Connect with us

Highlight 3

Lebih Memahami Ekonomi Kreatif: Pengertian, Pendorong dan Contohnya

Published

on

ilustrasi lukisan ekonomi kreatif

Meski Pandemi COVID-19 belum sepenuhnya menghilang, perekonomian Indonesia mulai menunjukkan geliat. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia pada triwulan pertama 2022 mengalami peningkatan sebesar 5,01%. Peningkatan tersebut tentunya didukung oleh beberapa sektor ekonomi tanah air. Salah satunya adalah ekonomi kreatif.

Pertumbuhan ekonomi kreatif di Indonesia belakangan ini memang semakin menjanjikan.  Menurut laporan Bekraf OPUS Ekonomi Kreatif Outlook 2019, kontribusi ekonomi kreatif terhadap perekonomian nasional mencapai angka 7,44% dan diproyeksikan akan terus naik. Bahkan, kontribusi ekonomi kreatif Indonesia terhadap PDB (Pendapatan Domestik Bruto) adalah yang terbesar ketiga di dunia setelah Amerika Serikat dan Korea Selatan.

Lantas, bagaimana NFT dapat membantu perekonomian kreatif Indonesia? Simak penjelasannya!

Apa itu Ekonomi Kreatif dan Cirinya?

Istilah ekonomi kreatif pertama kali dicetuskan seorang penulis, John Howkins, dalam buku berjudul The Creative Economy: How People Make Money from Ideas (2001). Menurut Howkins, pada awal 2000-an muncul suatu gelombang ekonomi baru yang berbasis ide dan kreativitas. Hal ini didasari oleh fakta bahwa pada 1997, produk HKI (Hak Kekayaan Intelektual) menjadi barang ekspor utama Amerika Serikat.

Masih dari buku yang sama, ekonomi kreatif digambarkan sebagai suatu proses penciptaan nilai sebagai hasil dari ide. Itu artinya, pemikiran pun, jika diolah dengan tepat, bisa menghasilkan sesuatu yang bernilai ekonomi.

Sedangkan menurut blueprint Pengembangan Ekonomi Kreatif Indonesia 2009-2015, sektor ekonomi ini disebut sebagai sebuah “era baru ekonomi yang menekankan pada informasi dan kreativitas dengan mengandalkan ide dari SDM sebagai faktor produksi utama”.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa ekonomi kreatif adalah kegiatan perekonomian yang berasal dari ide, pikiran, dan kreativitas suatu pihak yang dijadikan sebagai landasan utama dalam menghasilkan suatu produk berupa barang atau jasa yang bernilai.

Adapun ciri-ciri dari penerapan ekonomi kreatif yang telah kami rangkum antara lain:

  1. Kreativitas adalah ciri utama dari ekonomi kreatif;
  2. Mudah diganti karena terus adanya kreasi dan inovasi yang terus dilakukan sesuai dengan perkembangan aktivitas ekonomi dan zaman. Tentu hal ini dilakukan agar hal tersebut bisa diterima dengan baik oleh pasar dan konsumen;
  3. Ide adalah hal utama. Ide adalah hal selalu berkaitan dengan proses kreasi dan inovasi;
  4. Kerja sama antar pihak sangat dibutuhkan.

3 Faktor Pendorong Ekonomi Kreatif

Secara garis besar, ekonomi kreatif digerakkan oleh kreativitas manusia. Ide dan gagasan kreatif menjadi faktor produksi utama dalam kegiatan ekonominya. Mereka yang sukses dalam sektor ekonomi ini adalah mereka yang mampu berpikir kreatif dan berbeda dari para pesaingnya.

Namun, di samping kreativitas, ternyata ada juga faktor lain yang mendorong perekonomian kreatif, di antaranya:

1. Kemajuan teknologi

Agar ide dan gagasan yang ditemukan bisa benar-benar diimplementasikan dalam kehidupan, maka diperlukan teknologi. Semakin maju teknologi, maka semakin mudah ide tersebut untuk direalisasikan. Namun, jika tidak ada dukungan teknologi, maka ide kreatif pun akan sulit terwujud.

2. Keahlian SDM

Seperti yang telah disebutkan, ekonomi kreatif sangat bergantung pada SDM. Tanpa SDM, maka tidak akan mungkin ada pemikiran kreatif. Agar pemikiran tersebut tidak hanya sebatas rencana, SDM harus memiliki keahlian yang mendukung.

