Connect with us

Altcoin News

Tesla Tokenized Stocks Menguat 4,7%, TSLAB Dekati US$400

Kenaikan TSLAB terjadi di tengah dua sentimen positif sekaligus: meningkatnya aktivitas pada sektor Tokenized Stocks dan real-world assets (RWA) serta reli saham Tesla (TSLA) di pasar Amerika Serikat.

Tivan

Published

on

Ilustrasi Tesla jual Bitcoin.

Tesla Tokenized bStocks (TSLAB) mencatat penguatan 4,70% dalam 24 jam menjadi sekitar US$363,33, bergerak lebih kuat dibandingkan pasar kripto yang cenderung datar hingga melemah.

Kenaikan TSLAB terjadi di tengah dua sentimen positif sekaligus: meningkatnya aktivitas pada sektor Tokenized Stocks dan real-world assets (RWA) serta reli saham Tesla (TSLA) di pasar Amerika Serikat.

Pada perdagangan 31 Agustus 2026, saham Tesla melonjak 5,51% ke US$367,95, setelah sempat menyentuh US$368,92. Volume perdagangan mencapai lebih dari 60 juta saham, jauh lebih tinggi dibandingkan sesi sebelumnya.

Dengan TSLAB memberikan eksposur terhadap saham Tesla dalam bentuk tokenisasi, pergerakan underlying tersebut menjadi salah satu faktor yang lebih langsung terhadap kenaikan harga dibandingkan sekadar rotasi sektor RWA.

Saham Tesla Melonjak Jelang Cybercab

Data CoinMarketCap, kenaikan Tesla pada akhir Agustus terjadi ketika investor mulai mengantisipasi event Cybercab pada 3 September 2026.

Tesla dijadwalkan menampilkan perkembangan kendaraan robotaxi Cybercab di Austin, Texas. Kendaraan tersebut dirancang tanpa setir maupun pedal dan menjadi bagian penting dari ambisi perusahaan membangun bisnis transportasi autonomous.

Optimisme terhadap Full Self-Driving (FSD) dan bisnis robotaxi ikut meningkatkan sentimen investor.

CEO Tesla Elon Musk juga kembali menarik perhatian terhadap perkembangan FSD setelah menyatakan kemampuan menghindari lubang jalan atau pothole avoidance akan ditambahkan ke sistem tersebut.

Kombinasi sentimen Cybercab dan autonomous driving membuat saham Tesla menjadi salah satu saham dengan performa terbaik di S&P 500 pada 31 Agustus, ketika indeks saham AS secara keseluruhan justru melemah.

Bagi TSLAB, kondisi tersebut menjadi katalis yang relevan karena token ini memiliki keterkaitan harga dengan saham Tesla.

Baca Juga: Bitcoin Tertekan, SPCXB Justru Melaju ke Target US$150

Tokenized Stocks Juga Sedang Meledak

Reli TSLAB muncul ketika aktivitas Tokenized Stocks secara keseluruhan meningkat signifikan.

Data RWA.xyz yang dikutip sejumlah laporan menunjukkan volume transfer Tokenized Stocks melonjak lebih dari 415% dalam 30 hari menjadi US$29,5 miliar hingga akhir Agustus.

Pada periode yang sama, jumlah alamat aktif bulanan meningkat lebih dari 209% menjadi sekitar 1,3 juta, sementara jumlah holder naik 167% menjadi sekitar 2,36 juta.

Nilai Tokenized Stocks yang beredar secara on-chain mencapai sekitar US$2,54 miliar, jauh lebih tinggi dibandingkan sekitar US$344 juta setahun sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan perdagangan saham berbasis blockchain mulai berkembang menjadi kategori pasar tersendiri.

Aset seperti TSLAB tidak hanya mendapatkan pengaruh dari kondisi pasar saham tradisional, tetapi juga dari meningkatnya likuiditas dan minat investor terhadap instrumen saham on-chain.

bStocks Ikut Perbesar Pasar

Persaingan platform Tokenized Stocks juga semakin ketat.

Produk bStocks disebut telah mencapai kapitalisasi sekitar US$118,5 juta hanya dalam waktu sekitar dua bulan setelah diluncurkan, sekaligus meningkatkan persaingan dengan platform tokenisasi saham lainnya.

Sementara itu, Robinhood Chain telah meluncurkan perdagangan Stock Tokens 24/7 sejak mainnet-nya aktif pada Juli. Infrastruktur tersebut memungkinkan investor yang memenuhi syarat mendapatkan eksposur saham dalam format blockchain di luar jam perdagangan tradisional.

