Connect with us

Business

KunciCoin Gandeng Qoinpay Perluas Utilitas Project Kripto, Apa Itu?

Published

on

KunciCoin gandeng Qoinpay perluas utilitas project kripto. Foto: KunciCoin.

Project aset kripto lokal, KunciCoin (KUNCI) menjalin kemitraan strategis dengan mengandeng Qoinpay untuk menambah cakupan utilitasinya. Kemitraan ini dilakukan sebagai upaya memperkenalkan ekosistem dan pemanfaatan aset kripto di tengah masyarakat.

Qoinpay sendiri merupakan platform aplikasi payment gateway berbasis QRIS dan blockchain yang menjembatani pengguna menggunakan aset kripto yang dimiliki untuk melakukan transaksi pembelian di lebih dari 12 juta merchant, mulai dari restaurant, kafe, hotel, tempat perbelanjaan dan lainnya.

“QoinPay kami kembangkan itu bertujuan untuk membantu para crypto holders yang telah memiliki aset kripto beberapa waktu dan mereka mencari cara untuk melakukan utilisasi terhadap aset kripto mereka. Maka, Qoinpay ada,” kata CEO QoinPay, Setiawan Adhiputro dikutip CoinDesk.

KunciCoin gandeng Qoinpay perluas utilitas project kripto. Foto: KunciCoin.
KunciCoin gandeng Qoinpay perluas utilitas project kripto. Foto: KunciCoin.

Baca juga: Peneliti Ini Riset Cari Produk Kripto yang Sesuai di Indonesia

KunciCoin Masuk ke Platform Qoinpay

KunciCoin menjadi salah satu aset kripto dari Indonesia yang masuk ke dalam platform Qoinpay. Sebelumnya sudah ada kripto big cap, seperti Bitcoin, Ethereum, Solana, BNB dan Tether.

Qoinpay akan memfasilitasi para holder KUNCI untuk bisa bertransaksi membeli apapun secara instan dengan scan QRIS. Sistem Qoinpay akan secara otomatis mengkonversi menjadi rupiah (IDR) setiap aset kripto yang dipilih pengguna pada saat transaksi dilakukan.

Munculnya inovasi yang dikembangkan Qoinpay tidak menyalahi aturan tentang aset kripto sebagai komoditi atau bukan digunakan untuk alat pembayaran. Model utilisasi yang ditawarkan oleh Qoinpay sudah legal, karena tetap menggunakan rupiah dan menggandeng alat transaksi digital resmi dari Bank Indonesia yakni QRIS.

Baca juga: Tokocrypto Market Signal 8 September 2022: Kripto Kembali Bangkit, ETH Raih Untung

Aturan Kripto di Indonesia

Bisnis model QoinPay juga sudah sejalan dengan aturan dan regulasi pemerintah di mana transaksi keperdataan antar pihak sebagaimana diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, dan telah sejalan dengan kerangka regulasi di bidang sistem pembayaran, pengelolaan aset digital, pengelolaan sistem elektronik, dan perlindungan konsumen.

“Yang kita bantu disini adalah bukan (penukaran) terhadap aset kripto tersebut, akan tetapi untuk mengutilisasi aset kripto tersebut menjadi sesuatu hal yang lebih real,” terang Setiawan.

QoinPay dapat menjadi media untuk transaksi digital dan mendukung penggunaan e-wallet dan QoinPay dapat saling terintegrasi. E-wallet yang dimiliki pengguna bisa langsung diintegrasikankan dengan Qoinpay, agar aset kriptonya bisa diutilisasi menjadi uang fiat. Selain itu, QoinPay memberikan kemudahan bagi pengguna untuk membuat akun e-wallet-nya sendiri.

Pengembangan yang dilakukan oleh KunciCoin juga merupakan bagian dari cara mengedukasi berbagai elemen masyarakat atas pembaruan teknologi berbasis kripto dan blockchain, serta menepis anggapan miring mengenai kemampuan developer Indonesia dalam mengembangkan kedua sektor tersebut.

Blockchain

CEO Tokocrypto: Web3 Sangat Potensial untuk Masa Depan

Published

on

CEO Tokocrypto, Pang Xue Kai, menjadi pembicara di loomberg Recovery and Resilience: Spotlight on Asean Business pada Senin (12/9). Foto: Bloomberg.

