Bitcoin News
Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Jatuh ke US$62.500, Pertanda Support Penting Mulai Retak?
Bitcoin kembali berada di bawah tekanan setelah gagal mempertahankan area harga yang sebelumnya dianggap sebagai fondasi pemulihan jangka pendek.
Bitcoin kembali berada di bawah tekanan setelah gagal mempertahankan area harga yang sebelumnya dianggap sebagai fondasi pemulihan jangka pendek.
Dalam 24 jam terakhir, aset kripto terbesar di dunia itu turun sekitar 2,05% dan diperdagangkan di kisaran US$62.521.
Penurunan ini mungkin terlihat tidak terlalu besar jika dibandingkan volatilitas Bitcoin di masa lalu.
Namun bagi pelaku pasar, ada hal yang lebih mengkhawatirkan: koreksi tersebut terjadi ketika Bitcoin masih berjuang keluar dari tren pelemahan yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir.
Kini perhatian investor tertuju pada satu pertanyaan utama. Apakah penurunan kali ini hanya koreksi biasa, atau justru sinyal bahwa pasar masih belum menemukan dasar yang kuat untuk bangkit?
Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat Tipis ke $63K
Daftar Isi
Bitcoin Kehilangan Pegangan di Atas US$64.000
Dalam beberapa pekan terakhir, area US$64.000 menjadi salah satu level yang paling sering diperhatikan oleh trader.
Pada perdagangan terbaru, Bitcoin sempat menyentuh level tertinggi harian di US$64.552 sebelum tekanan jual kembali mengambil alih pasar.
Harga kemudian turun hingga menyentuh titik terendah di US$62.201, memperlihatkan bahwa pembeli masih kesulitan mempertahankan momentum kenaikan.
Kegagalan bertahan di atas US$64.000 membuat sentimen pasar kembali melemah.
Level tersebut sebelumnya dianggap sebagai area penting yang dapat membuka peluang pemulihan lebih lanjut menuju US$66.000 hingga US$68.000.
Namun untuk saat ini, skenario tersebut harus ditunda karena pasar kembali fokus mempertahankan area support yang lebih rendah.
Koreksi Bulanan Semakin Dalam
Jika melihat pergerakan harian saja, kondisi Bitcoin mungkin belum terlihat terlalu mengkhawatirkan. Namun gambaran yang lebih luas menunjukkan tekanan yang jauh lebih besar.
Berdasarkan catatan Tokocrypto pada Jumat (19/6), harga BTC telah turun sekitar 18,97% atau kehilangan lebih dari US$14.600 per koin dalam 30 hari terakhir.
Penurunan tersebut menjadi salah satu koreksi bulanan terbesar yang dialami Bitcoin dalam beberapa waktu terakhir.
Bahkan dalam periode 60 hari, Bitcoin masih mencatat pelemahan sekitar 15,67%, sementara dalam 90 hari terakhir penurunannya mencapai 11,61%.
Data ini menunjukkan bahwa meskipun beberapa kali muncul reli jangka pendek, tren pemulihan masih belum benar-benar kokoh.
Bitcoin Tidak Lagi Memimpin Kenaikan Pasar
Hal lain yang menarik perhatian investor adalah performa mingguan Bitcoin yang masih negatif. Dalam tujuh hari terakhir, BTC tercatat turun sekitar 1,16%.
Angka tersebut memang tidak besar, tetapi cukup untuk menunjukkan bahwa Bitcoin belum mampu kembali menjadi penggerak utama reli pasar kripto.
Biasanya, ketika Bitcoin mulai menunjukkan kekuatan, aset ini akan memimpin arus modal masuk ke pasar kripto.
Namun kondisi saat ini memperlihatkan bahwa investor masih cenderung berhati-hati dan belum sepenuhnya yakin untuk kembali mengambil risiko besar.
Situasi tersebut menjadi salah satu alasan mengapa sentimen pasar masih cenderung defensif.
Aktivitas Perdagangan Tetap Tinggi
Meski harga sedang terkoreksi, aktivitas perdagangan Bitcoin masih sangat besar.
Volume transaksi dalam 24 jam terakhir mencapai sekitar US$29,4 miliar, sementara kapitalisasi pasarnya bertahan di kisaran US$1,25 triliun.
Angka ini mempertegas posisi Bitcoin sebagai aset digital terbesar dan paling likuid di dunia.
Selain itu, jumlah Bitcoin yang beredar kini mencapai sekitar 20,04 juta BTC, atau sekitar 95,45% dari total pasokan maksimum 21 juta BTC.
Kelangkaan pasokan inilah yang selama bertahun-tahun menjadi salah satu faktor utama yang mendukung nilai Bitcoin dalam jangka panjang.
Masih Setengah Jalan dari Rekor Tertinggi
Meskipun tetap menjadi aset kripto terbesar, Bitcoin saat ini masih berada jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) di level US$126.198.
Dengan harga yang berada di kisaran US$62.500, BTC saat ini masih diperdagangkan hampir 50% di bawah puncak historisnya.
Fakta tersebut menunjukkan bahwa pasar masih memiliki pekerjaan besar sebelum dapat kembali memasuki fase euforia seperti sebelumnya.
Di sisi lain, sebagian investor justru melihat kondisi ini sebagai peluang karena valuasi Bitcoin saat ini jauh lebih rendah dibandingkan saat mencapai ATH.
Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun ke US$65.828
Apa yang Akan Menjadi Penentu Selanjutnya?
Dalam jangka pendek, area US$62.000 kini menjadi level yang sangat penting untuk diperhatikan.
Jika Bitcoin mampu bertahan di atas zona tersebut, peluang untuk melakukan rebound menuju US$64.000 masih terbuka.
Namun apabila support ini gagal dipertahankan, pasar berpotensi menghadapi tekanan yang lebih besar dan membuka jalan menuju area harga yang lebih rendah.
Merujuk pada analisa harga BTC hari ini, Bitcoin berada di persimpangan yang cukup krusial.
Koreksi harian, pelemahan mingguan, dan penurunan bulanan yang mendekati 19% menunjukkan bahwa pasar masih mencari arah yang jelas.
Oleh karena itu, beberapa hari ke depan bisa menjadi momen penting yang menentukan apakah BTC mampu membangun fondasi pemulihan baru atau justru kembali melanjutkan tren turun yang telah berlangsung dalam beberapa bulan terakhir.
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

