Connect with us

Altcoin News

Tokocrypto Market Signal 18 Mei 2022: Pasar Kripto Optimis Kembali Reli

Published

on

Ilustrasi daftar 5 aset kripto bullish dan bearish pekan ketiga Mei 2022.

Market kripto akhirnya kembali menunjukan pergerakan yang optimis bergerak positif, setelah tertekan sepanjang pekan lalu. Melansir CoinMarketCap pada Rabu (18/5) pukul 12.00 WIB, 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar mulai bergerak naik ke zona hijau dalam 24 jam terakhir, meski memang pelemahannya terbilang tipis.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan pergerakan market kripto yang membaik ini, juga sejalan dengan kondisi yang terjadi di pasar saham. Pelaku pasar tampaknya mulai percaya diri untuk kembali meramaikan pasar aset berisiko, termasuk kripto.

Overall minggu ini, mungkin tidak ada pergerakan signifikan alias masih stagnan atau konsolidasi, tapi beberpa punya potensi buat mengalami kenaikan,” jelas Afid.

Lebih lanjut Afid menerangkan, harga-harga aset kripto saat ini melanjutkan proses konsolidasi yang terjadi sejak akhir pekan lalu. Itu adalah kondisi di mana harga kripto tengah meraba-raba pergerakan arah harga berikutnya.

“Kondisi ini ternyata dimanfaatkan pelaku pasar untuk melakukan price action dan mengangkat nilai harga-harga aset kripto yang anjlok sejak awal Mei. Namun, iklim kondusif di pasar kripto ini bersifat sementara,” terangnya.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono. Foto: Tokocrypto

Sentimen positif di pasar kripto juga didorong oleh niatan jaringan Terra yang berniat memulihkan nilai LUNA. Adapun salah satu upaya yang dilakukan Terra adalah melakukan hard fork atas jaringannya tanpa mengikutsertakan UST.

Nilai Bitcoin Diprediksi Tak Turun Dalam

Di sisi lain, harga Bitcoin (BTC) diyakini tidak akan mungkin turun lebih dalam. Dari data blockchain on-chain yang dipublikasi Jurrien Timmer, Direktur Divisi Makroekonomi Global dari Fidelity, dijelaskan saat ini harga Bitcoin sudah mencapai harga dasarnya dan kemungkinan tidak akan turun lebih lagi, bahkan bisa bergerak naik.

“Aksi jual perlahan meningkat setelah BTC kembali lagi ke level support $ 30.000. Hal ini mengindikasikan bahwa pelaku pasar menganggap bursa kripto bakal terus melanjutkan kestabilan. Bisa dikatakan bahwa saat ini Bitcoin kemungkinan besar akan bertahan dan tidak akan turun lebih lanjut,” ucap Afid.

Dari data tersebut, terlihat investor jangka panjang yang menjual BTC menurun yang mengecilkan kemungkinan untuk harganya anjlok lebih lanjut. Hal ini disebabkan mayoritas investor jangka panjang memiliki Bitcoin yang disimpan dalam jumlah yang cukup besar. 

Kemudian, Afid memberikan rincian sejumlah aset kripto yang berpotensi bullish dan bearish di pekan ketiga bulan Mei ini. Simak selengkapnya di Tokocrypto Market Signal.

Baca juga: TokoCare Bersama BeKind dan WeCare.id Distribusikan Kado Lebaran ke 200 Anak Spesial

Daftar 5 Aset Kripto Bullish

1. EOS (EOS)

Analisis teknikal EOS (EOS).

EOS membuka daftar aset kripto yang potensi bullish pada pekan ketiga ini. EOS merupakan kripto asli untuk mendukung proyek blockchain EOS.IO untuk pengembangan platform smart contract dan aplikasi terdesentralisasi atau decentralized application (DApp).

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan potensi bullish EOS terjadi karena akan melakukan hard fork pada jaringan blockchain-nya bernama Mandel. Hard fork akan dilaksanakan pada 19 Mei mendatang.

