Connect with us

Bitcoin News

Yuk, Simak Penjelasan Lengkap Mengenai Fear and Greed Index pada Kripto!

Published

on

illustrasi fear and greed index bitcoin

Saat mendalami dunia kripto, Anda pasti pernah menemukan istilahfear and greed index”. Biasanya, istilah tersebut muncul pada bahasan seputar sentimen pasar kripto. Namun, sebenarnya apa itu fear and greed index”. dalam dunia kripto? Apa kegunaannya? Simak ulasannya berikut ini!

Pengertian Fear and Greed Index pada Kripto

Fear and greed index sebenarnya bukanlah suatu istilah yang eksklusif untuk dunia kripto saja. Indeks ini juga bisa Anda temukan pada pasar saham, yang pertama kali dikembangkan oleh CNNMoney melansir Investopedia. Kegunaannya di kedua sektor tersebut pun kurang-lebih sama. Secara garis besar, fear and greed index merupakan barometer yang digunakan untuk menilai apakah suatu aset dihargai secara wajar. Penilaiannya adalah dengan mengamati emosi para investor. Biasanya, informasi mengenai fear and greed index pada kripto bisa didapatkan di situs Alternative.me mulai dari harian, bulanan, hingga tahunan.

tampilan fear and greed indexs

Namun, bagaimana hal ini bisa dilakukan?

Bagaimana Cara Memahami Fear & Greed Index?

Saat seorang investor merasa takut (fear) dengan performa aset kripto, ada kemungkinan mereka akan menjual aset tersebut. Besar kemungkinan juga, aset tersebut dijual dengan harga miring yang bahkan lebih rendah dari nilai normal. Sebaliknya, saat investor serakah (greed) karena melihat performa aset kripto sedang baik, mereka akan membeli banyak aset kripto dengan harga yang tidak wajar.

Umumnya, indeks fear dijadikan indikator pembelian. Sementara itu, indeks gear dapat mewakili indikator penjualan. Indeks ini memiliki rating sebagai berikut secara umum:

  • Skor 0-49 menandakan fear
  • Skor 50 adalah indeks netral
  • Skor 51-100 menandakan greed

Meski begitu, indeks ini juga memiliki rating  yang lebih khusus apabila telah memasuki kondisi tertentu, di mana:

  • Skor 0-24 menandakan extreme fear
  • Skor 25-49 menandakan fear
  • Skor 50-74 menandakan greed
  • Skor 75-100 menandakan extreme greed

Manfaat Fear and Greed Index

illustrasi ethereum token

Mengapa fear and greed index penting dalam analisis aset kripto? Apa yang bisa didapatkan oleh investor kripto dengan mengamati indeks ini?

1. Melihat perubahan sentimen pasar

Dengan melihat fear and greed index, investor bisa mengetahui adanya perubahan terhadap sentimen pasar. Katakanlah Anda melihat bahwa indeks menunjukkan pasar sedang berada di angka 40. Itu berarti, saat ini sentimen pasar sedang memasuki situasi fear. Banyak investor yang melakukan penjualan aset dan mengakibatkan harga aset turun.

Namun, jika semisal indeks bergerak hingga menunjukkan angka 80, maka pasar masuk ke situasi greed. Artinya, kebanyakan investor melakukan pembelian, bahkan dengan harga di atas wajar. Inilah saat yang tepat untuk melepas aset kripto karena harganya sedang tinggi.

2. Membantu menentukan langkah investasi

Masih berhubungan dengan poin sebelumnya, mengamati fear and greed index akan membantu Anda untuk menentukan langkah yang harus diambil saat investasi kripto. Dengan indeks ini, Anda bisa tahu kapan waktu yang tepat untuk melepas aset (sebelum bullish berakhir) dan kapan waktu yang tepat untuk melakukan pembelian (buy the dip). Jadi, Anda pun terhindar dari risiko merugi.

Faktor yang Memengaruhi Fear and Greed Index

illustrasi melihat fear and greed index

Lantas, faktor apa saja yang memengaruhi fear and greed index ini? Berikut penjelasannya!

1. Volatilitas

Faktor ini membandingkan volatilitas (metrik yang mewakili penyebaran return suatu aset) dengan penarikan maksimum terhadap volatilitas dalam rentang 30 hari dan 90 hari. Mengapa penarikan maksimum? Sebab, penarikan dapat menunjukkan penurunan nilai suatu aset. Tingkat volatilitas yang tinggi menunjukkan indeks fear. Porsi penggunaannya sebagai indeks adalah sebanyak 25% dari total seluruh faktor.

