Connect with us

Bitcoin News

Strategy Borong Bitcoin Rp25 Triliun, Total Kepemilikan 761.000 BTC

Strategy, kembali menambah cadangan Bitcoin dalam jumlah besar. Dalam pembelian terbarunya.
Tim Rsearch Tokocrypto melihat ini lebih tepat masuk Adopsi karena intinya adalah ekspansi neraca korporasi ke Bitcoin, bukan isu hukum atau enforcement.

Tivan

Published

on

Ilustrasi MicroStrategy dan Bitcoin. Sumber: Shutterstock.

Perusahaan milik Michael Saylor, Strategy, kembali menambah cadangan Bitcoin dalam jumlah besar. Dalam pembelian terbarunya, perusahaan tersebut mengakuisisi 22.337 BTC senilai sekitar US$1,57 miliar atau setara lebih dari Rp25 triliun.

Langkah ini memperkuat posisi Strategy sebagai perusahaan publik dengan kepemilikan Bitcoin terbesar di dunia.

Pembelian Bitcoin Masif Berlanjut

Berdasarkan laporan yang diajukan ke Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC), pembelian dilakukan dengan harga rata-rata sekitar US$70.194 per Bitcoin.

Harga tersebut berada di bawah rata-rata akumulasi keseluruhan perusahaan yang tercatat sekitar US$75.696 per BTC.

Dilaporkan Cointelegraph, pembelian ini juga menjadi salah satu dari lima transaksi terbesar yang pernah dilakukan Strategy, melanjutkan tren akumulasi agresif setelah sebelumnya membeli hampir 18.000 BTC dalam pekan sebelumnya.

Total Kepemilikan Tembus 761.000 BTC

Dengan tambahan pembelian terbaru, total kepemilikan Bitcoin Strategy kini mencapai 761.068 BTC.

Perusahaan telah menginvestasikan sekitar US$57,61 miliar untuk membangun cadangan Bitcoin tersebut.

Jumlah ini setara dengan lebih dari 3% dari total suplai maksimum Bitcoin yang dibatasi sebanyak 21 juta koin.

Menurut Tim Rsearch Tokocrypto, ini lebih tepat masuk Adopsi karena intinya adalah ekspansi neraca korporasi ke Bitcoin, bukan isu hukum atau enforcement.

“Pesannya ke pasar keras dan jelas: Strategy masih menjadikan BTC sebagai aset inti treasury, dan selama akses ke pasar modal tetap lancar, mereka akan terus jadi salah satu pendorong adopsi institusional paling agresif di dunia kripto,” katanya.

Baca juga: Saylor Borong Bitcoin Lagi Rp20 Triliun, Total Kepemilikan 738.731 BTC

Dibiayai dari Penjualan Saham

Pembelian Bitcoin tersebut didanai melalui penjualan saham preferen perpetual perusahaan, yaitu STRC, serta saham biasa.

Dalam periode yang sama, Strategy menjual sekitar 11,9 juta saham STRC dan mengumpulkan dana sekitar US$1,18 miliar, yang mencakup sekitar 75% dari total nilai pembelian Bitcoin.

Selain itu, perusahaan juga menjual sekitar 2,8 juta saham biasa (MSTR) dengan nilai sekitar US$396 juta.

Strategi Pendanaan dan Target Jangka Panjang

Strategy terus mengandalkan strategi pembiayaan melalui pasar modal untuk mendukung akumulasi Bitcoin.

Produk saham preferen STRC disebut menjadi salah satu instrumen yang paling likuid di pasar, memungkinkan perusahaan mengakses dana dalam jumlah besar secara cepat.

Dengan total kepemilikan saat ini, Strategy masih membutuhkan sekitar 238.932 BTC tambahan untuk mencapai target 1 juta BTC.

Untuk mencapai target tersebut dalam sisa waktu tahun 2026, perusahaan perlu membeli rata-rata sekitar 5.700 BTC per minggu.

Langkah agresif Strategy ini menunjukkan komitmen jangka panjang perusahaan terhadap Bitcoin sebagai aset utama dalam strategi keuangan korporasi mereka.

Baca Juga: Michael Saylor Beri Sinyal Beli Bitcoin Baru Setelah Pendanaan $711 Juta


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Trending