Connect with us

Crypto

Bitmine Makin Dekat Kuasai 5% Suplai Ethereum Usai Tambah 9.926 ETH

Tim Research Tokocrypto mengatakan dengan pembelian terbaru ini, total kepemilikan Ethereum Bitmine mencapai sekitar 5,81 juta ETH.

Tivan

Published

on

BitMine

Bitmine Immersion Technologies kembali menambah kepemilikan Ethereum dalam strategi treasury kriptonya. Perusahaan yang didukung Tom Lee tersebut membeli 9.926 ETH dalam sepekan terakhir, senilai sekitar US$18,9 juta.

Tim Research Tokocrypto mengatakan dengan pembelian terbaru ini, total kepemilikan Ethereum Bitmine mencapai sekitar 5,81 juta ETH.

“Angka tersebut menempatkan perusahaan semakin dekat dengan target ambisiusnya untuk memiliki 5% dari total suplai Ethereum,” ungkapnya.

Bitmine menyebut strategi ini sebagai bagian dari inisiatif “Alchemy of 5%”. Dalam rilis sebelumnya, perusahaan menyatakan sudah sekitar 96% menuju target tersebut, dengan total crypto dan cash holdings di kisaran US$11 miliar.

Bitmine Terus Akumulasi ETH

Pembelian 9.926 ETH menjadi kelanjutan dari strategi akumulasi mingguan Bitmine. Perusahaan telah secara konsisten membeli ETH sejak meluncurkan strategi Ethereum treasury.

Dalam pembaruan terbaru, kepemilikan ETH Bitmine disebut mencapai 5.815.164 ETH dengan nilai sekitar US$11 miliar. Jumlah itu setara dengan sekitar 4,8% dari suplai beredar Ethereum.

Artinya, Bitmine hanya membutuhkan sekitar 226.000 ETH tambahan untuk mencapai target 5% suplai. Jika akumulasi berlanjut, perusahaan berpotensi menjadi salah satu pemegang Ethereum institusional paling dominan di pasar.

Strategi ini membuat Bitmine tidak hanya menjadi perusahaan dengan eksposur besar terhadap harga ETH, tetapi juga salah satu pemain utama dalam narasi Ethereum sebagai aset treasury korporasi.

ETH Diposisikan sebagai Infrastruktur Keuangan Baru

Tom Lee mengaitkan strategi Bitmine dengan peran Ethereum dalam tokenisasi aset dan agentic AI. Menurutnya, Ethereum dapat menjadi infrastruktur penting bagi transaksi otomatis berbasis blockchain dan pasar keuangan on-chain.

Dalam beberapa rilisnya, Bitmine juga menghubungkan strategi Ethereum treasury dengan perkembangan regulasi dan infrastruktur digital asset di AS. Perusahaan menilai perubahan kebijakan seperti GENIUS Act dan SEC Project Crypto dapat menjadi katalis penting bagi layanan keuangan berbasis blockchain.

Dengan pendekatan tersebut, pembelian ETH oleh Bitmine bukan hanya diposisikan sebagai spekulasi harga. Perusahaan melihat ETH sebagai aset produktif yang terhubung dengan pertumbuhan ekosistem Ethereum.

Narasi ini berbeda dari strategi treasury yang hanya menyimpan aset sebagai lindung nilai. Bitmine mencoba membangun tesis bahwa ETH dapat menghasilkan nilai dari penggunaan jaringan, staking, tokenisasi, dan aktivitas on-chain jangka panjang.

Baca juga: UNI Turun 18% meski Whale Tarik Token dari Binance dalam Jumlah Besar

Mayoritas ETH Sudah Di-staking

Dilaporkan Coinpedia, salah satu bagian penting dari strategi Bitmine adalah staking. Perusahaan tidak hanya menyimpan ETH, tetapi juga menempatkan sebagian besar kepemilikannya untuk menghasilkan reward.

Dalam rilis sebelumnya, Bitmine menyebut sekitar 4,91 juta ETH telah di-staking dengan nilai sekitar US$9,2 miliar. Perusahaan juga memperkirakan annualized staking rewards dapat mencapai sekitar US$291 juta jika seluruh ETH di-staking oleh MAVAN dan mitra staking-nya, dengan projected annualized staking revenue sekitar US$247 juta.