2. Volume

Selanjutnya ada volume atau momentum. Indeks ini mengukur momentum dan volume pasar Bitcoin (BTC) saat ini. Masih sama dengan volatilitas, pengukurannya juga dalam durasi 30 dan 90 hari. Jika volume tinggi, maka metrik akan dianggap negatif atau masuk ke situasi fear. Porsi penggunaannya sebagai indeks adalah sebanyak 25% dari total seluruh faktor.

Baca juga: Apa Itu Bitcoin dan Bagaimana Cara Mendapatkannya?

3. Media sosial

Penyebutan nama aset kripto BTC dalam media sosial ternyata juga memengaruhi fear and greed index. Makin banyak aset disebut di media sosial, maka tingkat keterlibatan pasar aset tersebut dianggap tinggi. Itu artinya, output akhir indeks akan mengalami peningkatan. Porsi penggunaannya sebagai indeks adalah sebanyak 15% dari total seluruh faktor.

4. Dominasi BTC di pasar

Indeks ini mengukur dominasi BTC di pasar kripto secara keseluruhan. Makin tinggi tingkat dominance BTC, maka pasar akan cenderung bergerak ke situasi fear. Sebaliknya, jika dominasi BTC melemah, pasar kripto dan para investor akan condong ke situasi greed. Porsi penggunaannya sebagai indeks adalah sebanyak 10% dari total seluruh faktor.

5. Google Trends

Fear and greed index juga dipengaruhi oleh Google Trends. Pengukurannya mirip dengan indeks media sosial. Jika volume pencarian BTC naik, terutama jika disebabkan oleh pemberitaan miring, maka sentimen pasar akan bergerak ke fear. Porsi penggunaannya sebagai indeks adalah sebanyak 10% dari total seluruh faktor.

6. Hasil survei

Terakhir ada indeks survei. Indeks ini melakukan pengukuran dengan menyebar survei ke seluruh pasar setiap minggunya. Dalam satu survei, biasanya akan diikuti oleh 2.000-3.000 peserta. Apabila hasil survei menunjukkan antusiasme peserta, maka sentimen pasar cenderung bergerak ke arah greed. Sebaliknya, peserta yang pasif menunjukkan sentimen pasar masuk ke fase fear

Porsi penggunaannya sebagai indeks adalah sebanyak 15% dari total seluruh faktor. Namun, saat ini hasil survei sedang tidak digunakan sebagai faktor hingga waktu yang belum ditentukan.

Mempelajari fear and greed index akan membantu Anda menentukan kapan waktu yang paling tepat untuk melepas atau menjual aset kripto. Meski begitu, ada baiknya Anda juga mempertimbangkan indeks lain dalam mengambil keputusan investasi kripto. Yuk, daftar dan selesaikan KYC Anda di Tokocrypto. Jangan lupa juga untuk mengikuti perkembangan terbaru dunia kripto melalui Tokonews dan Komunitas Tokocrypto!

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Bitcoin News

Ini Sebab Bitcoin Turun Capai Titik Terendah dalam Dua Bulan Terakhir

Published

on

Bitcoin zona merah

Pergerakan market aset kripto, terutama Bitcoin pada Rabu (7/9) pagi tampak tak berdaya di zona merah. Sejak awal pekan ini, gerak kripto tergolong sideways dengan volume transaksi yang terpantau belum terlalu besar.

Melansir situs CoinMarketCap pada Rabu (7/9) pukul 15.00 WIB, dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar atau big cap kompak kumpul ke zona merah dalam 24 jam terakhir. Nilai Bitcoin (BTC), misalnya turun 5,54% ke US$ 18.807 per keping dan turun 7,27% selama seminggu terakhir.

Sementara, Ethereum (ETH) yang sempat naik karena isu The Merge juga tak berdaya, turun 8,64% ke US$ 1.518 di waktu yang sama dan anjlok 4,23% sepekan terakhir. Cardano (ADA), Dogecoin (DOGE) dan Polkadot alami penurunan harga yang cukup tinggi lebih dari 7% di waktu yang sama.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan market kripto saat ini sedang terjadi koreksi tiba-tiba dan sedikit brutal. Dari data CoinMarketCap, menunjukkan harga Bitcoin jatuh dari US$ 19.780 menjadi US$ 19.037 hanya dalam 50 menit.

bentuk koin bitcoin
Ilustrasi Bitcoin.