3. Kemudahan akses

Terakhir, sektor kreatif tidak akan mungkin berkembang tanpa adanya akses menuju informasi. Dengan mempelajari informasi terkini, SDM akan lebih mudah menghasilkan serta mengembangkan gagasan kreatif mereka.

Apa Saja Contoh Ekonomi Kreatif?

Di Indonesia sendiri, terdapat total 17 subsektor kreatif. Cakupannya pun bisa dibilang cukup menyeluruh, yaitu sbb.

  1. arsitektur, 
  2. desain interior, 
  3. kuliner, 
  4. musik, 
  5. pengembang permainan, 
  6. fesyen, 
  7. desain produk, 
  8. fotografi, 
  9. desain komunikasi visual, 
  10. film animasi dan video, 
  11. seni rupa, 
  12. televisi dan radio, 
  13. periklanan, 
  14. seni pertunjukan, 
  15. aplikasi, 
  16. penerbitan, 
  17. Kriya

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bahkan terbuka dengan berbagai kemungkinan yang ada. 

Nih, berikut kami sampaikan sedikit contohnya:

  1. Fashion

Tren berpakaian yang terus berubah-ubah dari masa ke masa membuat terus berinovasinya bidang ini. Selalu saja ada yang berbeda dari tahun ke tahun mengenai pakaian yang banyak dicari ataupun dipakai oleh orang biasa hingga fashionista

Salah satu contoh bisnis kreatif yang sudah sukses di Indonesia adalah I Wear Up yang lahir atas gagasan Diana Rikasari, seorang fashion designer asal Jakarta. Dengan desain produk yang unik, colorful, serta youthful membuat I Wear Up menjadi salah satu brand fashion kebanggaan Indonesia yang menarik hati pecinta fashion dalam negeri. Terlebih I Wear Up selalu membagikan makna positive vibes di tiap produk-produk mereka. 

  1. Kuliner

Kebutuhan pangan selalu dibutuhkan oleh manusia. Makanya tak heran kalau bidang kuliner merupakan contoh ekonomi kreatif karena selalu saja ada inovasinya. Mulai dari kombinasi bahan, hingga kombinasi makanan kekinian yang dicampur dengan makanan tempo dulu bisa ditemui.

Mari kita ambil contoh Lunch For My Husband sebagai salah satu bisnis kreatif di bidang kuliner. Bisnis makanan rumahan milik pasangan suami istri, Mawarid Rolansyah dan Yori Atira ini menawarkan produk sandwich yang dikemas dengan latar belakang menu western. Terbaru, mereka tengah menggodok menu sandwich yang terinspirasi dari menu nasi Padang, lho! Kira-kira bakal gimana yah perpaduan cita rasa barat dan asli Indonesia ini?

  1. Kriya

Tak bisa dipungkiri kriya asal Indonesia patut diacungi jempol. Bahkan tak sedikit kriya asal Indonesia yang bisa memasuki pasar internasional. Salah satunya, Jewel Rocks Bijoux yang merupakan brand perhiasan asal Bali milik Imelda Widjaja. Yang menjadi ciri khas dari perhiasan ini adalah material yang digunakan berasal dari batu mulia. Tak sedikit pula beberapa produk mereka yang terinspirasi dari kekayaan alam maupun budaya Indonesia. 

Kerennya lagi, brand lokal  ini resmi diundang oleh L’Adresse Paris Agency untuk menampilkan karya mereka di Paris Fashion Week 2022, lho! Di sana Jewel Rocks Bijoux memamerkan 10 desain terbaru yang saat itu belum launching di Indonesia serta koleksi best seller mereka. 

Penerapan Ekonomi Kreatif dengan NFT

contoh ekonomi kreatif

Salah satunya datang dari dunia digital, tepatnya NFT (non-fungible token). Inovasi NFT diperkirakan dapat membantu meningkatkan nilai ekonomi sektor kreatif, terlebih kini dunia telah memasuki era digital. Melalui Bidang Industri dan Investasi, Kemenparekraf tengah mendorong para pelaku usaha yang bergerak di industri kreatif dan pariwisata untuk memanfaatkan NFT.

