Altcoin News
Harga AAVE Melonjak 19%, Standard Chartered Pasang Target Fantastis US$3.500
Tim Research Tokocrypto mengatakan ketertarikan investor institusional terhadap Aave meningkat setelah muncul laporan bahwa Payward, induk perusahaan Kraken.
Harga Aave (AAVE) mencatat lonjakan tajam setelah muncul kabar ketertarikan institusional terhadap proyek DeFi tersebut. AAVE diperdagangkan di kisaran US$94,86 pada 27 Juni 2026, naik sekitar 19% dalam 24 jam terakhir.
Kenaikan ini terjadi setelah induk perusahaan salah satu bursa kripto besar dilaporkan tengah menjajaki pembelian 15% saham ekuitas di Aave Group dengan valuasi sekitar US$385 juta. Minat tersebut menambah sentimen positif terhadap Aave, terutama setelah proyek ini juga memperkenalkan pembaruan tokenomics melalui Aavenomics 3.0.
Selain itu, Standard Chartered turut menjadi sorotan setelah menetapkan target harga jangka panjang AAVE di level US$3.500 pada 2030. Target tersebut mengindikasikan potensi kenaikan signifikan dari harga saat ini, meskipun tetap bergantung pada pertumbuhan sektor DeFi, adopsi aset dunia nyata yang ditokenisasi, serta keberhasilan implementasi model ekonomi baru Aave.
Daftar Isi
AAVE Keluar dari Tren Turun?
Dilaporkan Coinedition, secara teknikal, AAVE menunjukkan sinyal positif setelah berhasil menembus garis tren turun yang membatasi pergerakan harga sejak Januari. Harga juga berhasil melewati level Fibonacci 0,382 di US$80,85 dan level 0,5 di US$87,98 dalam satu sesi perdagangan.
Kenaikan tersebut membuat AAVE bergerak di atas EMA 20 hari di US$78,15 dan EMA 50 hari di US$80,58. Saat ini, level EMA 100 hari di sekitar US$91,45 menjadi area penting yang perlu dipertahankan untuk menjaga momentum bullish.

Dari struktur harga, area US$97 menjadi resistance awal yang perlu ditembus. Jika momentum berlanjut, target berikutnya berada di kisaran US$105,28. Sementara itu, level US$87,98 dan US$80,85 menjadi area support penting apabila terjadi koreksi.
Jika AAVE mampu merebut kembali area tertinggi sebelumnya di sekitar US$118,23, maka peluang perubahan tren secara struktural akan semakin kuat, bukan sekadar reli sementara.
Aktivitas Derivatif Ikut Meningkat
Data pasar derivatif menunjukkan minat trader terhadap AAVE meningkat tajam. Volume derivatif AAVE naik sekitar 20,38% menjadi US$1,20 miliar, sementara open interest melonjak 35,05% ke US$396,26 juta.
Kenaikan volume dan open interest secara bersamaan mengindikasikan masuknya posisi baru dengan leverage, bukan hanya pergerakan akibat short covering. Rasio long/short berada di 0,8369, yang berarti posisi short masih sedikit lebih dominan dibanding long.
Dalam 24 jam terakhir, likuidasi mencapai US$3,16 juta. Posisi short menjadi yang paling terdampak dengan likuidasi sekitar US$2,27 juta, sementara likuidasi posisi long tercatat sekitar US$882.510.
Lonjakan open interest dari sekitar US$190 juta menjadi US$396 juta dalam beberapa hari menunjukkan adanya arus modal baru yang masuk ke perdagangan AAVE.
Mengapa Institusi Mulai Melirik Aave?
Tim Research Tokocrypto mengatakan ketertarikan investor institusional terhadap Aave meningkat setelah muncul laporan bahwa Payward, induk perusahaan Kraken, sedang dalam pembicaraan awal untuk membeli 15% saham ekuitas di Aave Group. Kesepakatan tersebut disebut bernilai sekitar US$71 juta dalam bentuk ETH dan token AAVE.
“Pendiri Aave, Stani Kulechov, menegaskan bahwa pembahasan tersebut bukan merupakan penjualan token AAVE dengan diskon, melainkan terkait ekuitas perusahaan,” ujarnya.
Di sisi lain, Aave juga memperkenalkan Aavenomics 3.0, pembaruan tokenomics yang akan mengarahkan seluruh pendapatan protokol dan stablecoin GHO ke DAO serta pemegang AAVE. Mekanisme ini juga akan didukung oleh program buyback otomatis dan anggaran buyback tahunan diskresioner sebesar US$50 juta.
Perubahan ini menjadi salah satu katalis utama karena dapat memperkuat utilitas token AAVE dan meningkatkan daya tariknya bagi investor jangka panjang.
Baca juga: Standard Chartered dan Grayscale Sama-Sama Bullish terhadap Aave

