Altcoin News
SOL Masih Jauh dari $293, ETF Tarik $765 Juta: 2026 Jadi Titik Balik?
Solana memasuki 2026 dengan harga SOL sekitar $125, lebih rendah dari sekitar $190 pada awal 2025 dan masih 57% di bawah rekor $293,3. Namun, jaringan ini menutup 2025 dengan dorongan besar dari tokenisasi real-world asset (RWA), setelah nilai RWA di Solana naik hampir 10% menjadi rekor $873,3 juta.
Data RWA.xyz menunjukkan nilai aset dunia nyata yang ditokenisasi di jaringan Solana meningkat hampir 10% dalam satu bulan terakhir menjadi rekor tertinggi sebesar US$873,3 juta. Dalam periode yang sama, jumlah pemegang token RWA di Solana melonjak 18,4% menjadi 126.236 alamat.
RWA Dorong Solana

Mayoritas RWA di Solana masih didukung oleh obligasi pemerintah Amerika Serikat. Dua produk terbesar adalah BlackRock USD Institutional Digital Liquidity Fund dengan kapitalisasi pasar US$255,4 juta dan Ondo US Dollar Yield sebesar US$175,8 juta. Selain itu, tokenisasi saham mulai menunjukkan pertumbuhan, termasuk Tesla xStock senilai US$48,3 juta dan Nvidia xStock sebesar US$17,6 juta, bersama dengan sejumlah dana institusional yang kini hadir di jaringan Solana.
Dengan capaian tersebut, Solana berpeluang menjadi blockchain ketiga yang melampaui US$1 miliar dalam tokenisasi RWA, menyusul Ethereum yang saat ini memimpin dengan US$12,3 miliar dan BNB Chain yang baru menembus US$2 miliar.

Baca juga: Solana Bertahan di US$127, Pasar Kripto Masih Ragu Dorong Harga Naik
Dari sisi harga, Solana (SOL) memasuki 2026 di kisaran US$125, lebih rendah dibandingkan awal 2025 yang berada di sekitar US$190. Harga ini juga masih terpaut sekitar 57% dari rekor tertinggi sepanjang masa di US$293,3 yang tercapai pada 19 Januari 2025. Sementara itu, Bitcoin dan Ethereum mencetak rekor tertinggi lebih baru dan saat ini diperdagangkan lebih dekat ke puncaknya.
Meski demikian, optimisme terhadap Solana tetap kuat. Manajer aset kripto Bitwise memprediksi SOL berpotensi mencetak rekor harga baru pada 2026 jika Amerika Serikat meloloskan CLARITY Act, regulasi yang berfokus pada struktur pasar kripto. Bitwise menilai tren stablecoin dan tokenisasi akan menjadi pendorong utama, dengan Ethereum dan Solana sebagai penerima manfaat terbesar.
Momentum Institusional SOL

DIlaporkan Trading VIew, momentum institusional juga terus bertambah. Pada Oktober 2025, Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) menyetujui enam ETF spot Solana, yang secara kumulatif mencatat arus masuk dana sebesar US$765 juta. Di bulan yang sama, raksasa remitansi Western Union memilih Solana sebagai infrastruktur penyelesaian stablecoin untuk lebih dari 150 juta pelanggan di lebih dari 200 negara, dengan peluncuran ditargetkan pada paruh pertama 2026.
Dari sisi fundamental onchain, kinerja Solana dinilai solid. Dalam 30 hari terakhir, jaringan ini memimpin seluruh blockchain dalam pendapatan aplikasi dengan lebih dari US$110 juta, jauh melampaui Hyperliquid di posisi kedua dan hampir dua kali lipat pendapatan Ethereum, menurut data DeFiLlama.
Dengan kombinasi lonjakan RWA, adopsi institusional, dan pendapatan jaringan yang kuat, Solana memasuki 2026 dengan narasi baru—bukan lagi sekadar rumah memecoin, melainkan kandidat utama dalam gelombang tokenisasi aset global.
Baca juga: JP Morgan dan Coinbase: Kripto Lebih Mudah dengan Kartu Kredit
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

