BNB News
BNB Tertekan Usai Muncul Desakan Investigasi Aktivitas Kripto Iran
harga BNB ikut melemah. Token native ekosistem Binance tersebut turun ke sekitar US$641,45.
Binance kembali menghadapi tekanan regulasi dari Amerika Serikat setelah Departemen Keuangan AS dilaporkan meminta exchange tersebut memperketat sistem kepatuhan. Permintaan ini muncul setelah laporan terbaru menyoroti meningkatnya penggunaan aset kripto oleh pihak yang terkait dengan Iran untuk menghindari sanksi.
Menurut BeInCrypto, tekanan baru ini menambah sorotan terhadap Binance, meskipun sebelumnya perusahaan telah menyelesaikan kasus besar dengan otoritas AS melalui penyelesaian senilai US$4,3 miliar dan melakukan perombakan sistem kepatuhan.
Daftar Isi
Treasury AS Perketat Pengawasan Jaringan Kripto Iran
Langkah terbaru dari Treasury AS menjadi bagian dari upaya yang lebih luas untuk menekan aktivitas penghindaran sanksi melalui aset digital. Pada April 2026, AS meluncurkan “Operation Economic Fury” untuk mengganggu infrastruktur keuangan Iran.
Dalam operasi tersebut, otoritas AS menjatuhkan sanksi terhadap sejumlah wallet kripto yang diduga terhubung dengan Bank Sentral Iran dan Islamic Revolutionary Guard Corps atau IRGC.
Selain itu, otoritas juga bekerja sama dengan penerbit stablecoin Tether untuk membekukan sekitar US$344 juta USDT di jaringan Tron. Langkah ini menunjukkan bahwa stablecoin dan infrastruktur blockchain kini menjadi bagian penting dalam pengawasan sanksi global.
Baca juga: BNB Salip XRP Lagi, Target $900 Mulai Dibicarakan
Aktivitas Kripto Iran Capai US$7,78 Miliar
Perusahaan analitik blockchain Chainalysis sebelumnya memperkirakan aktivitas kripto Iran mencapai sekitar US$7,78 miliar sepanjang 2025. Wallet yang diduga terhubung dengan IRGC disebut menerima lebih dari US$3 miliar.
Laporan tersebut memperkuat kekhawatiran regulator AS bahwa aset digital dapat digunakan untuk memindahkan dana lintas negara di luar sistem keuangan tradisional, terutama oleh pihak yang berada di bawah sanksi.
Menurut laporan The Information, pejabat Treasury kini meminta Binance menambah lapisan pengamanan kepatuhan setelah intelijen dan laporan media menunjukkan bahwa aktor Iran masih dapat memindahkan dana kripto dalam jumlah besar meski berada di bawah pembatasan sanksi dan internet.
Harga BNB Turun Setelah Kabar Regulasi

Setelah kabar tekanan Treasury AS terhadap Binance mencuat, harga BNB ikut melemah. Token native ekosistem Binance tersebut turun ke sekitar US$641,45.
Penurunan ini mencerminkan reaksi pasar terhadap kekhawatiran baru seputar risiko regulasi. Namun, pelemahan tersebut masih tergolong moderat dan kemungkinan dipengaruhi oleh FUD atau fear, uncertainty, and doubt yang kerap muncul saat ada kabar negatif terkait ekosistem besar seperti Binance.
Tim Research Tokocrypto mengatakan masalahnya bukan cuma headline geopolitik, tapi risiko bahwa Binance kembali dipaksa membayar premi regulasi lebih mahal meski sudah meneken settlement US$4,3 miliar pada 2023.
“Kalau pengawasan ini melebar ke aliran stablecoin, likuiditas dan sentimen di ekosistem Binance bisa ikut kena pukul lebih lama daripada sekadar dump satu hari,” jelasnya.
Binance Masih Hadapi Tekanan Kepatuhan
Binance bukan pertama kali menghadapi sorotan dari regulator AS. Pada 2023, exchange tersebut mengaku bersalah atas pelanggaran terkait sanksi dan anti-money laundering atau AML, lalu setuju membayar penyelesaian US$4,3 miliar.
Sebagai bagian dari penyelesaian tersebut, Binance juga menerima pengawasan dari monitor kepatuhan independen yang diawasi oleh Department of Justice dan FinCEN.
Meski begitu, laporan terbaru menunjukkan bahwa regulator masih belum sepenuhnya yakin sistem pemantauan Binance cukup kuat untuk menghadapi risiko geopolitik yang meningkat.
Binance Klaim Kooperatif
Binance menyatakan tetap berkomitmen untuk bekerja sama dengan monitor independen dan lembaga terkait. Perusahaan juga menyebut pengawasan tersebut sebagai bagian penting untuk memperkuat kontrol kepatuhan dan AML.
Binance mengatakan akan memberikan kerja sama penuh dan transparansi kepada monitor. Namun, analis memperkirakan bahwa perusahaan masih dapat menghadapi arahan kepatuhan tambahan, pembaruan penegakan hukum, serta pengawasan lebih ketat terhadap transaksi stablecoin yang terkait dengan yurisdiksi terkena sanksi.
Investor Cermati Dampak ke Likuiditas Pasar
Tekanan baru terhadap Binance menjadi perhatian besar karena exchange tersebut masih menjadi salah satu platform kripto terbesar di dunia berdasarkan volume perdagangan.
Jika pembatasan atau kewajiban kepatuhan tambahan diterapkan lebih ketat, dampaknya dapat terasa pada aliran likuiditas, penggunaan stablecoin, dan kepercayaan institusional terhadap pasar aset digital.
Investor juga mencermati apakah otoritas AS akan memperluas pengawasan ke exchange offshore lain dan penyedia infrastruktur kripto yang dinilai memiliki risiko serupa.
Kripto Masuk Agenda Keamanan Global
Kasus ini menunjukkan perubahan besar dalam cara pemerintah AS melihat industri kripto. Aset digital tidak lagi hanya dipandang sebagai instrumen keuangan, tetapi juga sebagai bagian dari strategi penegakan sanksi dan keamanan global.
Bagi Binance, tekanan dari Treasury AS menjadi ujian baru terhadap komitmen kepatuhan perusahaan. Sementara bagi pasar kripto, perkembangan ini menegaskan bahwa isu regulasi, sanksi, dan stablecoin akan tetap menjadi faktor penting yang memengaruhi sentimen investor dalam beberapa bulan ke depan.
Baca Juga: Tether Integrasikan USA₮ ke Rumble Wallet, Ekspansi Pembayaran Digital
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
-
Market6 days agoKanada Larangan ATM Bitcoin, Akses Kripto Ritel Terancam
-
Market5 days agoKevin Warsh Lolos Senat, Arah Suku Bunga AS Potensi Berubah
-
Market5 days agoPaystand Luncurkan USDb: Stablecoin Berbasis Bitcoin Rails
-
Market6 days agoCNB Uji Coba Alokasi 5% Cadangan Bitcoin, Sinyal Baru BTC?