Terlebih, dari perspektif tertentu, NFT juga bisa melindungi hak-hak pelaku industri kreatif. Misalnya pada subsektor musik, NFT bisa dijadikan sertifikat digital yang membuktikan kepemilikan karya seorang musisi. Hal ini akan melindungi mereka dari kejahatan seperti pembajakan.

Baca juga: Cara Membuat NFT Art yang Mudah dan Menjual

Dari sini, bisa disimpulkan bahwa NFT bisa masuk ke sektor ekonomi kreatif karena sekarang dunia tengah memasuki era digital. NFT yang memiliki format digital tentu sangat relevan dengan situasi saat ini.

Yuk, bantu perekonomian kreatif Indonesia melalui NFT! Kini, Anda bisa memamerkan sekaligus menjual karya NFT dengan mudah melalui TokoMall, pelopor marketplace NFT di Indonesia. Lewat TokoMall, Anda tak hanya bisa melakukan transaksi NFT, tapi juga membantu pertumbuhan ekonomi kreatif tanah air, terutama di bidang digital. Untuk memulai, silakan klik di sini

Altcoin News

5 Crypto Potensial Pekan Ini: XRP, BNB, EOS, SNP dan OXY

Published

on

Ilustrasi 5 Crypto Potensial Pekan Ini: XRP, BNB, EOS, SNP, OXY. Foto: Dok. Coinvestasi.

Awal pekan ini dimulai dengan pergerakan koreksi yang cukup signifikan dini hari yang terjadi pada mayoritas crypto secara dadakan. 

Kabar baiknya, setelah koreksi tersebut saat ini mayoritas crypto sedang bergerak menyamping atau dalam konsolidasi yang memberi harapan baru. 

Walau pasar crypto masih belum memiliki arah yang jelas, terdapat beberapa crypto dengan sentimen positif yang dapat mendorong harganya naik. 

Dalam artikel ini akan diberikan lima crypto potensial yang memiliki sentimen positif sehingga dapat mendorong harganya naik. 

Ripple (XRP)

Pertama adalah XRP yang sedang mendapat sentimen positif dari kelanjutan kasus sidang dengan Securities and Exchange Commission atau SEC. 

Dikabarkan bahwa menuju yang diprediksi sebagai sidang terakhir, Ripple masih terlihat unggul. 

Setelah masa perbincangan sebelum sidang, dimana Ripple dan SEC berbagi data yang kemungkinan akan dijadikan bahan penuntutan atau masa “discovery”, terlihat bahwa Ripple masih unggul. 

Hal ini disebabkan belum adanya bukti terbaru untuk menjegal Ripple dan SEC kehabisan bahan untuk menuntut sehingga kemungkinan sidang akan berhenti.

Kabar ini menjadi sentimen positif karena membawa Ripple kemungkinan keluar dari kasus ini yang telah berjalan sejak Tahun 2020.

Jika benar selesai maka XRP akan kembali naik karena kembali legal dan kemungkinan bisa kembali masuk terdaftar di beberapa exchange

Saat ini satu hambatan adalah terkait testimoni dari mantan kepala SEC yang masih diperdebatkan. Jika perdebatan itu sudah selesai maka kemungkinan XRP akan kembali legal. 

Dari sisi teknikal, saat ini XRP masih terlihat bergerak naik dalam zona apresiasinya sejak beberapa hari yang lalu. 

5 Crypto Potensial Pekan Ini: XRP, BNB, EOS, SNP, OXY
Grafik Harian XRPUSD

Selama batas bawah pada $0.70 masih terjaga, kemungkinan besar XRP dapat naik menuju $0.99 dalam beberapa hari ke depan. 

Baca juga: CEO Robinhood: Bagaimana Dogecoin Bisa Menjadi Mata Uang Internet

Binance Coin (BNB)

Kedua adalah BNB yang akan memiliki sentimen positif setelah peluncuran fitur terbaru. Fitur ini adalah Binance Bridge 2.0 dimana Binance meluncurkan bridge atau jembatan antar blockchain

Dengan fitur ini, Binance telah meluncurkan bridge yang dapat menyambungkannya dengan beberapa blockchain lain. 

Saat ini yang sudah tersambung adalah Blockchain Ethereum dan kedepannya akan lebih banyak blockchain lain. 

