Altcoin News
Robinhood Chain Mulai Jadi Mesin Pendapatan, HOODB Naik 4,28%
Lonjakan aktivitas Robinhood Chain menjadi katalis baru bagi bisnis Robinhood, meski saham HOOD sendiri masih mengalami koreksi di Wall Street.
Robinhood Tokenized bStocks (HOODB) menguat 4,28% ke US$112,41 dalam 24 jam, mengungguli pasar kripto. Lonjakan aktivitas Robinhood Chain menjadi katalis baru bagi bisnis Robinhood, meski saham HOOD sendiri masih mengalami koreksi di Wall Street.
Robinhood Tokenized bStocks (HOODB) mencatat kenaikan 4,28% dalam 24 jam ke level US$112,41, berdasarkan data pasar yang digunakan.
Dikutip CoinMarketCap, penguatan tersebut lebih tinggi dibandingkan pasar kripto secara keseluruhan yang naik sekitar 1,11%.
Menariknya, pergerakan HOODB kali ini berbeda dengan saham Robinhood Markets (NASDAQ: HOOD). Saham HOOD ditutup turun 0,67% ke US$112,57 pada 11 September, melanjutkan koreksi selama empat hari perdagangan berturut-turut.
Kondisi ini menunjukkan kenaikan HOODB dalam jangka pendek mendapat tambahan dorongan dari aktivitas pasar aset digital. Namun, di sisi fundamental, perkembangan Robinhood Chain juga mulai memberikan cerita baru bagi perusahaan.
Daftar Isi
Robinhood Chain Raup Biaya Hampir US$40 Juta
Robinhood Chain menunjukkan pertumbuhan pesat sejak jaringan tersebut diluncurkan pada 1 Juli 2026.
Menurut Bernstein, jaringan lapisan kedua tersebut telah menghasilkan sekitar US$39 juta biaya transaksi kumulatif hanya dalam waktu sekitar dua bulan.
Dalam periode 15 hari hingga 8 September saja, biaya transaksi mencapai sekitar US$33 juta, lebih tinggi dibandingkan Solana sekitar US$11 juta dan BNB Chain sekitar US$9 juta pada periode yang sama.

Biaya harian Robinhood Chain sempat berada di kisaran US$2 juta hingga US$4 juta, bahkan mencapai rekor sekitar US$6 juta pada awal September.
Hal yang membuat perkembangan ini penting bagi investor Robinhood adalah struktur pendapatannya.
Bernstein memperkirakan Robinhood dapat mempertahankan sekitar 90% pendapatan biaya jaringan, sedangkan sebagian lainnya dialokasikan kepada Arbitrum dan biaya penyelesaian transaksi di Ethereum.
Artinya, aktivitas Robinhood Chain mulai berkembang dari sekadar eksperimen blockchain menjadi sumber pendapatan baru bagi perusahaan.
Baca juga: Apa Itu EWY, ETF iShares MSCI Korea Selatan?
Tokenized Stocks Jadi Fondasi Utama Jaringan
Saham tokenisasi menjadi salah satu komponen penting pertumbuhan Robinhood Chain.
Saat jaringan diluncurkan, tersedia sekitar 95 Stock Tokens di lebih dari 120 negara. Jumlahnya kemudian berkembang menjadi lebih dari 190 saham tokenisasi.
Nilai aset yang ditokenisasi di jaringan tersebut meningkat dari sekitar US$11,9 juta pada 1 Juli menjadi US$149,4 juta pada 4 September. Sekitar 77,1% atau US$115,1 juta di antaranya berasal dari saham tokenisasi.
Bernstein juga mencatat perdagangan saham tokenisasi telah menyumbang sekitar 27% dari keseluruhan volume Robinhood Chain.
Perkembangan tersebut memperkuat posisi Robinhood sebagai salah satu perusahaan yang mencoba menghubungkan perdagangan saham tradisional dengan infrastruktur blockchain.
Namun, penting untuk dibedakan bahwa HOODB bukan Stock Token yang diterbitkan di Robinhood Chain. HOODB merupakan produk bStocks yang memberikan eksposur ekonomi terhadap saham HOOD.
Karena itu, pertumbuhan Robinhood Chain memengaruhi HOODB melalui prospek bisnis Robinhood sebagai perusahaan, bukan sebagai sumber permintaan langsung terhadap token HOODB.
Aktivitas Spekulatif Ikut Mengangkat Jaringan
Lonjakan penggunaan Robinhood Chain juga tidak sepenuhnya berasal dari saham tokenisasi.
