Altcoin News
COINB Naik 0,83 Persen, Coinbase Makin Serius Garap Saham On-Chain
Kenaikan tersebut terjadi pada akhir pekan, ketika saham Coinbase Global (NASDAQ: COIN) sebagai underlying tidak aktif diperdagangkan.
Coinbase Tokenized bStocks (COINB) menguat 0,83 persen dalam 24 jam ke 196,83 dollar AS ketika Bitcoin bergerak relatif datar. Momentum datang di tengah ekspansi bisnis Coinbase ke saham on-chain, peluncuran Equities Hub Aave V4, serta arus dana besar yang kembali masuk ke ETF Bitcoin AS.
Dikutip CoinMarketCap, Coinbase Tokenized bStocks (COINB) mencatat kenaikan 0,83 persen dalam 24 jam menjadi 196,83 dollar AS, sedikit mengungguli Bitcoin yang cenderung bergerak datar.
Kenaikan tersebut terjadi pada akhir pekan, ketika saham Coinbase Global (NASDAQ: COIN) sebagai underlying tidak aktif diperdagangkan.
Pada perdagangan terakhir Jumat, 25 September 2026, saham COIN justru turun 2,06 persen menjadi 195,11 dollar AS, setelah sehari sebelumnya ditutup di 199,21 dollar AS.
Perbedaan arah tersebut kembali menunjukkan salah satu karakter tokenized stocks: perdagangan dapat terus berlangsung ketika pasar saham AS sudah tutup, sehingga harga token dapat mengalami price dislocation sementara dari underlying.
Daftar Isi
Aave Buka Pintu Baru untuk Saham Tokenisasi Coinbase
Sentimen terbesar akhir pekan datang dari perkembangan bisnis tokenisasi Coinbase.
Pada 25 September, Aave resmi meluncurkan Equities Hub pada Aave V4 di Base, yang memungkinkan pengguna yang memenuhi syarat di luar Amerika Serikat menjaminkan tokenized U.S. stocks untuk meminjam USDC.
Tujuh aset pertama yang tersedia adalah Apple (AAPLc), Amazon (AMZNc), Alphabet (GOOGLc), Meta (METAc), Microsoft (MSFTc), Nvidia (NVDAc), dan Tesla (TSLAc).
Chainlink menyediakan data harga untuk collateral tersebut, sementara USDC menjadi satu-satunya aset yang dapat dipinjam pada tahap awal.
Namun, ada satu perbedaan penting.
COINB sendiri tidak termasuk dalam tujuh collateral tersebut

COINB merupakan bagian dari bStocks yang diterbitkan BTech Holdings Limited dan memberikan eksposur ekonomi terhadap saham Coinbase. Binance mulai memperdagangkan COINB dan memasukkannya sebagai eligible collateral pada Juli.
Sementara itu, aset yang masuk Aave merupakan Coinbase Tokenized Stocks, produk B20 yang diterbitkan Coinbase dan berjalan di jaringan Base.
Artinya, peluncuran Aave tidak memberikan utility baru secara langsung kepada COINB. Dampaknya lebih tepat dilihat sebagai sentimen positif terhadap strategi tokenisasi Coinbase sebagai perusahaan underlying.
Tokenized Stocks Mulai Punya Fungsi di DeFi
Meski tidak langsung melibatkan COINB, Equities Hub menjadi perkembangan penting bagi Coinbase.
Coinbase Tokenized Stocks tidak lagi hanya bisa disimpan atau diperdagangkan. Aset tersebut sekarang dapat digunakan sebagai collateral dalam protokol lending DeFi.
Coinbase menjelaskan produk tokenized stocks miliknya didukung 1:1 oleh saham underlying, dengan saham disimpan dalam struktur kustodian terpisah dan token diterbitkan sebagai B20 di Base. Produk tersebut tersedia bagi pengguna yang memenuhi syarat di luar AS.
Perubahan fungsi dari sekadar instrumen perdagangan menjadi collateral memberikan gambaran bagaimana Coinbase ingin menghubungkan pasar saham dengan ekosistem on-chain.
Bagi saham COIN, perkembangan tersebut relevan karena memperluas bisnis perusahaan di luar perdagangan aset kripto tradisional.
Strategi “Everything Exchange” Makin Luas
Tokenisasi bukan satu-satunya ekspansi Coinbase.
