Connect with us

Altcoin News

Saham Coinbase Melonjak 9%, COINB Tembus US$184 Jelang Voting CLARITY Act

Saham Coinbase mencatat rally besar pada perdagangan 14 September.
COIN ditutup naik 9,24% ke US$191,45, dari US$175,26 pada sesi sebelumnya

Tivan

Published

on

Ilustrasi exchange Coinbase.

Coinbase Tokenized bStocks (COINB) menguat 3,68% ke US$184,30 dalam 24 jam meski Bitcoin sedikit melemah. Kenaikan terutama ditopang rally saham Coinbase yang melonjak lebih dari 9% di Wall Street menjelang voting penting CLARITY Act di Senat AS.

Coinbase Tokenized bStocks (COINB) mencatat kenaikan 3,68% dalam 24 jam ke level US$184,30, berdasarkan data pasar yang digunakan.

Dilaporkan data CoinMarketCap, pergerakan tersebut terjadi ketika Bitcoin justru sedikit melemah, menunjukkan kenaikan COINB kali ini lebih banyak berasal dari saham acuannya, Coinbase Global (NASDAQ: COIN), dibandingkan sentimen pasar kripto secara umum.

Saham Coinbase mencatat rally besar pada perdagangan 14 September. COIN ditutup naik 9,24% ke US$191,45, dari US$175,26 pada sesi sebelumnya, dengan volume perdagangan sekitar 13,25 juta saham.

Peningkatan Peringkat Analis Angkat Saham Coinbase

Salah satu pemicu rally datang dari Compass Point.

Analis Ed Engel menaikkan peringkat saham Coinbase dari Sell menjadi Neutral dan menaikkan target harga dari US$130 menjadi US$177.

Compass Point melihat Bitcoin telah pulih dari titik terendah siklusnya, sementara posisi perdagangan dengan fasilitas pinjaman di pasar kripto dinilai belum terlalu berlebihan.

Saham COIN awalnya naik sekitar 6% pada awal perdagangan, kemudian melanjutkan penguatan hingga lebih dari 9% menjelang penutupan.

Sentimen semakin kuat setelah Senat AS merilis versi terbaru CLARITY Act menjelang pemungutan suara penting pada Selasa.

Bagi COINB, rally saham Coinbase menjadi faktor paling langsung karena saham tokenisasi tersebut memberikan eksposur ekonomi terhadap pergerakan COIN.

Baca juga: Robinhood Chain Mulai Jadi Mesin Pendapatan, HOODB Naik 4,28%

CLARITY Act Hadapi Voting Penting

Perhatian investor kini tertuju pada Digital Asset Market Clarity Act atau CLARITY Act.

Senat AS secara resmi menjadwalkan pemungutan suara pada 15 September pukul 14.15 waktu AS bagian timur, atau sekitar 16 September pukul 01.15 WIB.

Namun, agenda tersebut bukan voting final untuk mengesahkan undang-undang.

Senat akan melakukan pemungutan suara untuk menentukan apakah pembahasan RUU dapat dilanjutkan. Proses ini membutuhkan 60 suara untuk melewati hambatan prosedural dan masuk ke pembahasan lebih lanjut.

Versi terbaru RUU tersebut telah memasukkan sejumlah perubahan untuk menarik dukungan lintas partai, termasuk aturan etika, perlindungan konsumen, dan ketentuan mengenai stablecoin.

Bagi Coinbase, perkembangan ini penting karena CLARITY Act berusaha memperjelas struktur pengawasan aset digital di Amerika Serikat, termasuk pembagian kewenangan regulator.

Kejelasan aturan berpotensi mengurangi salah satu risiko terbesar yang selama bertahun-tahun membayangi bisnis Coinbase.

Optimisme Mulai Diuji Sebelum Voting

CLARITY Act
CLARITY Act

Meski saham COIN melonjak pada Senin, sentimen mulai berubah pada perdagangan awal Selasa.

