Connect with us

Altcoin News

HBAR Hadapi Ujian Besar, Analis Bantah Narasi Token Release Picu Reli 700%

Tim Research Tokocrypto mengatakan dari jumlah tersebut, sekitar 3,88 miliar HBAR terkait dengan program pengembangan ekosistem, yang sebagian besar ditujukan untuk Hedera Foundation.

Tivan

Published

on

Ilustrasi Hedera (HBAR).

Harga Hedera (HBAR) kembali menjadi perhatian setelah muncul pembahasan soal potensi rilis token besar pada kuartal ketiga 2026. Berdasarkan Treasury Management Report Hedera, sekitar 4,07 miliar HBAR dijadwalkan untuk dirilis pada Q3 2026.

Tim Research Tokocrypto mengatakan dari jumlah tersebut, sekitar 3,88 miliar HBAR terkait dengan program pengembangan ekosistem, yang sebagian besar ditujukan untuk Hedera Foundation.

“Dengan nilai sekitar US$268 juta, rilis ini menjadi salah satu agenda suplai terbesar yang dipantau investor HBAR,” katanya.

Namun, analis kripto menegaskan bahwa istilah “released” tidak otomatis berarti token tersebut langsung dijual ke pasar.

Token Dirilis Bukan Berarti Langsung Dijual

Menurut analis, definisi “released” dalam laporan Hedera berarti token berpindah dari akun yang dikendalikan Hedera Council ke akun pihak lain, seperti Foundation. Setelah berpindah, token tersebut masih bisa disimpan selama berbulan-bulan atau beberapa kuartal sebelum benar-benar digunakan atau dijual.

Hal ini penting karena banyak pelaku pasar sering menyamakan token release dengan tekanan jual langsung. Padahal, dalam kasus Hedera, rilis token belum tentu langsung meningkatkan suplai yang aktif dijual di pasar.

Analis juga menyoroti bahwa Hedera tidak secara resmi menggunakan atau mendefinisikan istilah “circulating supply”. Karena itu, data suplai yang ditampilkan oleh berbagai platform pelacak harga bisa memiliki definisi yang berbeda.

Dilaporkan Coinpedia, jika rilis 4,07 miliar HBAR benar terjadi, ini akan menjadi rilis kuartalan terbesar kedua dalam sejarah Hedera setelah Q1 2023. Namun, riwayat sebelumnya menunjukkan bahwa proyeksi rilis tidak selalu sama dengan perpindahan aktual token.

Pada Q2, Hedera sempat memproyeksikan rilis sekitar 4 miliar HBAR, tetapi yang benar-benar bergerak hanya 186 juta HBAR. Pada kuartal sebelumnya, proyeksi mencapai 3,72 miliar HBAR, sementara pergerakan aktual hanya sekitar 383 juta HBAR.

Menurut analis, ada dua kemungkinan dari pola tersebut. Pertama, Foundation mungkin sengaja memperlambat distribusi untuk mengurangi tekanan jual jangka pendek. Kedua, kolom proyeksi dalam laporan belum tentu menjadi indikator yang akurat.

Baca Juga: Pavel Durov Siapkan Wallet Gram di Telegram, Harga GRAM Naik

Treasury Hedera Hampir Tersalurkan

Jika proyeksi terbaru benar-benar terealisasi, sekitar 47,5 miliar dari total 50 miliar HBAR yang telah pre-mined akan terdistribusi. Artinya, hanya sekitar 2,4 miliar HBAR atau kurang dari 5% yang masih belum dirilis.

Meski begitu, jadwal distribusi awal Hedera dirancang berjalan hingga sekitar 2033. Selain itu, Hedera hanya mempublikasikan proyeksi satu kuartal ke depan, sehingga sulit memastikan pola distribusi jangka panjang secara penuh.

Analis juga membantah narasi bahwa rilis token sebelumnya pernah memicu reli HBAR sebesar 700%. Harga HBAR memang sempat naik dari sekitar US$0,05 ke US$0,39 pada periode September hingga Desember 2024.

Namun, rilis 3,97 miliar HBAR yang sering dikaitkan dengan reli tersebut justru terjadi setelahnya, yaitu pada Q1 2025. Setelah rilis tersebut, HBAR kemudian turun sekitar 83% ke area US$0,0612.

Dengan kata lain, klaim bahwa token release menjadi pemicu langsung reli besar HBAR dinilai tidak sesuai dengan urutan data yang terjadi.

Revenue Jaringan Jadi Fokus Utama

Di luar isu suplai, pertanyaan terbesar bagi Hedera adalah apakah jaringan dapat membiayai dirinya sendiri melalui pendapatan fee. Saat ini, biaya jaringan Hedera disebut berada di sekitar US$1.354 per hari, atau sekitar US$1,5 juta per tahun.

Angka tersebut masih relatif kecil jika dibandingkan dengan kapitalisasi pasar HBAR yang berada di sekitar US$3 miliar.

Fee jaringan Hedera juga tidak dibakar, melainkan didistribusikan ke staking rewards, node rewards, dan treasury jaringan. Pada Januari, Hedera sempat menaikkan salah satu biaya transaksi utama dari 0,1 menjadi 0,8 untuk meningkatkan keberlanjutan jangka panjang.

Analis tetap membuka kemungkinan skenario bullish bagi HBAR. Token yang dirilis tidak selalu langsung dijual, dan pendapatan fee dapat tumbuh jika aktivitas jaringan meningkat signifikan.

Namun, inti masalahnya tetap sama. Setelah bertahun-tahun mengandalkan treasury untuk mendukung operasional dan ekosistem, Hedera perlu membuktikan bahwa aktivitas jaringannya mampu menghasilkan pendapatan yang cukup untuk menopang keberlanjutan jangka panjang.

Untuk saat ini, prospek HBAR masih bergantung pada dua faktor utama: bagaimana distribusi token benar-benar terjadi pada Q3 2026 dan apakah penggunaan jaringan mampu tumbuh cukup kuat untuk mengimbangi kekhawatiran soal suplai.

Baca Juga: Kapitalisasi Pasar Altcoin Tersungkur Saat Bitcoin Memimpin


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Trending