Perkembangan tersebut menjadi salah satu keunggulan utama Tokenized Stocks.

Saham Tesla di Nasdaq hanya diperdagangkan pada jam pasar tertentu, sementara instrumen tokenisasi seperti TSLAB dapat memberikan akses perdagangan yang lebih fleksibel di ekosistem aset digital.

Wall Street Mulai Serius dengan Tokenisasi

Narasi saham tokenisasi juga semakin kuat setelah institusi pasar modal tradisional mulai membangun infrastrukturnya sendiri.

Intercontinental Exchange (ICE), induk New York Stock Exchange (NYSE), pada 31 Agustus mengumumkan kerja sama dengan tZERO untuk mengembangkan infrastruktur sekuritas tokenisasi.

Kerja sama tersebut mencakup pengembangan digital transfer agent dan broker-dealer untuk mendukung settlement transaksi sekuritas tokenisasi secara on-chain pada platform digital yang akan terafiliasi dengan NYSE.

Perkembangan ini tidak menjadi katalis langsung bagi TSLAB.

Namun, keterlibatan operator bursa terbesar dunia memberikan validasi tambahan terhadap tren tokenisasi saham dan dapat menarik lebih banyak perhatian terhadap kategori tersebut.

US$380-US$400 Jadi Target Berikutnya

Dari sisi teknikal, penguatan TSLAB ke sekitar US$363 membuat area US$380-US$400 menjadi zona resistance berikutnya yang patut diperhatikan.

Momentum menuju area tersebut akan sangat bergantung pada kemampuan harga mempertahankan level US$350.

Jika TSLAB mampu bertahan di atas US$350 dan saham Tesla melanjutkan kenaikan menjelang maupun setelah event Cybercab, peluang menuju US$380 dapat terbuka.

Breakout yang kuat di atas US$380 selanjutnya dapat membawa level psikologis US$400 menjadi target perhatian pasar.

Namun, skenario tersebut bukan tanpa risiko.

Reli saham Tesla pada 31 Agustus sebagian didorong oleh ekspektasi menjelang event, bukan laporan keuangan atau kontrak besar baru. Karena itu, ada risiko pola buy the rumor, sell the news apabila pengumuman Cybercab tidak memenuhi ekspektasi investor.

Dalam kondisi tersebut, pelemahan saham TSLA dapat ikut menekan TSLAB.

US$350 Jadi Support Penting

Untuk skenario bearish, US$350 menjadi level pertahanan terdekat.

Jika TSLAB kehilangan level tersebut secara berkelanjutan, momentum kenaikan jangka pendek dapat mulai melemah dan meningkatkan risiko profit taking.

Kondisi pasar kripto yang sedang tidak terlalu kuat juga perlu diperhatikan. Jika Bitcoin dan aset berisiko lainnya mengalami koreksi lebih besar, sentimen tersebut masih dapat memengaruhi likuiditas Tokenized Stocks meskipun harga underlying Tesla tetap kuat.

Namun, pergerakan terbaru memperlihatkan bahwa TSLAB dapat bergerak berbeda dengan Bitcoin karena memiliki faktor fundamental lain yang lebih langsung, yakni harga saham Tesla.

Bisakah TSLAB Tembus US$400?

Prospek jangka pendek TSLAB kini tidak hanya ditentukan oleh hype Tokenized Stocks.

Ada dua mesin yang sedang bekerja secara bersamaan.

Pertama, sektor Tokenized Stocks sedang mencatat pertumbuhan aktivitas besar, dengan volume transfer mencapai US$29,5 miliar dalam 30 hari. Kedua, saham Tesla sendiri sedang bullish menjelang event Cybercab pada 3 September.

Kombinasi tersebut memberikan kondisi yang cukup positif bagi TSLAB.

Selama harga mampu mempertahankan US$350, peluang menguji US$380 tetap terbuka. Jika saham Tesla melanjutkan reli dan TSLAB mampu breakout dari resistance tersebut, US$400 dapat menjadi level psikologis berikutnya.

Sebaliknya, koreksi saham Tesla setelah event Cybercab atau meredanya momentum sektor Tokenized Stocks dapat memicu aksi ambil untung.

Untuk saat ini, kenaikan TSLAB menunjukkan bahwa Tokenized Stocks mulai memiliki dua sumber momentum sekaligus: tren blockchain yang berkembang dan fundamental saham Wall Street yang menjadi underlying-nya.

Baca Juga: Token PORTAL Naik 13,63% Setelah Umumkan Peluncuran Portal V2


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Trending