Tokocrypto terus berkomitmen untuk mengembangkan peluang dan memanfaatkan potensi yang ada di industri blockchain secara maksimal. Dalam acara Bloomberg Recovery and Resilience: Spotlight on Asean Business pada Senin (12/9), CEO Tokocrypto, Pang Xue Kai, mengatakan situasi crypto winter mungkin akan menghambat arus investasi di industri kripto dan blockchain, tetapi tidak akan menghentikannya.

Crypto winter terjadi berdasarkan pada situasi market saat ini yang umumnya disebabkan oleh inflasi dan lainnya. Namun, kami tahu ini akan berlalu,  karena bear market itu seperti siklus dan akan rebounce kembali. Peluang dan potensi di dunia blockchain dan Web3 akan selalu ada dan menarik investor meski dalam situasi market saat ini,” kata Kai.

“Investor tidak bisa mengabaikan peluang dari blockchain. Cobalah untuk mengenali relevansi blockchain yang jauh lebih luas dengan masa depan, jangan hanya memandangnya sebagai arsitektur teknologi untuk kripto.”

CEO Tokocrypto, Pang Xue Kai, menjadi pembicara di loomberg Recovery and Resilience: Spotlight on Asean Business pada Senin (12/9). Foto: Bloomberg.
CEO Tokocrypto, Pang Xue Kai, menjadi pembicara di loomberg Recovery and Resilience: Spotlight on Asean Business pada Senin (12/9). Foto: Bloomberg.

Baca juga: The Merge Ethereum Sukses: NFT Gas Fees Jadi Murah?

Dorong Startup Blockchain di Indonesia

Lebih lanjut Kai menjelaskan bahwa Web3, seperti Gamefi dan metaverse sangat potensial untuk masa depan. Khusus di Indonesia, baik pihak swasta dan pemerintah saat ini mencoba mempelajari implementasinya. Beberapa proyek sekarang sedang dibangun untuk adopsi yang lebih luas.

Blockchain akan terus mengubah berbagai sektor industri secara fundamental. Bagi Tokocrypto, kita akan terus mendorong adopsinya lebih luas dengan ekosistem yang kami bangun. Seperti TokoLabs, yang menjadi program akselerator startup blockchain di Indonesia untuk meningkatkan nilai dan menumbuhkan bisnis mereka dengna berbagai project Web3,” jelasnya.

Menurutnya saat ini, kemitraan dan regulasi telah menjadi kunci penting dalam mendorong adopsi aset digital, khususnya kripto, Web3 dan project blockchain lainnya. Maka dari itu, Tokocrypto selalu membuat peluang potensi kolaborasi dengan berbagai pihak, baik pelaku usaha hingga stakeholders.

Ilustrasi Tokocrypto
Ilustrasi Tokocrypto. Foto: Tokocrypto.

Baca juga: BNB Chain dan Google Cloud Kolaborasi Dukung Web3 dan Startup Blockchain

Tokocrypto Bangun TokoLabs

TokoLabs bersama BRI Ventures sendiri telah membantu mengembangkan bisnis berbagai project blockchain dari startup di Indonesia. Startup yang masuk dalam ekosistem TokoLabs akan mendapatkan bimbingan empat pilar utama: Branding dan marketing, strategi investasi, taktik lanskap investasi, dan akses ke peluang pendanaan. 

Adopsi blockchain oleh Tokocrypto bukan hanya dari TokoLabs saja, ada ekosistem TokoVerse telah mengembangkan T-Hub, crypto hub pertama di Asia; TokoMall, NFT marketplace pertama dan terbesar di Indonesia; Kriptoversity, aplikasi edutech blockchain learn-to-earn; TokoCare, program CSR berbasis blockchain, dan inisiatif lainnya.

Continue Reading

Business

Tesla Jual Pluit Rp 800 Ribu Harus Bayar Pakai Dogecoin

Published

on

Tesla jual pluit Rp 800 Ribu harus bayar pakai Dogecoin. Foto: Tesla.

Tesla memang perusahaan mobil listrik, tapi mereka kini juga meluncurkan Cyberwhistle, pluit metalik yang hanya dapat dibeli menggunakan aset kripto, Dogecoin (DOGE). Tesla meluncurkan Cyberwhistle baru yang terinspirasi oleh seri Cybertruck dengan desain futuristiknya.

Dilaporkan Cointelegraph, semua penjualan pluit Cyberwhistle bersifat final, dan produk diharapkan dikirim dalam waktu 4 hingga 6 minggu. Selain itu, Tesla mengharuskan pembeli untuk membayar hanya dalam DOGE.

