Connect with us

Altcoin News

INTCB Melonjak 5,46% Saat Market Tertekan, Tokenized Stocks Lagi Panas?

Intel Tokenized bStocks (INTCB) mencatat kenaikan 5,46% dalam 24 jam ke level US$94,25, berdasarkan snapshot data pasar yang digunakan.

Tivan

Published

on

Intel

Intel Tokenized bStocks (INTCB) melonjak 5,46% ke US$94,25 dalam 24 jam meski pasar kripto menghadapi tekanan. Kenaikan volume hampir 90%, pertumbuhan pesat tokenized stocks, hingga roadmap tokenisasi sekuritas Korea Selatan menjadi sentimen utama yang menjaga momentum aset tersebut.

Dilaporkan CoinMarketCap, Intel Tokenized bStocks (INTCB) mencatat kenaikan 5,46% dalam 24 jam ke level US$94,25, berdasarkan snapshot data pasar yang digunakan.

Pergerakan tersebut cukup menonjol karena terjadi ketika pasar kripto secara umum berada di bawah tekanan. Volume perdagangan INTCB juga melonjak sekitar 89,85% menjadi US$7,68 juta, menunjukkan kenaikan harga disertai peningkatan aktivitas perdagangan yang signifikan.

Belum terlihat katalis spesifik Intel yang cukup besar untuk sepenuhnya menjelaskan lonjakan INTCB. Sebaliknya, kenaikan ini terjadi ketika perhatian investor terhadap sektor tokenized stocks dan Real-World Assets (RWA) terus meningkat.

Saham Intel (NASDAQ: INTC) sendiri sebelumnya ditutup naik 1,80% ke US$91,67 pada perdagangan 3 September, sementara perdagangan pre-market 4 September kembali menunjukkan penguatan.

Tokenized Stocks Tumbuh Lebih dari 5 Kali Lipat

Momentum terbesar datang dari pertumbuhan sektor tokenized equities sepanjang 2026.

Data The Block menunjukkan kapitalisasi pasar tokenized stocks telah meningkat dari sekitar US$2,5 miliar pada awal tahun menjadi US$13,4 miliar per 1 September 2026.

Artinya, ukuran pasar tokenized stocks telah berkembang lebih dari lima kali lipat hanya dalam delapan bulan.

Tokenisasi saham memungkinkan investor mendapatkan eksposur ekonomi terhadap perusahaan yang diperdagangkan di pasar saham tradisional melalui infrastruktur blockchain.

Perkembangan tersebut membuat aset seperti INTCB semakin berada di persimpangan antara pasar saham dan pasar aset digital.

Ketika minat terhadap RWA dan tokenized stocks meningkat, modal tidak hanya mengalir ke satu aset tertentu, tetapi dapat menyebar ke berbagai tokenized equities yang tersedia di pasar.

Baca juga: CRCLB Meroket 13% Tembus US$100, Rally Masih Bisa Lanjut ke US$110?

Korea Selatan Siapkan Tokenisasi Saham dan Obligasi

Sentimen sektor juga mendapat dorongan baru dari sisi regulasi.

Financial Services Commission (FSC) Korea Selatan pada 4 September 2026 mengumumkan roadmap bertahap untuk memperluas penggunaan tokenized securities.

Regulator tersebut menargetkan tahap pertama dimulai ketika undang-undang tokenized securities berlaku pada Februari 2027. Pada tahap awal, Korea Selatan akan membuka tokenisasi untuk private MMF dan obligasi bagi investor institusi, saham perusahaan nonpublik melalui struktur trust, serta fractional investment securities.

Tahap berikutnya akan memperluas infrastruktur menuju sekuritas publik, sebelum akhirnya mengembangkan sistem penyelesaian transaksi secara on-chain menggunakan instrumen seperti stablecoin.

Menariknya, regulator Korea Selatan juga menyebut akan mempertimbangkan proyek percontohan tokenisasi perdagangan di pasar bursa dengan merujuk pada eksperimen yang dilakukan NYSE dan Nasdaq.

Langkah tersebut menambah bukti bahwa tokenized securities mulai bergerak dari eksperimen industri kripto menuju agenda yang semakin serius di pasar modal tradisional.

Volume INTCB Meledak Hampir 90%

Selain sentimen regulasi, lonjakan volume menjadi salah satu indikator penting dalam kenaikan INTCB kali ini.

Volume perdagangan 24 jam meningkat 89,85% menjadi sekitar US$7,68 juta, berdasarkan data yang digunakan.

Kenaikan harga bersamaan dengan lonjakan volume biasanya menunjukkan partisipasi pasar yang lebih luas dibandingkan pergerakan yang terjadi pada likuiditas tipis.

Dalam kasus INTCB, kondisi tersebut memberikan indikasi bahwa investor mulai meningkatkan eksposur terhadap aset tokenisasi Intel ketika sektor tokenized stocks secara keseluruhan sedang mendapat perhatian.

Namun, kenaikan volume belum otomatis menjamin tren akan berlanjut. Tokenized stocks masih tergolong sektor yang relatif baru dan dapat memiliki volatilitas tinggi ketika sentimen pasar berubah.

