Market

Trump Tuduh Iran Langgar Gencatan Senjata, Bitcoin Terancam Turun Lagi?

Tim Research Tokocrypto menilai perkembangan geopolitik seperti konflik antara AS dan Iran memiliki dampak langsung terhadap volatilitas pasar kripto.

Published

on

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menuduh Iran telah melakukan “pelanggaran serius” terhadap kesepakatan gencatan senjata yang sedang berlangsung. Tuduhan ini muncul setelah laporan bahwa Iran kembali membuka tembakan di kawasan Selat Hormuz, wilayah strategis yang menjadi jalur utama distribusi energi global.

Meski demikian, Trump tetap menyatakan optimisme terhadap kemungkinan tercapainya kesepakatan damai. Ia menegaskan bahwa negosiasi akan terus berlanjut, meskipun situasi di lapangan menunjukkan ketegangan yang belum sepenuhnya mereda.

Dilaporkan Coingape, di sisi lain, pihak Iran membantah tuduhan tersebut. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa justru Amerika Serikat yang melanggar kesepakatan melalui blokade terhadap wilayah pelabuhan dan garis pantai Iran.

Baca juga: Deal AS-Iran Dekat: Minyak Anjlok, Kripto Menguat

Ketidakpastian Geopolitik Picu Volatilitas Pasar

Perbedaan klaim antara kedua negara meningkatkan ketidakpastian geopolitik yang berpotensi berdampak pada pasar global. Aset berisiko, termasuk kripto, cenderung sensitif terhadap perkembangan situasi ini.

Harga Bitcoin (BTC) sempat mengalami tekanan dan turun ke kisaran $75.500 dari level sebelumnya di atas $76.000. Pergerakan ini mencerminkan respons pasar terhadap meningkatnya risiko global, di mana investor cenderung lebih berhati-hati.

Sebelumnya, Bitcoin sempat menguat hingga menembus $78.000 setelah muncul kabar bahwa Iran akan menghentikan program nuklirnya. Namun, ketika kabar tersebut dibantah, pasar kembali mengalami volatilitas.

Pasar Menunggu Kepastian Arah Negosiasi

Dengan tenggat waktu gencatan senjata yang semakin dekat, arah pergerakan pasar kini sangat bergantung pada hasil negosiasi antara AS dan Iran. Jika ketegangan terus meningkat, tekanan terhadap aset berisiko dapat berlanjut.

Sebaliknya, jika tercapai kesepakatan yang lebih stabil, hal ini berpotensi mendorong kembali sentimen positif di pasar global, termasuk kripto.

Tim Research Tokocrypto menilai perkembangan geopolitik seperti konflik antara AS dan Iran memiliki dampak langsung terhadap volatilitas pasar kripto. Bitcoin, yang sering dianggap sebagai aset berisiko, cenderung mengalami tekanan ketika ketidakpastian global meningkat.

“Reaksi pasar terhadap isu geopolitik biasanya bersifat jangka pendek. Dalam jangka menengah hingga panjang, faktor fundamental seperti adopsi, likuiditas, dan kebijakan moneter global tetap menjadi penentu utama arah pergerakan harga kripto,” ungkapnya.

Baca Juga: Bitcoin Terlihat Kuat, Tapi Rapuh? Cek Fakta di Balik Harga


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Trending

Exit mobile version