Altcoin News
Coinbase Dapat Dorongan Regulasi Baru, COINB Naik 3,07%
Coinbase Tokenized bStocks (COINB) mencatat kenaikan 3,07% dalam 24 jam ke level US$176,21, berdasarkan data pasar yang digunakan.
Coinbase Tokenized bStocks (COINB) menguat 3,07% ke US$176,21 dalam 24 jam setelah SEC membuka jalur regulasi baru untuk perdagangan saham tokenisasi berbasis blockchain. Sebagai salah satu perusahaan yang aktif membangun infrastruktur aset digital, Coinbase menjadi salah satu pemain yang berpotensi memanfaatkan perkembangan ini.
Coinbase Tokenized bStocks (COINB) mencatat kenaikan 3,07% dalam 24 jam ke level US$176,21, berdasarkan data pasar yang digunakan.
Penguatan tersebut terjadi di tengah pemulihan aset terkait kripto dan meningkatnya perhatian terhadap perkembangan saham tokenisasi setelah Securities and Exchange Commission (SEC) Amerika Serikat menerbitkan kerangka baru untuk perdagangan aset tersebut.
Selain faktor regulasi, saham Coinbase Global (NASDAQ: COIN) juga ikut menguat sekitar 3,74%, memberikan dukungan tambahan terhadap pergerakan COINB.
Daftar Isi
SEC Buka Jalur Baru Perdagangan Saham Tokenisasi
Pada 17 September 2026, SEC menerbitkan Innovation Exemption, sebuah pengecualian bersyarat selama lima tahun yang memberikan ruang bagi platform tertentu untuk memperdagangkan saham AS dalam bentuk tokenisasi menggunakan teknologi blockchain.
Menurut CoinMarketCap, kerangka tersebut memungkinkan Tokenized Securities Venues (TSV) yang memenuhi persyaratan regulator untuk menjalankan perdagangan saham tokenisasi dengan model yang lebih fleksibel.
Salah satu poin penting dalam aturan tersebut adalah tokenisasi saham harus tetap mempertahankan hak ekonomi yang melekat pada saham asli, termasuk hak dividen dan hak suara.
Langkah ini menjadi perkembangan besar karena memberikan kejelasan lebih besar terhadap bagaimana saham tokenisasi dapat beroperasi dalam kerangka pasar modal Amerika Serikat.
Bagi perusahaan seperti Coinbase, aturan tersebut berpotensi membuka peluang untuk membawa produk saham tokenisasi ke pasar yang lebih luas.
Baca juga: Apa Itu $COIN, Saham dari Coinbase?
Coinbase Berpotensi Perkuat Strategi Tokenisasi
Coinbase selama ini tidak hanya berfokus pada perdagangan aset kripto.
Perusahaan terus memperluas konsep Everything Exchange, yaitu membangun platform yang menggabungkan berbagai instrumen keuangan seperti kripto, saham, derivatif, dan aset berbasis blockchain.
Dengan munculnya kerangka regulasi baru dari SEC, Coinbase memiliki peluang untuk mengembangkan kembali strategi tokenisasi dengan pendekatan yang lebih sesuai dengan aturan pasar modal AS.
Namun, Innovation Exemption tidak berarti produk tokenisasi Coinbase otomatis mendapatkan izin perdagangan di Amerika Serikat.
Setiap platform tetap harus memenuhi persyaratan SEC, termasuk struktur penerbitan, transparansi, perlindungan investor, dan mekanisme perdagangan.
Karena itu, dampak awal dari kebijakan tersebut lebih terlihat pada peningkatan kepercayaan investor terhadap sektor saham tokenisasi secara keseluruhan.
Saham Coinbase Ikut Pulih

Kenaikan COINB juga mendapat dukungan dari saham acuannya.
Saham Coinbase mulai pulih setelah sebelumnya mengalami tekanan bersama sektor aset digital.
Perusahaan tetap menjadi salah satu pemain utama dalam infrastruktur kripto global, dengan bisnis yang mencakup perdagangan aset digital, layanan kustodian, serta solusi untuk institusi.
Perkembangan regulasi menjadi faktor penting bagi Coinbase karena perusahaan telah lama menghadapi ketidakpastian mengenai aturan aset digital di Amerika Serikat.
Dengan adanya jalur regulasi yang lebih jelas, investor mulai melihat peluang bahwa aktivitas aset digital dapat berkembang dalam kerangka yang lebih terstruktur.