Standard Chartered Pasang Target US$3.500
Sentimen positif AAVE semakin kuat setelah Standard Chartered menetapkan target harga jangka panjang di level US$3.500 pada 2030. Proyeksi tersebut didasarkan pada potensi pertumbuhan pasar tokenized real-world assets atau aset dunia nyata yang ditokenisasi, yang diperkirakan dapat mencapai US$2,7 triliun.
Jika target tersebut tercapai, AAVE berpotensi mengalami kenaikan besar dari level harga saat ini. Namun, proyeksi jangka panjang ini tetap bergantung pada berbagai faktor, termasuk perkembangan regulasi, pertumbuhan sektor DeFi, adopsi institusional, dan keberhasilan Aave mempertahankan posisinya sebagai salah satu protokol pinjam-meminjam terbesar di ekosistem kripto.
Prediksi Harga AAVE Juli 2026
Untuk awal Juli 2026, AAVE berpotensi bergerak di kisaran US$90 hingga US$105 seiring pasar mencerna reli terbaru dan menguji area teknikal penting di sekitar EMA 100 hari.
Pada pekan kedua Juli, harga berpeluang bergerak ke kisaran US$95 hingga US$115 jika momentum positif dari Aavenomics 3.0 terus mendapat perhatian komunitas dan investor. Jika tekanan beli berlanjut, AAVE dapat mencoba menembus area US$118 yang menjadi level tertinggi sebelumnya.
Menjelang akhir Juli, rentang harga AAVE diperkirakan dapat berada di kisaran US$105 hingga US$130 apabila arus institusional dan perkembangan pembahasan ekuitas terus menjadi katalis positif.
Namun, skenario koreksi tetap perlu diperhatikan. Jika AAVE gagal mempertahankan area US$87,98, harga berisiko kembali menguji zona support di sekitar US$80.

Prospek AAVE ke Depan
Dalam skenario bullish, AAVE perlu menembus US$105,28 dan kemudian US$118,23 untuk mengonfirmasi pembalikan tren yang lebih kuat. Jika level tersebut berhasil ditembus, peluang menuju US$130 pada Juli 2026 akan terbuka.
Sebaliknya, jika reli mulai kehilangan tenaga dan harga kembali turun di bawah US$87,98, AAVE dapat mengalami koreksi menuju area US$80. Tekanan jual juga bisa meningkat apabila kabar institusional tidak berlanjut atau pembaruan Aavenomics 3.0 tidak berjalan sesuai ekspektasi pasar.
Meski demikian, kombinasi antara minat institusional, pembaruan tokenomics, peningkatan aktivitas derivatif, dan target bullish dari Standard Chartered membuat AAVE kembali menjadi salah satu aset DeFi yang paling diperhatikan pasar menjelang Juli 2026.
Baca juga: Kolaborasi DRX dan Tokocrypto: Mengulik Adopsi Web3 di Yogyakarta
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
-
Event5 days agoEvent Tokocrypto Minggu Ini
-
Academy6 days agoTebak-Tebakan Pertandingan Piala Dunia Berhadiah Rp1 Miliar! Gini Cara Ikutannya
-
Market6 days agoSinyal Kripto 22 Juni 2026: Analisis Teknikal dan Proyeksi Pasar
-
Event6 days agoTokocrypto Bergabung ke ICEx Group, Perkuat Ekosistem Aset Digital Indonesia

