Bitcoin News
Michael Saylor Beri Sinyal Strategy Akan Beli Bitcoin Lagi di Tengah Tekanan Pasar
Tim Research Tokocrypto mengatakan saat ini, Strategy memegang 847.363 BTC, menjadikannya pemilik Bitcoin korporat publik terbesar di dunia.
Michael Saylor kembali memicu spekulasi bahwa Strategy akan membeli Bitcoin tambahan.
Spekulasi tersebut muncul setelah Executive Chairman Strategy itu mengunggah update mingguannya di X pada Minggu, menjelang jadwal pembelian mingguan perusahaan yang biasanya diumumkan pada Senin.
Dalam unggahannya, Saylor menulis, “We’re gonna need more charts,” sambil menampilkan grafik “Orange Dots” yang dikenal sebagai visualisasi seluruh pembelian Bitcoin Strategy sejauh ini.
Daftar Isi
Pasar Menanti Pengumuman Senin
Unggahan tersebut langsung memunculkan ekspektasi bahwa Strategy akan kembali mengumumkan pembelian Bitcoin baru ketika pasar dibuka pada Senin.
Sinyal seperti ini bukan hal baru bagi Saylor. Dalam beberapa kesempatan sebelumnya, unggahan grafik atau komentar singkat dari Saylor sering diikuti oleh pengumuman akuisisi BTC oleh Strategy.
Karena itu, pasar kembali memperhatikan apakah perusahaan akan melanjutkan strategi akumulasi Bitcoin meski sedang menghadapi tekanan dari investor.
Pembelian Terakhir Relatif Kecil
Dilaporkan Coingape, sinyal terbaru ini datang hanya beberapa hari setelah Strategy mengumumkan pembelian Bitcoin senilai sekitar US$35 juta.
Pembelian tersebut tergolong relatif kecil dibanding akuisisi besar yang pernah dilakukan perusahaan sebelumnya.
Di saat yang sama, Strategy juga meningkatkan cadangan kas dalam dolar AS sekitar US$300 juta, menunjukkan perusahaan mulai lebih berhati-hati dalam mengelola likuiditas.
Baca Juga: Michael Saylor Tegaskan Strategi Bitcoin Strategy Bukan Fraud
Penjualan Saham MSTR Picu Kekhawatiran Dilusi
Untuk membiayai transaksi tersebut, Strategy menggalang lebih dari US$335 juta melalui penjualan saham MSTR.
Langkah ini kembali memicu pertanyaan investor terkait potensi dilusi pemegang saham.
Meski strategi tersebut memungkinkan perusahaan terus menambah cadangan Bitcoin, pasar mulai mempertanyakan apakah model pendanaan berbasis penerbitan saham dan instrumen lain masih dapat dipertahankan jika harga Bitcoin terus melemah.
Struktur Modal Strategy Jadi Sorotan
Rumor pembelian Bitcoin terbaru juga muncul ketika struktur modal Strategy semakin banyak diperdebatkan.
Salah satu fokus utama investor adalah Variable Rate Perpetual Stretch Preferred Stock atau STRC.
Menurut CEO Grayscale sekaligus Head of Research Zach Pandl, Strategy memiliki beberapa skenario untuk merespons tekanan pada STRC, termasuk kemungkinan menaikkan dividen atau menjual sebagian Bitcoin untuk memenuhi kewajiban kas.
Pandl: Kenaikan Dividen Bisa Tekan Kepercayaan
Pandl menilai skenario yang paling mungkin adalah kenaikan dividen STRC sebesar 50 basis poin.
Menurutnya, kenaikan tersebut dapat menambah kewajiban dividen sekitar US$100 juta untuk dua tahun ke depan.
Namun, ia juga menilai langkah tersebut kemungkinan tidak cukup untuk memulihkan kepercayaan pasar.
Opsi Jual Bitcoin Jadi Perdebatan
Pandl menyebut pendekatan yang lebih meyakinkan bagi investor adalah menjual Bitcoin senilai setidaknya sekitar US$3 miliar.
Dana tersebut dapat digunakan untuk menutup hampir seluruh kewajiban kas selama dua tahun ke depan, di luar salah satu convertible notes.
Menurutnya, langkah seperti itu berpotensi memulihkan kepercayaan pasar karena menunjukkan Strategy memiliki rencana likuiditas yang lebih jelas.
Peter Schiff Peringatkan Risiko Penjualan BTC
Namun, tidak semua pihak setuju dengan opsi menjual Bitcoin.
Kritikus lama Bitcoin, Peter Schiff, justru memperingatkan bahwa penjualan BTC oleh Strategy bisa berdampak buruk bagi pasar.
Menurut Schiff, Strategy tidak bisa menjual Bitcoin dalam jumlah besar tanpa menekan harga BTC. Ia bahkan menilai jika Strategy hanya berhenti membeli Bitcoin, perubahan itu saja dapat memberi tekanan besar terhadap pasar.

Strategy Masih Jadi Pemegang Bitcoin Korporat Terbesar
Tim Research Tokocrypto mengatakan saat ini, Strategy memegang 847.363 BTC, menjadikannya pemilik Bitcoin korporat publik terbesar di dunia.
“Jumlah tersebut membuat setiap keputusan Strategy terhadap Bitcoin menjadi perhatian besar pasar,” ujarnya.
Jika perusahaan terus membeli, hal itu dapat dipandang sebagai sinyal keyakinan jangka panjang. Namun, jika perusahaan mulai menjual, pasar dapat membacanya sebagai perubahan besar dalam strategi Saylor.
Kontroversi Penjualan 32 BTC
Strategy sebelumnya sempat memicu kontroversi setelah menjual 32 BTC pada Mei 2026.
Langkah tersebut bertentangan dengan pernyataan Saylor sebelumnya bahwa Strategy tidak akan pernah menjual Bitcoin miliknya.
Meski jumlahnya kecil dibanding total kepemilikan perusahaan, penjualan tersebut tetap menimbulkan pertanyaan mengenai fleksibilitas strategi Bitcoin Strategy ke depan.
Baca Juga: Michael Saylor Beri Sinyal Beli Bitcoin Baru Setelah Pendanaan $711 Juta
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
-
Event6 days agoEvent Tokocrypto Minggu Ini
-
Academy7 days agoTebak-Tebakan Pertandingan Piala Dunia Berhadiah Rp1 Miliar! Gini Cara Ikutannya
-
Market7 days agoSinyal Kripto 22 Juni 2026: Analisis Teknikal dan Proyeksi Pasar
-
Market6 days agoPasar Kripto Hari Ini 23 Juni 2026: Soroti Tren Tokenisasi Saham dan Data Inflasi AS

