Connect with us

Market

Pasar Kripto Turun 12,6% di Q2 2026, RWA dan Prediction Market Tetap Tumbuh

Pasar kripto menghadapi tekanan besar sepanjang kuartal II 2026.
Berdasarkan riset Tokocrypto, total kapitalisasi pasar kripto turun 12,6% secara kuartalan, dari US$2,4 triliun menjadi US$2,1 triliun pada akhir Juni 2026.

Tokocrypto Research Team

Published

on

Pasar kripto menghadapi tekanan besar sepanjang kuartal II 2026. Koreksi harga meluas ke hampir seluruh aset dan narasi utama, dipicu oleh ketidakpastian makroekonomi, arus keluar ETF Bitcoin, ketegangan geopolitik, serta meningkatnya sikap risk-off dari investor.

Berdasarkan riset Tokocrypto, total kapitalisasi pasar kripto turun 12,6% secara kuartalan, dari US$2,4 triliun menjadi US$2,1 triliun pada akhir Juni 2026. Koreksi terbesar terjadi sepanjang Juni, ketika tekanan makro dan aksi ambil untung investor semakin menekan pasar setelah reli pada kuartal sebelumnya.

Pelemahan tersebut juga tercermin dari menurunnya aktivitas perdagangan. Rata-rata volume spot harian turun 20,9% menjadi US$93,1 miliar, menunjukkan berkurangnya likuiditas dan meningkatnya kehati-hatian investor selama Q2 2026.

Meski begitu, beberapa sektor tetap menunjukkan ketahanan dari sisi adopsi dan utilitas. Stablecoin masih menjadi sumber likuiditas utama, Real World Assets (RWA) terus bertumbuh, sementara Prediction Market mencetak rekor aktivitas berkat FIFA World Cup 2026.

Bitcoin Kehilangan Momentum, Mayoritas Aset Ikut Terkoreksi

Bitcoin menutup Q2 2026 dengan penurunan sekitar 14% ke level US$58.544, setelah sempat mencapai puncak kuartalan di US$82.186. Koreksi tersebut membuat harga BTC kembali berada di bawah tiga level teknikal utama, yaitu Short-Term Holder Realized Price di US$70.327, 200-Day Moving Average di US$75.371, dan On-Chain Mean di US$76.660.

Secara historis, posisi harga di bawah level-level tersebut sering menjadi sinyal melemahnya tren pasar. Tekanan terhadap Bitcoin juga diperburuk oleh arus keluar dari ETF spot Bitcoin.

ETF spot Bitcoin yang sempat mencatat inflow sebesar US$2,02 miliar pada April berbalik mencatat outflow sebesar US$2,41 miliar pada Mei dan US$4,29 miliar pada Juni. Secara total, arus dana ETF Bitcoin sepanjang Q2 menjadi negatif sebesar US$4,67 miliar.

Kondisi ini menunjukkan meningkatnya sikap risk-off investor di tengah ketidakpastian kebijakan The Fed dan ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran.

Koreksi pasar juga tidak hanya terjadi pada Bitcoin. Pada akhir Juni, sebanyak 82,1% dari 100 aset kripto terbesar mencatat penurunan harga, dengan median return mencapai -16,8%. Ini menjadikan Juni sebagai bulan terlemah sepanjang 2026.

Sejumlah aset berkapitalisasi besar ikut melemah, termasuk Ethereum yang turun 25,4%, XRP turun 22,5%, LINK turun 18,1%, UNI turun 21,9%, SHIB turun 29,3%, dan PEPE turun 31,5%.

Meski demikian, beberapa altcoin masih mampu mencatat kinerja positif berkat katalis spesifik. RAIN naik 93,2%, HYPE menguat 76,9%, NEAR naik 50,1%, sementara VELVET melonjak 2.121,6% dan menjadi salah satu token dengan performa terbaik pada kuartal tersebut.

Stablecoin Melemah, RWA Tetap Tumbuh

Dari sisi narasi, Meme Coin dan Artificial Intelligence masih menjadi tema yang paling banyak menarik perhatian investor sepanjang Q2 2026. Meme Coin mencatat porsi perhatian 12,1%, disusul AI sebesar 11,2%, Base Native 7,9%, dan Real World Assets 5,1%.

Namun, tingginya perhatian tersebut tidak selalu sejalan dengan performa harga. Delapan narasi utama mencatat median return negatif pada Q2 2026. AI turun 12,1% dan RWA turun 13,4%, menjadikannya sektor yang relatif lebih tangguh dibanding narasi lain. Sementara itu, Layer 2 turun 24,9%, DePIN melemah 24,8%, dan Layer 1 turun 22,8%.

Sektor stablecoin juga ikut mengalami tekanan. Total kapitalisasi pasar stablecoin turun 1,6%, atau sekitar US$4,8 miliar, menjadi US$305,1 miliar. Ini menjadi penurunan kuartalan pertama sektor stablecoin sejak Q3 2023.

