Connect with us

Bitcoin News

Bitcoin Tembus Rp1,4 Miliar, Arus Dana ETF Rp10 Triliun, Sinyal Bullish?

Tivan

Published

on

Ilustrasi Bitcoin. Sumber: Shutterstock.

Bitcoin kembali menjadi sorotan pasar kripto global setelah mencatatkan arus masuk dana exchange-traded fund (ETF) kripto sebesar US$645,8 juta pada 2 Januari 2026. Lonjakan tersebut mendorong harga Bitcoin (BTC) naik hingga kisaran US$91.000 dan memicu optimisme baru terkait potensi kelanjutan tren bullish.

Berdasarkan data pasar, total kapitalisasi pasar kripto kini mencapai US$3,12 triliun dengan volume perdagangan harian mendekati US$75 miliar, mencerminkan meningkatnya aktivitas investor institusional. Sementara itu, Fear and Greed Index berada di level 40 (netral), membaik signifikan dibandingkan kondisi fear pada Desember lalu. Di sisi lain, Altcoin Season Index yang masih di angka 25 menegaskan dominasi Bitcoin di pasar kripto saat ini.

Dana ETF Masif

Dilaporkan Crypto Rank, analis menilai masuknya dana ETF secara masif berpotensi memperketat suplai Bitcoin di tengah likuiditas yang relatif tipis, sehingga menciptakan kondisi ideal untuk kenaikan harga lebih lanjut.

Dari sisi teknikal, Bitcoin telah mengonfirmasi breakout pola segitiga (triangle breakout) setelah konsolidasi selama hampir satu bulan. Penembusan di atas level US$89.500 menandai berakhirnya pergerakan sideways sepanjang Desember dan membuka peluang terbentuknya fase bullish baru.

Pada grafik 4 jam, BTC diperdagangkan di sekitar US$91.260 dengan pola higher lows dan volume yang terus meningkat. Persilangan 50-EMA di atas 100-EMA mengindikasikan momentum yang semakin kuat, sementara RSI di kisaran 69 menunjukkan tekanan beli yang sehat tanpa masuk wilayah jenuh beli.

Sinyal candlestick juga memperkuat sentimen positif. Pola bullish engulfing berhasil menembus area resistance, disusul formasi spinning top di dekat level US$92.000 yang mengindikasikan konsolidasi jangka pendek sebelum potensi lanjutan kenaikan.

Picu Optimisme Pasar

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 5 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 5 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Ke depan, selama Bitcoin mampu bertahan di atas US$89.000, target kenaikan berikutnya diperkirakan berada di area US$93.500 hingga US$94.600. Bahkan, analis membuka peluang penguatan menuju US$98.000 dalam beberapa pekan mendatang. Namun, jika harga turun dan ditutup di bawah US$88.400, risiko koreksi jangka pendek dan tekanan jual masih perlu diwaspadai.

Optimisme pasar turut didukung oleh aliran dana ETF yang berkelanjutan serta minat investor ritel yang mulai kembali meningkat. Lemahnya performa altcoin juga dinilai sebagai sinyal bahwa reli saat ini lebih matang dan tidak sekadar didorong spekulasi.

Dengan kombinasi sentimen institusional, faktor teknikal, dan kondisi makro yang mulai mendukung aset digital, Bitcoin bahkan disebut berpeluang menguji level US$100.000 pada kuartal pertama 2026.

Di luar Bitcoin, pasar kripto juga diramaikan oleh kemunculan meme coin Maxi Doge. Proyek ini telah menghimpun dana lebih dari US$4,4 juta dalam masa presale dan menarik perhatian lewat pendekatan berbasis komunitas serta kompetisi. Token $MAXI, yang saat ini dipatok di harga US$0.0002765, menawarkan mekanisme staking dengan imbal hasil harian dan dijadwalkan segera memasuki fase kenaikan harga presale berikutnya.

Baca juga: BlackRock Resmi Ajukan ETF Staked Ethereum, Langkah Bersejarah!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Trending