“Sentimen positif EOS masih kuat dari pengaktifan hard fork yang dikabarkan terjadi pada 19 Mei mendatang. Hard fork akan membuat efisiensi EOS meningkat dan membawanya lebih cepat dalam memproses transaksi,” kata Afid.

Berdasarkan analisis teknikalnya, EOS sedang perlahan bergerak naik. Kemungkinan besar EOS dapat terus bergerak menuju harga $ 1,58 atau naik sekitar 14% dari $ 1,38 dalam beberapa hari ke depan. 

Peringkat EOS di CoinMarketCap pada Rabu (18/5) pukul 12.00 WIB adalah #47, dengan kapitalisasi pasar $ 1.335.518.099. Pasokan yang beredar 989.745.397 koin EOS dan maksimal pasokan tidak tersedia.

2. Kava (KAVA)

Analisis teknikal Kava (KAVA).

KAVA masih nyaman masuk dalam daftar aset kripto yang potensi bullish pekan ini. Kabarnya, KAVA masih bisa reli dengan pergerakan harga yang meningkat cukup signifikan.

Afid mengatakan potensi kenaikan harga KAVA datang dari kabar jadwal ulang peluncuran mainnet Kava 10 yang akan dilakukan pada 25 Mei mendatang. Sebelumnya, peluncuran dijadwalkan pada 10 Mei, namun mengalami pemunduran untuk memastikan jaringan berjalan lancar.

“Meski sempat muncur, namun sentimen positif KAVA terus terjadi. Pasalnya, mainnet ini sudah ditunggu investor karena akan menghubungkan dua ekosistem terdesentralisasi terbesar antara Ethereum dan Cosmos. Tentu akan menciptakan lonjakan aktivitas di jaringan Kava,” kata Afid.

Lebih lanjut, Afid menjelaskan dari analisis teknikalnya kemungkinan besar selama batas bawah pada $ 2,63 masih terjaga, KAVA masih dapat bergerak menuju harga sekitar $ 3,45 atau naik 29% dalam beberapa hari ke depan.

Peringkat KAVA di CoinMarketCap pada Rabu (18/5) pukul 12.00 WIB adalah #92, dengan kapitalisasi pasar $ 489.038.731. Pasokan yang beredar 193.291.441 koin KAVA dan maksimal pasokan tidak tersedia.

3. THORChain (RUNE)

Analisis teknikal THORChain (RUNE).

THORChain adalah sebuah protokol blockchain terdesentralisasi yang memungkinkan pengguna dengan mudah menukar aset kripto mereka dari berbagai jaringan, termasuk Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH), dengan token lainnya yang tidak berada di dalam jaringan yang sama, tanpa perlu pihak ketiga, seperti Coinbase atau Binance.

Afid melihat token RUNE yang memberi kekuatan pada THORChain pada pekan ini berpotensi bullish. Alasannya, THORChain telah memastikan perilisan mainnet yang kemungkinan terjadi pada 31 Mei mendatang.

“Kenaikan harga RUNE kemungkinan dapat dikaitkan dengan pengumuman rilis mainnet pada akhir Mei nanti. Sentimen positif ini sudah menguat sehingga menggerakan harga RUNE,” kata Afid.

Berdasarkan analisis teknikalnya, RUNE sedang perlahan bergerak naik, setelah sempat terkoreksi dalam. Kemungkinan besar RUNE dapat terus bergerak menuju harga $ 4,5 atau naik sekitar 15% dari harga bawah $ 3,5 dalam beberapa hari ke depan. 

Peringkat RUNE di CoinMarketCap pada Rabu (18/5) pukul 12.00 WIB adalah #53, dengan kapitalisasi pasar $ 1.100.447.932. Pasokan yang beredar 330.688.061 koin RUNE dan maksimal pasokan 500.000.000 koin RUNE.

Baca juga: Musim Jual Bitcoin Belum Reda, Bearish Masih Mengintai

4. Tezos (XTZ)

Analisis teknikal Tezos (XTZ).

