Market
Kevin Warsh Resmi Pimpin The Fed, Pasar Khawatir Suku Bunga Naik
Kevin Warsh resmi menjabat sebagai Ketua Federal Reserve menggantikan Jerome Powell.
Tim Resesarch Tokocrypto menjelaskan ekspektasi kenaikan suku bunga biasanya menjadi tekanan bagi aset berisiko.
Kevin Warsh resmi menjabat sebagai Ketua Federal Reserve menggantikan Jerome Powell. Ia dikonfirmasi oleh Senat AS melalui voting 54 banding 45, lalu disumpah pada 22 Mei 2026 dalam upacara di Gedung Putih.
Dilaporkan Coingape, pergantian ini terjadi saat pasar menghadapi tekanan inflasi baru, terutama akibat konflik AS-Iran, kenaikan harga energi, serta meningkatnya permintaan listrik dan infrastruktur dari boom artificial intelligence.
Daftar Isi
Trump Tekankan Independensi The Fed
Dalam upacara pelantikan, Presiden Donald Trump berusaha meredakan kekhawatiran soal pengaruh politik terhadap The Fed. Ia mengatakan ingin Warsh benar-benar independen dan menjalankan pekerjaannya tanpa melihat arahan dari dirinya atau pihak lain.
Pernyataan ini muncul setelah sejumlah kritik dari Demokrat terkait potensi tekanan politik terhadap bank sentral. Senator Elizabeth Warren sebelumnya bahkan menyebut Warsh sebagai figur yang terlalu dekat dengan agenda Trump.
Warsh menolak tudingan tersebut dan berjanji akan mengambil keputusan kebijakan moneter secara independen.
Pasar Mulai Geser Ekspektasi dari Cut ke Hike
Masuknya Warsh terjadi saat ekspektasi pasar mulai berubah. Sebelumnya, investor sempat mengharapkan pemangkasan suku bunga. Namun, inflasi yang masih tinggi membuat peluang kenaikan suku bunga kembali dibahas.
Minutes FOMC April menunjukkan bahwa sejumlah pejabat The Fed mulai mempertimbangkan perlunya pengetatan kebijakan jika inflasi terus bertahan di atas target 2%. CME FedWatch juga menjadi acuan utama pasar untuk membaca probabilitas perubahan suku bunga berdasarkan harga futures Fed Funds.
Kenaikan 100 Bps Kembali Jadi Perhatian
Sebagian ekonom mulai memperkirakan skenario lebih hawkish, termasuk kemungkinan kenaikan suku bunga hingga 100 basis poin jika inflasi terus meningkat. Skenario ini muncul karena pasar menilai The Fed mungkin perlu membalikkan sebagian pemangkasan suku bunga yang terjadi pada 2025.
Namun, ekspektasi tersebut masih sangat bergantung pada data inflasi, harga energi, kondisi tenaga kerja, dan arah konflik geopolitik. Beberapa laporan pasar juga menilai pertemuan pertama Warsh pada 16–17 Juni 2026 kemungkinan besar masih akan diwarnai pendekatan wait and see.
Inflasi dan Perang Iran Jadi Tantangan Utama
Warsh mengambil alih The Fed saat inflasi kembali menjadi masalah besar. Konflik Iran mendorong harga energi naik, sementara permintaan infrastruktur AI menambah tekanan pada sektor energi, komoditas, dan pembiayaan.
Kondisi ini menempatkan The Fed dalam posisi sulit. Jika suku bunga dinaikkan terlalu agresif, risiko perlambatan ekonomi meningkat. Namun, jika The Fed terlalu lambat merespons, inflasi bisa semakin sulit dikendalikan.
Pertemuan FOMC Juni Jadi Ujian Pertama
Pertemuan FOMC pada 16–17 Juni akan menjadi ujian pertama bagi Warsh sebagai Ketua The Fed. Investor akan mencermati apakah ia memberi sinyal mempertahankan suku bunga, membuka peluang kenaikan, atau tetap menjaga opsi kebijakan secara fleksibel.
Pasar juga akan membaca pernyataan Warsh untuk melihat apakah arah The Fed benar-benar berubah dari era Powell atau hanya melanjutkan pendekatan hati-hati sambil menunggu data baru.

Dampak ke Bitcoin dan Aset Berisiko
Tim Resesarch Tokocrypto menjelaskan ekspektasi kenaikan suku bunga biasanya menjadi tekanan bagi aset berisiko, termasuk saham teknologi dan kripto. Jika imbal hasil dolar kembali naik, investor cenderung lebih berhati-hati terhadap aset seperti Bitcoin, Ethereum, dan altcoin.
“Bitcoin yang saat ini berada di sekitar area US$77.000–US$78.000 dapat menghadapi tekanan tambahan jika pasar semakin yakin bahwa The Fed akan kembali hawkish,” jelasnya.
Namun, jika Warsh menahan diri dan memberi sinyal bahwa The Fed masih ingin melihat data lanjutan, pasar kripto berpeluang mendapat ruang pemulihan jangka pendek.
The Fed Masuk Babak Baru
Pelantikan Kevin Warsh menandai babak baru bagi kebijakan moneter AS. Pasar kini tidak lagi hanya membahas kapan suku bunga akan turun, tetapi juga apakah kenaikan suku bunga besar perlu dilakukan untuk menekan inflasi.
Untuk saat ini, arah kebijakan The Fed masih belum pasti. Namun, kombinasi inflasi tinggi, konflik geopolitik, dan kepemimpinan baru membuat volatilitas pasar berpotensi meningkat menjelang FOMC Juni.
Baca juga: 8,4 Juta WLFI Gratis! Begini Cara Mendapatkannya Lewat Program USD1
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

