Altcoin News
Ketegangan AS–Iran Guncang Kripto, XRP Turun 4%: Potensi Naik?
XRP menghadapi potensi tekanan jual besar setelah lebih dari 472 juta token senilai sekitar US$652 juta.
Tim Research Tokocrypto sebut arus masuk masif ke bursa biasanya menandakan kesiapan untuk likuidasi.
XRP menghadapi potensi tekanan jual besar setelah lebih dari 472 juta token senilai sekitar US$652 juta dipindahkan ke Binance dalam sepekan terakhir. Lonjakan arus masuk ke bursa ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang memicu aksi jual di pasar kripto.
Dilaporkan BeInCrypto, data on-chain menunjukkan perpindahan dana tersebut menjadi periode inflow terbesar sepanjang Februari. Masuknya token dalam jumlah besar ke bursa kerap diartikan sebagai sinyal potensi tekanan jual, karena aset biasanya harus berada di platform perdagangan sebelum dapat dilepas ke pasar.
Ketegangan Geopolitik Picu Aksi Defensif

Eskalasi konflik di Timur Tengah disebut menjadi pemicu perubahan posisi investor. Laporan menyebut serangan gabungan Israel dan Amerika Serikat ke Iran terjadi tak lama setelah penutupan pasar keuangan tradisional, memperbesar ketidakpastian di aset berisiko termasuk kripto.
Situasi memanas setelah muncul laporan mengenai kematian Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, yang diikuti peningkatan serangan balasan Iran ke Israel dan sejumlah negara Teluk. Kondisi ini menekan sentimen investor global.
Pasar kripto bergerak melemah seiring aset berisiko lainnya, sementara emas menguat sebagai aset lindung nilai. XRP turut terdampak dan tercatat turun lebih dari 4% dalam 24 jam terakhir, diperdagangkan di kisaran US$1,37 saat artikel ini ditulis.
Menurut Tim Research Tokocrypto, arus masuk masif ke bursa biasanya menandakan kesiapan untuk likuidasi.
“Di tengah ketidakpastian perang di Timur Tengah, whale lebih milih posisi likuid. Waspada tekanan jual jika tensi nggak mereda,” ucapnya.
Baca juga: ETF XRP Catat Inflow tinggi, Kenapa Harga Mandek di Bawah US$1,50?
Sinyal Distribusi atau Sekadar Reposisi?

Analis on-chain Darkfost menyebut arus masuk besar ke Binance mencerminkan sikap defensif pemegang XRP. “Ketika token dalam jumlah besar masuk ke bursa, itu sering kali mengindikasikan kesiapan untuk menjual atau setidaknya memposisikan likuiditas lebih dekat ke pasar,” ujarnya.
Meski demikian, inflow tidak selalu berarti aksi jual langsung. Perpindahan dana juga bisa mencerminkan reposisi likuiditas, strategi arbitrase, pengelolaan jaminan, atau langkah antisipatif di tengah volatilitas tinggi.

Data CryptoQuant menunjukkan cadangan XRP di bursa sebenarnya telah menurun secara umum sejak Oktober 2025. Arus masuk terbaru ini menjadi pembalikan moderat dari tren penurunan tersebut.
Pelaku pasar kini menanti apakah perpindahan US$652 juta XRP ini merupakan respons sementara terhadap krisis geopolitik atau awal dari fase distribusi yang lebih panjang. Dalam kondisi risiko global yang meningkat, volatilitas jangka pendek diperkirakan masih akan mendominasi pergerakan harga XRP.
Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!
Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
-
Event21 hours agoEvent Tokocrypto Minggu Ini
-
Bitcoin News6 days agoAnalisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin ke $63.647, Masukin Fase Uji Support
-
Bitcoin News5 days agoAnalisa Harga BTC Hari Ini: Masuki Zona Hijau, Bitcoin Naik ke $65.408
-
Market6 days agoStablecoin USD1 Tergelincir dari $1, WLFI Sebut Upaya Sabotase

