Connect with us

Bitcoin News

Bitcoin Naik 9% di Juli, tapi Keyakinan Pasar Masih Lemah

Tim Research Tokocrypto mengatakan meski demikian, reli Bitcoin kali ini belum sepenuhnya didukung oleh aktivitas pasar yang kuat.

Tivan

Published

on

Ilustrasi market kripto Bitcoin.

Bitcoin (BTC) berpeluang mencatat kenaikan bulanan pertama sejak April. Sepanjang Juli, harga BTC naik sekitar 9,3% setelah sebelumnya mengalami tekanan besar pada Juni.

Tim Research Tokocrypto mengatakan meski demikian, reli Bitcoin kali ini belum sepenuhnya didukung oleh aktivitas pasar yang kuat.

“Volume perdagangan spot turun ke level rendah multi-tahun, sementara permintaan institusional melalui ETF spot Bitcoin juga mulai melemah,” jelasnya.

Kondisi ini menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara kenaikan harga dan partisipasi pasar. Dengan kata lain, harga Bitcoin memang pulih, tetapi keyakinan investor belum terlihat cukup kuat.

Volume Spot Bitcoin Turun Tajam

Menurut data Coinglass, Bitcoin turun 20,4% pada Juni, menjadikannya bulan terburuk sejak Juni 2022. Penurunan tersebut terjadi setelah BTC juga melemah 3,5% pada Mei.

Pada Juli, tren tersebut mulai berbalik. Bitcoin membuka bulan di sekitar US$58.000 pada 1 Juli, yang juga menjadi level terendah bulanan. Setelah itu, harga bergerak naik dan tetap berada di wilayah positif meskipun sempat mengalami pullback.

Pada saat penulisan, Bitcoin diperdagangkan di sekitar US$64.058, naik 0,58% dalam 24 jam terakhir.

Namun, pemulihan harga tidak diikuti oleh peningkatan volume perdagangan. K33 Research mencatat rata-rata volume spot harian Bitcoin pada Juli berada di sekitar US$2,2 miliar. Jika tren ini berlanjut, Juli 2026 dapat menjadi bulan dengan rata-rata volume spot harian BTC terendah sejak November 2023.

Dikutip BeInCrypto, aktivitas derivatif juga belum menunjukkan pemulihan signifikan. Open interest di CME masih berada dekat level terendah multi-tahun, sementara open interest perpetual futures tertahan di sekitar 300.000 BTC.

Analis on-chain Darkfost juga mencatat penurunan besar di sejumlah exchange. Menurutnya, volume spot Bitcoin turun lebih dari 75% dibanding akhir 2024.

Binance hanya memproses sedikit di atas US$35 miliar volume Bitcoin pada Juli, jauh di bawah US$246 miliar pada November 2024. Dalam periode yang sama, volume turun 85% di Bybit, 67% di OKX, dan 61% di Coinbase.

Glassnode juga melihat pelemahan serupa jika volume dihitung dalam satuan BTC, bukan dolar. Dengan menghilangkan efek perubahan harga, volume spot Bitcoin kini berada di level terendah sejak 2019.

Baca juga: Token RWA Jadi Bintang Pasar Kripto Juli 2026, Cetak Imbal Hasil Tinggi

Arus Exchange Tidak Tunjukkan Akumulasi Kuat

Selain volume perdagangan yang melemah, data exchange flow juga belum menunjukkan sinyal arah yang jelas. Analis Axel Adler Jr. menyebut belum ada perubahan besar dalam suplai Bitcoin berdasarkan transfer ke dan dari exchange.

Rata-rata 30 hari inflow Bitcoin ke exchange berada di sekitar 60.000 BTC. Angka ini setara dengan sekitar 76% dari rata-rata tahunan yang berada di kisaran 79.000 BTC. Setahun sebelumnya, inflow masih berada di sekitar 100.000 BTC.

Penurunan inflow dapat berarti tekanan jual tidak terlalu besar. Namun, data tersebut juga belum menunjukkan akumulasi agresif.

Net flow antara deposit dan withdrawal saat ini berada di sekitar -1.300 BTC, turun dari posisi sedikit positif pada pekan sebelumnya. Artinya, exchange tidak sedang mengakumulasi suplai tambahan, tetapi juga tidak ada penarikan besar-besaran yang dapat menciptakan kekurangan likuiditas.

Glassnode menyampaikan kesimpulan serupa. Deposit dan withdrawal Bitcoin sama-sama melambat ke salah satu level gabungan terendah dalam tiga tahun terakhir.

Pola seperti ini lebih mencerminkan minimnya aktivitas pasar dibanding akumulasi atau distribusi yang kuat. Dalam beberapa siklus sebelumnya, kondisi on-chain yang terlalu sepi sering terlihat di fase tengah pasar bearish atau periode ketika investor masih menunggu katalis baru.

Permintaan ETF Bitcoin Mulai Melemah

Sinyal paling jelas datang dari pasar institusional. Arus dana ke ETF spot Bitcoin AS sempat positif pada awal Juli, tetapi terus mengecil dari pekan ke pekan hingga akhirnya berbalik negatif.

Pada pekan yang berakhir 10 Juli, ETF Bitcoin mencatat inflow US$197,4 juta. Pekan berikutnya, inflow turun menjadi US$75,7 juta, lalu kembali menyusut menjadi US$33,8 juta.

Pada pekan hingga 29 Juli, ETF spot Bitcoin mencatat net outflow sebesar US$29,3 juta.

Dibandingkan dengan outflow besar pada Juni yang mencapai miliaran dolar, angka Juli memang relatif kecil. Namun, tren penurunan inflow menunjukkan investor institusional belum kembali masuk secara agresif.

Dengan volume spot rendah, aktivitas on-chain sepi, dan ETF mulai mencatat outflow, reli Bitcoin pada Juli terlihat masih memiliki fondasi yang rapuh.

Faktor musiman juga menjadi perhatian. Dalam empat tahun terakhir, Bitcoin selalu menutup Agustus di zona negatif, dengan median return bulanan sekitar -7,49%.

Untuk mematahkan pola tersebut, Bitcoin kemungkinan membutuhkan katalis yang lebih kuat, baik dari sisi makro, ETF, maupun peningkatan permintaan spot. Tanpa dorongan baru, kenaikan harga pada Juli berisiko sulit dipertahankan.

Untuk saat ini, outlook Bitcoin masih hati-hati. Harga memang berhasil pulih dari tekanan Juni, tetapi data pasar menunjukkan investor belum sepenuhnya yakin. Kunci berikutnya adalah apakah volume, arus ETF, dan aktivitas on-chain dapat kembali meningkat pada Agustus.

Baca juga: Harga AS Roma Fan Token Stabil di $1,82, Volume Tinggi Picu Volatilitas


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Trending