5 Crypto Potensial Pekan Ini: XRP, BNB, EOS, SNP, OXY

Bridge ini juga akan menyambungkan seluruh aplikasi yang tersentralisasi dan terdesentralisasi antar blockchain

Caranya adalah dengan penciptaan BTokens dimana BTokens ini adalah token yang akan berpindah dalam bridge antar blockchain

Nantinya BTokens bisa ditukarkan dengan token atau koin apa pun yang diinginkan di masing-masing blockchain dengan rasio satu banding satu. 

Jadi sebuah koin atau token akan berubah menjadi BTokens di bridge dan berubah kembali menjadi token atau koin aslinya saat sudah sampai di aplikasi blockchain lain. 

Inovasi ini mempermudah perpindahan crypto seperti BNB dari Binance Smart Chain dan mempermudah penerimaan crypto lain kepada Binance Smart Chain. 

Bersama inovasi ini, kemungkinan besar volume transaksi pada Binance Smart Chain akan meningkat yang dapat menjadi sentimen positif untuk BNB. 

Dari sisi teknikal, BNB masih terlihat bergerak dalam pergerakan apresiasinya. 

5 Crypto Potensial Pekan Ini: XRP, BNB, EOS, SNP, OXY
Grafik Harian BNBUSD

Selama batas bawah pada $405 kemungkinan besar BNB dapat bergerak naik menuju $458 dalam beberapa hari ke depan. 

Eos (EOS)

Ketiga adalah Blockchain EOS yang akan meluncurkan EVM atau Ethereum Virtual Machine agar token dari Ethereum dapat diterbitkan di EOS. h

Dikabarkan bahwa pada 19 April 2022 EOS akan meluncurkan versi uji coba dari fitur ini. Peluncurannya dilaksanakan pada jaringan uji coba EOS bernama jungle testnet. 

Dengan adanya fitur ini, kemungkinan besar volume transaksi pada EOS dapat meningkat.

Adanya EVM di ekosistem EOS akan membuat lebih banyak token dari Ethereum bergerak di EOS sehingga akan lebih banyak pergerakan di dalam Blockchain EOS.

Dari sisi teknikal, saat ini EOS masih terjebak dalam pola segitiga simetris dan belum memiliki arah yang jelas. 

5 Crypto Potensial Pekan Ini: XRP, BNB, EOS, SNP, OXY
Grafik Harian EOSUSD

Jika berhasil melewati $2.5 kemungkinan besar EOS dapat bergerak naik menuju $3.3 dalam beberapa hari ke depan. 

Baca juga: LINE Luncurkan Platform Marketplace NFT, Bisa Ekspansi ke Indonesia?

Synapse Network (SNP)

Keempat adalah Synapse Network yang saat ini sedang ambisius untuk menjadi salah satu proyek DeFi terbesar di dunia crypto. 

Synapse Network ingin menjadi platform DeFi yang dapat menjadi tempat investasi untuk proyek baru layaknya launchpad

Selain itu ia juga memiliki fitur cross chain jadi platformnya tersedia di beberapa blockchain.  

Saat ini sentimen positif yang akan datang adalah integrasi terbarunya yaitu dengan Solana pada 19 April 2022. 

Dengan semakin banyaknya blockchain yang ditempati oleh Synapse Network maka volume transaksinya kemungkinan akan terus meningkat. 

Dari sisi teknikal, saat ini SNP masih bergerak dalam kondisi apresiasi dan kemungkinan masih akan terjaga. 

5 Crypto Potensial Pekan Ini: XRP, BNB, EOS, SNP, OXY
Grafik Harian SNPUSD

Selama batas bawah pada $39,7 masih terjaga, kemungkinan besar SNP dapat bergerak naik menuju $50,5 dalam beberapa hari ke depan. 

Oxygen (OXY)

Kelima adalah Oxygen yang merupakan sebuah protokol DeFi yang bergerak untuk memberi pinjaman untuk para trader yang trading secara terdesentralisasi. 

Oxygen menggantikan peran broker pada bursa terdesentralisasi atau DeX, sehingga trader masih dapat menggunakan leverage walau tidak ada broker atau pihak ketiga. 

Saat ini OXY akan mengadakan program staking terbaru dimana biasanya saat ada program ini akan banyak OXY yang dikunci.

Semakin banyak OXY yang dikunci maka kemungkinan besar jumlahnya akan semakin langka. 