Coinbase tercatat turun sekitar 4,1% pada perdagangan sebelum pembukaan pasar 15 September, ketika investor mulai lebih berhati-hati terhadap peluang CLARITY Act lolos. Robinhood dan Strategy juga mengalami tekanan.

Kondisi tersebut menunjukkan rally menjelang voting masih sangat dipengaruhi oleh ekspektasi pasar.

Jika Senat berhasil mendapatkan 60 suara, sentimen terhadap perusahaan kripto seperti Coinbase berpotensi kembali menguat.

Sebaliknya, kegagalan melewati tahapan prosedural dapat memicu aksi ambil untung setelah rally tajam sehari sebelumnya.

Compass Point sendiri bahkan menggunakan kegagalan voting sebagai skenario dasarnya, meskipun analis tersebut menilai perkembangan aturan melalui SEC maupun jalur lain tetap dapat membuka peluang bagi tokenized equities.

COINB Masih Berada di Bawah Saham Coinbase

Pergerakan terbaru juga menciptakan perbedaan harga yang menarik antara COINB dan saham acuannya.

COINB berada di sekitar US$184,30, sedangkan saham Coinbase terakhir ditutup pada US$191,45.

Sebagai saham tokenisasi, COINB dapat tetap diperdagangkan ketika Nasdaq tutup. Perbedaan jam perdagangan, tingkat likuiditas, dan sentimen pasar aset digital dapat menyebabkan selisih harga sementara.

Namun, saham COIN tetap menjadi acuan utama dalam jangka panjang.

Karena itu, koreksi saham Coinbase pada perdagangan berikutnya berpotensi mempersempit selisih tersebut. Sebaliknya, jika COIN kembali mempertahankan area US$190 setelah voting CLARITY Act, COINB dapat memperoleh ruang untuk mengikuti penguatan.

Saham Tokenisasi Jadi Katalis Tambahan

COINB juga bergerak di tengah meningkatnya perhatian terhadap saham tokenisasi.

Coinbase sendiri tengah menjalankan strategi Everything Exchange, dengan rencana memperluas bisnis dari perdagangan aset kripto menuju saham, derivatif, prediction market, serta produk keuangan berbasis blockchain.

Perusahaan juga telah memperoleh izin di Abu Dhabi untuk membangun pusat tokenisasi internasional bagi penerbitan dan distribusi sekuritas tokenisasi kepada investor yang memenuhi ketentuan.

Kondisi ini membuat COINB memiliki karakter yang cukup unik. Token tersebut mengikuti saham Coinbase, sementara perusahaan Coinbase sendiri menjadi salah satu pemain yang aktif membangun infrastruktur tokenisasi.

Dengan demikian, pertumbuhan pasar saham tokenisasi dapat memberikan manfaat tidak langsung terhadap fundamental perusahaan yang menjadi acuan COINB.

US$180 Jadi Area Penopang Utama

Dari sisi pergerakan harga jangka pendek, US$180 menjadi area penopang penting bagi COINB.

Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang untuk menguji kembali area US$188 masih terbuka.

Jika momentum saham Coinbase kembali menguat setelah voting CLARITY Act, pergerakan di atas US$188 dapat membawa COINB mendekati area US$190.

Sebaliknya, penurunan di bawah US$180 dapat membuka ruang koreksi menuju US$175.

Selain regulasi, perhatian pasar juga akan tertuju pada keputusan Federal Reserve pada 16 September, sehingga COINB menghadapi dua agenda besar dalam waktu berdekatan: arah regulasi aset digital dan kebijakan suku bunga AS.

Secara jangka pendek, prospek COINB masih cenderung positif tetapi sangat bergantung pada perkembangan regulasi.

Rally terbaru memiliki katalis yang lebih jelas dibandingkan sekadar euforia saham tokenisasi, yakni lonjakan saham Coinbase sebesar 9,24% dan optimisme menjelang CLARITY Act. Namun, volatilitas berpotensi meningkat tajam setelah hasil voting Senat diketahui.

Baca juga: Apakah Beli Saham di Tokocrypto Dapat Dividen? Ini Jawabannya


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Trending