Ethereum News
ETH Rontok 10%, Harga Ethereum Jebol ke Level US$1.500
Pergerakan Ethereum dalam beberapa hari mendatang kemungkinan masih akan dipengaruhi sentimen pasar kripto secara keseluruhan, arus modal institusional, serta pergerakan aset kripto utama lainnya.
Harga Ethereum (ETH) mengalami tekanan besar dalam perdagangan terbaru setelah kehilangan hampir 10% nilainya dalam 24 jam terakhir.
Koreksi tajam tersebut membawa aset kripto terbesar kedua di dunia berdasarkan kapitalisasi pasar turun ke kisaran US$1.560, memperpanjang tren pelemahan yang telah berlangsung selama beberapa pekan.
Data pasar terbaru menunjukkan Ethereum diperdagangkan di sekitar US$1.560,76 per koin dengan penurunan harian mencapai 9,38%.
Pelemahan ini menempatkan ETH sebagai salah satu aset kripto berkapitalisasi besar yang mengalami tekanan signifikan di tengah kondisi pasar yang masih dibayangi sentimen risk-off.
Penurunan tersebut juga memperlihatkan bahwa investor masih cenderung berhati-hati terhadap aset digital berisiko tinggi, terutama ketika volatilitas pasar kembali meningkat.
Baca Juga: Harga Ethereum Turun Drastis, Ancaman Level $2.000
Ethereum Kehilangan Area Support Penting
Dalam catatan Tokocrypto, pergerakan harga Ethereum dalam 24 jam terakhir menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi.
ETH sempat menyentuh level tertinggi harian di US$1.744,78 sebelum akhirnya turun tajam hingga menyentuh titik terendah di US$1.540,16.
Rentang harga yang lebar tersebut mengindikasikan dominasi tekanan jual sepanjang sesi perdagangan.
Bahkan dalam jangka waktu satu jam terakhir saja, ETH masih mencatat pelemahan sekitar 0,69%, menunjukkan tekanan belum sepenuhnya mereda.
Secara mingguan, performa Ethereum juga masih berada dalam tren negatif. Dalam tujuh hari terakhir, harga ETH telah terkoreksi sekitar 22,48%.
Situasi tersebut memperbesar perhatian pelaku pasar terhadap area support psikologis berikutnya, terutama di sekitar US$1.500 yang kini menjadi level penting untuk dipertahankan.
Koreksi Bulanan ETH Semakin Dalam
Tidak hanya dalam jangka pendek, Ethereum juga mencatat pelemahan signifikan dalam horizon menengah.
Selama 30 hari terakhir, ETH kehilangan sekitar US$760 atau turun 32,76%. Koreksi ini menjadi salah satu penurunan bulanan terdalam yang dialami Ethereum dalam beberapa waktu terakhir.
Dalam periode 60 hari, penurunan mencapai hampir 26%, sementara selama 90 hari terakhir aset ini telah melemah sekitar 20%.
Data tersebut menunjukkan bahwa pelemahan Ethereum bukan hanya disebabkan oleh tekanan sesaat, melainkan bagian dari tren koreksi yang lebih luas di pasar aset digital.
Jika dibandingkan dengan rekor harga tertinggi sepanjang masa di US$4.953,73, posisi Ethereum saat ini masih berada jauh di bawah puncaknya, atau turun lebih dari 68%.
Volume Perdagangan Naik Tajam, Apa Artinya?
Meski harga sedang tertekan, aktivitas perdagangan Ethereum justru meningkat signifikan.
Volume transaksi 24 jam ETH tercatat mencapai US$38,58 miliar, angka yang menunjukkan minat pasar terhadap aset ini masih sangat tinggi.
Lonjakan volume saat harga turun biasanya menjadi indikator meningkatnya aktivitas jual-beli, baik dari trader jangka pendek maupun investor besar yang sedang melakukan reposisi portofolio.
Kapitalisasi pasar Ethereum saat ini berada di sekitar US$188,36 miliar dengan suplai beredar sebanyak 120,68 juta ETH.
Sebagai aset kripto terbesar kedua setelah Bitcoin, Ethereum masih mempertahankan dominasinya di ekosistem blockchain, terutama karena perannya sebagai fondasi berbagai sektor seperti decentralized finance (DeFi), tokenisasi aset, hingga aplikasi blockchain.
Namun, dominasi tersebut belum cukup untuk meredam tekanan harga dalam kondisi pasar yang masih penuh ketidakpastian.
Baca Juga: Harga Ethereum Turun ke $2.068, Tertekan Profit Taking
Level yang Perlu Dipantau Investor
Dengan kondisi pasar yang masih volatil, investor kini fokus pada sejumlah level harga krusial.
Area US$1.500 menjadi support psikologis utama yang banyak dipantau trader. Jika tekanan jual berlanjut dan level tersebut ditembus, potensi pelemahan lanjutan bisa semakin terbuka.
Sebaliknya, untuk memulai pemulihan jangka pendek, Ethereum perlu kembali merebut area US$1.700 hingga US$1.750 yang sebelumnya menjadi zona perdagangan penting.
Pergerakan Ethereum dalam beberapa hari mendatang kemungkinan masih akan dipengaruhi sentimen pasar kripto secara keseluruhan, arus modal institusional, serta pergerakan aset kripto utama lainnya.
Saat ini, ETH masih berada dalam fase konsolidasi bertekanan tinggi, dan investor tampaknya masih menunggu sinyal yang lebih jelas sebelum kembali mengambil posisi agresif di pasar.
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