Tezos adalah salah satu jaringan blockchain open-source yang terhubung dengan token digital, XTZ. Tezos merupakan sebuah blockchain dimana pengguna dapat melakukan pembuatan aplikasi terdesentralisasi. Berbeda dengan Ethereum, Tezos ditujukan untuk pembangunan aplikasi dengan infrastruktur yang lebih kompleks.

XTZ digunakan untuk menjalankan aplikasi terdesentralisasi. Pemegang token XTZ juga memiliki hak suara dalam pengajuan proposal terkait blockchain Tezos. Afid melihat XTZ berpotensi bullish karena Nomadic Labs, pengembang blockchain Tezos, akan meningkatkan jaringan Jakarta Protocol.

“Pembaruan besar pada protokol ekonomi Tezos ini, akan mengaktifkan throughput yang lebih tinggi dengan memindahkan validasi transaksi dari rantai utama, ke Layer 2. Sentimen ini menggerakan harga XTZ naik,” kata Afid.

Berdasarkan analisis teknikalnya, XTZ sedang perlahan bergerak naik, setelah sempat terkoreksi dalam. Kemungkinan besar XTZ dapat terus bergerak menuju harga $ 2,5 atau naik sekitar 20% dari harga bawah $ 1,8 dalam beberapa hari ke depan. 

Peringkat XTZ di CoinMarketCap pada Rabu (18/5) pukul 12.00 WIB adalah #40, dengan kapitalisasi pasar $ 1.610.052.035. Pasokan yang beredar 894.951.222 koin XTZ dan maksimal pasokan tidak tersedia.

5. Cardano (ADA)

Analisis teknikal Cardano (ADA).

Cardano (ADA) menjadi salah satu aset berkinerja baik di 10 besar kripto berdasarkan kapitalisasi pasar selama 7 hari terakhir. Harga ADA kemungkinan akan melonjak pada pekan ini hingga 16% dengan harga mencapai $ 0,69.

Afid melihat kenaikan harga ADA didorong oleh kabar akan adanya perilisan Djed sebagai stablecoin Cardano yang dalam waktu dekat melakukan testnet publik. Djed, stablecoin algoritmik yang dipatok ke token Shen, telah meluncurkan testnet publiknya sebagai persiapan untuk peluncuran mainnet pada bulan Juni tahun ini.

“Pengumuman Djed sebagai stablecoin berbasis Cardano membuat sentimen positif pada harga ADA. Nilai ADA bisa melonjak dan akan berlangsung selama sepekan ke depan,” jelas Afid.

Lebih lanjut, Afid menjelaskan dari analisis teknikalnya kemungkinan besar selama batas bawah pada $ 0,59 masih terjaga, ADA masih dapat bergerak menuju harga sekitar $ 0,69 atau naik 16% dalam beberapa hari ke depan.

Peringkat ADA di CoinMarketCap pada Rabu (18/5) pukul 12.00 WIB adalah #40, dengan kapitalisasi pasar $ 19.001.157.418. Jumlah koin yang beredar 33.752.565.071 koin ADA dan maksimal pasokan 45.000.000.000 koin ADA.

Daftar 5 Aset Kripto Bearish

1. Beta Finance (BETA)

Analisis teknikal Beta Finance (BETA).

Beta Finance (BETA) adalah platform pinjaman aset kripto dan DeFi. Beta Finance memiliki alat perdagangan untuk memfasilitasi pengalaman pengguna DeFi.

Beta Finance memang sudah dikenal luas di dunia cryptocurrency dengan status sebagai crypto yang sangat menjanjikan. Namun, Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan BETA kemungkinan besar akan terjadi penurunan harga.

“Walaupun dari analisis teknikal, terlihat saat ini BETA tengah reli, tapi kemungkinan akan bearish. Penurunan harga akan terjadi secara bertahap dari harga puncak saat ini $ 0,13 ke $ 0,12 dan bisa anjlok ke $ 0,07 atau sekitar 35% selama beberapa hari ke depan,” ucap Afid.

