ilustrasi investasi aset kripto
Ilustrasi investasi aset kripto.

“Hal penting lainnya adalah apabila investor memiliki dana lebih, saat ini merupakan waktu yang tidak terlalu buruk untuk berinvestasi. Mereka memilih cepat-cepat melakukan buy the dip mumpung mendapatkan harga ‘diskon’. Setelah market kembali bergerak naik sedikit, mereka merealisasikan cuannya mumpung kripto menghijau,” jelasnya.

Baca juga: Atur Strategi Investasi saat Market Aset Kripto Bearish

Fokus ke Fundamental Aset Kripto

Bagi investor retail dan pemula rekomendasi utamanya tentu perlu fokus pada beberapa project kripto dan aset big cap yang diketahui dengan jelas memiliki potensi jangka panjang, agar dapat bertahan di situasi tren penurunan berikutnya.

Secara keseluruhan pertumbuhan market masih menunggu kelonggaran suku bunga acuan The Fed dan inflasi yang menurun serta faktor makroekonomi lainnya. Selain itu, peran investor institusi yang tetap percaya dan mengakumulasi kripto sebagai dana cadang bisa membuat market kripto bergerak tumbuh.

Continue Reading

Crypto

6 Tips Tetap Profit saat Bear Market Kripto

Published

on

Ilustrasi bear market.

Investor kripto kini tengah dihadapkan dengan bear market. Indikasi besarnya harga Bitcoin telah turun 70% dari pencapaian All Time High (ATH) US$ 68.789 di November 2021.

Tidak hanya itu, market cap kripto secara keseluruhan kembali di bawah US$ 1 triliun untuk pertama kalinya sejak Januari tahun 2021 lalu di tengah kondisi bear market. Melihat kondisi market bearish ini, investor bisa mengikuti beberapa tips di bawah ini agar tetap profit atau untung.

Berikut 5 tips tetap profit saat bear market untuk investor kripto:

1. Lakukan Strategi Buy the Dip dan Dollar Cost Averaging

Market aset kripto memang terkenal sangat fluktuatif, tetapi itu tidak berarti investor harus diam saja melihat portofolio anjlok di saat bear market. Sudah saatnya menerapkan strategi Buy the Dip yang mengacu pada praktik membeli sejumlah kripto setiap kali ada koreksi bearish yang signifikan di pasar.

“Idenya adalah, jika harga kripto yang dibeli sebelumnya kembali ke level tertinggi, investor akan mendapatkan keuntungan yang bagus. Meskipun membeli kripto di saat harga turun dapat dilakukan dalam satu perdagangan, strategi yang paling direkomendasikan adalah menerapkan Dollar Cost Averaging (DCA),” kata VP Marketing Tokocrypto, Adytia Raflein.

VP Marketing Tokocrypto, Adytia Raflein. Foto: Tokocrypto.

DCA ini melibatkan pembelian kripto menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan melakukan beberapa perdagangan dari waktu ke waktu. Misalnya, kamu punya cadangan dana sebesar Rp 1 juta. Strategi DCA yang baik adalah memecah jumlah tersebut menjadi lima tahap senilai Rp 200 ribu atau bahkan 10 tahap sebesar Rp 100 ribu dan menempatkan perdagangan menggunakan jumlah yang lebih kecil tersebut.

Biasanya lebih baik membeli kripto dengan nominal kecil dan menunggu untuk melihat apakah aset jatuh harga lebih lanjut. Jika ya, belilah sedikit lagi, dan seterusnya. Melakukan hal ini biasanya akan mendapatkan hasil yang jauh lebih baik daripada kamu telah menginvestasikan semua modal dalam satu perdagangan.

Baca juga: Tokocrypto Bebaskan Biaya Trading Bitcoin untuk Stimulus Market Kripto

2. Kelola Risiko Lebih Ketat

Mungkin bagi sebagian orang investasi aset kripto punya tujuan yang berbeda-beda. Jadi jangan sampai melakukan kesalahan yang sama seperti orang lain dengan faktor risiko yang berbeda tingkatannya.

Jadi, tetapkan batas berapa banyak kamu berinvestasi dalam aset kripto tertentu dan jangan tergoda untuk berinvestasi dengan lebih banyak uang daripada yang bisa ditanggung, jika mengalami kerugian.

Investasi kripto adalah instrumen berisiko tinggi, terlebih saat bear market seperti ini, investor dituntut untuk lebih ketat dalam mengelola risiko dan dana yang bisa diinvestasikan. Pastikan pengelolaan finasial berjalan baik,” saran Adytia.

Ilustrasi perempuan semakin tertarik investasi aset kripto.
Ilustrasi perempuan semakin tertarik investasi aset kripto.

