Connect with us

Bitcoin News

Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat saat IHSG Anjlok 5,1%, Investor Menahan Panik

Analisa harga BTC hari ini menunjukkan pergerakan Bitcoin yang relatif bertahan di tengah gejolak pasar keuangan Indonesia.

Tivan

Published

on

Bitcoin

Analisa harga BTC hari ini menunjukkan pergerakan Bitcoin yang relatif bertahan di tengah gejolak pasar keuangan Indonesia.

Ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok lebih dari 5% pada perdagangan Senin (19/10), Bitcoin justru mencatatkan penguatan harian di pasar rupiah.

Kondisi ini mengindikasikan bahwa tekanan jual di pasar saham domestik belum tentu langsung merembet ke aset kripto.

Berdasarkan halaman harga Bitcoin Tokocrypto yang diakses, BTC diperdagangkan di kisaran US$82.665,45, naik 1,32% dalam 24 jam.

Namun, jika riwayat harga dibatasi pada tujuh hari terakhir, Bitcoin masih terkoreksi sekitar 1,37%. Kapitalisasi pasarnya tercatat sekitar US$1,66 triliun, sedangkan volume perdagangan 24 jam berada di kisaran US$22,99 miliar.

Sementara itu, harga Bitcoin di pasar rupiah menguat sekitar 1% dalam sehari ke kisaran Rp1,46 miliar. Dalam 30 hari, kenaikannya baru sekitar 1,7%, memperlihatkan pergerakan yang relatif sideways.

Perbedaan respons antara saham dan kripto ini menjadi menarik di tengah ketidakpastian setelah MSCI mengusulkan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.

Lantas, apakah Bitcoin mampu mempertahankan ketahanannya ketika investor pasar modal domestik menghadapi tekanan besar?

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Pemulihan Berlanjut, Bitcoin Dekati Area $85.000

IHSG Anjlok 5,1%, Kekhawatiran MSCI Tekan Pasar Saham

IHSG melemah 5,13% ke level 4.919,06 pada awal perdagangan Senin (19/10).

Penurunan tersebut melanjutkan tekanan besar pada Jumat (16/10), ketika indeks terkoreksi sekitar 11,57% menyusul kabar mengenai usulan perubahan klasifikasi pasar Indonesia oleh MSCI.

Usulan tersebut memicu kekhawatiran investor terhadap transparansi kepemilikan saham dan praktik perdagangan di pasar domestik.

Jika perubahan status benar-benar diterapkan, saham Indonesia berpotensi kehilangan tempat di sejumlah indeks global yang menjadi acuan bagi investor internasional.

Meski demikian, keputusan final belum ditetapkan. Proses konsultasi dan evaluasi masih berlangsung, dengan keputusan akhir diperkirakan pada 2027.

Ketidakpastian mengenai hasil evaluasi itulah yang membuat sebagian investor memilih mengurangi risiko lebih awal daripada menunggu kepastian.

Tekanan IHSG dalam konteks ini terutama berkaitan dengan persoalan pasar saham Indonesia dan persepsi investor terhadap risiko domestik.

Karena itu, penurunan saham tidak otomatis berarti seluruh instrumen investasi akan mengalami tekanan dengan skala yang sama.

Bitcoin Bertahan, Sentimen Kripto Global Masih Menopang

Berbeda dari IHSG, pasar Bitcoin memperlihatkan ketahanan relatif.

Menurut Research Team Tokocrypto, volume perdagangan spot Bitcoin meningkat sekitar 82% menjadi US$3,54 miliar berdasarkan data CoinGlass. Harga BTC global juga disebut bertahan di sekitar US$81.500 dalam snapshot riset tersebut.

Kenaikan volume perdagangan menunjukkan aktivitas pasar yang meningkat, tetapi tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa pembeli mendominasi.

Arah harga dan keberlanjutan volume tetap perlu diamati untuk menilai apakah aktivitas tersebut mendukung pemulihan atau justru mencerminkan transaksi dua arah di tengah ketidakpastian.

Data terbaru Tokocrypto juga memperlihatkan gambaran serupa: Bitcoin menguat dalam 24 jam, tetapi performa tujuh harinya masih negatif.

Artinya, kenaikan harian belum cukup untuk menyimpulkan bahwa BTC telah memasuki tren naik baru.

Dalam konteks Indonesia, pergerakan BTC/IDR yang disebut naik sekitar 1% ke Rp1,46 miliar memberi sinyal bahwa kepanikan di pasar saham belum terlihat menular secara langsung ke harga Bitcoin dalam rupiah.

Namun, satu sesi perdagangan belum cukup untuk memastikan bahwa investor lokal sepenuhnya mengabaikan gejolak IHSG.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun ke $85.500, Profit Taking Berlebih

Insight Research Team Tokocrypto: Tekanan IHSG Belum Menular ke Bitcoin

Menurut Research Team Tokocrypto, gejolak pasar saham Indonesia belum menunjukkan penularan langsung ke pasar Bitcoin.

Ketika IHSG anjlok 5,1% ke level 4.919 akibat kekhawatiran atas usulan MSCI untuk menurunkan klasifikasi pasar Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market, Bitcoin justru relatif bertahan dan mencatatkan kenaikan di pasar rupiah.

Research Team Tokocrypto menyoroti bahwa sentimen pasar kripto global masih cukup positif.

Volume perdagangan spot Bitcoin dilaporkan meningkat sekitar 82% menjadi US$3,54 miliar berdasarkan data CoinGlass, sementara harga BTC global bertahan di kisaran US$81.500.

Di pasar domestik, Bitcoin menguat sekitar 1% dalam sehari ke kisaran Rp1,46 miliar, meskipun kenaikan selama 30 hari baru mencapai sekitar 1,7%.

Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa investor belum menunjukkan respons panik yang sebanding dengan tekanan di pasar saham.

Namun, pergerakan ini belum cukup untuk menyimpulkan bahwa Bitcoin sepenuhnya terlepas dari risiko gejolak keuangan domestik maupun global.

Research Team Tokocrypto menilai ada tiga indikator penting yang perlu dicermati ke depan. Pertama, kemampuan IHSG bertahan di sekitar level 4.900. Kedua, respons OJK, BEI, dan pemerintah terhadap usulan MSCI.

Ketiga, arus dana keluar dari produk spot Bitcoin ETF di Amerika Serikat. Jika arus keluar ETF berlanjut, tekanan terhadap permintaan Bitcoin global berpotensi meningkat.

Dengan demikian, ketahanan Bitcoin di tengah koreksi tajam IHSG menjadi sinyal yang menarik, tetapi belum menjamin tren bullish baru.

Investor perlu terus memantau perkembangan pasar saham domestik dan arus modal global untuk menilai apakah kondisi ini akan bertahan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Trending