Bitcoin News
Mark Cuban Kritik Bitcoin, Narasi Safe Haven BTC Dipertanyakan
Miliarder Mark Cuban menyatakan bahwa Bitcoin telah “kehilangan arah” sebagai aset safe haven.
Tim Research Tokocrypto menganalisis Bitcoin perlu bertahan di atas support US$77.000 untuk menghindari penurunan lebih dalam.
Perdebatan Bitcoin versus emas kembali mencuat setelah miliarder Mark Cuban menyatakan bahwa Bitcoin telah “kehilangan arah” sebagai aset safe haven. Menurut Cuban, BTC tidak lagi memenuhi ekspektasinya sebagai aset lindung nilai saat pasar menghadapi tekanan geopolitik dan makroekonomi.
Dilaporkan Coingape, pernyataan tersebut muncul saat harga Bitcoin melemah sekitar 29% dalam 12 bulan terakhir hingga 22 Mei 2026. Di sisi lain, harga emas justru naik dari sekitar US$3.295 menjadi US$4.522 dalam periode yang sama.
Daftar Isi
Cuban Mengaku Jual Sebagian Besar BTC
Mark Cuban mengatakan dirinya telah menjual sebagian besar kepemilikan Bitcoin karena kecewa dengan performanya. Ia sebelumnya menilai BTC dapat menjadi aset yang tidak bereaksi seperti fiat terhadap peristiwa geopolitik.
Namun, realitas pasar menunjukkan Bitcoin masih sangat sensitif terhadap tekanan global. Ketika konflik geopolitik meningkat dan investor mencari aset lindung nilai, emas justru tampil lebih kuat dibandingkan BTC.
Cuban menyebut dirinya lebih kecewa terhadap Bitcoin dibandingkan Ethereum.
Emas Ungguli Bitcoin dalam 12 Bulan
Dalam 12 bulan terakhir, emas tampil lebih kuat sebagai aset defensif. Harga emas sempat melonjak hingga US$5.000 pada Januari 2026, sementara Bitcoin turun dari puncak sekitar US$123.000 pada Oktober 2025 ke area US$87.000.
Perbedaan performa ini memperkuat argumen Cuban bahwa emas masih lebih layak disebut safe haven dibandingkan Bitcoin dalam kondisi pasar penuh ketidakpastian.
Namun, gambaran jangka pendek mulai berubah. Rasio XAU/BTC turun 29% sejak 2 Maret 2026, dari 0,0826 ke 0,0584. Penurunan rasio ini menunjukkan Bitcoin mulai mengungguli emas dalam 12 pekan terakhir.
Baca juga: Tokocrypto Raih 5 Juta Pengguna, Apresiasi Kepercayaan Masyarakat Indonesia
Bitcoin Mulai Kejar Ketertinggalan dari Gold
Meski performa 12 bulan masih kalah dari emas, Bitcoin mulai menunjukkan tanda pemulihan relatif terhadap XAU. Setelah emas mencapai puncak pada Januari, harganya mulai melemah, sementara BTC perlahan mencoba menutup jarak.
Kondisi ini membuat debat Bitcoin vs gold belum selesai. Jika emas terus melemah dan Bitcoin mampu kembali naik, narasi BTC sebagai aset alternatif dapat kembali mendapat dukungan.
Namun, untuk saat ini, Bitcoin masih harus membuktikan bahwa pemulihan tersebut dapat bertahan.
Bear Flag Ancam BTC Turun ke US$71.000
Secara teknikal, Bitcoin masih menghadapi risiko penurunan jangka pendek. Harga BTC turun dari sekitar US$82.000 pada 14 Mei ke US$76.000 pada 18 Mei. Penurunan 7,35% dalam empat hari tersebut membentuk pole dari pola bear flag.
Setelah itu, BTC mencoba pulih dari US$76.000 ke US$78.000 pada 18–22 Mei. Namun, kenaikan tersebut terjadi dalam rising channel yang dapat menjadi bagian flag dari pola bearish.
Jika pola ini terkonfirmasi, Bitcoin berisiko turun kembali sekitar 7,35% menuju area US$71.000.

Support US$77.000 Jadi Level Penting
Tim Research Tokocrypto menganalisis Bitcoin perlu bertahan di atas support US$77.000 untuk menghindari penurunan lebih dalam. Jika level ini ditembus, skenario koreksi menuju US$71.000 akan semakin kuat.
“Sebaliknya, BTC perlu menembus resistance US$78.000 dan keluar dari sisi atas rising channel untuk membatalkan pola bear flag. Jika berhasil, Bitcoin dapat kembali menguji level psikologis US$80.000,” analisanya.
Level US$80.000 menjadi area penting karena dapat mengembalikan kepercayaan pasar terhadap momentum pemulihan BTC.
Indikator Masih Beri Sinyal Campuran

Meski pola jangka pendek terlihat bearish, beberapa indikator masih menunjukkan bahwa bulls belum sepenuhnya kehilangan kendali. Chaikin Money Flow berada di sekitar 0,10, yang menunjukkan masih ada aliran modal positif ke Bitcoin.
Awesome Oscillator juga masih menampilkan bar hijau di area positif. Ini menunjukkan momentum bullish masih ada, meski belum cukup kuat untuk menghapus risiko koreksi jangka pendek.
Dengan kondisi ini, outlook Bitcoin masih campuran: bullish dalam struktur jangka lebih panjang, tetapi rawan koreksi dalam jangka pendek.
Safe Haven Narrative BTC Belum Mati, Tapi Tertekan
Komentar Mark Cuban memperlihatkan bahwa narasi Bitcoin sebagai safe haven sedang diuji. Dalam setahun terakhir, emas lebih berhasil menjalankan peran tersebut dibandingkan BTC.
Namun, penurunan rasio XAU/BTC dalam beberapa pekan terakhir menunjukkan Bitcoin mulai kembali mengungguli emas. Jika tren ini berlanjut, pasar dapat kembali memberi ruang bagi narasi BTC sebagai alternatif lindung nilai.
Untuk saat ini, Bitcoin perlu mempertahankan US$77.000 dan menembus US$78.000–US$80.000 agar terhindar dari skenario koreksi ke US$71.000. Tanpa konfirmasi tersebut, kritik Cuban terhadap Bitcoin sebagai safe haven masih akan menjadi bagian besar dari diskusi pasar.
Baca juga: Kolaborasi DRX dan Tokocrypto: Mengulik Adopsi Web3 di Yogyakarta
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

