Connect with us

Bitcoin News

Robert Kiyosaki Kaitkan Bitcoin dan AI dengan Prediksi Lama Buckminster Fuller

Tim Research Tokocrypto mengatakan Buckminster Fuller dikenal sebagai arsitek, inventor, systems theorist, dan futurist abad ke-20.

Tivan

Published

on

Robert Kiyosaki dan bitcoin

Penulis Rich Dad Poor Dad, Robert Kiyosaki, kembali mengaitkan Bitcoin dan artificial intelligence (AI) dengan perubahan besar dalam dunia keuangan dan pekerjaan. Dalam unggahan terbarunya, Kiyosaki menyebut pemikir futuris R. Buckminster Fuller sebagai sosok yang sejak lama memengaruhi cara pandangnya terhadap teknologi, uang, dan masa depan manusia.

Tim Research Tokocrypto mengatakan Buckminster Fuller dikenal sebagai arsitek, inventor, systems theorist, dan futurist abad ke-20.

“Ia paling dikenal lewat desain geodesic dome dan gagasan tentang bagaimana manusia dapat menggunakan teknologi untuk melakukan lebih banyak hal dengan sumber daya yang lebih sedikit. Fuller meninggal pada 1 Juli 1983, jauh sebelum Bitcoin hadir pada 2009,” ungkapnya.

Karena itu, hubungan antara pemikiran Fuller dengan Bitcoin dan AI lebih tepat dibaca sebagai interpretasi Kiyosaki, bukan prediksi langsung yang terdokumentasi. Kiyosaki melihat ide Fuller tentang perubahan teknologi dan restrukturisasi masyarakat sebagai relevan dengan kondisi saat ini.

Sosok di Balik Titik Balik Kiyosaki

Menurut laporan BeInCrypto, Kiyosaki menyebut Fuller sebagai salah satu mentor penting dalam hidupnya. Ia mengaku pernah belajar selama tiga musim panas bersama Fuller setelah sebelumnya menjalankan bisnis merchandise rock yang menguntungkan, tetapi dinilai tidak memberi makna besar dalam hidupnya.

Pertemuan dengan Fuller disebut mengubah arah hidup Kiyosaki. Ia kemudian lebih fokus pada pendidikan finansial dan membangun pesan tentang kebebasan finansial melalui buku, seminar, dan konten edukasi.

Fuller sendiri dikenal sebagai figur yang menekankan tujuan hidup, pelayanan kepada orang lain, dan penggunaan teknologi untuk kepentingan manusia secara luas. Buckminster Fuller Institute mencatat bahwa setelah 1947, geodesic dome menjadi salah satu karya yang paling mendominasi hidup dan karier Fuller.

Dalam narasi Kiyosaki, gagasan Fuller tentang masa depan kini terlihat relevan dengan munculnya Bitcoin dan AI. Keduanya dianggap sebagai teknologi yang dapat mengubah cara manusia bekerja, menyimpan nilai, dan membangun kekayaan.

Baca juga: Robert Kiyosaki Soroti Utang AS, Sebut Bitcoin dan Ethereum Jadi Aset Lindung Nilai

Bitcoin Dipandang sebagai Respons terhadap Sistem Uang Lama

Kiyosaki selama ini dikenal sebagai pendukung Bitcoin. Ia kerap menyebut BTC sebagai lindung nilai terhadap pencetakan uang, utang Amerika Serikat, dan pelemahan daya beli mata uang fiat.

Dalam konteks terbaru, Bitcoin diperdagangkan di sekitar US$62.000 hingga US$63.000, masih jauh di bawah rekor tertinggi yang dicapai pada Oktober 2025. Meski harga mengalami koreksi besar, Kiyosaki tetap mempertahankan pandangan bullish terhadap aset tersebut.

Ia sebelumnya juga pernah menyampaikan proyeksi ambisius bahwa Bitcoin dapat bergerak jauh lebih tinggi dalam jangka panjang jika terjadi financial reset. Namun, proyeksi seperti ini tetap perlu dibaca sebagai pandangan pribadi dan bukan kepastian pasar.

Bagi Kiyosaki, Bitcoin bukan hanya aset spekulatif, tetapi juga simbol perubahan sistem keuangan. Ia melihat BTC sebagai alternatif terhadap sistem uang yang menurutnya terlalu bergantung pada utang dan kebijakan bank sentral.