Peringkat BETA di CoinMarketCap pada Rabu (18/5) pukul 12.00 WIB adalah #426, dengan kapitalisasi pasar $ 46.082.340. Jumlah koin yang beredar 401.666.667 koin BETA dan maksimal pasokan tidak tersedia.

2. JasmyCoin (JASMY)

Analisis teknikal JasmyCoin (JASMY).

JasmyCoin adalah token kripto asli dari jaringan Jasmy, platform Internet of Things (IoT) yang bertujuan untuk mengembangkan infrastruktur yang memungkinkan siapa saja menggunakan data dengan aman. Token JASMY dapat digunakan untuk membayar penyimpanan data dan jenis layanan serupa lainnya yang ditawarkan oleh jaringan Jasmy.

Afid menjelaskan JASMY kemungkinan besar akan kembali masuk ke fase bearish pada pekan ini. “JASMY bisa terus turun hingga harga $ 0,011 dari $ 0,015 atau turun 22% dalam beberapa hari ke depan. Walaupun sempat rebound, JASMY belum mendapatkan sentimen positif yang membuatnya naik.”

Peringkat JASMY di CoinMarketCap pada Rabu (18/5) pukul 12.00 WIB adalah #357, dengan kapitalisasi pasar $ 63.623.139. Pasokan yang beredar 4.754.930.780 koin JASMY dan maksimal pasokan 50.000.000.000 koin JASMY.

Baca juga: Lebih Kenal Aset Kripto Akropolis (AKRO) & Tellor (TRB)

3. Cortex (CTXC)

Analisis teknikal Cortex (CTXC).

Cortex adalah infrastruktur blockchain publik yang bisa digunakan untuk pembuatan dApps yang didukung AI. Model pembelajaran mesin dapat dikombinasikan dengan smart contract dalam jaringan. CTXC menjadi token asli untuk jaringan Cortex.

Afid mengatakan CTXC memang mengalami kenaikan harga yang signifikan selama beberapa hari terakhir. Oleh karenanya investor sudah jenuh dan overbought, sehingga membuat harganya bisa terkoreksi.

“CTXC dari analisis teknikalnya sudah overbought. Kemungkinan besar akan alami penurunan 16% dari level support-nya saat ini $ 0,13 ke $ 0,11,” kata Afid.

Peringkat CTXC di CoinMarketCap pada Rabu (18/5) pukul 12.00 WIB adalah #543, dengan kapitalisasi pasar $ 28.848.718. Pasokan yang beredar 195.091.597 koin CTXC dan maksimal pasokan 299.792.458 koin CTXC.

4. Frontier (FRONT)

Analisis teknikal Frontier (FRONT).

Frontier adalah platform agregasi Decentralized Finance (DeFi) rantai-agnostik. Pengguna dapat berpartisipasi dalam pelacakan dan manajemen protokol, staking, token swap, penyediaan likuiditas, pembuatan dan pemantauan Collateralized Debt Position (CDP), dan banyak lagi.

Frontier mendukung produk DeFi di Ethereum, Binance Smart Chain, BandChain, Kava, Harmony, dan Cosmos Network. FRONT adalah token utilitas asli Frontier dengan berbagai utilitas.

“Dari analisis teknikal, terlihat saat ini FRONT kemungkinan akan bearish. Penurunan harga akan terjadi dari harga saat ini $ 0,27 ke $ 0,21 atau sekitar 21% selama beberapa hari ke depan,” kata Afid.

Peringkat FRONT di CoinMarketCap pada Rabu (18/5) pukul 12.00 WIB adalah #589, dengan kapitalisasi pasar $ 24.315.030. Pasokan yang beredar 89.956.250 koin FRONT dan maksimal pasokan 90.000.000 koin FRONT.

5. IDEX (IDEX)

Analisis teknikal IDEX (IDEX).

Idex mengklaim sebagai DEX (decentralized exchange) likuiditas hibrida pertama yang menggabungkan model buku pesanan dengan pembuat pasar otomatis. IDEX adalah token ERC-20 di Ethereum. 