Meski demikian, koreksi stablecoin masih jauh lebih kecil dibanding penurunan pasar kripto secara keseluruhan. USDT tetap mempertahankan dominasinya sebesar 60%, sementara USDC mencatat penurunan terbesar secara nominal sebesar US$3,7 miliar.

Kondisi ini menunjukkan bahwa stablecoin tetap menjadi instrumen utama likuiditas dalam ekosistem kripto, meskipun pasar sedang berada dalam fase koreksi.

Berbeda dari sebagian besar narasi kripto yang melemah, sektor RWA justru terus menunjukkan pertumbuhan dari sisi adopsi. Nilai aset dunia nyata yang ditokenisasi telah melampaui US$30 miliar pada Q2 2026.

Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya permintaan terhadap aset riil seperti US Treasury, kredit, dan saham yang ditokenisasi. Minat terhadap RWA juga terlihat dari aktivitas listing di bursa.

Tokenized assets menjadi kategori listing terbesar pada semester pertama 2026 dengan pangsa 18,8%, naik hampir tiga kali lipat dari 6,6% pada 2025. Pertumbuhan ini didorong oleh semakin banyaknya tokenized stocks yang diterbitkan melalui platform seperti xStocks, bStocks, dan Ondo Finance.

Baca juga: Bedah Underlying Asset Tokenized Stocks: Nvidia, Tesla, hingga ETF Nasdaq

Meme Coin dan Prediction Market Masih Tarik Likuiditas

Meme coin tetap menjadi salah satu sektor yang menarik perhatian spekulator, meskipun kapitalisasi pasarnya turun dari puncak sekitar US$44,7 miliar pada Q3 2025 menjadi sekitar US$25,68 miliar.

Dogecoin dan Shiba Inu masih mendominasi sektor ini. Dogecoin memiliki kapitalisasi pasar sekitar US$11,22 miliar, sementara Shiba Inu berada di sekitar US$2,5 miliar. Keduanya menguasai sekitar 53,4% dari total kapitalisasi pasar meme coin.

Di luar token besar, proyek baru seperti CASHCAT sempat melonjak lebih dari 2.100% dalam sepekan setelah peluncuran. Pergerakan ini menunjukkan bahwa meme coin masih efektif menarik likuiditas, spekulasi, dan pengguna baru ke dalam ekosistem blockchain.

Sementara itu, Prediction Market menjadi salah satu sektor dengan pertumbuhan paling mencolok di tengah pelemahan pasar kripto. Notional volume sektor ini mencapai US$111,7 miliar pada Q2 2026, naik 46,0% secara kuartalan.

Volume pada Juni bahkan mencetak rekor sebesar US$52,8 miliar, didorong oleh tingginya aktivitas prediksi selama FIFA World Cup 2026. Ajang olahraga global tersebut menjadi katalis utama bagi meningkatnya penggunaan prediction market.

Kalshi memimpin pasar dengan pangsa 58,9%, diikuti oleh Polymarket. Selama Piala Dunia, volume perdagangan mencapai sekitar US$2,8 miliar di Kalshi dan US$1,8 miliar di Polymarket.

Data ini menunjukkan bahwa event olahraga berskala global kini dapat menjadi salah satu pendorong utama adopsi prediction market, terutama ketika pengguna mencari cara baru untuk berpartisipasi dalam prediksi berbasis pasar.

Outlook Q3 2026

Q2 2026 menunjukkan bahwa pasar kripto masih sangat dipengaruhi oleh faktor makro, arus dana ETF, dan sentimen investor terhadap aset berisiko. Koreksi harga yang luas menekan hampir seluruh aset utama, termasuk Bitcoin, Ethereum, dan berbagai altcoin besar.

Namun, di balik tekanan harga, beberapa sektor tetap menunjukkan fondasi adopsi yang kuat. Stablecoin masih menjadi tulang punggung likuiditas pasar, RWA terus tumbuh sebagai narasi utilitas, meme coin tetap menarik spekulator, dan prediction market mencatat peningkatan aktivitas signifikan.

Memasuki Q3 2026, arah pasar kripto diperkirakan akan sangat dipengaruhi oleh kebijakan The Fed, arus dana ETF Bitcoin, kondisi geopolitik, dan kekuatan likuiditas global.

Narasi berbasis utilitas seperti stablecoin, RWA, dan prediction market kemungkinan tetap menjadi fokus pasar. Sementara itu, aset yang mampu menunjukkan adopsi nyata dan ketahanan fundamental berpotensi lebih diperhatikan investor di tengah pasar yang masih selektif.

Baca juga: Tokenized Stocks: Cara Baru Mengakses Saham Global Lebih Mudah


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Trending