Connect with us

Bitcoin News

Analisa Harga BTC Hari Ini: Naik 0,49% ke US$81.793, Minat Beli Bitcoin Mulai Menguat

Analisa harga BTC hari ini kembali menunjukkan sedikit penguatan Bitcoin setelah bergerak di area US$80.000.

Tivan

Published

on

Bitcoin

Analisa harga BTC hari ini kembali menunjukkan penguatan Bitcoin setelah bergerak di area US$80.000.

Berdasarkan data terbaru Tokocrypto pada Minggu (18/10), Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$81.793,86, naik sekitar 0,49% dalam 24 jam terakhir.

Kenaikan ini membawa BTC mendekati level tertinggi hariannya di US$81.958,38, setelah sempat turun hingga US$80.729,15.

Pergerakan tersebut memperlihatkan adanya upaya pemulihan setelah Bitcoin mengalami tekanan dalam sepekan terakhir.

Meski harga BTC masih terkoreksi 1,21% dalam tujuh hari, performanya tetap positif dalam periode yang lebih panjang.

Bitcoin mencatat kenaikan 5,94% selama 30 hari, 27,31% dalam 60 hari, dan 26,39% dalam 90 hari terakhir.

Kapitalisasi pasar Bitcoin kini berada di kisaran US$1,64 triliun, dengan volume perdagangan 24 jam mencapai US$12,64 miliar.

Sementara itu, pasokan BTC yang beredar tercatat sekitar 20,10 juta koin, atau 95,71% dari total pasokan maksimum 21 juta BTC.

Lantas, apa alasan harga Bitcoin naik hari ini? Data yang tersedia belum menunjukkan satu katalis spesifik yang dapat dipastikan sebagai pemicu kenaikan.

Namun, pemulihan setelah harga menyentuh area bawah perdagangan harian, kinerja positif dalam jangka menengah, serta kemungkinan meningkatnya minat beli dapat membantu menjelaskan pergerakan BTC saat ini.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Merosot ke US$81.466, Momentum Bullish Mulai Mendingin

Bitcoin Memantul dari Area US$80.700

Salah satu petunjuk dari penguatan Bitcoin terlihat dari pergerakannya setelah menyentuh US$80.729,15.

Harga kemudian naik hingga mendekati US$82.000, menunjukkan bahwa permintaan beli muncul ketika BTC bergerak di area bawah rentang perdagangan hariannya.

Dalam analisis pasar, kondisi tersebut dapat menggambarkan upaya pembeli mempertahankan harga setelah terjadi tekanan jual.

Ketika harga turun ke level tertentu lalu kembali naik, sebagian pelaku pasar mungkin menilai area tersebut menarik untuk membuka posisi beli.

Namun, pantulan harga tidak selalu berarti tren kenaikan baru telah dimulai.

Penguatan juga dapat terjadi karena aktivitas perdagangan jangka pendek atau berkurangnya tekanan jual setelah koreksi.

Untuk memastikan kekuatan pemulihan, pergerakan berikutnya perlu dilihat bersama volume transaksi dan kemampuan Bitcoin bertahan di level yang berhasil direbut kembali.

Pada perdagangan kali ini, BTC masih berada dekat dengan titik tertinggi hariannya.

Kondisi tersebut memberikan indikasi bahwa pemulihan intrahari masih berlangsung, meskipun belum cukup untuk memastikan bahwa Bitcoin mampu melanjutkan kenaikan secara konsisten.

Kinerja 60 dan 90 Hari Masih Menopang Sentimen Bitcoin

Selain pantulan dari level terendah harian, kinerja Bitcoin dalam beberapa bulan terakhir juga menjadi konteks penting.

BTC tercatat menguat 27,31% dalam 60 hari dan 26,39% dalam 90 hari.

Angka tersebut menunjukkan bahwa harga masih berada dalam posisi lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya.

Kinerja jangka menengah yang positif dapat membantu menjaga minat investor terhadap Bitcoin.

Sebagian pelaku pasar mungkin melihat koreksi mingguan sebagai pergerakan sementara setelah kenaikan sebelumnya, bukan langsung menganggapnya sebagai perubahan tren jangka panjang.

Meski demikian, penguatan dalam rentang 60 dan 90 hari tidak otomatis menjamin harga Bitcoin akan terus naik.

Pasar kripto dapat mengalami koreksi meskipun tren yang lebih panjang masih positif, terutama ketika investor melakukan penyesuaian posisi atau permintaan beli mulai melambat.

Bitcoin sendiri masih mencatat penurunan 1,21% dalam tujuh hari terakhir.

Kondisi ini memperlihatkan bahwa pemulihan harian belum sepenuhnya menghapus tekanan yang terjadi selama sepekan.

Agar sentimen bullish semakin kuat, BTC perlu mempertahankan kenaikan dan menunjukkan kemampuan bergerak lebih tinggi secara konsisten.

Aktivitas Perdagangan US$12,64 Miliar Menjadi Perhatian

Volume perdagangan Bitcoin dalam 24 jam terakhir mencapai sekitar US$12,64 miliar.