3. Gunakan Indikator untuk Temukan Titik Masuk Terbaik

Untuk investor yang memiliki pemahaman dasar atau lebih tinggi tentang analisis teknis, yaitu praktik memprediksi pergerakan harga aset berdasarkan tren, indikator dan pola grafik dimungkinkan untuk menggunakan indikator tertentu untuk mengukur kapan aset telah mencapai titik terendah atau bottom.

Tentu saja, tidak ada indikator yang benar secara mutlak, tetapi sering kali dapat memberi sinyal yang kuat saat harus membeli di saat harga kripto mengalami penurunan. Salah satu, metode yang populer adalah dengan menggunakan indikator Relative Strength Index (RSI), yang bisa menandakan di mana titik oversold dan overbought kripto untuk sinyal bullish dan bearish.

4. Diversifikasi Portofolio Kripto

Investor juga wajib melakukan diversifikasi aset kripto yang dimiliki. Mungkin saat bear market ini, altcoin lebih menguntungkan dibanding Bitcoin. Jadi mengakumulasi dan trading altcoin cenderung lebih untung, karena ada banyak sentimen yang menggerakannya.

Tidak ada gunanya berinvestasi terlalu banyak dalam satu aset kripto tunggal. Seperti halnya saham, sebarkan dana di antara berbagai aset kripto. Ini berarti investor tidak mengambil risiko yang tinggi, jika salah satu dari mereka jatuh nilainya terutama karena harga pasar dari investasi ini sangat fluktuatif.

Baca juga: Tokocrypto Market Signal 7 Juli 2022: Kripto Bergerak Hijau

5. Tetap Tenang dan Jangan panik

Ini mungkin tampak sederhana, tapi sulit dilakukan. Mengelola emosi selama bear market tidak semudah kedengarannya. Faktanya, ini sering digambarkan sebagai hal yang paling sulit untuk dikuasai ketika mempelajari cara berinvestasi kripto secara profesional.

Ilustrasi sukses investasi aset kripto.
Ilustrasi sukses investasi aset kripto.

Langkah penting adalah menyadari bahwa ketakutan dan keserakahan adalah motivator yang kuat dan sering kali dapat menyebabkan pengambilan keputusan cepat yang berakhir dengan kehilangan keuntungan. Memiliki rencana konkret, sebelum melakukan investasi dapat menghasilkan keuntungan.

Pergerakan market kripto sangat fluktuatif, sehingga investor mungkin frustasi, jika melewatkan kesempatan untuk membeli di saat harga penurunan kali ini. Pastikan untuk memilih strategi berinvestasi dengan tepat, kemudian menyimpan sejumlah modal sebagai cadangan untuk tetap tenang saat bear market yang berkepanjangan.

6. Ikut Promo dari Tokocrypto

Untuk tetap untung saat bear market, Tokocrypto membebaskan biaya trading Bitcoin dengan pairing fiat untuk seluruh penggunanya. Benefit ini bisa didapatkan langsung dengan mudah.

Program Zero-Fee Bitcoin Trading ini bisa digunakan untuk seluruh pengguna Tokocrypto. Promo ini berlaku untuk perdagangan dengan pairing BTC yang dapat nikmati mulai 8 Juli 2022.

Ilustrasi program program Zero-Fee Bitcoin Trading di Tokocrypto
Ilustrasi program program Zero-Fee Bitcoin Trading di Tokocrypto.

Ada 6 spot trading pairs yang dibebaskan untuk biayanya mulai dari BTC/BIDR, BTC/BUSD, BTC/DAI, BTC/TUSD, BTC/USDC dan BTC/USDT. Syarat untuk mendapatkan gratis trading fee Bitcoin, pengguna Tokocrypto harus menyelesaikan verifikasi KYC (Know Your Costumer) Level 1.

Tidak hanya itu, Tokocrypto juga meluncurkan fitur baru, yaitu TKO Trading Fee, di mana pengguna bisa membayar biaya trading menggunakan TKO dan mendapatkan diskon sebesar 25%. Hadirnya fitur TKO Trading Fee yang memberikan keuntungan untuk para holders TKO.

Dengan fitur TKO Trading Fee, pengguna Tokocrypto tidak akan dipusingkan lagi dengan biaya trading fee, sehingga bisa dapat keuntungan yang maksimal. Diskon trading fee ini bisa digunakan semua pengguna dengan berbagai pilihan aset kripto.

Untuk mengetahui informasi lebih lengkap terkait program Zero-Fee Bitcoin Trading bisa simak di link ini dan TKO Trading Fee di link ini.

Baca juga: Bitcoin Turun Lagi, Justru Berpotensi Naik Drastis

Continue Reading

Popular