Connect with us

Ethereum News

Ethereum Jatuh ke US$1.600, Volatilitas Tinggi Picu Perburuan Harga Murah

Kapitalisasi pasar Ethereum saat ini berada di kisaran US$195 miliar, dengan jumlah pasokan beredar sekitar 120,68 juta ETH.

Tivan

Published

on

Ethereum

Ethereum (ETH) kembali menghadapi tekanan besar setelah harga aset kripto terbesar kedua di dunia itu turun sekitar 2,82% dalam 24 jam terakhir dan diperdagangkan di level US$1.617.

Penurunan ini terjadi bersamaan dengan melemahnya pasar kripto secara luas yang membuat investor kembali memasuki mode defensif.

Namun menariknya, di tengah koreksi harga yang cukup dalam, aktivitas perdagangan Ethereum justru meningkat tajam.

Volume transaksi ETH dalam sehari terakhir mencapai sekitar US$14,5 miliar, menunjukkan bahwa pasar sedang berada dalam fase yang sangat aktif.

Ketika sebagian investor memilih keluar dari pasar, sebagian lainnya justru mulai memburu aset yang dianggap sudah berada di area diskon.

Baca Juga: ETH Rebound 2%, Harga Ethereum Sentuh US$1.599

Ethereum Sempat Anjlok ke US$1.551

Perjalanan harga Ethereum dalam 24 jam terakhir tergolong penuh gejolak.

ETH bergerak dalam rentang yang sangat lebar, dari titik terendah US$1.551 hingga sempat menyentuh US$1.687 sebelum akhirnya bertahan di sekitar US$1.617.

Pergerakan ekstrem tersebut menjadi tanda bahwa pasar sedang berada dalam fase tarik-menarik yang kuat antara pembeli dan penjual.

Saat harga turun mendekati US$1.550, aksi beli mulai bermunculan dan membantu Ethereum menjauhi titik terendah hariannya.

Namun tekanan jual yang masih besar membuat pemulihan tersebut belum mampu mengubah arah tren secara keseluruhan.

Volume Transaksi Melonjak, Investor Mulai Bergerak

Salah satu data yang paling menarik dari pergerakan Ethereum hari ini adalah lonjakan volume perdagangan.

Dengan nilai transaksi mencapai US$14,47 miliar, Ethereum menunjukkan bahwa minat pasar masih sangat tinggi meskipun harga sedang terkoreksi.

Lonjakan volume sering kali menjadi indikasi bahwa pasar sedang memasuki fase penting.

Investor jangka pendek biasanya memanfaatkan volatilitas untuk mencari keuntungan, sementara investor jangka panjang mulai mengevaluasi apakah harga saat ini cukup menarik untuk melakukan akumulasi.

Semakin tinggi volume yang terjadi di tengah koreksi, semakin besar pula perhatian pasar terhadap pergerakan berikutnya.

Tekanan Jangka Menengah Masih Belum Hilang

Meski penurunan harian menjadi sorotan utama, gambaran yang lebih besar menunjukkan bahwa Ethereum masih menghadapi tantangan berat.

Dalam tujuh hari terakhir, data dari Tokocrypto menunjukkan ETH telah melemah sekitar 7,28%. Sementara dalam 30 hari terakhir koreksinya mencapai 22,60%.

Kondisi menjadi lebih berat jika melihat performa dua bulan terakhir. Ethereum tercatat turun lebih dari 30% dalam 60 hari, salah satu penurunan terdalam yang terjadi sepanjang tahun ini.

Data tersebut menunjukkan bahwa tren pemulihan Ethereum masih membutuhkan waktu dan dukungan sentimen yang lebih kuat untuk kembali bergerak naik secara berkelanjutan.

Area US$1.600 Menjadi Batas Psikologis Penting

Saat ini fokus pasar tertuju pada level US$1.600.

Batas tersebut bukan hanya angka psikologis, tetapi juga menjadi area yang berpotensi menentukan arah Ethereum dalam jangka pendek.

Jika ETH mampu bertahan di atas level tersebut, peluang untuk membangun konsolidasi dan melakukan pemantulan menuju area US$1.650 hingga US$1.700 masih terbuka.

Namun jika tekanan jual kembali meningkat dan harga turun di bawah area itu, investor berpotensi menghadapi volatilitas yang lebih besar dalam beberapa hari mendatang.

Kapitalisasi Pasar Masih Mendekati US$200 Miliar

Terlepas dari koreksi yang terjadi, Ethereum masih mempertahankan statusnya sebagai salah satu aset digital terbesar di dunia.

Kapitalisasi pasar Ethereum saat ini berada di kisaran US$195 miliar, dengan jumlah pasokan beredar sekitar 120,68 juta ETH.

Besarnya nilai pasar tersebut menunjukkan bahwa Ethereum masih menjadi fondasi utama berbagai aktivitas blockchain, mulai dari sektor keuangan terdesentralisasi (DeFi), tokenisasi aset digital, hingga pengembangan aplikasi berbasis smart contract.

Karena itu, setiap perubahan harga Ethereum tetap menjadi indikator penting bagi kesehatan industri kripto secara keseluruhan.

Pasar Menunggu Sinyal Pemulihan

Bagi investor, fase saat ini bukan hanya soal melihat harga turun, tetapi juga memahami apakah pasar sedang membentuk dasar baru sebelum memulai pemulihan.

Kenaikan volume perdagangan menunjukkan bahwa minat terhadap Ethereum belum hilang. Namun selama tekanan jual masih mendominasi dan sentimen pasar belum membaik, pergerakan harga kemungkinan akan tetap fluktuatif.

Investor kini menantikan sinyal yang lebih jelas dari pasar, terutama terkait kemampuan ETH mempertahankan area US$1.600 dalam beberapa sesi perdagangan mendatang.

Baca Juga: Harga Ethereum Naik Drastis, Kapitalisasi Pasar Tembus US$207 Miliar

Harga Ethereum turun 2,82% dalam 24 jam terakhir dan kini diperdagangkan di sekitar US$1.617. Meski tren jangka pendek masih dibayangi tekanan jual, lonjakan volume perdagangan hingga US$14,5 miliar menunjukkan aktivitas pasar yang sangat tinggi.

Level US$1.600 menjadi area krusial yang akan menentukan arah ETH berikutnya. Jika mampu bertahan, peluang pemulihan masih terbuka.

Namun jika support tersebut gagal dipertahankan, Ethereum berpotensi menghadapi tekanan lanjutan di tengah sentimen pasar yang masih rapuh.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Trending