Market
Masih Merugi, Strategy Ngotot Tambah 4.871 BTC
Meski masih merugi, Penambahan 4.871 BTC oleh Strategy menegaskan pendekatan jangka panjang perusahaan terhadap Bitcoin.
Tim Research Tokocrypto menjelaskan, ini sinyal adopsi korporasi yang kuat karena Saylor dan Strategy terus membeli bahkan saat posisi buku mereka belum kembali hijau.
Perusahaan publik pemegang Bitcoin terbesar di dunia, Strategy, kembali menunjukkan komitmennya terhadap aset kripto dengan menambah 4.871 BTC dalam periode 1 hingga 5 April 2026.
Menurut laporan Lookonchain, pembelian ini dilakukan pada harga rata-rata sekitar $67.718 per koin, dengan total nilai investasi mencapai sekitar $329,9 juta.
Langkah ini mempertegas strategi perusahaan yang dipimpin oleh Michael Saylor tersebut, yaitu menjadikan Bitcoin sebagai aset treasury utama dalam jangka panjang.
Baca Juga: Pecahkan Rekor, Strategy Beli $2 Miliar Bitcoin
Daftar Isi
Total Kepemilikan Makin Besar
Dengan tambahan terbaru ini, total kepemilikan Bitcoin Strategy kini mencapai 766.970 BTC. Angka ini menjadikan perusahaan tersebut sebagai salah satu entitas dengan eksposur terbesar terhadap Bitcoin secara global, melampaui banyak institusi lainnya.
Namun, meskipun terus melakukan akumulasi, posisi agregat Strategy saat ini masih berada dalam kondisi unrealized loss.
Dengan basis biaya rata-rata sekitar $75.644 per BTC, nilai investasi mereka masih tercatat rugi sekitar $4,43 miliar atau minus 7,64% dibanding harga pasar saat ini.
Kondisi ini menarik karena menunjukkan bahwa perusahaan tetap melanjutkan pembelian meski posisi buku belum kembali ke zona hijau.
Strategi Akumulasi di Tengah Koreksi
Alih-alih menahan diri saat harga berada di bawah biaya rata-rata, Strategy justru memanfaatkan fase koreksi sebagai peluang untuk menambah kepemilikan.
Pendekatan ini mencerminkan keyakinan jangka panjang terhadap potensi Bitcoin sebagai aset lindung nilai dan penyimpan kekayaan.
Dalam praktiknya, strategi ini dikenal sebagai dollar-cost averaging dalam skala institusional, di mana pembelian dilakukan secara bertahap tanpa terlalu memperhatikan fluktuasi jangka pendek.
Langkah ini juga mengindikasikan bahwa Strategy tidak melihat volatilitas harga sebagai risiko utama, melainkan sebagai bagian dari siklus pasar yang dapat dimanfaatkan.
Sinyal Kuat ke Pasar Institusional
Aksi pembelian berulang oleh Strategy memberikan sinyal penting bagi pasar, khususnya investor institusional. Di tengah ketidakpastian pasar dan fluktuasi harga, keberanian untuk terus mengakumulasi menjadi indikator kepercayaan terhadap prospek jangka panjang Bitcoin.
Data dari Lookonchain menunjukkan bahwa pembelian ini dilakukan secara konsisten dalam beberapa hari, menandakan bahwa keputusan tersebut merupakan bagian dari strategi yang terencana, bukan reaksi sesaat terhadap pergerakan harga.
Tim Research Tokocrypto menilai langkah ini sebagai bukti kuat dari narasi adopsi korporasi yang terus berkembang.
“Ini adopsi korporasi yang kuat karena Saylor dan Strategy terus membeli bahkan saat posisi buku mereka belum kembali hijau. Pesan ke pasar cukup jelas: mereka memperlakukan koreksi sebagai fase akumulasi, bukan alasan mundur, dan itu mempertebal narasi BTC sebagai treasury asset jangka panjang bagi perusahaan publik,” kata Tim Research Tokocrypto.
Dampak terhadap Narasi Bitcoin
Aksi Strategy memiliki dampak yang lebih luas daripada sekadar penambahan kepemilikan. Dalam banyak kasus, langkah perusahaan ini menjadi referensi bagi perusahaan lain yang mempertimbangkan untuk memasukkan Bitcoin ke dalam neraca mereka.
Dengan terus melakukan pembelian, Strategy memperkuat narasi bahwa Bitcoin dapat berfungsi sebagai aset treasury alternatif, mirip dengan emas atau instrumen lindung nilai lainnya.
Hal ini menjadi semakin relevan di tengah ketidakpastian ekonomi global, di mana perusahaan mencari cara untuk menjaga nilai aset mereka dalam jangka panjang.
Risiko Tetap Ada
Meski strategi ini menunjukkan keyakinan yang kuat, risiko tetap tidak bisa diabaikan. Fluktuasi harga Bitcoin yang tinggi berarti bahwa posisi Strategy dapat terus mengalami perubahan nilai yang signifikan dalam jangka pendek.
Selain itu, eksposur besar terhadap satu aset juga meningkatkan risiko konsentrasi, yang dapat berdampak pada kinerja keuangan perusahaan jika harga bergerak berlawanan arah dalam periode yang panjang.
Baca Juga: Michael Saylor Prediksi Dominasi Bitcoin Akan Berlipat Ganda
Penambahan 4.871 BTC oleh Strategy menegaskan pendekatan jangka panjang perusahaan terhadap Bitcoin.
Meski masih berada dalam posisi rugi di atas kertas, perusahaan tetap konsisten melakukan akumulasi, menunjukkan keyakinan terhadap potensi masa depan aset ini.
Bagi pasar, langkah ini menjadi sinyal bahwa adopsi institusional Bitcoin tidak hanya bersifat oportunistik, tetapi juga strategis. Dalam konteks yang lebih luas, strategi seperti ini dapat terus mendorong legitimasi Bitcoin sebagai aset utama dalam portofolio korporasi global.
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
-
Event9 hours agoEvent Tokocrypto Minggu Ini
-
Bitcoin News5 days agoPasar Kripto Hari Ini 2 April 2026: Tunjukan Tren Pemulihan
-
Bitcoin News6 days agoAnalisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun $67.595, Ada Tekanan Jangka Pendek
-
Bitcoin News4 days agoAnalisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Melemah $66.672, Sinyal Konsolidasi

