Bitcoin News
Bitcoin Turun setelah Bank of Japan Naikkan Suku Bunga
Tim Research Tokocrypto menilai dalam beberapa kenaikan suku bunga BoJ sebelumnya sejak 2024, Bitcoin sempat mengalami koreksi besar.
Harga Bitcoin kembali berada di bawah tekanan jual pada Selasa setelah Bank of Japan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 1%.
Level tersebut menjadi suku bunga tertinggi Jepang sejak 1995. Keputusan ini menandai kelanjutan perubahan kebijakan Jepang setelah bertahun-tahun mempertahankan monetary policy yang sangat longgar.
Bitcoin turun lebih dari 2% dalam 24 jam dan diperdagangkan di sekitar US$65.827, dengan level terendah harian di US$65.468.
Daftar Isi
BoJ Naikkan Suku Bunga ke 1%
Menurut laporan Coingape, Bank of Japan menaikkan suku bunga dari 0,75% menjadi 1,0%, sesuai ekspektasi pasar.
Ini menjadi kenaikan suku bunga kelima sejak BoJ mulai melakukan normalisasi kebijakan setelah mengakhiri era suku bunga negatif.
Keputusan tersebut diambil melalui voting 7-1. Gubernur Kazuo Ueda tidak hadir dan tidak ikut memberikan suara karena sedang menjalani perawatan di rumah sakit.
Jepang Masih Hadapi Tekanan Inflasi
BoJ menyebut tekanan harga masih menjadi perhatian utama. Kenaikan harga minyak mentah mulai berdampak cepat pada transaksi business-to-business dan berpotensi menyebar ke harga konsumen.
Inflasi Jepang juga dipengaruhi oleh yen yang lemah dan biaya energi yang masih tinggi akibat perang AS-Iran.
Karena itu, BoJ membuka ruang untuk melanjutkan kenaikan suku bunga jika kondisi ekonomi dan tekanan biaya terus mendukung.
Yen Justru Melemah terhadap Dolar AS
Meski BoJ menaikkan suku bunga, yen justru melemah terhadap dolar AS dan bergerak di sekitar 160,29.
Pelemahan yen ini menjadi faktor yang menahan tekanan lebih besar pada Bitcoin. Jika yen menguat tajam, risiko unwinding yen carry trade bisa meningkat dan menekan aset berisiko secara global.
Namun, karena yen masih melemah, pasar belum melihat tekanan likuiditas global yang terlalu ekstrem.
Apa Itu Yen Carry Trade?
Yen carry trade adalah strategi ketika investor meminjam dana murah dalam yen lalu mengalokasikannya ke aset dengan imbal hasil lebih tinggi, seperti saham AS, obligasi, atau crypto.
Jika yen menguat tajam setelah kenaikan suku bunga, investor yang menggunakan strategi ini bisa dipaksa mengurangi posisi.
Proses unwind tersebut dapat menarik likuiditas dari pasar global dan menekan aset berisiko seperti Bitcoin.
Bitcoin Pernah Turun Tajam Setelah Kenaikan BoJ
Tim Research Tokocrypto menilai dalam beberapa kenaikan suku bunga BoJ sebelumnya sejak 2024, Bitcoin sempat mengalami koreksi besar dalam beberapa minggu setelah keputusan tersebut.
“Beberapa data menunjukkan BTC pernah mencatat selloff sekitar 20%–30% setelah kenaikan suku bunga Jepang,” ucapnya.
Karena itu, trader kini kembali memantau apakah keputusan terbaru BoJ akan memicu pola serupa atau justru dampaknya lebih terbatas karena yen masih melemah.
Baca Juga: Tron Jadi Top Loser Mingguan, tetapi Tiga Sinyal Bullish Mulai Terbentuk

US-Iran Deal Bantu Batasi Penurunan
Meski Bitcoin turun setelah keputusan BoJ, tekanan harga tidak berlanjut terlalu dalam.
Salah satu faktor yang membantu menahan penurunan adalah sentimen positif dari potensi kesepakatan damai AS-Iran. Jika ketegangan geopolitik mereda, tekanan pada harga minyak bisa berkurang dan risk appetite investor dapat membaik.
Kombinasi yen yang masih lemah dan harapan kesepakatan AS-Iran membuat BTC tidak mengalami penurunan lebih tajam setelah keputusan BoJ.
BoJ Juga Akan Kurangi Pembelian Obligasi
Selain menaikkan suku bunga, Bank of Japan juga akan mengurangi pembelian obligasi pemerintah Jepang mulai April 2027.
Namun, bank sentral tersebut masih akan membeli sekitar 2 triliun yen atau sekitar US$12,5 miliar obligasi pemerintah Jepang per bulan.
Langkah ini menunjukkan BoJ tidak langsung menarik likuiditas secara agresif, tetapi tetap bergerak menuju normalisasi kebijakan secara bertahap.
Fokus Berikutnya: FOMC Meeting
Setelah keputusan BoJ, perhatian pasar kini beralih ke FOMC meeting. Federal Reserve diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tetap stabil dalam pertemuan pertama Kevin Warsh sebagai Fed Chair.
Namun, pasar akan sangat memperhatikan nada pernyataan The Fed. Jika Warsh memberi sinyal hawkish, Bitcoin dan aset berisiko lain bisa kembali tertekan.
Sebaliknya, jika nada The Fed lebih netral atau dovish, tekanan dari keputusan BoJ mungkin bisa diredam.
Level Bitcoin yang Perlu Dipantau
Dalam jangka pendek, area US$65.000 menjadi support penting bagi Bitcoin.
Jika BTC gagal mempertahankan area ini, tekanan jual bisa berlanjut dan membuka peluang koreksi ke level yang lebih rendah.
Namun, jika Bitcoin mampu bertahan di atas US$65.000 dan kembali menembus US$66.000–US$67.000, pasar dapat melihat penurunan ini sebagai reaksi sementara terhadap keputusan BoJ.
Baca Juga: TRON Dukung Infrastruktur Pembayaran Agentic AI
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