Jika semakin langka dan permintaannya bergerak naik, maka kemungkinan besar harganya juga akan bergerak naik. 

Dari sisi teknikal, saat ini OXY masih bergerak dalam pergerakan segitiga menurun atau descending triangle

5 Crypto Potensial Pekan Ini: XRP, BNB, EOS, SNP, OXY
Grafik Harian OXYUSD

Jika OXY dapat bergerak melewati $0.32 kemungkinan besar harga akan bergerak naik menuju $0.4 hingga $0.5 dalam beberapa hari ke depan. 

Baca juga: Penting! Gunakan Uang Dingin Ketika Berinvestasi Aset Kripto

Disclaimer

Artikel ini merupakan pandangan pribadi penulis dan bukan saran atau ajakan untuk investasi atau trading. Risiko ditanggung masing-masing. 

Sumber

Continue Reading

Blockchain

Kenalan dengan Wedge Pattern, Trader Kripto Wajib Tahu!

Published

on

ilustrasi wedge pattern

Dalam trading aset kripto, ada sebuah istilah yang bernama ‘wedge pattern

Apa itu Wedge Pattern?

Pada dasarnya istilah ini Wedge Pattern adalah pola grafik yang digunakan dalam menganalisis secara teknikal yang bisa menjadi parameter dari tren yang ada dalam jual beli aset kripto. Tak hanya mampu membantu para trader untuk menelaah aset mana yang sedang lemah atau kuat, namun, pola wedge ini juga membantu mereka untuk menentukan kapan harus beli atau menjual aset. 

Dalam pola ini ada dua pola yang harus kita kenali, di antaranya Rising Wedge dan juga Falling Wedge. Nah, untuk lebih lengkapnya, yuk simak!

Apa Itu Rising Wedge ?

contoh rising wedge pattern

Pola rising wedge adalah indikator yang menjadi penanda adanya pembalikan harga ke arah tren bearish. Dilansir dari website Investopedia, pola ini terjadi sewaktu harga sekuritas naik dari waktu ke waktu, namun juga dapat terjadi ketika tren sedang turun. Pola ini digambarkan dengan garis tren yang mengerucut ke atas. Para trader atau analis bisa mengantisipasi terjadinya reversal (perubahan harga aset).  

Baca juga: Market Aset Kripto Alami Tren Bullish, Apa Penyebabnya?

Apa Itu Falling Wedge ?

contoh falling wedge pattern

Berbeda dengan rising wedge, pola falling wedge menandakan pergerakan harga aset yang akan bullish. Sebagaimana dengan rising wedge pattern, para trader untuk menganalisis secara teknikal. Pada pola ini price action mengerucut ke bawah sebagaimana reaksi rendah dan tinggi bertemu di titik konvergensi. 

Baik rising wedge maupun falling wedge, kedua pola ini memiliki dua jenis pola yang harus kita ketahui, apa saja itu?

Jenis-jenis Falling dan Rising Wedge Pattern

Pola Reversal

Pada dasarnya, pola reversal atau reversal pattern ini merupakan pola yang mampu memprediksi dan mengidentifikasi perubahan tren dari perubahan pasar. Kedua wedge pattern di atas memiliki pola ini. Namun, yang membedakan keduanya adalah apabila falling wedge mengacu pada bullish, sedangkan untuk rising mengacu pada bearish.

Pola Continuation

Selain pola reversal, ada pola lain, yakni pola continuation pattern. Berdasarkan Investopedia, continuation pattern atau pola continuation menandakan bahwa harga akan terus bergerak pada arah yang sama setelah pola ini selesai seperti sebelumnya. 

Bagaimana Cara Menggunakan Wedge Pattern Pada Trading?

Tentu, trading tidak bisa dilakukan dengan asal-asalan tanpa persiapan. Pasalnya, meski kini terkesan populer, trading kripto sangatlah tricky, sehingga para trader atau calon trader perlu mempelajarinya. Maka dari itu, untuk mendapatkan hasil yang optimal, para trader perlu merancang strategi dan memahami bagaimana skema dari trading kripto ini sendiri.

Dari penjelasandi atas, ada beberapa strategi jitu untuk memaksimalkan aktivitas trading melalui pola rising dan juga falling wedge. Apa sajakah itu?

