Connect with us

Crypto

Analisa Harga XRP Hari Ini: Rebound di Tengah Tekanan, Support Rp 23.000 Jadi Kunci

Harga XRP menunjukkan pergerakan yang lebih agresif dibandingkan Bitcoin di tengah sikap hati-hati investor terhadap kondisi pasar.

Tivan

Published

on

Xrp

Harga XRP menunjukkan pergerakan yang lebih agresif dibandingkan Bitcoin di tengah sikap hati-hati investor terhadap kondisi pasar.

Berdasarkan data Tokocrypto pada Senin (19/10), XRP naik sekitar 2,1% dalam 24 jam ke Rp 23.638. Kenaikan ini melampaui penguatan Bitcoin yang berada di kisaran 1%.

Namun, penguatan harian tersebut belum cukup untuk menghapus tekanan yang terlihat dalam rentang waktu lebih panjang.

Pasalnya, aset digital besutan Ripple ini terkoreksi sekitar 7,17% dalam tujuh hari terakhir. Kondisi ini menempatkan XRP pada persimpangan penting.

Di satu sisi, kenaikan harian membuka peluang pemulihan. Di sisi lain, tekanan selama sepekan dan posisi harga yang mendekati area support membuat investor perlu mencermati apakah penguatan tersebut memiliki momentum yang cukup kuat.

Baca Juga: Analisa Harga XRP Hari Ini: Kehilangan Momentum, XRP Anjlok 5% ke $1,42

Harga XRP Menguat, tetapi Tren Sepekan Masih Tertekan

Pergerakan harga XRP hari ini memperlihatkan bahwa kenaikan dalam satu hari tidak selalu mencerminkan pemulihan tren secara keseluruhan.

Meski pasangan XRP/IDR tercatat naik sekitar 2,1% ke Rp 23.638 menurut insight riset Tokocrypto, kinerja tujuh hari pada halaman harga XRP menunjukkan koreksi sekitar 7,17%.

Artinya, penguatan terbaru perlu dilihat sebagai pergerakan jangka pendek yang masih membutuhkan konfirmasi.

Agar pemulihan lebih meyakinkan, XRP perlu mempertahankan kenaikannya dan menunjukkan bahwa tekanan jual mulai mereda.

Menanggapi kondisi ini, Tim Research Tokocrypto menyoroti bahwa XRP sempat berada di kisaran Rp29.000-an pada awal Oktober.

Dari area tersebut, harga telah terkoreksi sekitar 18% menurut perhitungan dalam insight riset. Penurunan ini menunjukkan bahwa tekanan yang terjadi bukan sekadar fluktuasi kecil dalam perdagangan harian.

Meski begitu, koreksi harga belum otomatis menandakan tren jangka panjang berakhir. Arah berikutnya akan sangat bergantung pada kemampuan XRP mempertahankan support, perkembangan volume perdagangan, dan sentimen pasar kripto secara keseluruhan.

Tim Research Tokocrypto: Support MA90 Jadi Penentu Arah XRP

Menurut Tim Research Tokocrypto, XRP saat ini berada di dekat garis rata-rata pergerakan 90 hari atau moving average 90 hari (MA90), yang diperkirakan berada di sekitar Rp 23.100.

Area tersebut menjadi support penting yang dapat membantu menentukan apakah struktur harga jangka panjang masih bertahan.

Selama XRP mampu mempertahankan area MA90, peluang stabilisasi harga masih terbuka. Support tersebut berpotensi menjadi pijakan bagi pembeli untuk menahan tekanan jual dan mendorong pemulihan lanjutan.

Sebaliknya, jika harga menembus MA90 dan gagal kembali ke atasnya, risiko koreksi lebih dalam perlu diwaspadai.

Para analis menilai area Rp17.500, yang berkaitan dengan titik pantulan terendah pada Agustus, sebagai zona penurunan berikutnya yang patut diperhatikan.

Level Rp 17.500 bukan sasaran penurunan yang pasti tercapai. Area itu lebih tepat dipahami sebagai referensi teknikal apabila support utama gagal bertahan dan tekanan jual semakin kuat.