AI Dinilai Mengubah Cara Manusia Bekerja

Selain Bitcoin, Kiyosaki juga menyoroti AI sebagai teknologi besar berikutnya. Menurutnya, AI akan menciptakan kekayaan besar bagi mereka yang mampu memanfaatkannya, tetapi juga dapat menggantikan pekerjaan rutin.

Kiyosaki membedakan dua cara berpikir dalam menghadapi AI. Menurutnya, orang yang berpikir seperti employee berisiko digantikan oleh AI, sementara orang yang berpikir seperti entrepreneur dapat menggunakan AI sebagai alat untuk menciptakan peluang baru.

Pandangan ini sejalan dengan perdebatan global tentang dampak AI terhadap pasar tenaga kerja. Banyak perusahaan mulai mengadopsi AI untuk meningkatkan produktivitas, tetapi otomatisasi juga menimbulkan kekhawatiran terhadap pekerjaan yang bersifat repetitif.

Bagi Kiyosaki, kunci menghadapi perubahan bukan hanya memahami teknologi, tetapi juga mengubah pola pikir. Ia menekankan pentingnya pendidikan finansial, kemampuan beradaptasi, dan keberanian mengambil peluang.

Hubungan Bitcoin dan AI Masih Bersifat Hipotesis

Beberapa analis mencoba menghubungkan AI dan Bitcoin melalui tema besar yang sama, yaitu perubahan teknologi dan penciptaan kekayaan baru. Investasi besar pada data center dan infrastruktur AI dinilai dapat menciptakan pertumbuhan ekonomi baru, tetapi juga memunculkan risiko utang dan tekanan finansial.

Dalam skenario tertentu, tekanan pada sistem kredit atau kekhawatiran terhadap mata uang fiat dapat membuat investor mencari aset langka seperti Bitcoin. Namun, hubungan antara belanja AI dan harga Bitcoin masih bersifat hipotesis.

Belum ada bukti kuat bahwa peningkatan investasi AI secara langsung mendorong kenaikan harga Bitcoin. Karena itu, narasi ini lebih tepat dipahami sebagai pandangan makro jangka panjang, bukan sinyal trading jangka pendek.

Kiyosaki sendiri menggunakan Bitcoin dan AI sebagai contoh perubahan besar yang menurutnya sudah sejalan dengan pemikiran Fuller tentang masa depan. Namun, penting untuk membedakan antara filosofi futuristik Fuller dan klaim spesifik tentang teknologi modern yang muncul setelah ia meninggal.

Pesan Kiyosaki: Adaptasi atau Tertinggal

Unggahan Kiyosaki pada akhirnya tidak hanya berbicara tentang Bitcoin atau AI, tetapi juga tentang cara manusia menghadapi perubahan besar. Ia melihat teknologi sebagai kekuatan yang dapat menciptakan peluang sekaligus mengguncang sistem lama.

Dalam pandangannya, mereka yang hanya mengandalkan pola pikir lama berisiko tertinggal. Sebaliknya, mereka yang belajar menggunakan teknologi, membangun aset, dan berpikir seperti entrepreneur berpeluang memanfaatkan perubahan tersebut.

Secara keseluruhan, Kiyosaki mengaitkan Bitcoin dan AI dengan warisan pemikiran Buckminster Fuller tentang masa depan, inovasi, dan tujuan hidup. Meski Fuller tidak pernah secara langsung memprediksi Bitcoin atau AI, gagasannya tentang perubahan teknologi besar memberi kerangka bagi Kiyosaki untuk membaca transformasi ekonomi saat ini.

Bagi investor, pesan ini tetap perlu disikapi dengan hati-hati. Bitcoin dan AI memang menjadi tema besar dalam ekonomi modern, tetapi keduanya juga membawa volatilitas, risiko, dan ketidakpastian. Karena itu, narasi jangka panjang perlu diimbangi dengan analisis data, manajemen risiko, dan pemahaman yang jelas terhadap aset maupun teknologi yang digunakan.

Baca juga: Chairman BitMine Sebut Ethereum Masuki Supercycle Bitcoin


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Trending