Bitcoin News
Strategy Berhenti Beli Bitcoin Sebulan, Laporan Earnings Jadi Ujian Berikutnya
Tim Research Tokocrypto melihat perusahaan yang sebelumnya dikenal sangat agresif mengakumulasi Bitcoin itu akan merilis laporan keuangan kuartal II pada Kamis, 30 Juli, setelah pasar Amerika Serikat tutup.
Strategy kembali menjadi sorotan setelah tidak melakukan pembelian Bitcoin selama empat laporan mingguan berturut-turut. Ini menjadi jeda pembelian BTC terpanjang perusahaan dalam dua tahun terakhir.
Tim Research Tokocrypto melihat perusahaan yang sebelumnya dikenal sangat agresif mengakumulasi Bitcoin itu akan merilis laporan keuangan kuartal II pada Kamis, 30 Juli, setelah pasar Amerika Serikat tutup.
“Laporan tersebut akan menjadi perhatian investor untuk melihat apakah Strategy akan mempertahankan jeda pembelian atau kembali menambah kepemilikan BTC,” tuturnya.
Berdasarkan filing ke SEC, pembelian Bitcoin terakhir Strategy tercatat untuk pekan yang berakhir pada 21 Juni. Setelah itu, perusahaan justru menjual sebagian Bitcoin, bukan menambah kepemilikan.
Strategy Jual 3.588 BTC untuk Danai Dividen
Pada Juli, Strategy menjual 3.588 BTC dalam dua tahap antara 29 Juni hingga 5 Juli. Penjualan tersebut bernilai sekitar US$216 juta dan digunakan untuk membayar dividen saham preferen serta menambah cadangan kas perusahaan.
Keputusan ini menandai perubahan penting dalam strategi modal perusahaan. Selama bertahun-tahun, Strategy dikenal menggunakan berbagai instrumen pendanaan untuk membeli Bitcoin dan meningkatkan eksposur BTC per saham bagi pemegang saham.
Namun, model tersebut sangat bergantung pada premi saham Strategy terhadap nilai kepemilikan Bitcoin perusahaan, yang dikenal sebagai mNAV. Ketika mNAV tinggi, perusahaan dapat menjual saham di atas nilai BTC yang dimiliki dan menggunakan hasilnya untuk membeli lebih banyak Bitcoin.
Masalah muncul ketika mNAV turun mendekati 1. Dalam kondisi tersebut, penerbitan saham baru dapat merusak nilai pemegang saham karena tidak lagi menciptakan nilai tambahan terhadap kepemilikan Bitcoin per saham.
Pada akhir Juni, mNAV Strategy sempat menyentuh sekitar 0,99, level di bawah paritas untuk pertama kalinya. Rasio tersebut kemudian pulih ke sekitar 1,03. Namun, manajemen disebut menilai titik impas sebenarnya lebih dekat ke 1,22.
Kondisi ini membuat perusahaan lebih berhati-hati dalam menerbitkan saham baru maupun menambah pembelian Bitcoin.
Baca juga: Michael Saylor Sebut Bitcoin Mungkin Sudah Bottom di US$60.000
Cadangan Kas Naik ke US$3,22 Miliar
Dilaporkan BeInCrypto, Strategy mengadopsi kerangka modal baru pada akhir Juni. Salah satu fokusnya adalah menjaga cadangan kas untuk mendukung kewajiban dividen dan kebutuhan likuiditas perusahaan.
Setelah penjualan Bitcoin pada awal Juli, cadangan kas Strategy naik menjadi sekitar US$3,225 miliar per 20 Juli. Langkah ini menunjukkan perusahaan mulai menyeimbangkan strategi akumulasi Bitcoin dengan kebutuhan menjaga stabilitas keuangan.
Bagi investor, perubahan ini penting karena Strategy selama ini dipandang sebagai salah satu proxy terbesar untuk eksposur Bitcoin di pasar saham. Jika perusahaan mulai menahan pembelian atau bahkan menjual BTC untuk memenuhi kebutuhan kas, sentimen terhadap sahamnya dapat ikut berubah.
Namun, jeda pembelian belum tentu berarti Strategy meninggalkan strategi Bitcoin. Perusahaan bisa saja menunggu kondisi pasar, mNAV, atau akses pendanaan yang lebih baik sebelum kembali membeli.
Earnings Q2 Jadi Fokus Pasar
Laporan keuangan kuartal II akan menjadi ujian berikutnya. Pada kuartal I, Strategy mencatat operating loss sebesar US$14,5 miliar akibat penurunan nilai mark-to-market Bitcoin.
Untuk kuartal II, estimasi konsensus LSEG memperkirakan perusahaan dapat berbalik mencatat operating income sekitar US$3,86 miliar. Namun, sebagian proyeksi analis disebut dibuat sebelum penurunan harga Bitcoin pada Juni, sehingga angka aktual tetap perlu dicermati.

Investor akan mencari petunjuk apakah Strategy akan terus menjaga Bitcoin holdings tanpa pembelian baru, atau mulai kembali mengakumulasi jika kondisi mNAV membaik.
Selain itu, pasar juga akan memperhatikan komentar manajemen soal penjualan Bitcoin, cadangan kas, pembayaran dividen, dan rencana pendanaan ke depan.
Untuk saat ini, jeda pembelian Strategy menjadi sinyal bahwa strategi akumulasi Bitcoin perusahaan mulai menghadapi batas baru. Selama premi saham terhadap nilai Bitcoin belum kembali kuat, perusahaan kemungkinan akan lebih selektif dalam menambah kepemilikan BTC.
Kunci berikutnya adalah laporan earnings pada 30 Juli. Jika Strategy menunjukkan stabilitas keuangan dan memberi sinyal pembelian dapat dilanjutkan, sentimen bisa membaik. Namun, jika jeda pembelian berlanjut atau penjualan Bitcoin kembali terjadi, pasar dapat mulai menilai ulang narasi Strategy sebagai pembeli Bitcoin paling agresif di pasar publik.
Baca juga: Tokenized Stocks: Cara Baru Mengakses Saham Global Lebih Mudah
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
-
Market6 days agoPasar Kripto Hari Ini 21 Juli 2026: BTC Capai $65.000 Didorong Arus Dana ETF
-
Market5 days agoPasar Kripto Hari Ini 22 Juli 2026: BTC Tertahan di Bawah US$67.000
-
Market4 days agoPasar Kripto Hari Ini 23 Juli 2026: BTC Sideways di Tengah Geopolitik
-
Bitcoin News4 days agoSetelah Tidur 8 Tahun, Dompet Bitcoin Ini Pindahkan BTC Senilai Rp6,9 Triliun