Aktivitas On-Chain Tambah Utilitas Saham Tokenisasi
Selain sentimen regulasi, penggunaan saham tokenisasi dalam ekosistem blockchain juga mulai berkembang.
Data yang tersedia menunjukkan saham tokenisasi Coinbase yang tersedia di jaringan Base mulai digunakan dalam aplikasi keuangan terdesentralisasi.
Sekitar US$7,5 juta aset tokenisasi Coinbase telah disimpan dalam protokol DeFi di Base, atau sekitar 42% dari kapitalisasi pasar on-chain produk tersebut.
Perkembangan ini menunjukkan saham tokenisasi mulai memiliki fungsi lebih luas dibandingkan hanya sebagai instrumen perdagangan.
Aset tersebut mulai digunakan sebagai bagian dari aktivitas keuangan berbasis blockchain, termasuk penyediaan likuiditas dan penggunaan dalam protokol tertentu.
Namun, peningkatan penggunaan on-chain tetap perlu dilihat dalam konteks likuiditas dan adopsi jangka panjang.
Pasar Saham Tokenisasi Terus Berkembang
Kenaikan COINB juga berlangsung ketika sektor saham tokenisasi secara keseluruhan mengalami pertumbuhan.
Sepanjang 2026, minat terhadap aset dunia nyata berbasis blockchain (RWA), khususnya saham tokenisasi, meningkat signifikan.
Platform besar mulai memperluas daftar aset tokenisasi, sementara investor institusi mulai mengevaluasi penggunaan blockchain untuk meningkatkan efisiensi perdagangan dan penyelesaian transaksi.
Perkembangan ini menjadi salah satu alasan mengapa saham tokenisasi mendapat perhatian lebih besar setelah adanya kejelasan regulasi dari SEC.
Namun, setiap produk tetap memiliki risiko tersendiri terkait struktur penerbitan, likuiditas, dan aturan yurisdiksi.
COINB Bergerak Menuju Level US$185

Dari sisi harga jangka pendek, area US$170 menjadi level penopang penting bagi COINB.
Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, momentum positif masih membuka peluang untuk menguji kembali area US$185, yang menjadi salah satu level tertinggi dalam 30 hari terakhir.
Jika sentimen regulasi tetap kuat dan aktivitas perdagangan meningkat, COINB berpotensi melanjutkan pemulihan.
Sebaliknya, penurunan di bawah US$170 dapat menunjukkan bahwa sebagian investor mulai mengambil keuntungan setelah rally berbasis berita.
Area tersebut dapat menjadi sinyal awal bahwa pasar mulai memasuki fase konsolidasi.
Implementasi SEC Jadi Faktor Berikutnya
Setelah pengumuman Innovation Exemption, perhatian pasar akan beralih pada implementasi nyata.
Investor akan melihat apakah Coinbase, Robinhood, maupun platform lain mulai mengembangkan produk yang sesuai dengan kerangka baru SEC.
Bagi COINB, keberhasilan sektor ini tidak hanya bergantung pada regulasi, tetapi juga pada peningkatan penggunaan, likuiditas, dan jumlah investor yang mengakses saham melalui blockchain.
Secara keseluruhan, prospek COINB masih cenderung positif tetapi bergantung pada eksekusi.
Kenaikan terbaru didukung oleh kombinasi tiga faktor: kejelasan regulasi baru dari SEC, pemulihan saham Coinbase, dan meningkatnya utilitas saham tokenisasi di ekosistem blockchain.
Namun, katalis berikutnya bukan lagi sekadar pengumuman regulasi, melainkan apakah aturan baru tersebut benar-benar menghasilkan peningkatan akses dan aktivitas perdagangan saham tokenisasi.
Baca juga: Cara Investasi Tokenized Stocks di 2026
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
-
Event5 days agoEvent Tokocrypto Minggu Ini
-
Academy7 days agoRiset Kripto 7-11 Sept 2026: Bitcoin Tertekan Jelang Data Inflasi AS
-
Altcoin News4 days agoSinyal Crypto Hari Ini 14 September 2026: HBAR, OP, JST, ASTER, W
-
Altcoin News3 days agoSinyal Trading Crypto Hari Ini 15 September 2026: ORCA, INTCB, FORM, RONIN, JUP