Kontroversi Robinhood Ikut Sorot Tokenized Stocks

Perhatian terhadap sektor tokenized stocks bahkan semakin besar setelah muncul kontroversi antara Robinhood dan AMC Entertainment.

CEO AMC Adam Aron mengkritik keras produk tokenized AMC yang ditawarkan Robinhood kepada investor internasional karena perusahaan tidak terlibat dalam penerbitannya.

Perselisihan tersebut kembali memunculkan perdebatan mengenai status hukum, hak investor, dan hubungan antara tokenized stocks dengan perusahaan yang menjadi underlying asset.

Meski bernada kontroversial, perkembangan tersebut justru menunjukkan tokenisasi saham sudah cukup besar untuk mendapat perhatian langsung dari perusahaan publik dan regulator.

Bagi sektor seperti INTCB, semakin besarnya pembicaraan mengenai tokenized stocks berpotensi meningkatkan visibilitas sekaligus aktivitas spekulatif investor.

Data Tenaga Kerja AS Lebih Kuat dari Prediksi

Namun, risiko makro kini kembali meningkat.

Bureau of Labor Statistics AS melaporkan pada Jumat, 4 September 2026, bahwa nonfarm payrolls bertambah 162.000 pekerjaan pada Agustus, sementara tingkat pengangguran tetap di 4,1%.

Angka tersebut jauh melampaui perkiraan ekonom Reuters yang hanya memperkirakan tambahan sekitar 56.000 pekerjaan. Data Juli yang sebelumnya dilaporkan turun 23.000 juga direvisi menjadi kenaikan 21.000.

Laporan tenaga kerja yang lebih kuat dari perkiraan membuat pasar kembali mempertimbangkan kemungkinan The Fed menaikkan suku bunga pada pertemuan 15–16 September.

Setelah data dirilis, probabilitas kenaikan 25 basis poin meningkat dari sekitar 49,4% menjadi sekitar 58% menurut CME FedWatch.

Imbal hasil Treasury AS dan dolar turut menguat setelah data tenaga kerja keluar, sementara pasar saham bergerak lebih berhati-hati.

Bitcoin Kembali di Bawah US$80.000

Tekanan tersebut turut terasa di pasar kripto.

Bitcoin sebelumnya sempat melonjak hingga sekitar US$82.240 setelah komentar dovish pejabat The Fed mendorong optimisme pasar.

Namun, setelah data payroll dirilis, Bitcoin turun sekitar 2% dan kembali diperdagangkan di bawah US$80.000.

Kondisi tersebut menjadi ujian bagi INTCB.

Jika tokenized stocks mampu mempertahankan momentum meski Bitcoin menghadapi tekanan, hal tersebut dapat menunjukkan sektor mulai mendapatkan aliran modal yang lebih independen dari pasar kripto secara keseluruhan.

Sebaliknya, pelemahan Bitcoin yang berlanjut dapat mengurangi risk appetite dan menekan kembali aset tokenisasi.

INTCB Bisa Tembus US$100?

Dari sisi teknikal jangka pendek, area US$90 menjadi support penting setelah kenaikan terbaru.

Selama INTCB mampu bertahan di atas level tersebut dan volume perdagangan tetap tinggi, harga berpeluang menguji resistance psikologis berikutnya di sekitar US$100.

Keberhasilan menembus US$100 dapat memperkuat momentum bullish sekaligus membuka ruang pergerakan lebih tinggi.

Namun, kegagalan mempertahankan US$90 berpotensi meningkatkan aksi ambil untung.

Jika tekanan jual membawa harga turun di bawah US$85, struktur bullish jangka pendek dapat melemah dan membuka peluang koreksi lebih dalam.

Outlook INTCB Bullish, tetapi Risiko Makro Naik

Untuk jangka pendek, outlook INTCB masih berada dalam kategori bullish tetapi sangat bergantung pada momentum sektor.

Lonjakan 5,46% yang disertai kenaikan volume hampir 90% menunjukkan adanya permintaan yang kuat terhadap aset tersebut.

Momentum tokenized stocks juga mendapat dukungan dari pertumbuhan kapitalisasi pasar yang pesat dan mulai munculnya roadmap regulasi yang lebih konkret di sejumlah negara.

Namun, data tenaga kerja AS yang jauh lebih kuat dari perkiraan telah mengubah lanskap makro.

Pasar kini kembali menghadapi risiko kenaikan suku bunga The Fed, sementara Bitcoin telah kehilangan level US$80.000 setelah laporan tenaga kerja dirilis.

Karena itu, US$90 menjadi level utama yang perlu dipertahankan INTCB, sedangkan US$100 menjadi target psikologis berikutnya.

Katalis besar selanjutnya adalah data CPI AS pada 11 September, yang berpotensi menentukan apakah The Fed akan kembali mengambil sikap lebih hawkish pada pertemuan September.

Baca juga: Tiga Sinyal Demand Kripto Mulai Pulih, tapi Reli Belum Terkonfirmasi


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Trending