  1. Menentukan Target Profit dan Risiko

Trading kripto adalah aktivitas yang memiliki risiko. Dengan demikian, sebaiknya trader harus mengkalkulasikan kerugian dan keuntungan, serta mempertimbangkan target profit sebelum terjun ke pasar aset kripto.

  1. Mengonfirmasi Pola 

Setelah menentukan target profit dan juga risiko, sebagai trader, Anda harus menganalisa pergerakan pola harga aset. Sebelum membeli aset, Anda harus memperhatikan apakah harga melewati garis tren atas atau menembus garis tren bawah.

  1. Menentukan Kapan Waktu yang Tepat untuk Stop-loss

Stop-loss merupakan salah satu teknik dalam trading kripto yang mampu memitigasi kerugian. Dengan menggunakan teknik ini, para trader bisa mendapatkan keuntungan seperti mempertahankan uang yang diinvestasikan, menghasilkan keuntungan, dan mencegah kerugian yang lebih besar. 

Kendati begitu, teknik ini tidak bisa dilakukan dengan sembarangan. Ada dua cara agar Anda dapat menentukan kapan harus melakukan stop-loss, di antaranya adalah dengan trailing stop-loss  

  1. Mengkonfirmasi Keaslian Wedge Pattern

Ketika sedang melakukan aktivitas trading, trader terkadang menemukan pattern yang diragukan keabsahannya. Lantas, apabila menemukan hal seperti itu, apa yang harus dilakukan para trader bisa menganalisa pola dengan tepat? Ada dua metode yang bisa trader lakukan untuk mengkonfirmasi keaslian pola ini. Yang pertama adalah dengan memastikan naik atau turunnya nilai perdagangan aset.

Kemudian, metode kedua yang bisa trader lakukan adalah memeriksa pergerakan harga aset apakah berada di bawah level Fibonacci 50% atau tidak. 

Begitulah pembahasan tentang wedge pattern, kedua jenisnya, dan juga bagaimana cara menggunakan pola ini. Agar aktivitas trading kripto Anda tetap aman dan terhindar dari scam, sebaiknya Anda melakukan riset terlebih dahulu. Untuk mendapatkan informasi yang komprehensif terkait dunia aset kripto, kunjungi website Tokonews dan bergabung di komunitas Tokocrypto sekarang!

Continue Reading

Crypto

Aturan Pajak Aset Kripto di Indonesia Resmi Terbit: Terlalu Berat Bagi Investor

Published

on

Ilustrasi market kripto di Indonesia.

Pemerintah Indonesia akhirnya menerbitkan aturan pengenaan pajak atas transaksi perdagangan aset kripto. Namun, banyak analis menyebutkan beban pajak terlalu tinggi sehingga memberatkan bagi investor dalam negeri.

Perdagangan aset kripto di Indonesia akan mulai dikenakan Pajak Pertambahan Nilai atau PPN dan Pajak Penghasilan atau PPh yang akan berlaku mulai 1 Mei 2022. Hal tersebut tercantum dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 68/PMK.03/2022 yang telah ditetapkan oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani pada 30 Maret 2022 dan diundangan pada hari yang sama.

Dalam aturan tersebut, Sri Mulyani menyatakan bahwa aset kripto yang berkembang luas dan menjadi komoditas perdagangan merupakan objek PPN. Hal tersebut sejalan dengan Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Nomor 8/1983 yang diubah dengan Undang-Undang Nomor 7/2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP).

“Bahwa untuk memberikan kepastian hukum, kesederhanaan, dan kemudahan administrasi pemungutan, penyetoran, dan pelaporan pajak atas perdagangan aset kripto, perlu mengatur ketentuan mengenai pajak pertambahan nilai dan pajak penghasilan atas transaksi perdagangan aset kripto,” tulis Sri Mulyani di aturan PMK) Nomor 68/PMK.03/2022.

market kripto bitcoin
Ilustrasi market kripto bitcoin.

Baca juga: Riset: Indonesia Jadi Negara Pengadopsi Aset Kripto Tertinggi di Dunia

Besaran Tarif Pajak Aset Kripto di Indonesia

Pemerintah mengatur penyelenggara perdagangan melalui sistem elektronik (PMSE) akan bertugas memungut, menyetor, dan melaporkan PPN terutang atas penyerahan aset kripto. PMSE merupakan penyelenggara kegiatan pelayanan untuk memfasilitasi transaksi aset kripto, termasuk perusahaan dompet elektronik (e-wallet).