Dengan demikian, respons harga di sekitar Rp23.000 menjadi salah satu indikator penting. Investor perlu melihat apakah XRP mampu bertahan di atas area tersebut, bukan hanya berpatokan pada kenaikan harga dalam 24 jam.

Volume Perdagangan Bisa Mengonfirmasi Kekuatan Rebound

Karakter pergerakan XRP juga menjadi perhatian dalam analisa Tim Research Tokocrypto. Aset ini dikenal dapat mengalami lonjakan harga yang tajam ketika volume perdagangan meningkat, kemudian kembali bergerak lebih tenang setelah momentum mereda.

Menurut analis, volume saat ini relatif tenang. Kondisi ini sejalan dengan fase penantian ketika pelaku pasar masih mencari petunjuk mengenai arah pergerakan berikutnya.

Apabila volume meningkat seiring harga menguat, kondisi tersebut dapat mengindikasikan permintaan beli yang lebih kuat dan membuka peluang kelanjutan rebound.

Sebaliknya, lonjakan volume ketika harga melemah dapat menandakan tekanan jual yang meningkat. Perbedaan ini penting karena kenaikan harga tanpa dukungan aktivitas perdagangan yang memadai berisiko kehilangan momentum.

Data harga tujuh hari sebelumnya juga memberikan konteks tambahan bahwa XRP masih berada dalam fase koreksi pada snapshot yang tersedia.

Dengan latar tersebut, penguatan harian perlu disertai konfirmasi dari volume dan kemampuan harga mempertahankan support sebelum dianggap sebagai perubahan tren.

Bitcoin Masih Menjadi Penentu Arah Pasar Kripto

Selain faktor teknikal XRP, pergerakan Bitcoin tetap menjadi salah satu penentu penting. Bitcoin relatif tenang setelah munculnya berita terkait usulan MSCI mengenai klasifikasi pasar Indonesia, sementara XRP bergerak lebih agresif dalam perdagangan harian.

Meski demikian, pergerakan XRP tidak sepenuhnya berdiri sendiri. Perubahan sentimen terhadap Bitcoin dapat memengaruhi selera risiko investor di pasar kripto dan ikut menentukan apakah aset alternatif memperoleh dukungan beli atau justru mengalami tekanan.

Jika Bitcoin mampu bertahan stabil dan sentimen pasar membaik, XRP berpeluang mendapatkan ruang untuk menguji kekuatan rebound.

Namun, apabila Bitcoin melemah tajam, tekanan pasar dapat membatasi pemulihan XRP, bahkan ketika support teknikalnya masih diuji.

Investor karena itu perlu memantau tiga indikator utama: kemampuan XRP bertahan di sekitar MA90 Rp 23.000, hubungan antara volume perdagangan dan pergerakan harga, serta arah Bitcoin sebagai penentu sentimen pasar yang lebih luas.

Baca Juga: Analisa Harga XRP Hari Ini: Turun ke $1,50 Saat Tekanan Jual Mulai Menguat

Prospek Harga XRP Hari Ini

Harga XRP hari ini menunjukkan penguatan harian, meski tujuh hari sebelumnya masih memperlihatkan tekanan.

Perbedaan ini menegaskan pentingnya membedakan rebound jangka pendek dari pemulihan tren yang lebih berkelanjutan.

Area Rp 23.000–Rp 23.100 menjadi support yang patut diperhatikan. Jika bertahan, XRP berpeluang menstabilkan pergerakan dan melanjutkan pemulihan.

Namun, jika support tersebut ditembus, area Rp17.500 dapat menjadi referensi teknikal berikutnya untuk mengukur potensi koreksi.

Kenaikan volume yang diikuti penguatan harga akan menjadi sinyal yang lebih konstruktif, sedangkan peningkatan volume saat harga melemah dapat menunjukkan tekanan jual.

Pada akhirnya, arah Bitcoin tetap menjadi faktor penting yang dapat memperkuat atau membatasi pergerakan XRP.

Dengan kondisi tersebut, penguatan dalam 24 jam menjadi perkembangan positif, tetapi kemampuan mempertahankan support dan membangun momentum perdagangan akan lebih menentukan arah berikutnya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Trending