IDEX telah diaudit oleh Quantstamp, pemimpin dalam keamanan blockchain yang telah bekerja dengan proyek-proyek terkemuka seperti Maker, Compound, dan Avalanche. Idex sejauh ini terbukti memenuhi standar keamanannya yang tinggi dan tidak menghadapi masalah dengan serangan peretas.

IDEX sudah overbought dengan kenaikan harga yang sangat signifikan dalam waktu yang cepat. Alhasil harganya akan alami koreksi. Penurunan bisa terjadi sekitar 29% dari harga puncaknya $ 0,112 ke $ 0,080,” terang Afid.

Peringkat IDEX di CoinMarketCap pada Rabu (18/5) pukul 12.00 WIB adalah #353, dengan kapitalisasi pasar $ 65.539.916. Pasokan yang beredar 650.704.299 koin IDEX dan maksimal pasokan tidak tersedia.

Baca juga: Terungkap! Ini Arus Bitcoin Milik Organisasi Terra LUNA, Sudah Dijual Semua?

Disclaimer:

Konten ini bersifat informatif, bukan ajakan/anjuran membeli dan atau menjual aset kripto. Segala bentuk perdagangan aset kripto ditanggung pelanggan dengan segala risikonya karena merupakan keputusan pribadi. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang terjadi, baik keuntungan maupun kerugian dari perdagangan aset kripto.

Altcoin News

Shiba Inu (SHIB) Jadi Salah Satu Aset Kripto Paling Banyak Dilihat

Published

on

Ilustrasi aset kripto, Shiba Inu.

Shiba Inu (SHIB) menjadi salah satu aset kripto paling menarik di seluruh dunia. Menurut analisis CoinMarketCap tentang pasar kripto untuk bulan Agustus, Shiba Inu telah menjadi salah satu kripto paling menarik bagi pengguna di semua benua di dunia, kecuali Antartika.

Dikutip U Today, ketertarikan pada SHIB ditunjukkan oleh jumlah tampilan halaman Shiba Inu di CoinMarketCap. Dengan demikian, di Amerika Utara, Amerika Selatan, Asia dan Afrika, SHIB adalah aset kripto ketiga yang paling banyak dilihat dan posisinya hanya di bawah, Bitcoin dan Ethereum.

Sementara, wilayah Oseania dan Eropa, Shiba Inu berhasil disalip Terra Luna Classic juga, yang mungkin disebabkan oleh banyaknya yang ingin melihat gerak harga LUNC di minggu-minggu terakhir bulan Agustus lalu. Sebagaimana dicatat dalam penelitian tersebut, dua wilayah yang paling tertarik dengan memecoin, yang gelarnya masih dipegang oleh SHIB, adalah Amerika Latin dan Afrika.

Ilusrasi aset kripto SHIB.
Ilusrasi aset kripto SHIB.

Baca juga: Bank DBS dan The Sandbox Kolaborasi Luncurkan Metaverse Interaktif

Tren Pasar Shiba Inu

Berdasarkan data CoinMarketCap, kita dapat melihat bahwa Shiba Inu tetap menjadi salah satu koin yang paling banyak dilihat terlepas dari kondisi pasar kripto pada bulan Juli dan Agustus.

Shiba Inu bisa menjadi diversifikasi minat investor dibandingkan dengan pesaing utamanya, Dogecoin. SHIB dianggap lebih menjanjikan karena terus melakukan perkembangan ekosistem.

Baca juga: Penyebab Terra Luna Classic Anjlok Mendadak Rugikan Investor

Misalnya, tim yang bertanggung jawab atas SHIB: The Metaverse secara teratur melaporkan perekrutan tim dan pakar dari dunia film besar dan konten hiburan ke jajarannya. Shiba Eternity, game mobile dari Shiba Inu, baru saja diluncurkan dan sudah menjadi hit di Asia.