Aktivitas tersebut menunjukkan bahwa transaksi BTC tetap berlangsung dalam jumlah besar, tetapi angka volume saja belum cukup untuk membuktikan bahwa kenaikan harga didorong oleh masuknya modal baru secara signifikan.

Untuk menilai kekuatan reli, volume perlu dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Jika kenaikan harga disertai volume yang meningkat, kondisi tersebut dapat memperkuat indikasi bahwa minat beli sedang bertambah.

Sebaliknya, jika harga naik ketika volume menurun, pemulihan bisa saja berlangsung dengan dukungan permintaan yang terbatas.

Data yang tersedia belum menyertakan perbandingan volume secara langsung dengan hari sebelumnya.

Karena itu, belum dapat dipastikan apakah kenaikan BTC kali ini merupakan hasil akumulasi yang kuat, penutupan posisi jual, atau sekadar pantulan setelah harga melemah.

Selain itu, belum ada informasi yang cukup untuk mengaitkan penguatan Bitcoin dengan perkembangan makroekonomi, arus dana institusional, atau berita tertentu.

Faktor-faktor tersebut tetap layak dipantau, tetapi tidak seharusnya ditetapkan sebagai penyebab langsung tanpa data pendukung.

Level US$81.958 Menjadi Batas Penting untuk Pemulihan BTC

Dari sisi teknikal, rentang harga Bitcoin selama 24 jam terakhir memberikan sejumlah level yang dapat diperhatikan.

Area US$80.729,15 menjadi titik terendah harian, sedangkan US$81.958,38 merupakan titik tertinggi dalam periode yang sama.

Jika BTC mampu menembus US$81.958 dan bertahan di atasnya, peluang untuk menguji area psikologis US$82.000 menjadi lebih terbuka.

Keberhasilan mempertahankan level tersebut dapat menjadi sinyal bahwa pembeli masih memiliki kendali dalam perdagangan jangka pendek.

Sebaliknya, apabila Bitcoin gagal melewati area US$82.000 dan kembali turun, harga berpotensi bergerak mendekati level US$80.729.

Penurunan menuju area tersebut perlu dicermati untuk melihat apakah pembeli kembali masuk atau tekanan jual justru semakin kuat.

Level-level tersebut merupakan acuan berdasarkan rentang perdagangan harian, bukan jaminan arah harga selanjutnya.

Perubahan sentimen pasar dan keseimbangan permintaan-penawaran dapat membuat BTC bergerak di luar rentang tersebut.

Bitcoin Masih Berada Jauh di Bawah Rekor Tertinggi

Meskipun kembali menguat, harga Bitcoin saat ini masih cukup jauh dari rekor tertingginya sebesar US$126.198,07.

Pada level US$81.793,86, BTC masih berada sekitar 35% di bawah puncak historis tersebut.

Jarak terhadap rekor tertinggi dapat menjadi konteks untuk memahami perjalanan harga Bitcoin, tetapi tidak bisa digunakan sebagai satu-satunya indikator untuk menentukan apakah BTC tergolong murah atau berpeluang segera naik.

Penilaian harga tetap membutuhkan pertimbangan terhadap kondisi pasar, permintaan investor, likuiditas, dan perkembangan ekonomi global.

Pasokan Bitcoin yang dibatasi maksimal 21 juta koin juga menjadi salah satu karakteristik utama aset ini.

Dengan sekitar 20,10 juta BTC telah beredar, sebagian besar pasokan maksimum sudah masuk ke sirkulasi.

Namun, keterbatasan pasokan tidak menjamin kenaikan harga karena nilai BTC tetap dipengaruhi oleh tingkat permintaan di pasar.

Karena itu, penguatan harian Bitcoin lebih tepat dibaca sebagai tanda pemulihan jangka pendek yang masih membutuhkan konfirmasi, bukan bukti bahwa harga akan segera kembali ke rekor tertingginya.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Anjlok 3,13% ke $81.097, Bitcoin Terancam Koreksi Lebih Dalam

Prospek Harga Bitcoin Hari Ini

Kenaikan Bitcoin sebesar 0,49% ke US$81.793,86 memperlihatkan bahwa BTC mulai pulih setelah menyentuh area US$80.729,15.

Penguatan tersebut didukung oleh posisi harga yang mendekati titik tertinggi harian serta kinerja positif dalam rentang 30, 60, dan 90 hari terakhir.

Meski begitu, belum ada bukti yang cukup untuk memastikan satu faktor sebagai penyebab utama kenaikan Bitcoin hari ini.

Pantulan dari area bawah perdagangan dan kemungkinan membaiknya minat beli menjadi penjelasan yang masuk akal, tetapi perlu dikonfirmasi melalui perkembangan harga dan volume selanjutnya.

Dalam jangka pendek, area US$81.958 hingga US$82.000 menjadi batas penting yang perlu ditembus untuk memperkuat momentum pemulihan.

Sementara itu, US$80.729 menjadi level bawah yang perlu dipantau apabila BTC kembali mengalami tekanan.

Jika Bitcoin mampu bertahan di atas area bawah dan menembus US$82.000, peluang penguatan lanjutan dapat terbuka.

Sebaliknya, kegagalan mempertahankan kenaikan berisiko membuat BTC kembali bergerak dalam fase konsolidasi.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Trending