Altcoin News
Sinyal Bahaya ETH Makin Kuat! Whale Diduga Mulai Buang Ethereum
Ethereum (ETH) mulai menunjukkan tanda-tanda kuat memasuki fase bear market. Indikasi ini terlihat dari salah satu metrik penting yang kerap digunakan untuk membaca tekanan pasar secara nyata, yakni Taker Buy/Sell Ratio di Binance.
Pengamat pasar menilai, metrik tersebut sangat relevan terutama saat tren turun, karena mencerminkan aksi langsung pelaku pasar, bukan sekadar ekspektasi.
Dilaporkan CryptoQuant, Binance disebut sebagai acuan utama karena memiliki likuiditas spot dan derivatif tertinggi, serta menjadi pusat aktivitas investor besar, institusi, dan whale. Dengan kondisi itu, banyak pergerakan harga besar Ethereum dinilai lebih sering dipicu dari transaksi di Binance dibanding bursa lain.
Sebaliknya, data taker ratio dari exchange kecil dinilai berpotensi menyesatkan karena volume transaksi yang lebih rendah.
Taker Ratio Ethereum Turun di Bawah 1, Tekanan Jual Dominan

Baca juga: Alarm Menyala! Harga Ethereum Terancam Jatuh ke Bawah $3.000
Berdasarkan grafik terbaru, Taker Buy/Sell Ratio Ethereum berada di bawah angka 1, tepatnya sekitar 0,94. Angka ini menunjukkan bahwa tekanan jual lebih dominan dalam transaksi market order.
Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa penjual bertindak agresif dengan langsung mengeksekusi order, sementara pembeli cenderung menunggu di posisi limit order.
Dengan kata lain, aksi jual saat ini terjadi lebih cepat dan lebih kuat dibanding aksi beli.
SMA 30 dan SMA 50 Ikut Menguatkan Sinyal Bearish
Tidak hanya itu, indikator rata-rata bergerak SMA (30) dan SMA (50) untuk jangka pendek dan menengah juga tercatat berada di bawah angka 1.
Ketiadaan breakout tajam ke atas dari indikator tersebut memperkuat kesimpulan bahwa tekanan jual yang terjadi bukan bersifat sementara, melainkan struktural dan berkelanjutan.
Reli ETH Berisiko Jadi “Umpan Jual”

Dengan kondisi tersebut, analis menilai bahwa meskipun harga Ethereum sempat mengalami kenaikan, reli yang terjadi kemungkinan besar akan langsung dihadang aksi jual.
Hal ini menunjukkan adanya bias tren turun yang jelas, di mana penjualan berlangsung agresif sementara pembelian tetap pasif.
“Ethereum sedang mengalami bear season yang nyata. Setiap kenaikan harga kemungkinan akan menjadi peluang jual bagi pelaku pasar,” tulis pengamat dalam analisisnya.
Tekanan Bearish Diprediksi Bertahan
Melihat data yang ada, tekanan bearish pada Ethereum diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan. Struktur pasar yang lebih condong ke sisi jual dinilai membuat pemulihan harga ETH tidak akan mudah terjadi dalam waktu dekat.
Untuk memantau kondisi terbaru, investor disarankan memperhatikan grafik rasio taker Binance secara real-time sebagai indikator tekanan pasar yang paling relevan.
Menurut Tim Research Tokocrypto, pasar ETH menunjukkan karakteristik “bear season” sejati di mana pembeli bersikap pasif (menunggu di limit order) sementara penjual agresif menekan harga. Setiap reli kenaikan kemungkinan besar akan dijadikan momentum exit (sell into strength) hingga struktur pasar berubah.
Baca Juga: Harga Ethereum Jebol $2.8K, Whale Diam-Diam Borong Rp3,7 Triliun ETH
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
-
Event4 days agoEvent Tokocrypto Minggu Ini
-
Bitcoin News5 days agoAnalisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Anjlok ke $78.888, Tekanan Dominan
-
Academy6 days agoRiset Kripto 26-30 Jan 2026: Bitcoin Makin Turun! Saatnya Goodbye?!
-
Bitcoin News6 days agoAnalisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $84.121, Sinyal Rebound?

