Connect with us

Altcoin News

Saham SanDisk Melonjak 14% Usai Catat Backlog US$93,9 Miliar dari Demand AI

Tim Research Tokocrypto mengatakan kenaikan saham SanDisk juga terjadi di tengah meningkatnya permintaan chip memori dan storage untuk kebutuhan artificial intelligence (AI).

Tivan

Published

on

Sandisk

Saham SanDisk (NASDAQ: SNDK) naik hampir 14% pada 13 Agustus 2026 setelah perusahaan mengumumkan backlog pelanggan senilai US$93,9 miliar dalam agenda Investor Day. Perusahaan juga menargetkan non-GAAP gross margin hingga 80% sampai tahun fiskal 2030.

Dalam acara yang digelar di Manhattan, Chairman dan CEO SanDisk David Goeckeler menyebut pencapaian tersebut sebagai bukti bahwa rencana turnaround selama 18 bulan mulai membuahkan hasil. Pernyataan itu muncul setelah saham SanDisk sempat mengalami tekanan dalam enam pekan sebelumnya.

Tim Research Tokocrypto mengatakan kenaikan saham SanDisk juga terjadi di tengah meningkatnya permintaan chip memori dan storage untuk kebutuhan artificial intelligence (AI), terutama dari data center dan hyperscaler yang membutuhkan suplai jangka panjang.

Backlog SanDisk Tembus US$93,9 Miliar

SanDisk mengungkap total contract value senilai US$93,9 miliar dari delapan pelanggan. Dari jumlah tersebut, sekitar US$91,1 miliar masih belum diakui sebagai pendapatan dan akan masuk dalam beberapa tahun ke depan.

Backlog sebesar ini menjadi perhatian investor karena memberi gambaran pendapatan jangka panjang yang lebih jelas bagi SanDisk. Dalam industri NAND flash yang biasanya sangat siklikal, kontrak multi-tahun dapat membantu perusahaan mengurangi ketergantungan pada fluktuasi harga pasar jangka pendek.

Goeckeler menilai SanDisk kini berada pada fase awal penciptaan nilai yang lebih besar. Setelah melalui proses pemisahan dari Western Digital dan restrukturisasi bisnis, perusahaan ingin menunjukkan bahwa permintaan AI dapat menjadi fondasi pertumbuhan baru.

Target gross margin 80% juga menjadi sorotan besar. Jika tercapai, SanDisk dapat mempertahankan US$80 dari setiap US$100 pendapatan sebagai laba kotor, sebelum memperhitungkan biaya operasional lainnya.

Baca juga: Bitcoin dan XRP Hadapi Pekan Volatil, Data CPI hingga Konflik Iran Jadi Sorotan

Spin-off dari Western Digital Jadi Momentum Baru

SanDisk resmi menyelesaikan pemisahan dari Western Digital pada Februari 2025 dan mulai diperdagangkan sebagai perusahaan independen pada akhir bulan tersebut. Setelah spin-off, SanDisk fokus sebagai produsen NAND flash dan solid-state drive.

Momentum pemisahan ini terjadi saat kebutuhan storage berkecepatan tinggi untuk AI data center meningkat tajam. Model AI membutuhkan kapasitas penyimpanan besar, kecepatan baca-tulis tinggi, dan infrastruktur data yang stabil untuk mendukung pelatihan serta inferensi.

Kondisi tersebut membuat perusahaan memori dan storage kembali menjadi perhatian pasar. SanDisk ikut diuntungkan karena posisinya berada di salah satu segmen penting dalam rantai pasok AI.

Sepanjang tahun berjalan, saham SanDisk tercatat naik lebih dari 571%, meskipun sempat mengalami koreksi tajam pada Juli. Reli tersebut mencerminkan ekspektasi investor bahwa demand AI dapat mengubah prospek bisnis perusahaan dalam jangka panjang.

Target Margin 80% Jadi Taruhan Besar

Dilaporkan BeInCrypto, manajemen SanDisk menargetkan non-GAAP gross margin mendekati 80% dan operating margin sekitar 75% hingga tahun fiskal 2030. Target tersebut menunjukkan ambisi perusahaan untuk mengubah profil bisnisnya dari siklus komoditas memori menjadi model dengan margin lebih stabil.