Baca juga: Polygon: The Merge Ethereum akan Hapus 99,1% Polusi Karbon

“Kemudian, pergerakan Bitcoin untuk mencegah penurunan lebih lanjut ke bawah US$ 19.000 gagal dilakukan. Harga BTC yang gagal menembus zona resistance-nya di level US$ 20.000 berulang-ulang kali membuat tumbang market kripto secara keseluruhan. Sehingga, investor yang membaca situasi tersebut, memilih melakukan aksi jual ketimbang akumulasi,” kata Afid.

Penurunan harga Bitcoin juga meruntuhkan momen bullish Ethereum yang sempat reli kencang pada sehari sebelumnya, Selasa (6/9). Padahal, ETH yang telah menunjukkan tanda-tanda kekuatan saat The Merge mendekat, bisa mengambil keuntungan untuk terus reli, terlebih upgrade Bellatrix juga sukses dilaksanakan.

Tekanan Situasi Makroekonomi

Selain dari sisi teknikal, sentimen makroekonomi juga membuat harga Bitcoin dan kripto lainnya berguguran. Pasar saham global juga mengalami kerugian dengan latar belakang penguatan indeks dolar AS (AS) dan meningkatnya kekhawatiran bahwa The Fed yang akan menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin.

“Kebijakan The Fed melawan inflasi mungkin tidak akan selesai sampai investor kehilangan nilai dari Bitcoin. Jelas The Fed ingin melihat kondisi keuangan yang lebih ketat, termasuk harga saham yang lebih rendah. Berarti kripto juga, karena sangat berkorelasi dengan ekuitas. Itu kemungkinan berita yang tidak diinginkan bagi investor kripto, yang telah menderita kerugian besar,” jelas Afid.

Ilustrasi market kripto Bitcoin.
Ilustrasi market kripto Bitcoin.

Baca juga: Bitcoin Tidak Akan Pernah Capai Rp 1 Miliar Pasca The Merge Ethereum?

Dari sisi pergerakan nilai Bitcoin, ada kemungkinan jika BTC tidak dapat bertahan di atas angka US$ 18.000, kemungkinan harga dapat turun di US$ 17.000. Sementara resistensi overhead untuk BTC berada di level US$ 21.100.

Indikator teknikal juga menunjukkan peningkatan momentum bearish. Relative Strength Index (RSI) berada di bawah setengah garis yang berarti penjual lebih banyak daripada pembeli di pasar. Hasil dari pembacaan ini merupakan indikasi bahwa penjual mendorong momentum harga di pasar.

Continue Reading

Bitcoin News

Bitcoin Tidak Akan Pernah Capai Rp 1 Miliar Pasca The Merge Ethereum?

Published

on

Iustrasi aset kripto Bitcoin

Bitcoin diramalkan tidak akan pernah mencapai all-time high (ATH) yang sukses diraih pada November 2021 lalu, yakni dilevel US$ 69.000 atau sekitar Rp 1 miliar. Hal ini disebut-sebut berkaitan dengan The Merge Ethereum, kok bisa?

Dikutip dari CoinDesk, seorang peneliti aset kripto independen, Kyle McDonald, memperkirakan bahwa The Merge, yaitu peralihan Ethereum yang segera terjadi dari blockchain Proof-of-Work (PoW) ke Proof-of-Stake (PoS) akan menjadi momen yang mengubah permainan untuk industri kripto.

Perkiraan dari Ethereum Foundation, sebelumnya telah menyarankan bahwa PoS akan menggunakan 99,95% lebih sedikit energi dan jika teknologi ini berfungsi sebaik yang dijanjikan, McDonald berpikir investor dan regulator akan menyadari bahwa PoW tidak pernah diperlukan.

Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum.
Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum. Foto: Pixabay.

Baca juga: Analisa Pasar: Investor Lebih Pilih Ethereum Dibanding Bitcoin?

Desak Investor Jual Bitcoin

Selama wawancara dengan CoinDesk, McDonald mendesak investor untuk menjual Bitcoin sekarang, atau akan terjebak dengan sistem PoW tanpa batas waktu.

“Ketika Anda berpindah dari sistem yang menghasilkan sebanyak mungkin angka acak secepat mungkin dengan 10 juta (unit pemrosesan grafis) di seluruh dunia, ke sistem yang berjalan pada beberapa ribu komputer yang energinya cukup rendah, itu akan membuat perbedaan besar,” katanya.

McDonald memang mengakui bahwa The Merge dapat memiliki konsekuensi bagi kolektor NFT, terutama jika penambang berhasil dalam upaya mereka untuk membuat hard fork Ethereum yang terus menggunakan PoW.