Elon Musk usul Twitter dan Tesla terima pembayaran pakai Dogecoin. Foto: PCmag.
Elon Musk usul Twitter dan Tesla terima pembayaran pakai Dogecoin. Foto: PCmag.

Baca juga: BREAKING: The Merge Ethereum Sukses, Market Kripto Bangkit?

Harga untuk satu item pluit dibanderol harga 1.000 DOGE atau sekitar US$ 60 (Rp 895 ribu). Pajak dan pengiriman sudah termasuk dalam harga DOGE.

“Tiup peluitnya! Tapi Anda harus membayar di Doge.”

CEO Tesla, Elon Musk

Tesla Dukung Adopsi Kripto

Tesla mengatakan bahwa Dogecoin adalah satu-satunya aset kripto yang saat ini diterima untuk barang dagangan tertentu. Seperti transaksi aset digital lainnya, jumlah pembayaran yang salah atau jenis aset yang dikirim ke alamatnya tidak akan dikembalikan.

Pengguna memerlukan wallet DOGE untuk membayar barang Tesla. CEO Tesla, Elon Musk, telah menjadi pendukung terkemuka kripto memecoin dan bahkan mengklaim tahun lalu bahwa “Dogecoin lebih baik daripada Bitcoin untuk pembayaran.”

Ilustrasi Dogecoin (DOGE).
Ilustrasi Dogecoin (DOGE).

Baca juga: Shiba Inu (SHIB) Jadi Salah Satu Aset Kripto Paling Banyak Dilihat

Mengikuti tuntutan Tesla, SpaceX juga mulai menerima DOGE sebagai pembayaran barang dagangan pada bulan Mei lalu. Orang terkaya di dunia itu, juga baru-baru ini menggandakan dukungannya terhadap DOGE setelah gugatan US$ 258 miliar, menuduh skema ponzi kripto mengenai token.

“Saya akan terus mendukung Dogecoin,” kata Musk.

Continue Reading

Business

BNB Chain dan Google Cloud Kolaborasi Dukung Web3 dan Startup Blockchain

Published

on

Google diketahui menginvestasikan US$ 1,5 miliar ke perusahaan di industri blockchain. Foto: Getty Images.

BNB Chain, sebuah blockchain yang terkait erat dengan exchange kripto, Binance, menjalin kerja sama dengan Google Cloud untuk mendukung pertumbuhan Web3 dan startup blockchain.

Kolaborasi strategis ini berencana untuk menawarkan infrastruktur dasar, dukungan komputasi awan, dan akselerasi ke beberapa startup Web3 dan blockchain.

Ada sekitar 150 proyek Web3 dan blockchain di bawah program akselerator yang berfokus pada token BNB juga akan mendapatkan akselerasi dan dukungan ke program startup Google Cloud.

Ilustrasi Binance
Ilustrasi Binance. Foto: Shutterstock.

“Google Cloud adalah pemain Web2 yang sangat bagus dan benar-benar telah melakukan banyak hal tentang Web3. Penting bagi kami untuk bekerja dengan pemain besar yang memiliki visi besar, dan kami memiliki DNA dan visi yang sama,” kata Gwendolyn Regina, Investment Director of BNB Chain.

Baca juga: Pengadilan Korsel Keluarkan Surat Perintah Penangkapan Do Kwon

Google Masuk ke Dunia Web3

Kerja sama terbaru dengan BNB Chain ini mengikuti langkah percepatan Google ke dunia Web3. Awal tahun ini, Google Cloud menambahkan layanan deteksi ancaman malware penambangan kripto dan meluncurkan Tim Aset Digital khusus yang baru.

Prediksi Harga BNB-Tokocrypto
Ilustrasi aset kripto BNB.

Baca juga: Bank DBS dan The Sandbox Kolaborasi Luncurkan Metaverse Interaktif

Program Google for Startups Cloud Program memberikan kredit Google Cloud setiap tahun hingga 2 tahun untuk membantu bisnis tahap awal membangun dan mengembangkan proyek mereka.

Pembuat Web3 akan dapat terhubung dengan anggota tim Google Cloud Startup Success dan pakar materi pelajaran teknis perusahaan di seluruh manajemen data, analisis data, kecerdasan buatan, machine learning, dan zero trust security. Lokakarya pengembang Web3, serta pelatihan dan sertifikasi Google Cloud, juga akan tersedia bagi peserta.

Continue Reading

Popular