Market
USDT Catat Rekor Baru di Tengah Krisis DeFi
Tim Research Tokocrypto menjelaskan pergeseran preferensi dari USDC ke USDT dalam kondisi pasar yang tidak stabil menunjukkan pentingnya faktor likuiditas.
Stablecoin Tether (USDT) semakin memperkuat dominasinya di pasar kripto setelah kapitalisasi pasarnya mencapai level tertinggi sepanjang masa, mendekati $188 miliar. Kenaikan ini terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar akibat serangkaian peretasan besar di sektor decentralized finance (DeFi).
Dalam periode yang sama, USDT mencatat pertumbuhan sekitar 2,1%, melampaui USDC yang hanya naik sekitar 1,4% ke level $78,25 miliar. Perbedaan ini mencerminkan preferensi pengguna terhadap USDT sebagai aset lindung nilai saat kondisi pasar tidak stabil.
Baca juga: Tether Angkat Simon McWilliams sebagai CFO
Likuiditas Jadi Faktor Kunci Perpindahan Dana
Menurut Decrypt, analis menilai bahwa keunggulan utama USDT terletak pada likuiditas yang lebih dalam, terutama di exchange terpusat. Kondisi ini memungkinkan pengguna untuk lebih cepat keluar dari posisi berisiko saat terjadi gejolak pasar.
Fenomena ini terlihat jelas setelah insiden hack besar seperti pada Drift Protocol dan KelpDAO, yang mendorong pengguna menarik dana dari protokol DeFi dan memindahkannya ke stablecoin yang lebih likuid. Bahkan, sekitar $1,5 miliar stablecoin dilaporkan ditarik dari Aave dalam waktu singkat setelah insiden tersebut.
Tim Research Tokocrypto menjelaskan pergeseran preferensi dari USDC ke USDT dalam kondisi pasar yang tidak stabil menunjukkan pentingnya faktor likuiditas dan kepercayaan dalam ekosistem stablecoin. Dalam situasi krisis, pengguna cenderung memilih aset yang paling mudah diakses dan memiliki jaringan distribusi yang luas.
“Kedua stablecoin tersebut tetap memiliki peran penting dalam ekosistem kripto, dengan karakteristik dan keunggulan masing-masing. Perbedaan pendekatan dalam hal regulasi, transparansi, dan kebijakan pengelolaan dana menjadi faktor yang memengaruhi preferensi pengguna,” ujarnya.
USDC Hadapi Tekanan dari Isu Keamanan dan Regulasi
Di sisi lain, USDC menghadapi tekanan tambahan setelah muncul gugatan hukum terkait dugaan kegagalan membekukan dana hasil eksploitasi dalam kasus Drift Protocol. Hal ini memicu kekhawatiran terhadap respons keamanan dan tata kelola dalam situasi krisis.
Analis juga memperingatkan bahwa jika pengguna mulai menarik dana dari USDC atau memindahkannya ke exchange, hal ini dapat berdampak pada pendapatan perusahaan terkait seperti Circle dan Coinbase, yang bergantung pada hasil dari aset cadangan seperti obligasi pemerintah AS.
Baca juga: Tether Integrasikan USA₮ ke Rumble Wallet, Ekspansi Pembayaran Digital
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
-
Bitcoin News4 days agoAnalisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Tembus $77K, Real Breakout?
-
Bitcoin News6 days agoAnalisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Tembus $75K, Pelan Tapi Ngegas!
-
Academy5 days agoRiset Kripto 13-17 Apr 2026: Bitcoin Bangkit, Geopolitik Stabil
-
Market7 days agoDampak Penurunan Inflasi AS terhadap Proyeksi Pasar Kripto