Berikut besaran tarif PPN dan PPh untuk transaksi kripto yang ditetapkan PMK 68/2022:

  1. 1 persen dari tarif PPN dikali dengan nilai transaksi aset kripto, jika penyelenggara PMSE merupakan pedagang fisik aset kripto.
  2. 2 persen dari tarif PPN dikali dengan nilai transaksi aset kripto, jika penyelenggara PMSE bukan pedagang fisik aset kripto.
  3. Pph 0,1% dari nilai transaksi aset kripto, tidak termasuk PPN dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), berlaku bagi penjual aset kripto, penyelenggara PMSE dan penambang aset kripto.
  4. Jika penyelenggara PMSE bukan pedagang fisik aset kripto, maka PPh pasal 22 bersifat final yang dipungut sebesar 0,2%.

Pajak Aset Kripto Dorong Penerimaan Negara

Aspakrindo (Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia) menyambut baik aturan pengenaan pajak aset kripto yang disahkan oleh Kemenkeu. Dengan aturan pajak ini akan industri aset kripto akan dipadang memiliki legitimasi yang kuat, seperti layaknya industri lainnya yang berkembang di Indonesia.

“Pemberlakuan pajak terhadap aset kripto sangat memungkinkan dan memberi dampak positif pada industri yang sudah berjalan baik saat ini. Namun, pemberlakuan pajak tersebut masih perlu pembahasan yang lebih fokus dengan unsur hati-hatian dan mendalam,” kata Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) & COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda.

Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) & COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda
Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) & COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda

Baca juga: Daftar Anak Muda yang Kaya Berkat Investasi Aset Kripto

Lebih lanjut, Manda menjelaskan pengaturan pajak bisa menguntungkan semua pihak dari pemerintah hingga investor. Sebagaimana yang telah kita ketahui perdagangan aset kripto dalam negeri saat ini tumbuh begitu pesat dalam 2 tahun terakhir.

“Industri aset kripto diestimasikan menghasilkan transaksi perdagangan bernilai setidaknya Rp 2,35 triliun per hari, atau Rp 859,4 triliun per tahun pada 2021. Hal ini menimbulkan potensi ekonomi, dan tentu saja, potensi penerimaan negara dari sektor perpajakan yang cukup signifikan,” ungkapnya.

Pajak Kripto Terlalu Tinggi Beratkan Investor

Manda melihat aturan pengenaan pajak aset kripto yang disahkan oleh Kemenkeu dapat memberatkan investor dalam negeri. Pasalnya beban pajak yang ditetapkan terlalu tinggi.

Pengenaan pajak PPN dan Pph masing-masing 0,1%-0,2% dinilai terlalu tinggi untuk dibebankan pada industri aset kripto yang masih baru tumbuh di Indonesia. Dikhawatirkan potensi pertumbuhan ke depan akan berjalan lambat.

“Investor tentu akan antusias, jika dalam pengaturan pajak ini menguntungkan semua pihak. Namun di sisi lain, jika penerapan pajak yang terlalu tinggi dan membebani investor dapat menyebabkan potensi terhambatnya perkembangan industri aset kripto sendiri,” jelasnya.

Siap! Transaksi Crypto di Indonesia Akan Dikenakan Pajak 0,1%
Ilustrasi pajak aset kripto.

Bagi investor dalam negeri tentu dengan membayar pajak transaksi aset kripto bisa berkontribusi dalam pembangunan negara. Pajak memiliki manfaat untuk membiayai pengeluaran reproduktif yang berdampak langsung pada masyarakat.

“Aset kripto termasuk komoditi di Indonesia, sehingga aturan pengenaan tarif PPN perlu dikaji ulang. Kemudian, perdagangan aset kripto di Indonesia terbilang masih baru,” tutur Manda.

Jika tarif PPh Final atas aset kripto 0,1 persen, maka akan membebankan investor dalam negeri. Padahal dengan keringanan perpajakan akan menjadi alasan kuat investor untuk bertahan di exchange lokal.

Baca juga: Peluncuran Bursa Kripto di Indonesia Resmi Mundur, Jadi Kapan?

Continue Reading

Popular