Market
RUU PREDICT Act: Pejabat AS Dilarang Main Pasar Prediksi
RUU PREDICT Act diajukan untuk melarang para pejabat Amerika Serikat (AS) berpartisipasi di prediction market.
Tim Research Tokocrypto menilai tekanan hukum ke sektor ini bakal makin keras dan ruang abu-abunya bakal menyusut cepat.
Gelombang regulasi terhadap industri prediction market semakin menguat setelah rancangan undang-undang bipartisan bertajuk PREDICT Act resmi diajukan di Amerika Serikat.
RUU ini menargetkan pembatasan langsung terhadap pejabat tinggi negara, termasuk anggota Kongres, presiden, dan wakil presiden, untuk tidak terlibat dalam aktivitas taruhan berbasis peristiwa politik di platform prediction market.
Langkah ini menandai eskalasi signifikan dalam pendekatan regulator terhadap sektor yang selama ini berada di wilayah abu-abu antara perdagangan derivatif dan taruhan digital.
Baca Juga: Coinbase Tolak Kompromi RUU Kripto AS, Isu Yield Stablecoin Jadi Titik Panas
Daftar Isi
Isi Utama RUU PREDICT Act
RUU ini secara tegas melarang sejumlah pihak untuk berpartisipasi dalam prediction market, termasuk Anggota Kongres AS; Presiden dan Wakil Presiden; pejabat politik federal; serta pasangan dan tanggungan mereka.
Sebagaimana dilaporkan Cointelegraph, larangan ini mencakup taruhan atas berbagai jenis peristiwa, seperti hasil pemilu, keputusan kebijakan publik, dan tindakan pemerintah.
Selain larangan, RUU ini juga menetapkan sanksi yang cukup berat, yaitu denda sebesar 10% dari nilai kontrak dan penyitaan seluruh keuntungan ke kas negara (US Treasury).
Fokus pada Risiko Insider Trading Politik
Alasan utama di balik RUU ini adalah kekhawatiran bahwa pejabat publik memiliki akses terhadap informasi non-publik yang dapat dimanfaatkan untuk keuntungan pribadi melalui prediction market.
Dalam konteks ini, prediction market mulai dipandang tidak hanya sebagai alat spekulasi atau hedging, tetapi juga sebagai potensi celah insider trading berbasis politik.
Platform seperti Kalshi dan Polymarket kini berada di bawah sorotan karena menyediakan pasar berbasis outcome yang bisa diperdagangkan secara real-time.

Tekanan Regulasi yang Semakin Luas
RUU PREDICT Act tidak berdiri sendiri. Dalam beberapa bulan terakhir, tekanan terhadap prediction market datang dari berbagai arah, seperti regulator federal di AS, pemerintah negara bagian, dan otoritas pengawas derivatif.
Hal ini menunjukkan bahwa sektor prediction market sedang memasuki fase pengawasan yang lebih ketat, terutama karena pertumbuhan pengguna yang pesat; integrasi dengan platform kripto dan DeFi; serta potensi dampak terhadap integritas sistem politik.
Dampak bagi Industri Kripto
Prediction market merupakan salah satu sektor yang berkembang cepat dalam ekosistem kripto, dengan menawarkan cara baru untuk:
- Mengukur probabilitas peristiwa dunia nyata
- Menggabungkan informasi pasar secara kolektif
- Menciptakan instrumen trading berbasis outcome
Namun dengan meningkatnya tekanan regulasi, beberapa dampak yang mungkin terjadi antara lain:
1. Penyempitan Ruang Operasi
Platform harus menyesuaikan model bisnis agar sesuai dengan aturan baru.
2. Peningkatan Kepatuhan
KYC, verifikasi identitas, dan pembatasan pengguna kemungkinan akan diperketat.
3. Risiko Fragmentasi Pasar
Platform global mungkin menghadapi pembatasan akses di wilayah tertentu.
Regulasi Masuk Fase Baru
Menurut Tim riset dari Tokocrypto, pengajuan RUU ini merupakan sinyal jelas bahwa regulator mulai melihat prediction market sebagai isu serius, bukan sekadar eksperimen teknologi.
“Ini jelas eskalasi regulasi, bukan sekadar omelan etika. Kalau prediction market mulai diposisikan sebagai celah insider trading politik, tekanan hukum ke sektor ini bakal makin keras dan ruang abu-abunya bakal menyusut cepat,” kata Tim Research Tokocrypto.
Pernyataan ini menegaskan bahwa pendekatan regulator kini lebih agresif dan berorientasi pada enforcement.
Apa Selanjutnya untuk Prediction Market?
Jika RUU PREDICT Act disahkan, implikasinya bisa meluas. Standar global terhadap prediction market bisa ikut berubah.
Selain itu, platform akan terdorong untuk lebih transparan dan teregulasi. Kemudian, inovasi mungkin bergeser ke yurisdiksi yang lebih ramah.
Di sisi lain, regulasi ini juga bisa memberikan legitimasi jangka panjang jika sektor mampu beradaptasi.
Baca Juga: Brasil Siap Jadi Raja Bitcoin? Kongres Bahas RUU 1 Juta BTC
RUU PREDICT Act menandai babak baru dalam regulasi prediction market di Amerika Serikat.
Dengan melarang pejabat publik terlibat dalam taruhan berbasis peristiwa politik, pemerintah berupaya menutup celah potensi insider trading dan menjaga integritas sistem politik.
Namun, langkah ini juga membawa konsekuensi besar bagi industri kripto yang mulai mengadopsi model prediction market sebagai bagian dari inovasi finansial.
Ke depan, keseimbangan antara regulasi dan inovasi akan menjadi kunci utama dalam menentukan masa depan sektor ini, apakah akan berkembang sebagai instrumen keuangan sah, atau justru tertekan oleh pembatasan hukum yang semakin ketat.
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
-
Event5 days agoEvent Tokocrypto Minggu Ini
-
Bitcoin News6 days agoAnalisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Naik ke $70.722, Sinyal Rebound?
-
Bitcoin News5 days agoAnalisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun ke $69.198, Tekanan Kembali
-
Altcoin News6 days agoPi Network Melonjak 11% Pasca Upgrade Protocol 20