Kemudian, desas-desus tentang kemungkinan rilis Shibarium yang akan segera terjadi, yang akan membuat sektornya juga dicatat oleh CoinMarketCap sebagai salah satu yang paling menarik, terus-menerus memicu minat pada SHIB di antara pengguna.

Disclaimer: Perdagangan aset kripto memiliki risiko yang tinggi. Harap lakukan perdagangan dengan hati-hati dan cermat. TokoNews tidak bertanggung jawab atas kerugian perdagangan yang dilakukan.

Continue Reading

Altcoin News

Penyebab Terra Luna Classic Anjlok Mendadak Rugikan Investor

Published

on

Ilustrasi aset kripto, Terra LUNA.

Terra Luna Classic sempat kembali mencuri perhatian karena termasuk ke dalam salah satu altcoin yang menguntungkan dalam beberapa hari terakhir. Namun, ternyata memasuki pekan ketiga September, LUNA dan LUNA Classic kembali anjlok.

Dikutip Decrypt, Terra telah kehilangan tenaga setelah lonjakan mendadak minggu lalu, tetapi harga LUNA dan LUNA Classic masih tergolong lebih baik, tidak terpuruk jauh. Terra LUNA turun akhir minggu lalu, karena versi token kripto yang di-reboot melonjak 247% pada awal hari Jumat (9/9).

Sebenarnya, token LUNA masih mengambil nilai besar selama seminggu terakhir, meski pendakian telah berhenti. Sekarang nilainya turun lebih dari sepertiga dari puncaknya baru-baru ini.

Dengan harga saat ini US$ 4,17 per koin, LUNA telah turun total 38% dari puncak Jumatnya sebesar US$ 6,72, per data dari CoinGecko.

Ilustrasi aset kripto, Terra LUNA.
Ilustrasi aset kripto, Terra LUNA.

Baca juga: Disney Metaverse akan Hadir Bawa Konsep Taman Hiburan Virtual

Harga Tertinggi LUNA Sejak Krisis

Nilai tersebut adalah harga tertinggi yang berhasil dicapai untuk LUNA sejak 1 Juni lalu, tak lama setelah koin generasi kedua diluncurkan dan didistribusikan ke pemegang aset kripto LUNA sebelumnya, yang sejak itu berganti nama menjadi LUNA Classic (LUNC).

Meskipun itu adalah penurunan yang cukup besar, LUNA masih mempertahankan sedikit kenaikannya baru-baru ini. Itu masih naik 133% selama tujuh hari terakhir, lebih dari dua kali lipat dalam beberapa hari terakhir setelah menghabiskan berbulan-bulan melayang di sekitar US$ 2.

Altcoin Ekosistem Terra Turun

Menariknya, koin-koin lain di ekosistem Terra telah memetakan kemunculan dan penurunan serupa dalam beberapa hari terakhir. LUNC, misalnya, telah turun 43% sejak puncak akhir pekan lalu, dan turun 17% selama 24 jam terakhir dengan harga saat ini US$ 0,0003. Meski begitu, LUNA Classic tetap naik 33% dalam seminggu dan 242% selama 30 hari terakhir.

Ilustrasi aset kripto Terra Classic (LUNC).
Ilustrasi aset kripto Terra Classic (LUNC).

Baca juga: Raja Charles III Soal Blockchain: Perkembangan yang Menarik

Sementara itu, TerraClassicUSD (USTC) —sebelumnya stablecoin yang dipatok dolar bernama UST— turun 10% hari ini dengan harga US$ 0,047, tetapi masih naik hampir 54% selama seminggu terakhir dan 61% selama 30 hari terakhir.

Kenaikan LUNC dalam beberapa minggu terakhir lebih bertahap daripada LUNA, dan telah terjadi di tengah inisiatif yang dipimpin oleh komunitas untuk membangun kembali ekosistem yang hancur.

Continue Reading

Altcoin News

Alasan Terra Luna Classic Ungguli Bitcoin Selama 30 Hari Terakhir

Published

on

Alasan Terra Luna Classic ungguli Bitcoin selama 30 hari terakhir. Foto: Coinpedia.org.

