Altcoin News
XRP Menuju $2: Momentum RLUSD di Tengah Aturan Baru Stablecoin
Harga XRP mulai menunjukkan tanda stabilisasi setelah sempat turun ke level $1,31 di tengah tekanan pasar kripto.
Tim Research Tokocrypto menilai bahwa CLARITY Act berpotensi menjadi turning point dalam industri stablecoin.
Harga XRP mulai menunjukkan tanda stabilisasi setelah sempat turun ke level $1,31 di tengah tekanan pasar kripto secara keseluruhan. Aset ini masih berada dalam tren melemah sejak mencapai puncaknya di sekitar $2,40 pada Januari lalu. Namun, munculnya regulasi baru melalui draft CLARITY Act mulai mengubah sentimen pasar, khususnya terkait persaingan stablecoin.
Tekanan pasar terbaru dipicu oleh perubahan ekspektasi terhadap kebijakan The Fed setelah rilis data tenaga kerja AS yang kuat. Hal ini membuat peluang penurunan suku bunga dalam waktu dekat semakin kecil. Investor kini juga menantikan rilis data inflasi (CPI) pada 10 April yang berpotensi kembali memengaruhi arah pasar. Di tengah kondisi ini, Bitcoin berada di kisaran $68.000 dan Ethereum di sekitar $2.000 setelah mengalami koreksi.
CLARITY Act Ubah Peta Persaingan Stablecoin
Dilaporkan Coingape, draft terbaru CLARITY Act mengusulkan larangan pemberian imbal hasil (yield) bagi pemegang stablecoin secara pasif. Kebijakan ini secara langsung memukul model bisnis seperti USDC yang sebelumnya menawarkan imbal hasil sekitar 4% melalui platform seperti Coinbase.
Sebaliknya, RLUSD milik Ripple justru berada di posisi yang lebih diuntungkan. Stablecoin ini tidak mengandalkan insentif yield, melainkan fokus pada utilitas seperti transaksi lintas negara, settlement institusional, dan penggunaan sebagai collateral. Dalam 15 bulan, RLUSD telah mencapai kapitalisasi pasar lebih dari $1,25 miliar.

Selain itu, langkah Ripple yang mengajukan lisensi bank melalui OCC juga berpotensi memberikan keunggulan regulasi dibanding kompetitor seperti Circle. Jika aturan ini disahkan, tren stablecoin berbasis utilitas diperkirakan akan semakin dominan dibanding model berbasis insentif.
Dari sisi XRP, kejelasan regulasi ini dapat meningkatkan kepercayaan investor dalam jangka panjang, meskipun pergerakan harga dalam jangka pendek masih sangat dipengaruhi faktor makro.
Likuiditas Turun, Volatilitas XRP Meningkat
Di sisi lain, XRP menghadapi tekanan dari sisi likuiditas. Data CryptoQuant menunjukkan indeks likuiditas 30 hari di Binance turun ke level 0,062, sementara volume transaksi menyusut ke sekitar $4,46 miliar.
Penurunan likuiditas ini meningkatkan risiko volatilitas karena pasar menjadi lebih sensitif terhadap perubahan permintaan dan penawaran. Sejak pertengahan Maret, XRP bergerak dalam tren menurun dengan resistance kuat di sekitar $1,35.
Secara teknikal, indikator MACD masih menunjukkan momentum yang lemah dengan tekanan bearish yang dominan. RSI berada di kisaran 42, mengindikasikan kondisi netral cenderung lemah, di mana minat beli belum cukup kuat untuk mendorong kenaikan signifikan.
Jika XRP mampu menembus level $1,38, potensi kenaikan ke $1,45 hingga $1,50 terbuka. Namun, jika gagal bertahan di atas $1,30, risiko penurunan ke $1,25 atau lebih rendah masih cukup besar.
Baca juga: Volume XRP Terendah 2026, Akankah Level $1,40 Bertahan?
Dampak Regulasi Bersifat Jangka Panjang
Tim Research Tokocrypto menilai bahwa CLARITY Act berpotensi menjadi turning point dalam industri stablecoin, dengan mendorong pergeseran dari model berbasis insentif menuju model berbasis utilitas. Dalam konteks ini, RLUSD memiliki positioning yang lebih kuat dibanding USDC jika regulasi tersebut benar-benar diterapkan.
Bagi XRP, dampak regulasi ini lebih bersifat jangka panjang, terutama dalam meningkatkan kepercayaan terhadap ekosistem Ripple secara keseluruhan. Namun dalam jangka pendek, pergerakan harga masih akan sangat dipengaruhi oleh faktor makro seperti kebijakan suku bunga, inflasi, dan kondisi geopolitik.

Penurunan likuiditas yang terjadi saat ini menjadi perhatian penting karena dapat memperbesar fluktuasi harga. Hal ini menunjukkan bahwa pasar XRP masih berada dalam fase konsolidasi dengan risiko pergerakan tajam ke dua arah.
Tim Research Tokocrypto juga melihat bahwa peluang XRP untuk kembali ke level $2 dalam waktu dekat masih cukup terbatas, kecuali terdapat katalis kuat seperti perbaikan sentimen makro atau perkembangan signifikan dari sisi regulasi.
XRP saat ini berada di persimpangan antara tekanan jangka pendek dan potensi jangka panjang. Regulasi baru melalui CLARITY Act memberikan angin segar bagi ekosistem Ripple, namun kondisi makro dan likuiditas masih menjadi tantangan utama.
Pergerakan harga dalam waktu dekat kemungkinan akan tetap volatil, dengan investor menunggu kepastian arah dari faktor ekonomi global maupun kebijakan regulasi yang sedang berkembang.
Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!
Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

