Ethereum News
Analisa Harga ETH Hari Ini – Staking Tembus 35,9% dari Pasokan
Analisa harga ETH hari ini: Ethereum di ~US$2.490 dengan staking mencapai ~43,8 juta ETH. Hoodi testnet Glamsterdam 26 Okt jadi katalis berikutnya.
Ethereum (ETH) memasuki akhir Oktober 2026 dengan dua perkembangan yang menarik untuk dicermati investor.
Di satu sisi, jumlah ETH yang di-staking mencapai rekor 43,8 juta token atau sekitar 35,9% dari total pasokan pada akhir kuartal III 2026.
Di sisi lainnya, jaringan Ethereum bersiap menjalani pengujian upgrade Glamsterdam melalui Hoodi testnet pada 26 Oktober.
Kombinasi kedua faktor tersebut menghadirkan perspektif berbeda dalam membaca harga ETH.
Staking yang terus meningkat mengurangi jumlah token yang langsung tersedia untuk diperdagangkan, sedangkan pengujian Glamsterdam menjadi tahapan penting untuk mengevaluasi kesiapan teknis upgrade jaringan.
Meski demikian, keduanya tidak otomatis menjamin kenaikan harga. Pengaruh staking terhadap pasar tetap bergantung pada permintaan, sementara dampak upgrade akan terlihat dari hasil pengujian dan bagaimana pasar merespons perkembangannya.
Baca Juga: Analisa Harga Ethereum Hari Ini: Kehilangan Pijakan, ETH Turun ke $2.619
Daftar Isi
Harga ETH Hari Ini dan Pergerakan 24 Jam
Dengan mengacu pada harga sekitar US$2.490 per ETH untuk pengamatan pagi WIB, 22 Oktober 2026, perhatian pasar tertuju pada kemampuan Ethereum mempertahankan pergerakannya menjelang aktivasi Glamsterdam di Hoodi testnet.
Sekadar pengingat, angka US$2.490 digunakan sebagai acuan pengamatan, bukan harga yang dijamin tetap berlaku ketika artikel diterbitkan.
Persentase perubahan 24 jam dan harga tertinggi-terendah juga perlu disesuaikan dengan data live pada waktu publikasi agar tidak menggunakan angka yang sudah berubah.
Bagi investor, pergerakan harga menjelang sebuah agenda teknis penting perlu dibaca secara hati-hati.
Pasar bisa merespons ekspektasi terhadap upgrade sebelum pelaksanaannya, tetapi respons tersebut belum tentu berlanjut setelah pengujian selesai.
Karena itu, fokus analisis ETH bukan sekadar apakah harga bergerak naik atau turun dalam sehari.
Perlu diperhatikan juga apakah perubahan harga disertai aktivitas perdagangan yang kuat dan bagaimana respons pasar ketika perkembangan terbaru dari jaringan Ethereum diumumkan.

Staking Tembus 43,8 Juta ETH atau 35,9% Pasokan
Data CryptoQuant mengenai ETH 2.0 staking menunjukkan besarnya ETH yang masuk ke kontrak deposit staking Ethereum.
DSementara itu, laporan staking kuartal III dari Bitwise, sebagaimana diberitakan FXStreet, mencatat bahwa jumlah ETH yang di-staking mencapai sekitar 43,8 juta token pada akhir kuartal III 2026.
Angka tersebut setara dengan 35,9% dari total pasokan dan menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah.
Pertumbuhan ini memperlihatkan bahwa semakin banyak ETH dialokasikan untuk membantu mengamankan jaringan melalui mekanisme proof-of-stake.
Pemilik ETH dapat mengunci atau mendelegasikan asetnya melalui mekanisme staking untuk berpartisipasi dalam validasi jaringan dan memperoleh imbalan sesuai ketentuan protokol serta layanan yang digunakan.
Dari perspektif pasar, meningkatnya staking dapat mengurangi jumlah ETH yang langsung tersedia untuk dijual di pasar spot.
Ketika sebagian pasokan ditempatkan dalam staking, jumlah token yang likuid berpotensi menjadi lebih terbatas.
Jika permintaan tetap kuat atau meningkat, kondisi tersebut dapat membantu menopang harga.
Namun, ada perbedaan penting antara pasokan yang lebih terbatas dan permintaan baru. Staking tinggi bukan bukti bahwa pembeli baru sedang masuk ke pasar.
Harga tetap membutuhkan permintaan yang cukup untuk menyerap pasokan yang tersedia. Jika minat beli melemah, berkurangnya pasokan likuid tidak otomatis mendorong ETH naik.
Staking juga bukan berarti semua token yang di-staking tidak dapat ditarik selamanya. Proses keluar dari staking tetap dimungkinkan, tetapi mengikuti mekanisme antrean dan ketentuan jaringan.
Dengan demikian, angka 43,8 juta ETH lebih tepat dibaca sebagai indikator alokasi pasokan, bukan ukuran pasti jumlah token yang tidak akan dijual.
Tim Research Tokocrypto menilai peningkatan staking berpotensi menjadi faktor pendukung harga melalui penyusutan pasokan yang tersedia di pasar spot.
Meski demikian, investor tetap perlu mengamati permintaan aktual, volume perdagangan, serta arus dana untuk menilai apakah kondisi pasokan tersebut benar-benar tercermin dalam pergerakan harga.
Hoodi Testnet 26 Oktober Jadi Tahap Penting Glamsterdam
Katalis berikutnya datang dari pengembangan jaringan Ethereum.