Secara historis, industri NAND flash sering mengalami boom-and-bust cycle. Saat permintaan tinggi dan suplai terbatas, harga memori dapat melonjak. Namun, ketika suplai berlebih muncul, margin perusahaan dapat turun tajam.

SanDisk berupaya mengurangi risiko tersebut melalui kontrak jangka panjang dengan pelanggan besar. Jika kontrak ini berjalan sesuai rencana, perusahaan dapat memiliki revenue floor yang lebih jelas dibanding siklus memori sebelumnya.

Namun, target margin tinggi juga membawa risiko ekspektasi. Jika permintaan AI melambat, harga NAND melemah, atau pelanggan menunda pembelian, pasar dapat mempertanyakan apakah target 80% masih realistis.

Analis Masih Mayoritas Bullish

Sentimen analis terhadap SanDisk masih cukup positif. Dalam data yang dikutip sumber, 16 analis memberi rating buy, tiga analis memberi rating outperform, dan tiga analis memberi rating hold.

Rata-rata target harga analis berada sekitar 34% di atas harga penutupan setelah reli Investor Day. Gap tersebut menjadi salah satu yang terlebar dalam sejarah perdagangan saham SanDisk sebagai perusahaan independen.

Optimisme analis terutama bertumpu pada backlog besar, margin tinggi, dan permintaan AI yang dinilai masih kuat. Jika SanDisk mampu mengeksekusi kontrak dan mempertahankan margin, ruang kenaikan saham masih terbuka.

Namun, sebagian analis juga memperingatkan bahwa valuasi SanDisk sudah mulai memasukkan asumsi pertumbuhan dan margin tinggi untuk beberapa tahun ke depan. Artinya, ruang kesalahan menjadi lebih sempit jika realisasi kinerja tidak sesuai ekspektasi.

AI Jadi Pendorong Utama Industri Storage

Kenaikan saham SanDisk tidak berdiri sendiri. Industri memori dan storage secara luas sedang mendapat dorongan dari ledakan permintaan AI. Perusahaan seperti Micron dan SK Hynix juga ikut mendapat perhatian karena kebutuhan data center terhadap chip memori meningkat.

Hyperscaler dan perusahaan AI mulai mengamankan pasokan jangka panjang untuk memastikan infrastruktur mereka tidak terganggu. Hal ini menciptakan kondisi pasar yang berbeda dibanding siklus memori sebelumnya.

Jika sebelumnya permintaan memori sangat bergantung pada perangkat konsumen seperti smartphone dan PC, kini data center AI menjadi sumber permintaan baru yang lebih besar dan strategis.

SanDisk berusaha memanfaatkan perubahan ini dengan mengunci kontrak multi-tahun dan menempatkan diri sebagai pemasok penting dalam ekosistem AI infrastructure.

Prospek SanDisk Masih Bergantung pada Eksekusi

Secara keseluruhan, saham SanDisk mendapat dorongan kuat dari kombinasi backlog US$93,9 miliar, target margin 80%, dan optimisme terhadap permintaan AI. Investor melihat kontrak multi-tahun sebagai sinyal bahwa perusahaan memiliki visibilitas pendapatan yang lebih baik.

Namun, reli besar juga membuat ekspektasi pasar semakin tinggi. SanDisk perlu membuktikan bahwa backlog tersebut dapat dikonversi menjadi pendapatan dan margin sesuai target hingga 2030.

Jika perusahaan berhasil menjaga kontrak, memenuhi permintaan pelanggan, dan mempertahankan margin tinggi, saham SanDisk berpeluang terus menjadi salah satu pemenang utama dari tren AI infrastructure.

Sebaliknya, jika siklus NAND kembali melemah atau target margin terlalu sulit dicapai, koreksi dapat terjadi karena sebagian optimisme sudah tercermin dalam harga saham.

Untuk saat ini, backlog memberi SanDisk sesuatu yang jarang dimiliki perusahaan memori: kepastian pendapatan multi-tahun. Namun, ujian sebenarnya baru akan terlihat ketika industri menghadapi perlambatan berikutnya dan pasar menilai apakah kontrak tersebut benar-benar mampu menahan tekanan siklus.

Baca juga: Metaplanet Bangun Venture Firm Fokus Ekosistem Bitcoin


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Trending