Bitcoin News
Bitcoin Incar US$83.400, Tapi CPI Bikin Trader Waspada
Bitcoin (BTC) kembali bergerak di atas level US$81.000 pada akhir pekan, membuat trader mulai mencermati peluang kenaikan lanjutan.
Bitcoin (BTC) kembali bergerak di atas level US$81.000 pada akhir pekan, membuat trader mulai mencermati peluang kenaikan lanjutan sekaligus risiko koreksi jangka pendek. Secara teknikal, target berikutnya berada di sekitar US$83.400 berdasarkan level Fibonacci, tetapi sentimen pasar masih dibayangi data inflasi AS dan ketegangan geopolitik terkait Iran.
Pada saat laporan dibuat, Bitcoin diperdagangkan di sekitar US$81.269 dan masih bergerak dalam ascending channel yang terbentuk sejak awal April. BTC juga mendekati resistance penting berupa 200-day EMA di sekitar US$82.036.
Daftar Isi
Data CPI Jadi Fokus Utama Pasar
Dikutip BeInCrypto, pasar kripto akan menghadapi pekan makro yang padat. Data Consumer Price Index (CPI) AS dijadwalkan rilis pada Selasa, disusul Producer Price Index (PPI) pada Rabu, data penjualan ritel pada Kamis, dan produksi industri pada Jumat.
Data CPI menjadi perhatian utama karena dapat memengaruhi ekspektasi kebijakan suku bunga Federal Reserve. Jika inflasi lebih rendah dari perkiraan, aset berisiko seperti Bitcoin berpotensi mendapat dorongan karena peluang pemangkasan suku bunga bisa meningkat.
Sebaliknya, jika inflasi masih tinggi, pasar dapat kembali menurunkan ekspektasi pemangkasan suku bunga. Kondisi tersebut berpotensi menekan Bitcoin dan aset kripto lain.
Komentar Trump soal Iran Tambah Risiko Geopolitik
Selain data ekonomi, pasar juga mencermati komentar Presiden Donald Trump terkait Iran. Trump menuduh Iran telah mempermainkan Amerika Serikat selama 47 tahun dan kembali mengkritik kebijakan era Barack Obama, termasuk transfer dana tunai sebesar US$1,7 miliar kepada Teheran.
Meski tidak mengumumkan sanksi baru atau tindakan militer, pernyataan tersebut tetap menambah ketidakpastian geopolitik. Risiko semacam ini dapat memengaruhi aset berisiko, terutama jika ketegangan AS-Iran kembali meningkat.
Kondisi ini membuat reli Bitcoin pada akhir pekan lebih rentan diuji saat pasar memasuki sesi perdagangan utama pekan ini.
Trader Waspadai Reli Akhir Pekan
Sebagian trader tetap berhati-hati terhadap kenaikan Bitcoin yang terjadi pada akhir pekan. Trader Killa memperingatkan agar pelaku pasar tidak mudah percaya pada reli BTC di akhir pekan.
Peringatan ini muncul karena volume akhir pekan sering kali lebih tipis dibandingkan hari perdagangan utama. Dalam kondisi likuiditas yang lebih rendah, pergerakan harga dapat terlihat kuat, tetapi belum tentu bertahan ketika volume pasar kembali normal.
Baca juga: ETF Bitcoin AS Kembali Diburu, Inflow Tembus US$3,4 Miliar
EMA 200 Hari Jadi Level Kunci

Secara teknikal, level US$82.036 menjadi resistance penting karena bertepatan dengan 200-day EMA. Area ini sebelumnya beberapa kali menahan reli Bitcoin sejak penurunan pada Januari hingga Februari.
Jika Bitcoin mampu mencatatkan penutupan harian di atas US$82.036, peluang menuju level Fibonacci 61,8% di sekitar US$83.399 akan semakin terbuka. Level tersebut juga berada dekat batas atas ascending channel, sehingga dapat menjadi area aksi ambil profit.
Jika momentum tetap kuat dan pembeli mampu menyerap tekanan jual di US$83.400, target lanjutan Bitcoin berada di sekitar US$86.500 dalam beberapa pekan mendatang.
RSI Menguat, Tapi Risiko Overbought Meningkat
Tim Research Tokocrypto menganalisa indikator Relative Strength Index (RSI) harian Bitcoin berada di sekitar 65,56, dengan rata-rata pergerakannya di 61,89. Kedua angka tersebut berada di atas level netral 50, menandakan pembeli masih mengendalikan momentum jangka pendek.
“Namun, RSI yang mendekati level 70 juga memberi sinyal bahwa Bitcoin mulai mendekati area overbought. Secara historis, ketika RSI harian BTC menembus 70, pasar sering mengalami fase pendinginan jangka pendek,” jelasnya.
Jika harga tetap tertahan di bawah EMA 200 hari sementara RSI gagal menembus 70, potensi bearish divergence dapat muncul. Kondisi ini akan menjadi sinyal bahwa momentum mulai melemah meski harga masih berada di area tinggi.
Support Penting Berada di US$78.915

Untuk skenario penurunan, level Fibonacci 50% di US$78.915 menjadi support penting. Penutupan harian di bawah level ini dapat melemahkan struktur ascending channel dan membuka peluang penurunan ke US$74.431.
Jika tekanan jual berlanjut, area US$68.884 menjadi support berikutnya sebelum tesis pemulihan Bitcoin mulai kehilangan validitas. Oleh karena itu, area US$78.915 menjadi batas penting untuk menjaga tren naik jangka pendek.
ETF Spot Masih Jadi Penopang Utama
Permintaan dari ETF Bitcoin spot tetap menjadi katalis penting bagi pasar. Dalam laporan tersebut, inflow bersih ETF spot Bitcoin mencapai sekitar US$2,7 miliar selama sembilan sesi berturut-turut pada akhir April, dengan IBIT milik BlackRock dan FBTC milik Fidelity mendominasi arus masuk.
Total aset pada produk ETF Bitcoin spot AS kini telah melewati US$100 miliar. Arus dana ini menjadi salah satu alasan Bitcoin mampu menjaga struktur pemulihan meskipun pasar masih menghadapi risiko makro dan geopolitik.
Arah Bitcoin Ditentukan Dua Pekan ke Depan
Bitcoin saat ini berada di area teknikal penting. Jika BTC mampu menembus dan bertahan di atas 200-day EMA, target US$83.400 hingga US$86.500 dapat terbuka.
Namun, jika data CPI mengecewakan pasar atau ketegangan geopolitik meningkat, BTC berisiko gagal menembus resistance dan kembali menguji support US$78.915. Dengan Powell memasuki sesi terakhirnya sebagai Ketua The Fed, arah kebijakan moneter juga menjadi faktor tambahan yang dapat menentukan pergerakan Bitcoin menuju Juni.
Baca juga: Rakuten Hadirkan Aplikasi Pembayaran Baru Untuk Dukung Crypto
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
-
Academy3 days agoRiset Kripto 4-8 Mei 2026: BTC Terancam Geopolitik dan Virus Baru
-
Market6 days agoTrump Serang Powell, Sebut Suku Bunga Tinggi Jadi Bencana untuk AS
-
Market5 days agoSinyal Kripto 6 Mei 2026: Analisis Teknikal dan Proyeksi Pasar
-
Market4 days agoDominasi Bitcoin Tembus 61%, Sinyal Altcoin Season Mulai Muncul?