Berdasarkan pengumuman resmi Ethereum Foundation mengenai Glamsterdam di Hoodi, upgrade tersebut dijadwalkan aktif pada 26 Oktober 2026 pukul 17.42.48 UTC, atau 27 Oktober pukul 00.42.48 WIB.
Hoodi merupakan jaringan uji publik yang digunakan untuk menguji perubahan protokol sebelum diterapkan ke mainnet.
Pengujian ini penting untuk memastikan perangkat lunak klien, validator, dan infrastruktur terkait dapat menjalankan aturan baru secara konsisten.
Glamsterdam membawa sejumlah perubahan teknis, termasuk enshrined proposer-builder separation (ePBS), block-level access lists (BAL), serta penyesuaian perhitungan gas Perubahan tersebut menjadi bagian dari upaya pengembangan kapasitas dan efisiensi pemrosesan transaksi Ethereum.
Keberhasilan pengujian Hoodi dapat membantu mengurangi risiko teknis dan risiko eksekusi sebelum upgrade dipertimbangkan untuk mainnet.
Sebaliknya, apabila ditemukan masalah kompatibilitas atau kendala teknis, tim pengembang dapat membutuhkan evaluasi dan penyesuaian lebih lanjut.
Penting dicatat, aktivasi Hoodi bukan berarti Glamsterdam langsung diterapkan ke mainnet. Ethereum Foundation belum menetapkan tanggal aktivasi mainnet dalam pengumuman tersebut.
Dengan demikian, 26 Oktober merupakan agenda pengujian yang perlu dipantau, bukan kepastian bahwa seluruh proses upgrade telah selesai.
Menurut perspektif Tim Research Tokocrypto, perhatian pasar pada tanggal tersebut sebaiknya diarahkan pada hasil pengujian dan reaksi harga ETH setelah perkembangan diumumkan.
Respons pasar dapat memberikan gambaran apakah agenda teknis ini memengaruhi sentimen investor, meski faktor lain tetap berperan.
Level ETH yang Perlu Dipantau
Dengan harga acuan sekitar US$2.490, investor dapat memusatkan perhatian pada area di sekitar US$2.450 dan US$2.500 sebagai zona observasi awal.
Kedua angka tersebut merupakan patokan pembacaan di sekitar harga acuan, bukan level support dan resistance yang telah dikonfirmasi oleh analisis teknikal lengkap.
Area US$2.450 dapat digunakan untuk mengamati apakah ETH masih mampu bertahan ketika mengalami tekanan jual.
Sementara itu, US$2.500 menjadi batas psikologis terdekat untuk melihat respons pasar apabila harga bergerak menguat.
Pergerakan di sekitar kedua area ini perlu dikonfirmasi dengan harga live, volume perdagangan, dan struktur grafik terbaru sebelum digunakan sebagai level teknikal.
Menjelang 26 Oktober, perhatian berikutnya adalah reaksi ETH terhadap aktivasi Glamsterdam di Hoodi.
Jika harga bergerak signifikan, investor perlu membandingkannya dengan kondisi pasar kripto secara keseluruhan dan aktivitas perdagangan ETH.
Perubahan harga yang terjadi berdekatan dengan sebuah agenda tidak selalu berarti agenda tersebut menjadi satu-satunya penyebab.
Selain harga, data staking tetap relevan untuk memantau perubahan pasokan.
Arus masuk atau keluar staking, perkembangan kesiapan klien, serta pengumuman resmi dari pengembang dapat membantu memberikan konteks yang lebih lengkap.
Tidak ada satu indikator yang cukup untuk memastikan arah harga berikutnya.
Baca Juga: Resmi: FED Hentikan QT, Apa Dampaknya Buat Pasar Kripto?
Kesimpulan: Staking Mendukung Pasokan, Hoodi Menguji Kesiapan Upgrade
Rekor staking sebesar 43,8 juta ETH atau 35,9% dari total pasokan memperlihatkan bahwa porsi besar Ethereum dialokasikan untuk staking.
Kondisi ini berpotensi mengurangi pasokan yang langsung tersedia di pasar spot dan membantu menopang harga, tetapi tidak menggantikan kebutuhan akan permintaan beli yang nyata.
Sementara itu, aktivasi Glamsterdam di Hoodi testnet pada 26 Oktober menjadi agenda teknis penting untuk menilai kesiapan upgrade sebelum penerapan mainnet diputuskan.
Hasil pengujian dan reaksi harga ETH setelahnya menjadi dua hal utama yang perlu diamati.
Dengan acuan harga sekitar US$2.490, investor sebaiknya memperbarui level pengamatan berdasarkan harga live ketika artikel diterbitkan.
Pendekatan ini membantu menjaga analisis tetap relevan tanpa menganggap level tertentu sebagai prediksi arah pasar.
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
-
Bitcoin News7 days agoAnalisa Harga BTC Hari Ini: Menguat ke US$82.378, Momentum Bullish Mulai Terlihat?
-
Academy6 days agoRiset Kripto 12-16 Oktober 2026: Bitcoin Terkoreksi Imbas Memanasnya Inflasi-—Buy the Dip?!
-
Crypto6 days agoHarga Solana Hari Ini: Naik 2,4% ke US$105, Ini Faktor yang Mendukung SOL
-
Crypto6 days agoAnalisa Harga Ethereum Hari Ini: Rebound, Kapitalisasi Pasar ETH Dekati US$300 Miliar

