Connect with us

Market

Prancis Blokir Polymarket Jelang Final FIFA

Tim Research Tokocrypto menjelaskan tekanan terhadap Polymarket tidak hanya datang dari Prancis.

Tivan

Published

on

Prancis memerintahkan penyedia layanan internet di negara tersebut untuk memblokir akses ke Polymarket. Langkah ini diambil setelah regulator perjudian Prancis menilai platform prediction market tersebut mempromosikan aktivitas taruhan ilegal dan gagal mencegah potensi manipulasi pasar.

Dilaporkan Coingape, pemblokiran ini terjadi menjelang Final Piala Dunia FIFA pada 19 Juli 2026. Di Polymarket, market “World Cup Winner” disebut telah mencatat volume lebih dari US$4,2 miliar, menjadikannya salah satu pasar prediksi terbesar yang sedang berjalan.

Keputusan Prancis ini kembali mengarahkan perhatian investor ke saham Coinbase (COIN) dan Robinhood (HOOD), dua perusahaan yang juga memiliki eksposur terhadap prediction market. Meski keduanya tidak teregulasi di Prancis untuk layanan tersebut, permintaan terhadap platform prediction market yang lebih teregulasi berpotensi meningkat di tengah tekanan terhadap Polymarket.

Polymarket Hadapi Tekanan Regulasi

Regulator perjudian Prancis menyebut Polymarket sebagai platform yang menarik banyak audiens, tetapi menawarkan layanan yang dikategorikan sebagai perjudian dan taruhan ilegal. Regulator juga menyoroti risiko kerugian pengguna serta potensi manipulasi pasar.

Tim Research Tokocrypto menjelaskan tekanan terhadap Polymarket tidak hanya datang dari Prancis.

“Sebelumnya, Google juga menyatakan akan melarang ekstensi prediction market di tengah meningkatnya sorotan terhadap Polymarket dan Kalshi,”jelasnya.

Di Amerika Serikat, CFTC juga disebut sedang menyelidiki Polymarket untuk memastikan apakah platform tersebut terlibat dalam pembuatan taruhan atau kemenangan palsu.

Kondisi ini membuat investor mulai melihat peluang pada perusahaan yang memiliki produk prediction market dengan posisi regulasi lebih kuat, termasuk Coinbase dan Robinhood. Namun, tekanan pasar saham secara umum masih membuat harga COIN dan HOOD melemah.

Baca juga: Spanyol dan Argentina Melaju di Piala Dunia, Jutaan Fan Token Chiliz Dibakar

COIN Turun meski Volume Prediction Market Naik

Saham Coinbase turun 2,1% pada 17 Juli dan ditutup di level US$157. Penurunan ini terjadi meskipun prediction market Final Piala Dunia FIFA di Coinbase mencatat volume sekitar US$10 juta.

Bank investasi Compass Point memperkirakan Coinbase dapat menghasilkan pendapatan US$50 juta dari prediction market pada kuartal kedua 2026. Namun, estimasi tersebut dinilai belum cukup kuat untuk langsung mendorong harga saham COIN naik.

Compass Point bahkan memperkirakan saham Coinbase berpotensi turun ke US$140. Sentimen hati-hati serupa juga terlihat dari Oppenheimer, yang memangkas target harga saham COIN menjadi US$209.

Secara teknikal, saham COIN bergerak dalam rentang sempit sejak 2 Juli. Area US$171 menjadi resistance, sementara US$152 menjadi support utama.

Jika COIN turun di bawah US$152, harga berisiko melemah ke US$145. Sebaliknya, jika mampu ditutup di atas US$171, peluang menuju resistance psikologis US$200 dapat terbuka.

HOOD Tembus Bawah US$100

Saham Robinhood juga ikut melemah. Pada 17 Juli, HOOD ditutup di bawah support psikologis US$100 untuk pertama kalinya sejak 26 Juni.

Penurunan ini terjadi meskipun prediction market Final Piala Dunia FIFA di Robinhood mencatat volume lebih dari US$27 juta. Sebelumnya, Bernstein memperkirakan Robinhood dapat membukukan pendapatan US$586 juta dari prediction market sepanjang 2026.

Namun, sentimen terhadap HOOD masih tertekan. Cathie Wood melalui ARK Invest disebut terus menjual saham Robinhood, yang memperkuat pandangan bahwa sebagian investor institusional mulai berhati-hati terhadap saham tersebut.

Jika HOOD ditutup di bawah US$100 selama tiga hari perdagangan berturut-turut, saham ini berpotensi turun menuju level terendah 25 Juni di sekitar US$92. Indikator RSI di level 46 juga menunjukkan momentum mulai condong ke arah bearish.

Selain itu, penjualan 3.982 saham HOOD oleh CFO Robinhood dapat menambah tekanan terhadap harga. Jika pelemahan berlanjut, support psikologis berikutnya berada di sekitar US$90.

Untuk saat ini, regulasi prediction market menjadi faktor utama yang perlu dipantau. Pemblokiran Polymarket di Prancis dapat membuka peluang bagi platform yang lebih teregulasi, tetapi saham Coinbase dan Robinhood masih harus menghadapi tekanan pasar, aksi jual, dan ketidakpastian regulasi yang lebih luas.

Baca juga: Harga AS Roma Fan Token Stabil di $1,82, Volume Tinggi Picu Volatilitas


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Trending