Bitcoin kembali diperdagangkan di atas US$65.000, didukung oleh berlanjutnya arus masuk dana ke ETF Bitcoin spot.
Bitcoin mampu bertahan di atas level US$60.000 meski sempat menghadapi tekanan jual.
Presiden AS Donald Trump menyatakan secara resmi bahwa Amerika Serikat kembali memberlakukan blokade di Selat Hormuz. Inflasi tahunan Amerika Serikat melambat dari 4,2% menjadi 3,5%, lebih...
Bitcoin masih menghadapi tekanan aksi ambil untung setelah sempat menyentuh level US$65.000.
Perkembangan tokenized stocks semakin membuka akses investor terhadap saham perusahaan global dan ETF dalam bentuk aset digital.
Ketidakpastian geopolitik mendorong Bitcoin terkoreksi ke bawah level US$65.000. Data Polymarket tunjukkan peluang tercapainya kesepakatan damai pada bulan ini hanya sekitar 20%.
Data inflasi Amerika Serikat menunjukkan perlambatan yang lebih baik dari perkiraan. Merespons perkembangan tersebut, Bitcoin berhasil kembali menembus level US$64.000.
Tokocrypto menyajikan market Sinyal Kripto edisi Selasa, 14 Juli 2026, yang merangkum analisis mendalam dan strategi perdagangan harian. Edisi kali ini menyoroti tiga aset kripto dengan...
Pergerakan pasar kripto pada hari ini, Selasa (14/7) cenderung berhati-hati menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat (CPI dan PPI).
Aksi korporasi Securitize yang resmi melantai di bursa saham NYSE (dengan ticker $SECZ) menjadi katalis positif yang sangat kuat bagi RedStone.
Harga Bitcoin pada timeframe daily terindikasi melemah pada Support $60K dan dikhawatirkan turun ke Fibonacci terdekatnya.