Ilustrasi Ethereum. Sumber: Getty Images.
Ilustrasi Ethereum. Sumber: Getty Images.

Baca juga: Potensi Web3 Tingkatkan Ekonomi Digital Indonesia

The Merge Buat NFT Terdilusi?

Hal ini dapat mengakibatkan terciptanya duplikat NFT yang berarti bahwa, misalnya, Bored Ape dapat ada di dua jaringan blockchain. Dalam skenario seperti itu, McDonald memperingatkan bahwa nilai koleksi NFT blue-chip bisa berakhir terdilusi.

Seperti yang dilaporkan oleh CoinMarketCap, OpenSea telah mengumumkan bahwa mereka mendukung The Merge, dan hanya akan mengenali NFT yang didasarkan pada rantai Proof-of-Stake baru Ethereum. NFT marketplace terbesar di dunia mengatakan sedang mempersiapkan transisi yang mulus.

“Meskipun kami tidak mengantisipasi masalah besar, kami juga mengakui ini adalah yang pertama! Jadi kami berkomitmen untuk memantau, mengelola, dan berkomunikasi secara menyeluruh.”

Continue Reading

Bitcoin News

Bukan Saham, Ahli Ungkap Karakter Bitcoin Kini Mirip Obligasi dan Emas

Published

on

Ilustrasi Bitcoin vs emas.

Riset pasar kripto terbaru dari Bloomberg Intelligence menunjukkan bahwa karakter Bitcoin (BTC) kini mungkin mulai berperilaku lebih seperti obligasi dan emas, daripada saham.

Dalam laporan berjudul “Crypto Outlook” yang dirilis awal Agustus lalu, Senior Commodity Strategist Bloomberg Intelligence, Mike McGlone dan Senior Market Structure Analyst, Jamie Coutts, mengatakan unit penelitian yang dilakukan adalah membandingkan pasar Bitcoin dengan pasar emas, obligasi dan minyak.

Mereka menyarankan bahwa pengaruh makroekonomi seperti kebijakan moneter The Fed telah menghasilkan kesamaan antara pasar obligasi dan Bitcoin.

“Pasar yang mengetat dan jatuhnya pertumbuhan global mendukung pergeseran Federal Reserve ke bias ‘pertemuan demi pertemuan’ pada bulan Juli, yang dapat membantu mengarahkan Bitcoin ke arah kemiringan lebih seperti obligasi daripada saham.”

Ilustrasi Bitcoin.
Ilustrasi Bitcoin.

Baca juga: Crypto Nowadays: Suku Bunga The Fed Naik, Market Justru Naik

Dalam laporan itu juga disebutkan bahwa “komoditas yang bersifat dump-follow-pump” dan penurunan imbal hasil obligasi menunjukkan peningkatan kemungkinan obligasi, emas dan Bitcoin didukung karena inflasi menurun.

Bitcoin Punya Potensi Walau Harganya Turun

Laporan tersebut mencatat bahwa pasar kripto mencapai ‘diskon terbesar’ yang pernah ada dibandingkan dengan 100-week moving average pada bulan Juli. Para analis mengatakan bahwa fakta bahwa harga BTC pada awal Agustus masih di bawah 70% dari nilai puncaknya, tetapi masih lima kali lebih tinggi dari terendah Maret 2020 itu menunjukkan potensinya.

Mereka menandai zona US$ 20.000 sebagai dukungan utama dan diharapkan basis sedang dibangun, mirip dengan level US$ 5.000 pada tahun 2018-2019.

Investor Bitcoin Jangka Panjang Mulai Serok, Tanda Apa?
Ilustrasi Bitcoin.

Baca juga: Sempat Diblokir Kominfo, Bisakah Transfer Dana Paypal ke Kripto di Indonesia?

Para peneliti menyimpulkan bahwa Bitcoin telah menjadi salah satu aset dengan kinerja terbaik sejak diluncurkan sekitar satu dekade lalu.

“Kami pikir lebih banyak hal yang sama ada di depan, terutama karena mungkin transisi menuju agunan global, dengan hasil yang lebih selaras dengan obligasi Treasury atau emas.”

Penelitian Coinbase yang dilakukan pada bulan Juli menunjukkan bahwa profil risiko kelas aset kripto mirip dengan saham minyak dan teknologi. Menurut Chief Economist Coinbase, Cesare Fracassi, mengatakan “korelasi antara harga saham dan aset kripto telah meningkat secara signifikan” sejak pandemi 2020.

Continue Reading

Popular