Dalam materi terbaru, sekitar 5,07 juta ETH atau 87% dari total kepemilikan Bitmine disebut telah di-staking. Jika berjalan sesuai proyeksi, staking dapat menjadi sumber pendapatan berulang selain potensi kenaikan harga ETH.

Hal ini membuat strategi Bitmine lebih kompleks dibanding sekadar membeli dan menyimpan Ethereum. Dengan staking, perusahaan mencoba mengubah treasury ETH menjadi aset produktif.

Namun, staking juga memiliki risiko, termasuk risiko teknis, risiko validator, perubahan yield, dan potensi tekanan regulasi. Karena itu, pendapatan staking tetap bergantung pada kondisi jaringan dan operasional penyedia staking.

Akumulasi Belum Menjamin Reli ETH

Pembelian Bitmine menjadi sinyal kepercayaan institusional terhadap Ethereum. Namun, akumulasi besar tidak otomatis menjamin harga ETH langsung menguat.

Secara teknikal, beberapa analis masih melihat ETH berada di area penting. Michaël van de Poppe menyoroti level US$1.870 sebagai support bawah dan US$2.000 sebagai resistance utama.

Jika ETH turun di bawah US$1.870, risiko pelemahan menuju area di bawah US$1.700 dapat meningkat. Sebaliknya, penembusan bersih di atas US$2.000 dapat membuka ruang pemulihan yang lebih kuat menuju US$2.800.

Analis Ted Pillows juga melihat adanya sell wall besar di area US$1.950 hingga US$2.000, sementara minat beli terkonsentrasi di sekitar US$1.800 hingga US$1.850. Artinya, ETH masih perlu menembus resistance psikologis US$2.000 untuk mengonfirmasi momentum bullish.

Whale Lain Juga Ikut Beli ETH

Bitmine bukan satu-satunya pihak yang terlihat mengakumulasi Ethereum. Data Lookonchain dalam materi sumber menunjukkan whale address 0x8447 membeli lagi 5.000 ETH senilai sekitar US$9,53 juta dan langsung melakukan staking.

Wallet tersebut kini disebut telah mengumpulkan 10.657 ETH dengan nilai sekitar US$20,07 juta. Aksi ini menunjukkan sebagian pelaku besar masih melihat area harga saat ini sebagai peluang akumulasi.

Selain itu, aktivitas jaringan Ethereum juga meningkat. Ali Martinez mencatat jumlah alamat baru harian Ethereum naik dari 121.210 pada 8 Agustus menjadi 212.560. Kenaikan ini menunjukkan partisipasi on-chain yang lebih kuat.

Jika akumulasi institusional, pembelian whale, dan pertumbuhan alamat baru berlanjut, sentimen terhadap ETH dapat membaik. Namun, pasar tetap membutuhkan konfirmasi harga agar narasi tersebut tercermin dalam momentum yang lebih kuat.

ETH Perlu Tembus US$2.000

Untuk saat ini, strategi Bitmine memperkuat narasi bullish jangka panjang Ethereum. Kepemilikan 5,81 juta ETH, target 5% suplai, dan staking dalam jumlah besar menunjukkan keyakinan institusional terhadap peran ETH sebagai aset produktif.

Namun, dalam jangka pendek, fokus pasar tetap berada pada level teknikal. ETH perlu menembus dan bertahan di atas US$2.000 untuk membuka peluang kenaikan lebih besar.

Jika level tersebut berhasil ditembus, narasi akumulasi Bitmine dapat menjadi katalis tambahan bagi sentimen bullish. Target pemulihan berikutnya dapat bergerak menuju US$2.800 jika volume dan kondisi pasar mendukung.

Sebaliknya, jika ETH gagal menembus US$2.000 dan kehilangan support US$1.870, tekanan jual dapat kembali meningkat. Dalam skenario tersebut, akumulasi Bitmine mungkin belum cukup untuk menahan koreksi jangka pendek.

Secara keseluruhan, Bitmine semakin dekat dengan target menguasai 5% suplai Ethereum. Namun, apakah pembelian ini akan memicu reli ETH bergantung pada konfirmasi pasar. Selama harga belum menembus US$2.000, strategi treasury Bitmine masih lebih kuat sebagai sinyal keyakinan jangka panjang dibanding pemicu langsung reli jangka pendek.

Baca Juga: Binance Resmi Integrasi RLUSD, Stablecoin Ripple Makin Ekspansif!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Trending