Pada 21 September, Coinbase mulai menawarkan akses IPO kepada investor ritel AS langsung melalui aplikasinya.
Pengguna yang memenuhi syarat dapat mengajukan alokasi saham pada harga penawaran sebelum perusahaan mulai diperdagangkan di pasar terbuka. Program tersebut dimulai dengan IPO perusahaan smart-ring Oura.
Coinbase menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari strategi membangun “Everything Exchange”, tempat pengguna dapat mengakses berbagai kelas aset dalam satu platform.
Perusahaan sebelumnya juga telah memperluas perdagangan saham dan ETF di AS, meluncurkan stock perpetual futures bagi pengguna internasional, serta mengembangkan tokenized stocks untuk pasar non-AS.
Strategi itu membuat kinerja Coinbase tidak lagi sepenuhnya bergantung pada volume spot crypto.
SEC Ikut Buka Jalan untuk Tokenized Stocks
Industri tokenisasi juga mendapat dukungan regulasi baru.
SEC pada 17 September 2026 menerbitkan Innovation Exemption, yang memberikan pengecualian sementara dan bersyarat selama lima tahun bagi Tokenized Securities Venues tertentu untuk memperdagangkan tokenized NMS stocks secara on-chain.
Kerangka tersebut mengharuskan token yang masuk menyediakan hak dan manfaat yang setara dengan saham tradisional kelas yang sama, serta menerapkan sejumlah persyaratan perlindungan investor.
Karena itu, kebijakan tersebut bukan persetujuan langsung terhadap seluruh tokenized stock yang sudah beredar, termasuk COINB maupun seluruh produk Coinbase.
Namun, bagi perusahaan seperti Coinbase yang memang sedang membangun infrastruktur tokenisasi, langkah SEC memberi jalur regulasi yang lebih konkret untuk perkembangan pasar tersebut.
ETF Bitcoin Catat Inflow US$2,39 Miliar

Sentimen terhadap Coinbase juga tetap berkaitan erat dengan kondisi industri crypto.
Spot Bitcoin ETF AS mencatat net inflow sekitar 2,39 miliar dollar AS sepanjang 21–25 September, dengan arus dana positif pada seluruh lima sesi perdagangan.
Senin menjadi hari terbesar dengan inflow sekitar 999 juta dollar AS, disusul 714,7 juta dollar AS pada Selasa. Meski inflow melambat menjadi sekitar 134,5 juta dollar AS pada Jumat, permintaan institusional tetap positif sepanjang pekan.
Kondisi tersebut menjadi latar belakang yang relatif positif bagi Coinbase karena aktivitas pasar crypto masih menjadi bagian penting dari pendapatan perusahaan.
Saham COIN sendiri sempat melonjak 11,66 persen pada 18 September dan kembali naik 3,50 persen pada 21 September sebelum mengalami konsolidasi sepanjang pekan.
COINB Dekati Level US$200
Dalam jangka pendek, level psikologis 200 dollar AS menjadi area penting bagi COINB.
Jika harga mampu bertahan di atas kisaran 195 dollar AS dan kembali menembus 200 dollar AS dengan volume yang meningkat, area sekitar 205 dollar AS dapat menjadi resistance berikutnya.
Sebaliknya, pelemahan di bawah 195 dollar AS dapat membawa harga kembali ke rentang konsolidasi sebelumnya.
Satu hal yang perlu diperhatikan adalah volume perdagangan COINB dalam 24 jam yang turun sekitar 40 persen. Kondisi tersebut menunjukkan kenaikan terbaru belum memiliki konfirmasi aktivitas perdagangan yang kuat.
Untuk saat ini, penguatan COINB lebih tepat dilihat sebagai kombinasi price discovery akhir pekan, optimisme terhadap ekspansi bisnis Coinbase ke tokenized equities, serta sentimen positif pasar crypto secara keseluruhan.
Peluncuran Aave V4 Equities Hub menjadi katalis yang menarik, tetapi bukan karena COINB kini bisa dijadikan collateral. Yang lebih penting adalah bahwa produk tokenized stocks milik Coinbase kini mulai mendapatkan fungsi nyata di DeFi, memperkuat strategi perusahaan untuk mempertemukan pasar saham tradisional dengan ekonomi on-chain.
Baca juga: Berapa Potensi Penghasilan dari Referral Tokocrypto? Ini Simulasinya
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