Aktivitas memecoin dan platform peluncuran token menjadi salah satu sumber terbesar volume dan biaya transaksi jaringan.
Data terbaru menunjukkan pasangan memecoin masih menyumbang sekitar 36% aktivitas jaringan, meskipun porsinya telah turun dari hampir 100% pada saat peluncuran.
Hal tersebut menjadi catatan penting karena pendapatan biaya jaringan saat ini sebagian masih bergantung pada tingginya aktivitas spekulatif.
Jika aktivitas memecoin mendingin, biaya transaksi Robinhood Chain berpotensi ikut turun.
Dengan demikian, investor perlu melihat apakah pertumbuhan tokenized stocks dan aplikasi keuangan lain dapat menggantikan aktivitas spekulatif sebagai sumber penggunaan yang lebih berkelanjutan.
Robinhood Perluas Bisnis Prediction Market

Di luar blockchain, Robinhood juga terus memperluas sumber pendapatannya.
Pada 8 September, perusahaan mengumumkan kerja sama dengan Crypto.com dan OG.com untuk memperluas layanan pasar prediksi.
Robinhood mencatat 13,6 miliar kontrak peristiwa diperdagangkan sepanjang kuartal II 2026, sementara selama Piala Dunia saja jumlahnya menembus lebih dari 5 miliar kontrak.
Pertumbuhan prediction market menunjukkan Robinhood semakin menjauh dari model bisnis broker saham tradisional.
Perusahaan kini memiliki eksposur terhadap perdagangan saham, kripto, saham tokenisasi, prediction market, hingga infrastruktur blockchain.
Diversifikasi tersebut dapat menjadi faktor penting bagi saham HOOD dan pada akhirnya HOODB jika sumber pendapatan baru mampu berkembang secara konsisten.
US$110 Jadi Area Penopang HOODB
Dari sisi pergerakan harga jangka pendek, area US$110 menjadi level penopang penting bagi HOODB.
Selama harga mampu bertahan di atas area tersebut, momentum positif masih membuka peluang untuk kembali menguji US$115.
Keberhasilan menembus US$115 dengan aktivitas perdagangan yang meningkat dapat membuka ruang untuk bergerak menuju area yang lebih tinggi.
Sebaliknya, penurunan di bawah US$110 dapat menunjukkan mulai terjadinya aksi ambil untung dan membawa harga kembali mendekati area yang lebih rendah.
Pergerakan saham HOOD juga perlu diperhatikan. Harga saham Robinhood terakhir berada di US$112,57, sangat dekat dengan HOODB di US$112,41, sehingga saat ini selisih harga antara token dan saham acuannya relatif kecil.
The Fed Jadi Ujian Berikutnya
Faktor ekonomi makro tetap menjadi risiko terbesar dalam jangka sangat pendek.
Federal Reserve akan menggelar rapat kebijakan pada 15–16 September 2026, dengan keputusan suku bunga diumumkan pada 16 September pukul 14.00 waktu AS bagian timur.
Perubahan suku bunga dapat memengaruhi minat investor terhadap saham perusahaan dengan pertumbuhan tinggi seperti Robinhood sekaligus pasar kripto.
Karena itu, HOODB menghadapi dua pengaruh sekaligus: pergerakan saham Robinhood serta sentimen pasar aset digital tempat saham tokenisasi diperdagangkan.
Secara jangka pendek, prospek HOODB masih cenderung positif selama area US$110 mampu dipertahankan.
Namun, cerita yang lebih menarik saat ini berada pada fundamental Robinhood. Robinhood Chain mulai menghasilkan pendapatan nyata, tokenized stocks terus berkembang, dan bisnis prediction market menunjukkan pertumbuhan tinggi.
Jika aktivitas jaringan dapat bertahan setelah euforia spekulatif mereda, Robinhood Chain berpotensi berkembang menjadi sumber pendapatan baru yang lebih penting bagi perusahaan.
Baca juga: Apakah Beli Saham di Tokocrypto Dapat Dividen? Ini Jawabannya
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
-
Event14 hours agoEvent Tokocrypto Minggu Ini
-
Market3 days agoSinyal Kripto Hari Ini 11 September 2026. 5 Token dengan Potensi Momentum Positif
-
Market7 days agoSinyal Kripto Hari Ini 7 September 2026: Analisis MANTRA, AXS, dan LAYER, Mana yang Menarik?
-
Market6 days agoPasar Kripto Hari Ini 8 September 2026: Bitcoin Sideways di Bawah US$80K

