Connect with us

Crypto

XRP Masuk Level Oversold Ekstrem, Sinyal Bottom Mulai Muncul?

Tim Research Tokocrypto menilai, meski harga masih tertekan, indikator momentum bulanan XRP disebut telah jatuh ke level yang lebih ekstrem.

Tivan

Published

on

Ilustrasi aset kripto XRP. Sumber: FX Empire.

XRP kembali menjadi perhatian setelah sejumlah analis menyoroti kondisi teknikalnya yang berada di level oversold ekstrem. Token ini diperdagangkan di sekitar US$1,09 dan masih berada sekitar 72% di bawah rekor tertingginya di US$3,65.

Tim Research Tokocrypto menilai, meski harga masih tertekan, indikator momentum bulanan XRP disebut telah jatuh ke level yang lebih ekstrem dibanding periode crash COVID-19 pada Maret 2020.

“Kondisi ini memicu perdebatan baru di kalangan trader: apakah XRP sudah mendekati bottom, atau masih berisiko turun lebih dalam?,” jelasnya.

RSI XRP Lebih Oversold dari Crash 2020

Dilaporkan BeInCrypto, Relative Strength Index atau RSI merupakan indikator yang digunakan untuk mengukur apakah sebuah aset sudah terlalu banyak dibeli atau dijual. Secara umum, RSI di bawah 30 menunjukkan kondisi oversold dan sering menjadi area yang mulai diperhatikan trader.

Analis Ash Crypto menyebut pembacaan RSI bulanan XRP kini telah turun di bawah level yang tercatat saat crash Maret 2020. Selain itu, XRP juga sempat menyentuh level terendah dua tahun di sekitar US$1 pada bulan lalu.

Analis lain, ChartNerdTA, menyoroti bahwa XRP sedang berinteraksi dengan middle regression band dari Gaussian channel. Dalam siklus sebelumnya, area ini sempat menjadi zona akumulasi panjang sebelum harga kembali membangun momentum.

Saat ini, area support dari channel tersebut berada di sekitar US$0,88. Level ini diperkirakan akan bergerak naik secara bertahap dan berpotensi menjadi dynamic floor bagi pergerakan harga XRP ke depan.

Namun, sinyal oversold saja belum cukup untuk memastikan bottom. Dalam banyak kasus, aset yang oversold masih dapat bergerak melemah jika tidak diikuti peningkatan permintaan beli yang nyata.

Baca juga: 3 Altcoin yang Perlu Dipantau Akhir Juli 2026: BEAT, ONDO, dan ENA

Short Covering Bantu Dorong Harga

Data derivatif juga memberi gambaran menarik. Beberapa analis mencatat open interest XRP turun ketika harga mulai naik. Pola seperti ini biasanya menunjukkan posisi short sedang ditutup atau terkena likuidasi.

Analis CW menyebut kenaikan XRP yang disertai penurunan open interest dapat berarti trader bearish mulai menutup posisi mereka dan memotong kerugian saat harga bergerak naik.

Short covering dapat memicu lonjakan harga dalam jangka pendek karena trader yang sebelumnya bertaruh pada penurunan harus membeli kembali aset untuk menutup posisi. Namun, efek seperti ini biasanya tidak bertahan lama jika tidak disertai pembelian baru dari pelaku pasar long.

Kinerja XRP pada Juli juga sedikit memperlemah narasi bearish. Token ini berhasil menutup salah satu bulan terbaiknya sepanjang 2026 dengan kenaikan sekitar 6,83%.

Meski begitu, faktor musiman mulai menjadi tantangan. Secara historis, Agustus menjadi salah satu bulan paling datar bagi XRP, dengan rata-rata return hanya sekitar 0,43%.

ETF Sepi, Investor Institusional Masih Menunggu

Dari sisi arus dana institusional, minat terhadap XRP masih terlihat lemah. Produk spot exchange-traded XRP mencatat nol aliran dana pada 11 dari 17 hari perdagangan sepanjang Juli, menurut data SoSoValue.

Kondisi ini menunjukkan investor institusional belum masuk secara agresif, meskipun harga mulai menunjukkan tanda pemulihan. Arus keluar dari exchange juga melambat, menandakan momentum akumulasi tidak sekuat sebelumnya.

Secara teknikal, level US$1,22 menjadi area penting untuk dipantau. Jika XRP mampu mencatat penutupan tiga hari di atas level tersebut, peluang breakout yang lebih kuat dapat terbuka. Pergerakan seperti ini juga berpotensi menarik kembali minat institusional dan memicu inflow baru ke produk spot.

Sebaliknya, jika XRP kehilangan level US$1,01, risiko pelemahan lanjutan akan meningkat. Penurunan di bawah US$1 dapat membawa harga mendekati struktur bottom makro yang lebih mirip dengan siklus historis sebelumnya.

Untuk saat ini, XRP masih memiliki kapitalisasi pasar hampir US$68 miliar dan menempati peringkat keenam di pasar kripto. Dengan suplai beredar lebih dari 62,5 miliar token dan volume harian di atas US$1,2 miliar, likuiditas XRP masih cukup kuat meskipun harga bergerak sideways.

Outlook XRP saat ini masih bercampur. Di satu sisi, indikator oversold ekstrem dan short covering memberi sinyal bahwa tekanan jual mulai melemah. Di sisi lain, lemahnya arus dana institusional dan belum adanya breakout di atas US$1,22 membuat konfirmasi bottom masih belum kuat.

Kunci berikutnya adalah apakah XRP mampu bertahan di atas US$1 dan menarik kembali permintaan beli nyata. Jika berhasil, area US$1,22 dapat menjadi pintu awal untuk pemulihan yang lebih besar. Namun, jika gagal, XRP masih berisiko menguji area support yang lebih rendah sebelum bottom benar-benar terbentuk.

Baca juga: Harga AS Roma Fan Token Stabil di $1,82, Volume Tinggi Picu Volatilitas


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Trending