Connect with us

Altcoin News

Avalanche Masuk 5 Besar Jaringan RWA, Nilai Aset Tembus US$2,1 Miliar

Avalanche mencatat pertumbuhan signifikan di sektor RWA setelah nilai aset tokenisasi di jaringannya mencapai US$2,1 miliar.
Tim Research Tokocrypto menilai meningkatnya aktivitas RWA berpotensi berdampak pada permintaan AVAX.

Tivan

Published

on

Apa yang Diketahui tentang Avalanche (AVAX). Sumber; Binance Academy.

Avalanche mencatat pertumbuhan signifikan di sektor real-world assets (RWA) setelah nilai aset tokenisasi di jaringannya mencapai US$2,1 miliar. Berdasarkan data RWA.xyz, nilai tersebut naik 60,47% dalam 30 hari terakhir.

Lonjakan ini membawa Avalanche masuk ke jajaran lima besar jaringan blockchain untuk aset tokenisasi. Pertumbuhan tersebut juga memperkuat posisi Avalanche sebagai salah satu infrastruktur utama dalam tren tokenisasi aset dunia nyata.

Kesepakatan Bridgetower Dorong Pertumbuhan RWA

Dilaporkan Coingape, kenaikan aktivitas RWA di Avalanche didorong oleh sejumlah perkembangan institusional. Salah satu katalis utama adalah kesepakatan Bridgetower yang melakukan tokenisasi aset produksi dunia nyata senilai lebih dari US$11 miliar di jaringan Avalanche.

Aset tersebut mencakup proyek seperti Arizona Copper-Gold dan dibangun dengan dukungan infrastruktur Chainlink. Kesepakatan ini membantu Avalanche mencatat lonjakan arus masuk RWA dan memperkuat posisinya di papan peringkat RWA.xyz.

Selain Bridgetower, dana tokenisasi BUIDL milik BlackRock juga menjadi salah satu pendorong utama. BUIDL di Avalanche kini disebut telah tumbuh melampaui US$900 juta, menjadikannya salah satu produk tokenized treasury terbesar di jaringan tersebut setelah Ethereum.

VanEck juga disebut sedang membangun portofolio yang berfokus pada game, DeFi, AI, dan RWA di Avalanche. Modal yang belum digunakan dialokasikan ke instrumen pasar uang tokenisasi yang berjalan di atas jaringan tersebut.

Baca juga: FIFA World Cup Dorong Adopsi Avalanche, Bisakah Harga AVAX Ikut Reli?

Institusi Mulai Lirik Avalanche

Pertumbuhan RWA Avalanche menunjukkan bahwa jaringan ini mulai menarik perhatian institusi. Beberapa produk seperti BENJI milik Franklin Templeton dan layanan dari Littio Bank juga memilih Avalanche untuk produk yield berbasis aset tokenisasi.

Berbeda dari lonjakan TVL jangka pendek, aliran modal institusional ke produk RWA biasanya memiliki karakter yang lebih panjang. Hal ini menjadi penting bagi validator, pengembang, dan pemegang AVAX karena dapat menciptakan permintaan yang lebih stabil terhadap jaringan.

Arsitektur subnet Avalanche menjadi salah satu alasan jaringan ini menarik bagi institusi. Subnet memungkinkan pembuatan blockchain khusus dengan throughput tinggi, latensi rendah, dan kompatibilitas EVM penuh.

Model ini memberi fleksibilitas bagi institusi untuk membangun infrastruktur on-chain yang lebih sesuai dengan kebutuhan mereka, dibanding harus bergantung sepenuhnya pada jaringan publik yang lebih umum.

Dampaknya terhadap AVAX

Tim Research Tokocrypto menilai meningkatnya aktivitas RWA berpotensi berdampak pada permintaan AVAX.

“Semakin banyak transaksi dan aplikasi yang berjalan di ekosistem Avalanche, semakin besar pula kebutuhan terhadap AVAX untuk biaya gas, staking, dan peluncuran subnet,” ujarnya.

Kenaikan nilai aset tokenisasi sebesar lebih dari 60% dalam 30 hari menunjukkan adanya penggunaan nyata, bukan sekadar spekulasi pasar. Jika tren ini berlanjut, Avalanche dapat semakin mempersempit jarak dengan Ethereum yang masih menjadi pemimpin sektor RWA dengan nilai tokenisasi sekitar US$16 miliar.

Pergerakan harga Avalanche (AVAX/USDT) pada Rabu, 15 Juli 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Avalanche (AVAX/USDT) pada Rabu, 15 Juli 2026. Sumber: Tokocrypto.

Meski begitu, persaingan tetap ketat. Ethereum Layer 2 dan jaringan berkinerja tinggi lainnya juga berusaha menarik modal institusional yang sama. Selain itu, volatilitas pasar dan ketidakpastian regulasi masih dapat memengaruhi rencana ekspansi tokenisasi aset.

Namun, dengan masuknya Bridgetower, BlackRock, VanEck, Franklin Templeton, dan sejumlah institusi lain, Avalanche mulai membangun posisi yang lebih kuat di sektor RWA. Jika dukungan dari Avalanche Foundation dan pengembangan subnet baru terus berlanjut, jaringan ini berpeluang menjadi salah satu pemain utama dalam fase berikutnya dari tokenisasi aset dunia nyata.

Baca juga: Harga AS Roma Fan Token Stabil di $1,82, Volume Tinggi Picu Volatilitas


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Trending