Terra Luna Classic kini jadi salah satu altcoin yang mencuri perhatian dalam beberapa hari terakhir. Setidaknya Terra Classic (LUNC) menikmati sedikit kebangkitan dalam seminggu terakhir, karena nilainya mengalami kenaikan yang signifikan.

Dikutip dari Be[in]crypto, nilai LUNC meningkat setelah pengenalan burn tax 1,2% pada semua pertukaran. Token diperdagangkan capai US$ 0,00031131 selama seminggu, bahkan pada saat berita ini ditulis nilainya sudah tinggi US$ 0,0004052 atau naik lebih dari 57% dalam 24 jam terakhir.

Terlepas dari ini, LUNC adalah salah satu aset kripto berkinerja terbaik di bear market saat ini. Token mampu bangkit sejak ledakan historisnya pada bulan Mei lalu, di mana aset telah meningkat lebih dari 25.000% selama empat bulan terakhir.

Dalam 30 hari terakhir saja, LUNC naik 160,5% dan hampir 200% dalam 14 hari terakhir.

Ilustrasi aset kripto, Terra Classic (LUNC).
Ilustrasi aset kripto, Terra Classic (LUNC).

Baca juga: Analis: Terra Classic (LUNC) Tidak Akan Pernah Capai Harga US$ 1

LUNC Mampu Kalahkan Bitcoin

Untuk konteks perbandingan dengan kripto lain, Bitcoin telah kehilangan lebih dari 13% nilainya selama 30 hari terakhir, sementara Ethereum telah kehilangan sekitar 4%, meskipun antusiasme seputar The Merge mulai merangkak naik.

Salah satu faktor penyebab naiknya harga LUNC adalah komunitas Terra ingin menghidupkan kembali ekosistem. Token LUNA asli melihat turunya volume perdagangan mencapai US$ 7 triliun setelah runtuhnya ekosistem Terra.

Inflasi token akhirnya menyebabkan jatuhnya nilainya dari lebih dari US$ 80 menjadi kurang dari satu sen. Sejak itu, para pengembang telah menyerahkan tata kelola blockchain kepada komunitas, yang sekarang ingin menebus aset kripto teratas kembali.

Faktor Harga LUNC Kembali Meroket

Selain itu, ada faktor lain yang menyebabkan harga LUNC kembali melonjak. Sebelum mekanisme burn baru 1,2%, tingkat ‘pembakaran’ yang ada telah menyebabkan penghapusan lebih dari 3 miliar token dari peredaran.

Ilustrasi aset kripto, Terra Classic (LUNC).
Ilustrasi aset kripto, Terra Classic (LUNC).

Baca juga: Wamendag Sebut Bursa Kripto Bakal Rilis Akhir Tahun 2022

Mekanisme staking di Terra telah membantu rebound harga untuk token. Staking ratio tadinya 2,6% dari total pasokan pada 27 Agustus lalu. Namun, kini sudah mencapai 7,5%.

Imbalan taruhan APY 37% adalah faktor utama yang menarik lebih banyak investor. Tetapi, pengembalian yang tinggi ini memiliki kemiripan dengan hasil yang tidak berkelanjutan yang menyebabkan runtuhnya ekosistem asli.

Namun demikian, banyak yang antusias dengan mekanisme token burn baru, yang akan ditayangkan pada 12 September mendatang. Ini akan berlaku untuk swap on-chain dan pertukaran, seperti Binance dan KuCoin.

Setelah mekanisme token burn dimulai, hal itu dapat mengakibatkan hampir separuh pasokan terbakar dalam beberapa bulan, tergantung pada volume perdagangan. Namun, ada banyak variabel yang akan mempengaruhi seberapa efektif mekanisme pembakaran.

Disclaimer: Perdagangan aset kripto memiliki risiko yang tinggi. Harap lakukan perdagangan dengan hati-hati dan cermat. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas kerugian perdagangan yang dilakukan.

Continue Reading

Popular